Tradisi Pembuatan Perahu Orang Buton di Pulau Taliabu
Abstract
Artikel ini mengkaji tradisi pembuatan perahu orang Buton yang berada di Pulau Taliabu. Pembuatan perahu tersebut merupakan pengetahuan yang diperoleh dari daerah asal di tanah Buton-Wakatobi. Pengetahuan tersebut terus dilestarikan dan diterapkan meskipun mereka telah berada jauh dari tanah kelahiran. Kajian ini menggunakan metode sejarah untuk menelusuri kedatangan orang-orang Buton dari Buton-Wakatobi ke Pulau Taliabu serta pengetahuan pembuatan perahu. Sedangkan pendekatan budaya digunakan untuk menguraikan proses pembuatan perahu dari pemilihan kayu, pengerjaannya, hingga menurunkan perahu ke laut. Sumber data yang digunakan diperoleh melalui kajian pustaka dan wawancara. Temuan dari kajian ini memperlihatkan bagaimana orang-orang Buton di Pulau Taliabu sangat memperhatikan secara detail proses pembuatan perahu yang dianggap sebagai saudara sendiri.
References
Andaya, Leonard Y. The World of Maluku: Eastern Indonesia in the Early Modern Period. Honolulu: University of Hawaii Press, 1998.
Biro Perencanaan Sekretariat Jenderal Kementerian Kehutanan. Profil Kehutanan 33 Provinsi. 2013.
Haliadi. Buton Islam dan Islam Buton: Islamisasi, Kolonialisasi, Dan Sinkretisme Agama 1873-1938. Tesis. Program Studi Sejarah Jurusan Ilmu-Ilmu Sosial Humaniora Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Tidak diterbitkan, 2000.
Hamid, Abd. Rahman Hamid. Spirit Bahari Orang Buton. Makassar: Rayhan Intermedia, 2010.
Kementerian Negara Lingkungan Hidup. Laporan Akhir Analisis Potensi Rawan Bencana Alam di Papua dan Maluku (Tanah Longsor – Banjir – Gempa Bumi - Tsunami). Jakarta: Deputi Bidang Pembinaan Sarana Teknis dan Peningkatan Kapasitas, 2007.
Kuntowijoyo. Pengantar llmu Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana, 2013.
Leirissa, R. Z. Sejarah Kebudayaan Maluku. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, 1999.
Leirissa, R. Z. Masyarakat Halmahera dan Raja Jailolo: Studi Tentang Sejarah Masyarakat Maluku Utara. Disertasi. Program Doktor dalam Ilmu Sastra Fakultas Pascasarjana Universitas Indonesia Jakarta. Tidak diterbitkan, 1990.
Maula, Muhammad Jadul, dkk. Kesepakatan Tanah Wolio: Ideologi Kebhinekaan dan Eksistensi Budaya Bahari di Buton. Depok: Titian Budaya bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kota Baubau dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2011.
Medeelingen Van Het Bereau Voor De Bestuurszaken Der Buitenbezittingen Bewerke Door Het; Encyclopaedisch Bureau; Aflevering XV. Soela Eilanden. (terj. Umar van Morboosch). Weltevreden: N. V. Boekhandel Visser & Co, 1918.
Rabani, La Ode Rabani. Migrasi dan Perkembangan Sosial Ekonomi Masyaraknt Kepulauan Tukang Besi Kabupaten Buton 1961-1987. Skripsi. Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Tidak diterbitkan, 1997.
Sjamsuddin, Helius. Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Ombak, 2007.
Tobing, Philip O. L. Hukum Pelayaran dan Perdagangan Ammana Gappa. Ujung Padang: Yayasan Kebudayaan Sulawesi Selatan, 1977.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2013 Tentang Pembentukan Kabupaten Pulau Taliabu Di Provinsi Maluku Utara.
Utomo, Bambang Budi Utomo. Pandanglah Laut Sebagai Pemersatu Nusantara. Jakarta: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, 2007.
Wawancara dengan La Kuma di Lede, Juli 2014.
Wawancara dengan M. Adnan Amal di Ternate, Agustus 2014.
Zuhdi, Susanto. Sejarah Buton yang Terabaikan: Labu Rope Labu Wana. Jakarta: Rajawali Press, 2010.

