Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50
<div style="background: #f0f6ff; border-left: 5px solid #0d6efd; padding: 15px; border-radius: 8px;"> <h3 style="margin-top: 0; color: #0d6efd; font-size: 17px;">Sub-Tema Prosiding</h3> <p style="font-size: 14px; margin-bottom: 10px;">Mengingat tema seminar mencakup isu yang luas, berikut sub-tema yang tercakup dalam prosiding ini:</p> <ul style="padding-left: 18px; font-size: 14px; line-height: 1.5;"> <li class="show">Pembelajaran PAI 5.0</li> <li class="show">Pembelajaran Bahasa Arab 5.0</li> <li class="show">Pendidikan Anak Usia Dini 5.0</li> <li class="show">Pembelajaran di MI 5.0</li> <li class="show">Pembelajaran IPS 5.0</li> <li class="show">Pembelajaran IPA 5.0</li> <li class="show">Pembelajaran Matematika 5.0</li> <li class="show">Pembelajaran Bahasa Inggris 5.0</li> <li class="show">Manajemen Pendidikan Islam di Era Society 5.0</li> </ul> </div>en-USProsiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.02961-7898Analisis Penerapan PAI Interdisipliner Berbasis Budaya Lokal
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/4803
<p><em>Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan identitas peserta didik, terutama ketika dihadapkan pada perkembangan budaya dan dinamika sosial masyarakat modern. Integrasi budaya lokal dalam pembelajaran PAI menjadi salah satu pendekatan yang relevan karena budaya merupakan bagian dari kehidupan peserta didik yang sarat nilai dan dapat memperkaya proses internalisasi ajaran Islam. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana PAI dapat diterapkan secara interdisipliner melalui pemanfaatan nilai-nilai budaya lokal tanpa menghilangkan esensi ajaran Islam. Analisis dilakukan dengan meninjau konsep dasar PAI, fungsi pembinaan karakter, serta potensi budaya lokal sebagai media pembelajaran yang kontekstual. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan PAI berbasis budaya lokal mampu menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna, dekat dengan realitas sosial, serta efektif dalam menanamkan nilai-nilai moral, spiritual, dan identitas kultural peserta didik. Kesimpulannya, pendekatan interdisipliner berbasis budaya lokal memperkuat peran PAI dalam membentuk peserta didik yang religius, berakhlak mulia, dan mampu menghargai keragaman budaya di lingkungannya.</em></p>Nur Hasanatul Adawiah
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-232025-12-2320106PARADIGMA KURIKULUM INTEGRATIF DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/4821
<p>Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era globalisasi menuntut adanya pembaruan paradigma pendidikan yang lebih holistik, adaptif, dan kontekstual, termasuk dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Kurikulum PAI selama ini masih menghadapi berbagai problematika, seperti kecenderungan pembelajaran yang berfokus pada aspek kognitif, terjadinya dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum, serta kurangnya relevansi dengan dinamika sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji paradigma kurikulum integratif sebagai solusi dalam pengembangan kurikulum PAI yang mampu menghilangkan dikotomi keilmuan dan membangun pembelajaran yang utuh. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai jurnal dan literatur ilmiah yang relevan terkait kurikulum integratif dalam pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa paradigma kurikulum integratif menekankan keterpaduan antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan modern melalui pendekatan filosofis, epistemologis, metodologis, dan praktis dalam pembelajaran. Implementasi paradigma ini mampu meningkatkan relevansi pembelajaran, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta memperkuat karakter religius, sosial, dan moral peserta didik. Dengan demikian, paradigma kurikulum integratif merupakan pendekatan strategis yang perlu dikembangkan secara berkelanjutan dalam Pendidikan Agama Islam guna menghasilkan generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman.</p>Novi Bonge
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-232025-12-2320720LANDASAN FILOSOFIS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS INTERDISIPLINER
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/4827
