Al-Tawjih: Jurnal Pendidikan Islam
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/wjh
<p>AL-TAWJIH: Jurnal Pendidikan Agama Islam adalah jurnal akademik terevaluasi (<em>academic peer-reviewed journal</em>) yang mempublikasikan artikel-artikel terbaru tentang pendidikan Agama Islam. Mulai tahun 2020 AL-TAWJIH terbit secara berkala dua kali dalam satu tahun (Juni dan Desember), diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu . Audiensi utama AL-TAWJIH adalah para akademisi, praktisi, mahasiswa dan yang memiliki ketertarikan di bidang pendidikan agama Islam</p>Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Datokaramaen-USAl-Tawjih: Jurnal Pendidikan Islam3109-0265KONTRIBUSI PROGRAM BINA IMAN DAN TAQWA (IMTAQ) DALAM MENINGKATKAN PERILAKU KEAGAMAAN PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 3 PALU
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/wjh/article/view/5695
<p>Artikel ini membahas tentang “Kontribusi Program Bina Iman dan Taqwa (IMTAQ) dalam meningkatkan Perilaku Keagamaan Peserta Didik Di SMP Negeri 3 Palu” yang berlokasi di Jalan Kemiri No.35, Kelurahan Siranindi, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Pokok permasalahan utamanya adalah: (1) Bagaimana pelaksanaan program bina IMTAQ di SMP Negeri 3 Palu? (2) Bagaimana kontribusi program bina IMTAQ dalam meningkatkan perilaku keagamaan peserta didik di SMP Negeri 3 Palu? Menjawab masalah tersebut Penulis dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan tekhnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang penulis gunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan program bina iman dan taqwa (IMTAQ) di SMP Negeri 3 Palu beberapa kali mengalami perubahan dari segi jadwal pelaksanaan, kegiatan, dan pendanaan. Adapun pelaksanaanya saat ini, yakni dikhususkan pada hari Jumat pagi, mulai pukul 07.00 hingga 08.00 WITA, dimana kegiatannya meliputi salat duha, kultum, ceramah agama, dzikir, shalawat, dan asmaul husna. Bina IMTAQ juga termasuk dalam visi SMP Negeri 3 Palu, sehingga nilai-nilai iman dan taqwa, tidak hanya didapatkan pada hari Jumat pagi, namun juga pada hari-hari lain, contohnya dengan adanya pelaksanaan salat dzuhur berjamaah sebelum pulang. (2) Adapun Kontribusi program bina iman dan taqwa (IMTAQ) dalam meningkatkan perilaku keagamaan peserta didik, meliputi: meningkatnya kesadaran salat berjamaah, meningkatnya hafalan salat dan surah pendek, serta wawasan peserta didik terkait salat wajib dan Sunnah. Peserta didik juga menjadi mengetahui, menghafal, dan mulai membiasakan diri untuk berdzikir, bershalawat, serta membaca asmaul husna. Selain itu, wawasan keagamaan dan kedisiplinan peserta didik juga meningkat setelah mengikuti program bina IMTAQ. Saran dari penelitian ini adalah (1) Demi menunjang kualitas program bina IMTAQ diperlukan evaluasi dari pemerintah daerah, khususnya dinas pendidikan dan kebudayaan kota Palu, yakni evaluasi dari segi pendanaan, jadwal dan aturan pelaksanaan, serta indikator penilaian. Agar tujuan pelaksanaannya dapat tercapai dengan efektif dan efisien. (2) Diharapkan terjalinnya kerjasama yang baik antara pihak sekolah dan orang tua atau wali peserta didik dalam mengarahkan dan mengawasi perkembangan perilaku keagamaan peserta didik. Sehingga perilaku keagamaan tersebut tidak hanya diterapkan di Sekolah tapi juga diaktualisasikan oleh peserta didik dimanapun mereka berada.</p>AndiniFitri RahayuAndi AnirahSalahuddin
Copyright (c) 2026 Al-Tawjih: Jurnal Pendidikan Islam
2026-06-292026-06-2971110PERAN EKSTRAKURIKULER KEAGAMAAN DALAM MEBINA KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 7 SIGI
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/wjh/article/view/5696
<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih minimnya karakter religius peserta didik di SMA Negeri 7 Sigi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dalam membina karakter religius peserta didik di SMA Negeri 7 Sigi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, guru, pembina ekstrakurikuler keagamaan, serta peserta didik sebagai sumber data penelitian. Analisis data dilaksanakan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler keagamaan yang tergabung dalam RISMA (Remaja Islam Masjid) memiliki peran penting dalam membina karakter religius peserta didik. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi shalat berjamaah, pembinaan baca Al-Qur'an, kajian keislaman, pesantren kilat, peringatan hari besar Islam, serta kegiatan sosial berupa berbagi takjil. Proses pembinaan karakter religius dilakukan melalui metode pembiasaan, keteladanan, bimbingan, dan praktik secara langsung. Dampak yang dihasilkan meliputi meningkatnya kedisiplinan dalam beribadah, terbentuknya akhlakul karimah, tumbuhnya rasa tanggung jawab, serta meningkatnya kepedulian sosial peserta didik. Dengan demikian, kegiatan ekstrakurikuler keagamaan menjadi salah satu sarana yang efektif dan strategis dalam membina serta memperkuat karakter religius peserta didik di lingkungan sekolah.</p>AfrizahSri Dewi LisnawatyZuhra
