Strategi Guru PAI dalam Mengintegrasikan Literasi Digital dan Moderasi Beragama di SMA Negeri 1 Palu
Abstract
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara peserta didik memperoleh informasi keagamaan. Peserta didik SMA kini dapat mengakses ceramah, artikel keislaman, potongan video dakwah, konten fikih, dan perdebatan keagamaan melalui media sosial. Kondisi ini memberi ruang pembelajaran yang luas, tetapi juga menghadirkan risiko berupa hoaks keagamaan, potongan dalil tanpa konteks, ujaran kebencian, dan narasi keberagamaan yang eksklusif. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam mengintegrasikan literasi digital dan moderasi beragama di SMA Negeri 1 Palu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi pembelajaran, wawancara dengan guru PAI, peserta didik, dan unsur sekolah, serta dokumentasi perangkat ajar dan media pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru PAI dilakukan melalui pemilihan sumber digital yang kredibel, pembiasaan tabayyun digital, integrasi nilai moderasi beragama dalam materi PAI, diskusi kasus keagamaan aktual, dan pembinaan etika digital Islami. Strategi tersebut memperkuat kemampuan peserta didik dalam memilah informasi keagamaan, menghargai perbedaan, menolak kekerasan, dan menggunakan media digital secara bertanggung jawab. Penelitian ini menegaskan bahwa guru PAI berperan sebagai pendidik, fasilitator, kurator informasi, dan pembimbing sikap keberagamaan peserta didik di ruang digital.
References
Gilster, P. (1997). Digital literacy. New York: Wiley.
Hague, C., & Payton, S. (2010). Digital literacy across the curriculum. Bristol: Futurelab.
Indra, I. (2024). Islamic Religious Education as a medium for strengthening religious moderation in the digital era. Journal of Multicultural Education and Social Studies, 1(2), 17-24. https://doi.org/10.37249/jomess.v1i2.1280
Kementerian Agama RI. (2020). Kemenag terus perkuat moderasi beragama: Ini indikator keberagamaannya. https://kemenag.go.id/en/nasional/kemenag-terus-perkuat-moderasi-beragama-ini-indikator-keberagamaannya-cyqdhi
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (2025). Profil Pelajar Pancasila. https://ditsd.kemendikdasmen.go.id/hal/profil-pelajar-pancasila
Khasanah, N., Hamzani, A. I., & Aravik, H. (2023). Religious moderation in the Islamic education system in Indonesia. QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama, 15(1), 629-642. https://doi.org/10.37680/qalamuna.v15i1.4115
Kuswana, D. (2024). Digital counter-radicalism: The strategic role of religious organisations in shaping moderate Islam in Indonesia's cyber realm. Khazanah Theologia, 6(1), 45-60. https://doi.org/10.15575/kt.v6i1.33369
Rajaminsah, R. (2025). Moderasi beragama dan literasi digital: Pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam adaptif terhadap tantangan era post-truth. Alacrity: Journal of Education, 5(2), 1052-1065.
Subakti, M. F. (2022). Literasi digital: Fondasi dasar dakwah dalam media sosial. Jurnal Dakwah, 23(1). https://ejournal.uin-suka.ac.id/dakwah/jurnaldakwah/article/view/2341
UNESCO. (2025). Media and information literacy and digital competencies. https://www.unesco.org/en/articles/media-and-information-literacy-and-digital-competencies