<p><em>Pendekatan interdisipliner dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan dinamika kehidupan modern. Pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada penguasaan aspek kognitif semata, tetapi juga harus mampu mengembangkan dimensi moral, sosial, dan spiritual peserta didik secara seimbang. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji landasan filosofis Pendidikan Agama Islam berbasis interdisipliner serta relevansinya dalam membangun pembelajaran PAI yang holistik dan kontekstual. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dengan menganalisis berbagai literatur yang berkaitan dengan filsafat pendidikan Islam dan konsep interdisipliner dalam perspektif Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara filosofis pendidikan Islam memandang manusia sebagai makhluk ciptaan Allah yang memiliki potensi jasmani dan rohani yang harus dikembangkan secara terpadu untuk mewujudkan insan kamil. Tujuan utama pendidikan Islam adalah pembentukan akhlak mulia, ketaatan beribadah, serta kesalehan individu dan sosial sebagai perwujudan tanggung jawab manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi. Pendekatan interdisipliner memungkinkan integrasi antara ilmu keislaman dan ilmu pengetahuan umum tanpa menghilangkan identitas masing-masing disiplin. Integrasi ini memberikan dasar epistemologis, ontologis, dan aksiologis yang kuat dalam pengembangan pembelajaran PAI. Dengan demikian, Pendidikan Agama Islam berbasis interdisipliner diharapkan mampu melahirkan peserta didik yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta adaptif terhadap tuntutan zaman.</em></p>Fitrianur Nur
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-232025-12-2322127Pengembangan Contoh Pembelajaran PAI Terpadu Berbasis Konteks Kehidupan
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/4847
<p>Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk pemahaman keagamaan dan karakter peserta didik. Namun, pembelajaran PAI sering kali masih bersifat tekstual dan kurang terhubung dengan realitas kehidupan sehari-hari. Artikel ini bertujuan untuk mengembangkan contoh pembelajaran PAI terpadu berbasis konteks kehidupan guna meningkatkan kebermaknaan pembelajaran dan internalisasi nilai-nilai Islam secara aplikatif. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai hasil penelitian dan artikel ilmiah yang relevan terkait pembelajaran kontekstual, pembelajaran terpadu, dan pendidikan karakter dalam PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI terpadu yang mengintegrasikan aspek akidah, ibadah, akhlak, dan muamalah dengan konteks kehidupan peserta didik, seperti lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat, mampu meningkatkan pemahaman holistik, sikap religius, serta keterampilan sosial peserta didik. Pendekatan kontekstual mendorong peserta didik untuk tidak hanya memahami ajaran Islam secara kognitif, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan nyata. Selain itu, peran guru sebagai fasilitator, teladan, dan penghubung antara materi ajar dengan pengalaman nyata peserta didik menjadi faktor kunci keberhasilan pembelajaran. Dengan demikian, pengembangan pembelajaran PAI terpadu berbasis konteks kehidupan dapat dijadikan alternatif model pembelajaran yang relevan dan efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di berbagai jenjang pendidikan.</p>Ali Purnomo
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-232025-12-2322835STUDI IMPLIMENTANSI KURIKULUM INTEGRATIF PADA PROGRAM STUDI PAI
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/4852
<p><em>Kurikulum integratif merupakan pendekatan pendidikan yang mengupayakan keterpaduan antara ilmu keislaman, ilmu umum, nilai-nilai moral, serta keterampilan praktis dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji landasan studi implementasi kurikulum integratif pada Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), yang meliputi landasan filosofis, teologis, yuridis, dan pedagogis. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan menganalisis berbagai sumber literatur berupa buku, jurnal ilmiah, dokumen kebijakan pendidikan, serta peraturan perundang-undangan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum integratif pada Prodi PAI berlandaskan pada pandangan Islam yang menekankan kesatuan ilmu (integrasi antara ilmu naqli dan aqli), nilai tauhid sebagai fondasi pendidikan, serta tuntutan regulasi nasional tentang pengembangan kurikulum pendidikan tinggi. Implementasi kurikulum integratif diharapkan mampu menghasilkan lulusan PAI yang memiliki kompetensi akademik, spiritual, sosial, dan profesional secara seimbang. Dengan demikian, kajian ini memberikan kontribusi konseptual dalam memperkuat pengembangan dan pelaksanaan kurikulum integratif pada Program Studi PAI agar relevan dengan kebutuhan zaman dan tetap berakar pada nilai-nilai Islam.</em></p>Wahyudi K.Ba'u
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-232025-12-2323643Peran Kearifan Lokal Sebagai Media Interdisipliner dalam Pembelajaran PAI
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/4854
<p><em>Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di era kontemporer menghadapi tantangan dalam mengontekstualisasikan ajaran agama dengan realitas sosial budaya peserta didik. Penelitian ini mengeksplorasi peran kearifan lokal sebagai media interdisipliner untuk menjembatani nilai-nilai teologis dengan praktik kehidupan sehari-hari. Kearifan lokal dipandang bukan sekadar tradisi statis, melainkan instrumen pedagogis yang mampu mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu—seperti sosiologi, etika, dan ekologi—ke dalam kurikulum PAI. Urgensi dari pendekatan ini adalah untuk membentuk karakter peserta didik yang tidak hanya religius secara ritual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kecintaan terhadap budaya nusantara. Melalui integrasi kearifan lokal, pembelajaran PAI diharapkan menjadi lebih dinamis, inklusif, dan relevan dalam menjawab tantangan dekulturisasi di kalangan generasi muda.</em></p>Wandira Djanatu
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-232025-12-2324449ANALISIS PENDEKATAN TEMATIK DALAM PEMBELAJARAN PAI BERBASIS INTERDISIPLINER
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/4856
<p><em>Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan pemahaman keislaman peserta didik agar mampu menghadapi dinamika perkembangan zaman. Dalam konteks pendidikan modern, pembelajaran PAI dituntut untuk tidak hanya berfokus pada aspek normatif, tetapi juga mampu mengaitkan nilai-nilai ajaran Islam dengan berbagai disiplin ilmu. Pendekatan tematik berbasis interdisipliner menjadi salah satu alternatif pembelajaran yang relevan karena mengintegrasikan berbagai bidang keilmuan ke dalam satu tema pembelajaran yang utuh. Melalui pendekatan ini, materi PAI dapat dipahami secara lebih kontekstual dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam aspek sosial, budaya, maupun perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendekatan tematik berbasis interdisipliner juga mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, holistik, dan memiliki kesadaran nilai keislaman dalam menghadapi berbagai permasalahan kehidupan. Dengan demikian, pembelajaran PAI berbasis interdisipliner diharapkan mampu menjadikan proses pembelajaran lebih bermakna dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di era kontemporer.</em></p>Hummaera Malati Malahat
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-232025-12-2325054Model Integrasi Tradisi Lokal dalam Penguatan Nilai Keislaman di Pembelajaran PAI
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/4858
<p>Integrasi kearifan lokal dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan upaya strategis untuk memperkuat relevansi pembelajaran agama dengan kehidupan peserta didik. Pembelajaran PAI tidak hanya berfokus pada aspek ritual dan doktrinal, tetapi juga berfungsi sebagai media pembentukan karakter, moral, serta identitas sosial budaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kearifan lokal dalam pembelajaran PAI, manfaatnya dalam penguatan karakter, serta tantangan implementasinya dalam konteks Kurikulum Merdeka. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berbasis kajian pustaka dengan menelaah literatur akademik terbaru tahun 2018–2025. Analisis data dilakukan melalui teknik reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan mengadopsi model analisis Miles dan Huberman. