Di Balik Legenda Danau Lemelu
Membaca Realitas Sosial-budaya Orang Sea-sea di Banggai Kepulauan
Abstract
Tulisan ini mengkaji legenda Danau Lemelu yang berjudul Paisu Matano Bibian (PMB) dengan menggunakan strukturalisme Lévi-Strauss. Isi ceritanya menarik karena berkaitan dengan kedatangan orang asing di Sea-sea. Studi ini menggunakan metode studi pustaka dengan dua langkah penting, yaitu pencarian dan analisis sumber. Tujuannya untuk menjelaskan pesan dan makna dari cerita PMB. Bila dilihat dari pembabakan ceritanya (episode), PMB cukup lengkap dan runtut. Lewar cerita ini, orang Sea-sea telah merekam kehadiran orang asing yang hendak mengeksploitasi kekayaan alam mereka. PMB telah mengingatkan tentang akibat yang timbul oleh eksploitasi tersebut. Sebuah bentuk kesadaran ekologis yang sering berbenturan dengan kepentingan eksploitatif penguasa dan kawan-kawannya. PMB juga menyuarakan keterpinggiran orang Sea-sea di tanahnya sendiri sejak ratusan tahun lalu. Oleh karena itu, PMB harus kembali diceritakan agar terus menjadi ceriteme (cerita mitos) guna menggugah kesadaran ekologis yang mulai tergerus oleh kapitalisasi kekayaan alam di Banggai Kepulauan.
References
Ahimsa-Putra, Heddy Shri. Strukturalisme Lévi-Strauss: Mitos Dan Karya Sastra. Cetakan edisi baru. Yogyakarta: Kepel Press, 2025.
Anonim. Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2009. Salakan: Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, 2009. http://perpustakaan.menlhk.go.id.
———. “Sejarah Kerajaan Banggai.” Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, Tanpa Tahun. https://banggaikep.go.id/portal/sejarah.
Aribowo, Hendro. “Pesona alam Danau Lemelu.” Platform blog. Kompasiana, 7 Desember 2019. https://www.kompasiana.com/bonua.
Bezemer, T.J. “Banggai.” Dalam Beknopte Encyplopaedie van Nederlandsch Indie. ‘s Gravenhage: Martinus Nijhoff, 1921.
Dedi Dwiech, dir. Lemelu. Performed by Orni Janaena. Lumbi-Lumbia: Sanggar Batu Mesea, 2017. You Tube, 6:21. https://www.youtube.com/watch?v=gXN9jC1akiM.
Epa, Srilidiawati, Jultje Aneke Rattu, dan Ivan R. B. Kaunang. “Tradisi Lisan Baode Masyarakat Banggai Di Banggai Kepulauan Sulawesi Tengah.” Buletin Poltanesa 23, no. 2 (Desember 2022): 439–44. https://doi.org/10.51967/tanesa.v23i2.1969.
Hasanuddin. Politik dan perdagangan di Banggai. Cetakan pertama. Yogyakarta: Amara Books (AB), 2016.
———. Sejarah Sosial Politik Kerajaan Banggai (1907-1942). Yogyakarta: Kepel Press, 2015.
Henley, David. Fertility, Food and Fever: Population, Economy and Environment in North and Central Sulawesi, 1600-1930. Verhandelingen van Het Koninklijk Instituut Voor Taal-, Land- En Volkenkunde 201. Leiden: KITLV Press, 2005.
Kondoiyo, Alfendi Gloria, Sri Sunarmi, dan Glenie Latuni. “Nyanyian Baode Yang Ada Di Desa Landonan Bebeau Kecamatan Buko Selatan Kabupaten Banggai Kepulauan.” Kompetensi 2, no. 11 (Desember 2022): 1798 1806-1798 1806. https://doi.org/10.53682/kompetensi.v2i11.5701.
Kruyt, Alb C. “De Pilogot der Banggaiers en Hun Priesters.” Mensch En Maatschappij Tweemaandelijksch Tijdscrift, 1932. https://resolver.kb.nl/resolve?urn.
———. “De zwarte kunst in den Banggai-Archipel en in Balantak.” Tijdscchrift Voor Indische Taal, Land, en Volkenkunde Deel LXXII, no. Aflevering 4 (1932): 1–15. https://resolver.kb.nl/resolve?urn.