Copyright (c) 2026 Al-Tawjih: Jurnal Pendidikan Islam
2026-06-292026-06-29711120Strategi Guru PAI dalam Mengintegrasikan Literasi Digital dan Moderasi Beragama di SMA Negeri 1 Palu
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/wjh/article/view/5697
<p>Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara peserta didik memperoleh informasi keagamaan. Peserta didik SMA kini dapat mengakses ceramah, artikel keislaman, potongan video dakwah, konten fikih, dan perdebatan keagamaan melalui media sosial. Kondisi ini memberi ruang pembelajaran yang luas, tetapi juga menghadirkan risiko berupa hoaks keagamaan, potongan dalil tanpa konteks, ujaran kebencian, dan narasi keberagamaan yang eksklusif. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam mengintegrasikan literasi digital dan moderasi beragama di SMA Negeri 1 Palu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi pembelajaran, wawancara dengan guru PAI, peserta didik, dan unsur sekolah, serta dokumentasi perangkat ajar dan media pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru PAI dilakukan melalui pemilihan sumber digital yang kredibel, pembiasaan tabayyun digital, integrasi nilai moderasi beragama dalam materi PAI, diskusi kasus keagamaan aktual, dan pembinaan etika digital Islami. Strategi tersebut memperkuat kemampuan peserta didik dalam memilah informasi keagamaan, menghargai perbedaan, menolak kekerasan, dan menggunakan media digital secara bertanggung jawab. Penelitian ini menegaskan bahwa guru PAI berperan sebagai pendidik, fasilitator, kurator informasi, dan pembimbing sikap keberagamaan peserta didik di ruang digital.</p>IbadurrahmanAbdul Halik
Copyright (c) 2026 Al-Tawjih: Jurnal Pendidikan Islam
2026-06-292026-06-29712131Perspektif Instrumen Evaluasi Pembelajaran Bentuk Tes Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/wjh/article/view/5579
<p>Kata evaluasi berasal dari bahas inggris yang berarti value yang berarti biaya atau uang. Sedangkan secara istilah berarti alat ukur yang digunakan untuk melihat hasil belajar siswa. Sedangkan penelitian ini bertujuan untuk mengenalkan guru terhadap perspektif evaluasi bentuk tes dan implementasinya dalam pembelajaran Pendidikan agama islam. Sehingga pada penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif dengan tinjauan Pustaka dengan mengumpulkan data dan informasi dari berbagai sumber Pada artikel ini membahas tentang definisi, bentuk-bentuk, fungsi, cara menyusun dan penerapannya dalam mata Pelajaran Pendidikan agama islam. Dan dapat disimpulkan bahwa evaluasi bentuk tes adalah salah satu instrument atau alat evaluasi pembelajaran dan evaluasi pembelajaran berbentuk tes ini terdiri dari tes subjektif dan juga objektif yang terdiri dari tes benar salah, menjodohkan, pilihan ganda dan isian singkat yang berfungsi selektif, subjektif, formatif, penempatan, penempatan, administrative dan bimbingan belajar. Evaluasi juga bertujuan sebagai <em>Keeping track</em>.<em>Checking-up,Finding-out</em>.<em>Summing-up </em>beberapa langkah yang terlibat dalam pembuatan penilaian tersebut: Langkah pertama adalah menentukan tujuan yang akan diukur. Langkah selanjutnya adalah menyusun rubrik penilaian. Selanjutnya yakni mengembangkan Alat penilaian yang telah dikembangkan. Selanjutnya hasil uji coba akan menentukan revisi instrumen. Setelah pengujian, ada kemungkinan bahwa komponen instrumen tidak sesuai, tidak jelas dan yang terakhir yakni Tahap terakhir adalah penggunaan alat penilaian secara teratur selama proses pembelajaran. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Instrumen evaluasi bentuk tes merupakan bagian penting dari proses evaluasi karena digunakan untuk meningkatkan kemampuan siswa, Dengan menggunakan berbagai format ujian, seperti tes esai, tes pilihan ganda, tes benar-salah, latihan mencocokkan, dan soal jawaban singkat, guru dapat menilai pemahaman, pengetahuan materi, dan keterampilan belajar siswa secara lebih akurat dan sistematis</p>Muzakiubed Zaki
Copyright (c) 2026 Al-Tawjih: Jurnal Pendidikan Islam
2026-06-292026-06-29713241Peran Majelis Taklim Nurul Musthafa Lilkhairat Dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Terhadap Pendidikan Agama Islam di Desa Pakuli Kec. Gumbasa Kab. Sigi
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/wjh/article/view/5699