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal mampu meningkatkan kebermaknaan, kontekstualitas, dan efektivitas pembelajaran PAI. Nilai budaya seperti gotong royong, sopan santun, musyawarah, serta tradisi keagamaan lokal sejalan dengan prinsip akhlak Islam sehingga dapat memperkuat pembentukan karakter. Namun, implementasinya masih menghadapi sejumlah kendala seperti keterbatasan literasi budaya guru, minimnya sumber belajar berbasis budaya daerah, dan kurangnya dukungan sekolah. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi kearifan lokal sangat relevan dengan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran kontekstual dan berbasis projek. Dengan demikian, integrasi kearifan lokal dalam PAI menjadi pendekatan penting dalam mewujudkan pendidikan yang humanis, berakar budaya, dan adaptif terhadap perubahan zaman</p>Fadri Hidayat
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-232025-12-2325559Model Pembelajaran Integratif PAI-Sains Dalam Membangun Kesadaran Ekoteologis
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/4859
<p>Penelitian ini mengkaji model pembelajaran integratif yang menggabungkan Pendidikan Agama Islam (PAI) dan sains dalam membangun kesadaran ekoteologis peserta didik. Kesadaran ekoteologis merujuk pada pemahaman tentang tanggung jawab terhadap lingkungan yang berlandaskan nilai-nilai teologis dan pengetahuan ilmiah. Model pembelajaran integratif PAI–Sains dirancang untuk mengaitkan ajaran Islam tentang amanah dan pelestarian lingkungan dengan konsep-konsep sains yang berkaitan dengan ekologi dan keberlanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan analisis terhadap praktik pembelajaran yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pembelajaran PAI dan sains mampu meningkatkan kesadaran peserta didik terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai kewajiban keagamaan sekaligus kebutuhan ilmiah. Melalui kegiatan pembelajaran kontekstual, peserta didik didorong untuk mengembangkan perspektif holistik yang menyatukan iman, ilmu pengetahuan, dan tanggung jawab etis terhadap alam. Dengan demikian, model pembelajaran integratif PAI–Sains dinilai efektif dalam membangun kesadaran ekoteologis serta menumbuhkan sikap peduli lingkungan yang berkelanjutan pada peserta didik.</p>Zainal Fikrah
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-232025-12-2326064INTEGRASI KONSEP NATURAL SCIENCE DALAM PEMBELAJARAN PAI INTERDISIPLINER
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/4864
<p><em>Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di era modern menghadapi tantangan akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi. Kondisi ini menuntut pembelajaran PAI tidak hanya disampaikan secara normatif, tetapi juga dikontekstualisasikan agar relevan dengan kehidupan peserta didik. Artikel ini bertujuan mengkaji secara konseptual integrasi natural science dalam pembelajaran PAI interdisipliner.</em> <em>Metode yang digunakan adalah kajian pustaka terhadap berbagai sumber ilmiah yang membahas integrasi agama dan sains dalam pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi agama dan sains memungkinkan pembelajaran PAI menjadi lebih rasional, kontekstual, dan bermakna. Natural science dipahami sebagai sarana untuk mengenali ayat-ayat kauniyah Allah sehingga pembelajaran PAI tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga pada penguatan nilai keimanan dan pembentukan sikap keagamaan. Pendekatan interdisipliner menghubungkan ilmu agama dan ilmu alam secara sistematis, sehingga mampu membangun pemahaman peserta didik yang holistik. Oleh karena itu, penguatan landasan konseptual integrasi natural science dalam pembelajaran PAI interdisipliner penting untuk mendukung pengembangan pendidikan Islam yang responsif terhadap tantangan zaman.</em></p>Jamila
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-232025-12-2326571Pengutan Terminologi Interdisipliner Pendidikan Agama Islam
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/4874