Lahay, Sarjan. “Ubi Banggai dalam Cengkraman Tambang Batu Gamping.” Informasi. Tambang. Benua Indonesia, 19 Mei 2025. https://benua.id/ubi-banggai/.
Lahay, Sarjan, dan Sapariah Saturi. “Was-was Ekosistem Karst Banggai Kepulauan Hancur Kalau Masuk Perusahaan Tambang.” Informasi. Environmental News. Mongabay.co.id, 26 September 2023. https://mongabay.co.id/2023/09/26.
Lasny, Soeria. Sepintas Kilas Sejarah Banggai Serta Perlawanan Terhadap Penjajah Belanda dan Jepang di Daerah Lwwuk Banggai. Ed. 1. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2005.
Lumangino, Wilman Darsono, Lukman, dan Junarti. “Mengais Rezeki Di Ayunan Ombak: Perkembangan Produksi Dan Pemasaran Rumput Laut Di Bulagi, 1989-2004.” Skripsi, FKIP Universitas Tadulako, 2006. Koleksi Pribadi.
Lumbia Tersenyum, dir. Danau Lemelu Dalam Legenda Masyarakat Sea-Sea. Lumbi-Lumbia: Lumbia Tersenyum, 2015. Postingan. https://www.facebook.com/?story_fbid.
Mappa, Yustikasari, Rudi Latief, dan Emil Salim Rasyidi. “Studi Pengembangan Objek Wisata Danau (Studi Kasus: Danau Tendetung di Kabupaten Banggai Kepulauan).” Journal of Urban Planning Studies 2, no. 3 (Juli 2022): 297–305. https://doi.org/10.35965/jups.v2i3.296.
Murray Li, Tania. The Will to Improve: Perencanaan, Kekuasaan, dan Pembangunan di Indonesia. Cet. 1. Tangerang: Marjin Kiri, 2012.
Nadjamuddin, Lukman, Wilman D Lumangino, Mohammad Sairin, Idrus A Rore, Sunarto Amus, dan Fatma. Bara Perlawanan di Teluk Tomini: Perjuangan Tombolotutu Melawan Belanda. Cet. 1. Yogyakarta: Ombak, 2024.
Nainggolan, Nurhayati. Sejarah Daerah Sulawesi Tengah. Jakarta: Depdikbud, 1984.
Nurdin, Ali. “Komunikasi Magis Dukun (Studi Fenomenologi Tentang Kompetensi Komunikasi Dukun).” Jurnal ASPIKOM 1, no. 5 (Juli 2012): 383–402. https://doi.org/10.24329/aspikom.v1i5.43.
Padeatu, H. S. Sepintas Kilas Sejarah Banggai serta Perlawanan Terhadap Penjajah Belanda dan Jepang di Daerah Luwuk Banggai. Ed. 1. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2005.
Sadili, Aibin. “Tinjauan Hukum Perkawinan Islam Terhadap Pelaksanaan Adat Osoan Di Kecamatan Bulagi Kabupaten Banggai.” Skripsi, Sekolah Tinggi Agama Islam Datokaramah, 2000.
Salamat, Ferdy. “Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Pencegahan Pencemaran Pada Air Minum Masyarakat Di Kawasan Karts Banggai Kepulauan.” Proposal Disertasi, Universitas Hasanuddin, 2024. https://repository.unhas.ac.id/id/eprint.pdf.
Susanto, A. Budi. Imajinasi Penguasa dan Identitas Postkolonial. Monografi Lembaga Studi Realino 10. Yogyakarta: Kanisius; Lembaga Studi Realino, 2000.
Taylor, Jean Gelman. “Women as Mediators in VOC Batavia.” Dalam Women and Mediation in Indonesia, disunting oleh S.T. Van Bemmelen, E. Touwen-Bouwsma, dan A. Niehof, 249–63. Leiden: BRILL, 1992. https://doi.org/10.1163/9789004487765_016.
Wisnawati. “Keberadaan Suku Sea-Sea di Banggai Kepulauan 1979-2000.” Skripsi, Universitas Tadulako, 2004.
Zed, Mestika. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2008.