<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat Desa Pakuli, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, yang masih menunjukkan tingkat kesadaran rendah terhadap Pendidikan Agama Islam, tercermin dari partisipasi rendah dalam kegiatan keagamaan dan pemahaman dogmatis. Majelis Taklim Nurul Musthafa Lilkhairaat hadir sebagai lembaga pendidikan nonformal untuk menjawab tantangan tersebut. Tujuan penelitian adalah (1) mengidentifikasi peran Majelis Taklim dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap Pendidikan Agama Islam, dan (2) mengetahui faktor pendukung dan penghambatnya. Metode kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus digunakan, data diperoleh melalui observasi, wawancara semi-struktural dengan 10 informan (ketua, pengurus, jamaah, tokoh masyarakat, dan pemerintah desa), serta dokumentasi. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman (reduksi, penyajian, penarikan kesimpulan) dengan triangulasi untuk keabsahan. Hasil menunjukkan Majelis Taklim berperan dalam pembinaan keimanan, penguatan spiritualitas, peningkatan kesadaran beragama, pencegahan perilaku menyimpang, dan pengembangan dakwah keluarga, berdampak pada aspek akidah, ibadah, dan akhlak. Faktor pendukung meliputi dukungan pemerintah desa, sementara penghambat adalah keterbatasan dana dan rendahnya rasa percaya diri masyarakat. Implikasi teoritis memperkaya kajian pendidikan Islam nonformal berbasis fungsionalisme struktural, secara praktis menjadi rujukan pengembangan program majelis taklim dan kebijakan desa.</p>Saiful PradityaRusli TakunasElya
Copyright (c) 2026 Al-Tawjih: Jurnal Pendidikan Islam
2026-06-292026-06-29714260Analisis Kompetensi Pedagogik Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di SMP Negeri 2 Labuan
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/wjh/article/view/5700
<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kompetensi pedagogik guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Kompetensi pedagogik guru sangat berpengaruh terhadap proses pembelajaran karena berkaitan dengan kemampuan guru dalam memahami peserta didik, merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, serta melakukan evaluasi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi pedagogik guru Pendidikan Agama Islam dan upaya guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SMP Negeri 2 Labuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, dan peserta didik. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 2 Labuan sudah cukup baik. Hal ini terlihat dari kemampuan guru dalam memahami karakteristik peserta didik, menyusun perencanaan pembelajaran, menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi, serta mengelola pembelajaran secara aktif dan komunikatif. Guru juga menggunakan bahasa yang sederhana dan mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari peserta didik agar lebih mudah dipahami. Selain itu, guru melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, seperti menyusun RPP, menggunakan metode ceramah, tanya jawab, diskusi, dan praktik langsung, serta memberikan motivasi kepada peserta didik. Namun, masih terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan media pembelajaran dan kurangnya keaktifan sebagian peserta didik dalam proses pembelajaran. Kesimpulan penelitian ini adalah kompetensi pedagogik guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SMP Negeri 2 Labuan. Kompetensi pedagogik yang baik membantu guru menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, efektif, dan bermakna bagi peserta didik.</p>Nanda Apriani RumuatRusli TakunasJumri Hi. Tahang Basire
Copyright (c) 2026 Al-Tawjih: Jurnal Pendidikan Islam
2026-06-292026-06-29716179Analisis Faktor Penyebab Rendahnya Minat Belajar Peserta Didik Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 4 Labuan Kabupaten Donggala
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/wjh/article/view/5701
<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 4 Labuan Kabupaten Donggala Kabupaten Donggala. Rendahnya minat belajar terlihat dari kurangnya perhatian, keaktifan, dan partisipasi peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat belajar peserta didik serta faktor penyebab rendahnya minat belajar dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 4 Labuan Kabupaten Donggala. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari guru Pendidikan Agama Islam dan peserta didik kelas IV, V, dan VI. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam masih tergolong rendah dan belum merata. Hal ini terlihat dari masih adanya peserta didik yang kurang fokus, kurang aktif, serta kurang percaya diri selama pembelajaran berlangsung. Faktor penyebab rendahnya minat belajar terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an, kurangnya motivasi belajar, dan rendahnya rasa percaya diri peserta didik. Sementara itu, faktor eksternal meliputi metode pembelajaran yang monoton, kondisi lingkungan belajar yang kurang kondusif, kurangnya dukungan keluarga, serta terbatasnya kegiatan pendukung pembelajaran keagamaan di sekolah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa rendahnya minat belajar peserta didik dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara guru, sekolah, dan orang tua dalam meningkatkan minat belajar peserta didik agar proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam dapat berjalan lebih efektif dan bermakna.</p>SyafrianaBahdarSuharnis
Copyright (c) 2026 Al-Tawjih: Jurnal Pendidikan Islam
2026-06-292026-06-29718089