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan memperkuat pemahaman terminologi interdisipliner dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai upaya meningkatkan relevansi dan kualitas pembelajaran di era perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan Agama Islam tidak hanya berdiri sebagai disiplin normatif-teologis, tetapi juga berinteraksi dengan berbagai bidang ilmu lain seperti psikologi, sosiologi, pedagogi, dan filsafat pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui analisis berbagai sumber literatur berupa buku, jurnal ilmiah, dokumen kebijakan pendidikan, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Teknik analisis data dilakukan dengan cara mengklasifikasikan, menafsirkan, dan mensintesis konsep-konsep terminologi PAI yang memiliki keterkaitan interdisipliner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan terminologi interdisipliner dalam PAI dapat memperkaya perspektif keilmuan, memperjelas makna konsep-konsep dasar pendidikan Islam, serta mendorong integrasi nilai-nilai keislaman dengan pendekatan ilmiah modern. Selain itu, pemahaman terminologi yang bersifat interdisipliner mampu meningkatkan kompetensi pendidik dalam merancang pembelajaran yang kontekstual, kritis, dan adaptif terhadap kebutuhan peserta didik. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan konseptual bagi pengembangan kajian dan praktik Pendidikan Agama Islam yang lebih integratif dan berkelanjutan.</p>Anggi Dwi Umami
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-232025-12-2327276Pemdekatan interdisipliner sebagai strategi transformasi pembelajaran PAI
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/4884
<p><em>Pendekatan interdisipliner dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan strategi pedagogis yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu untuk menciptakan pembelajaran yang lebih holistik, kontekstual, dan relevan dengan tantangan zaman. Transformasi pembelajaran PAI melalui pendekatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk mengatasi pola pembelajaran konvensional yang cenderung bersifat normatif, tekstual, dan terpisah dari realitas kehidupan peserta didik. Melalui pendekatan interdisipliner, nilai-nilai ajaran Islam tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga dikaitkan dengan ilmu sosial, sains, teknologi, dan persoalan kontemporer yang dihadapi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pendekatan interdisipliner serta perannya sebagai </em></p> <p><em>strategi transformasi pembelajaran PAI dalam meningkatkan pemahaman kontekstual, keterampilan berpikir kritis, dan sikap religius aplikatif peserta didik. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan interdisipliner mampu memperkuat integrasi keilmuan, mendorong pembelajaran bermakna, serta menjadikan PAI lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan demikian, pendekatan interdisipliner menjadi alternatif strategis dalam mentransformasikan pembelajaran PAI menuju pendidikan Islam yang integratif, humanis, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi abad ke-21</em><strong><em>.</em></strong></p>Sulfia S Rahman
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-232025-12-2327781Evaluasi Kurikulum PAI Interdisipliner Dalam Menjawab Tantangan Pendidikan Global
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/4890
<p>Artikel ini mengkaji evaluasi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) interdisipliner dalam <br>menjawab tantangan pendidikan global. Perkembangan globalisasi, teknologi digital, dan integrasi <br>keilmuan menuntut pendidikan Islam untuk bersikap adaptif tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. <br>Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif konseptual melalui studi pustaka dengan menelaah <br>berbagai literatur terkait evaluasi kurikulum, pendidikan interdisipliner, dan globalisasi dalam <br>pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa evaluasi kurikulum PAI interdisipliner penting <br>untuk menilai relevansi, efektivitas, serta kesesuaian kurikulum dengan tuntutan pendidikan global. <br>Pendekatan interdisipliner memungkinkan integrasi nilai-nilai Islam dengan ilmu sosial, humaniora, <br>sains, dan teknologi sehingga mendorong pengembangan kemampuan berpikir kritis, kesadaran moral, <br>dan integritas spiritual peserta didik. Evaluasi kurikulum yang dilakukan secara sistematis dan <br>berkelanjutan juga mendukung peningkatan kualitas pembelajaran tanpa menghilangkan identitas <br>keislaman. Oleh karena itu, evaluasi kurikulum PAI interdisipliner menjadi langkah strategis dalam <br>menghasilkan lulusan yang unggul secara intelektual, berakhlak mulia, dan responsif terhadap <br>dinamika pendidikan global.</p>Nur Fitri Kurnia
