GAME THEORY ANALYSIS OF IDENTITY POLITICAL CONFLICT IN JAYAPURA
Abstract
Indonesia mengalami proses perubahan bentuk pemerintahan yang cukup panjang, bahkan konsep ini sudah diperkenalkan di masa kolonial, Semenjak diberlakukannya UU No. 22 Tahun 1999 dilanjutkan dengan UU No. 23 Tahun 2014, pemerintah mulai memberikan wewenang kepada daerah untuk mengurusi wilayah administratifnya secara mandiri. Akibat dari hal tersebut adalah munculnya para aktor politik lokal yang bersaing dan tak jarang menimbulkan konflik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan menganalisis salah satu konflik yang pernah terjadi pada ranah politik lokal di Jayapura, peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Adapun untuk memudahkan proses analisis, peneliti menggunakan teori permainan dalam prosesnya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kasus politik lokal yang terjadi di Jayapura terjadi akibat adanya pertentangan antara masyarakat pendatang dengan masyarakat adat asli. Pertentangan tersebut menimbulkan prasangka antara satu sama lain. Adapun konflik ini berhasil diatasi dalam beberapa tahapan, dan menciptakan situasi Non-Zero Sum Game, atau kedua belah pihak yang saling menerima dan berusaha untuk berubah. Meskipun transformasi belum sepenuhnya selesai, upaya yang dilakukan mencerminkan keinginan harmoni dan inklusif dalam mendukung pemerintahan lokal di Jayapura.