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-232025-12-2328289 KONSEP DASAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM INTERDISIPLINER DALAM PERSPEKTIF PEMBELAJARAN MODEREN
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/4898
<p>Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk peserta didik yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks. Namun, pembelajaran PAI selama ini sering dihadapkan pada persoalan dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum sehingga kurang kontekstual dalam menjawab tantangan modern. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep dasar Pendidikan Agama Islam interdisipliner dalam perspektif pembelajaran modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan dengan menelaah berbagai literatur yang relevan terkait pendidikan Islam, pendekatan interdisipliner, dan pembelajaran modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep dasar pendidikan Islam yang meliputi <em>tarbiyah</em>, <em>ta‘līm</em>, dan <em>ta’dīb</em> menekankan pengembangan manusia secara holistik, baik dari aspek intelektual, moral, maupun spiritual. Pendekatan interdisipliner dalam PAI memungkinkan terjadinya integrasi antara nilai-nilai keislaman dengan berbagai disiplin ilmu, seperti sains, sosial, dan teknologi, sehingga pembelajaran menjadi lebih relevan dan aplikatif. Selain itu, pembelajaran modern yang berorientasi pada peserta didik dan memanfaatkan teknologi digital memberikan peluang besar dalam mengimplementasikan PAI interdisipliner secara efektif. Dengan demikian, PAI interdisipliner diharapkan mampu melahirkan generasi Muslim yang kritis, adaptif, dan berkarakter Islami sesuai dengan tujuan Islam sebagai <em>rahmatan lil ‘alamin</em>.</p>Yolanda Fikra Aulia
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-232025-12-2329097PERAN INTEGRASI KEILMUAN DALAM MEMBANGUN PARADIKMA PAI INTERDISIPLINER
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/4899
<p><em>Integrasi keilmuan merupakan pendekatan penting dalam membangun paradigma Pendidikan Agama Islam (PAI) yang interdisipliner di tengah dinamika perubahan sosial, budaya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran integrasi keilmuan dalam mengatasi dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum yang selama ini menjadi tantangan dalam pendidikan Islam. Melalui kajian pustaka dan analisis konseptual, artikel ini menegaskan bahwa integrasi keilmuan tidak sekadar menggabungkan berbagai disiplin ilmu, melainkan menyatukan wahyu ilahi dengan temuan rasional manusia dalam satu kerangka pemahaman yang holistik. Pendekatan interdisipliner dalam PAI memungkinkan terjadinya sintesis antara ilmu keislaman dan ilmu sosial-humaniora, sehingga proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga menyentuh dimensi moral, sosial, dan spiritual peserta didik. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi keilmuan berperan strategis dalam membentuk paradigma PAI yang kontekstual, adaptif, dan responsif terhadap problematika kehidupan nyata, khususnya dalam menghadapi tantangan era digital dan masyarakat multikultural. Dengan demikian, integrasi keilmuan menjadi fondasi penting dalam pengembangan PAI interdisipliner yang bermakna dan berkelanjutan.</em></p>Nabila
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-232025-12-23298104INTEGRASI PENDEKATAN KOLABORATIF UNTUK PENGUATAN PAI INTERDISIPLINER
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/4902
<p>Integrasi pendekatan kolaboratif sebagai strategi penguatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang bersifat interdisipliner. Pendekatan kolaboratif dipandang penting karena mampu menghubungkan nilai-nilai keislaman dengan berbagai disiplin ilmu serta realitas kehidupan peserta didik. Melalui kajian konseptual dan analisis implementatif, artikel ini menguraikan urgensi pendekatan kolaboratif dalam menjawab tantangan pembelajaran abad ke-21 yang menuntut kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kerja sama. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa integrasi pendekatan kolaboratif dalam PAI interdisipliner dapat meningkatkan pemahaman peserta didik secara holistik, kontekstual, dan aplikatif, serta berkontribusi pada penguatan karakter religius, sosial, dan intelektual. Dengan demikian, pendekatan kolaboratif menjadi alternatif strategis dalam pengembangan pembelajaran PAI yang relevan dan berkelanjutan.</p>Fikri
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-232025-12-232105111Analisis Instruksional Pembelajaran Integratif dalam Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/4903
<p>Pembelajaran integratif merupakan pendekatan instruksional yang menghubungkan berbagai disiplin ilmu, keterampilan, dan nilai dalam satu kesatuan pengalaman belajar. Pendekatan ini relevan dengan tuntutan pendidikan tinggi yang berorientasi pada pengembangan kompetensi mahasiswa secara holistik. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pembelajaran integratif dari perspektif analisis instruksional serta kontribusinya dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan menganalisis buku dan artikel jurnal bereputasi yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran integratif mampu meningkatkan kompetensi kognitif, afektif, dan psikomotorik mahasiswa melalui pembelajaran bermakna, kolaboratif, dan kontekstual. Artikel ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi dosen dan pengelola pendidikan tinggi dalam merancang pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan kompetensi abad ke-21.</p> <p> </p>Safri
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-232025-12-232112116Evaluasi Implementasi Prinsip Interdisipliner Dalam Pembelajaran Mahasiswa PAI
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/4906
<p>Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Perguruan Tinggi masih cenderung bersifat normatif dan terpisah dari disiplin ilmu lain, sehingga kurang kontekstual dengan kebutuhan dan latar belakang keilmuan mahasiswa. Implementasi prinsip interdisipliner menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan relevansi dan kebermaknaan pembelajaran PAI. Prinsip interdisipliner yang berlandaskan pada prinsip tauhid, kesatuan ilmu (wahdatul ulum), integrasi dan interkoneksi, keseimbangan nilai, serta kemaslahatan memungkinkan terjadinya keterpaduan antara ilmu agama dan ilmu umum secara kontekstual. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan prinsip interdisipliner mampu memperkaya perspektif pembelajaran PAI,menjadikannya lebih holistik, aplikatif, dan responsif terhadap perkembangan zaman. Dengan demikian, pembelajaran PAI berbasis interdisipliner di Perguruan Tinggi diharapkan dapat berkontribusi dalam membentuk mahasiswa yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.</p>Nurul Aulia Ramadhani
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-232025-12-232117124PRINSIP-PRINSIP INTERDISIPLINER DALAM PENGUATAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/4912
<h1><em>Prinsip-prinsip interdisipliner dalam penguatan Pendidikan Agama Islam (PAI) menekankan pada integrasi berbagai disiplin ilmu seperti sosiologi, psikologi, teknologi, dan ilmu pengetahuan alam ke dalam pembelajaran keagamaan agar materi PAI lebih kontekstual, relevan, dan aplikatif dalam kehidupan peserta didik. Tujuan dari permasalahan tersebut adalah untuk menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam dunia pendidikan agar penerapan pendekatan interdisipliner dapat berjalan efektif, dengan mendorong guru dan institusi pendidikan untuk meninggalkan metode konvensional, mengadopsi pembelajaran yang lebih fleksibel dan terintegrasi, serta menunjukkan perlunya dukungan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam penyediaan sumber daya dan pelatihan yang memadai.</em> <em>Kehadiran Islam yang dibawa Nabi Muhammad Saw diyakini dapat menjamin terwujudnya kehidupan manusia yang sejahtera lahir dan batin. Petunjuk-petunjuk agama mengenai berbagai kehidupan manusia, sebagaimana terdapat di dalam sumber ajarannya, Alquran dan Hadis, tampak amat ideal dan agung. </em><em>penerapan pendekatan interdisipliner memerlukan perubahan paradigma dalam pendidikan. Guru dan institusi pendidikan harus bersedia untuk keluar dari zona nyaman dan mengadopsi metode pengajaran yang lebih fleksibel dan terintegrasi</em></h1>Farni
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-232025-12-232125133Model Penguatan Soft Skills Mahasiswa Melalui Pendekatan Interdisipliner
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/4916
<p>Pengembangan soft skills di pendidikan tinggi sangat penting untuk mempersiapkan<br>mahasiswa menghadapi tuntutan profesional dan sosial. Penelitian ini menyajikan model<br>penguatan soft skills mahasiswa melalui pendekatan interdisipliner, dengan mengintegrasikan<br>pengetahuan dari berbagai bidang, khususnya pendidikan ekonomi dan olahraga. Model<br>pembelajaran interdisipliner ini menekankan kolaborasi, berpikir kritis, komunikasi efektif,<br>kepemimpinan, dan pemecahan masalah melalui penerapan konsep teori ke situasi nyata.<br>Mahasiswa terlibat dalam kerja tim dan kegiatan lintas disiplin, yang tidak hanya<br>meningkatkan pemahaman akademik tetapi juga membentuk keterampilan hidup penting.<br>Dengan menghubungkan berbagai perspektif dan mendorong partisipasi aktif, pendekatan ini<br>memungkinkan mahasiswa beradaptasi dengan tantangan kompleks dan mengembangkan<br>kompetensi yang diperlukan untuk keberhasilan pribadi dan profesional. Hasil penelitian<br>menunjukkan bahwa pendekatan interdisipliner merupakan strategi efektif untuk secara alami<br>memperkuat soft skills, mendukung pengembangan mahasiswa secara holistik.</p>Sri Nur Hasanah
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-232025-12-232134140PENERAPAN PRINSIP KONEKTIVITAS ILMU DALAM PEMBELAJARAN PAI TERINTEGRASI
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/4917
<p>Dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum masih menjadi persoalan mendasar dalam sistem pendidikan di Indonesia, khususnya dalam pendidikan Islam.</p> <p> </p> <p> </p> <p> </p> <p>Pemisahan ini berdampak pada proses pembelajaran yang terfragmentasi dan kurang mampu menjawab tantangan sosial yang semakin kompleks. Artikel ini</p> <p>bertujuan untuk mengkaji penerapan prinsip konektivitas ilmu dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) terintegrasi melalui paradigma integrasi-interkoneksi yang digagas oleh Muhammad Amin Abdullah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka untuk menganalisis konsep integrasi-interkoneksi serta relevansinya dalam pembelajaran PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengintegrasian ilmu keislaman dengan ilmu sosial, alam, dan humaniora mampu menghapus dikotomi keilmuan serta mendorong pembelajaran yang holistik, kontekstual, dan transformatif. Kerangka epistemologis bayani, irfani, dan burhani menjadi landasan penting dalam menghubungkan pemahaman tekstual, pengalaman spiritual, dan penalaran rasional dalam pendidikan Islam. Penerapan paradigma ini diharapkan dapat membentuk peserta didik yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan sosial dalam menghadapi tantangan era Society 5.0.</p>Aisa Purnama
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-232025-12-232141147STUDI KOMPRATIF MODEL PEMBELAJARAN INTERDISIPLINER PADA MATA KULIAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/4918
<p><em>Islamic Religious Education (PAI) faces serious challenges in maintaining its relevance amidst rapid advancements in science and the complexity of global issues. Traditional learning models (monodisciplinary) often result in fragmented and less contextual religious understanding. This research aims to conduct a comparative study on the effectiveness of interdisciplinary learning models—specifically the Multidisciplinary,Interdisciplinary (Integrated), and Transdisciplinary models—as an alternative to improving the quality of PAI. Through a literature review and comparative analysis, it was found that the Transdisciplinary and Integrated models show significant superiority compared to the Multidisciplinary model in terms of enhancing critical thinking skills, contextualization of religious material, and the formation of applicable moral values (akhlak). The implementation of the Transdisciplinary model, particularly through a values-based Islamic Project-Based Learning (PBL) approach, is recommended as the main strategy for producing PAI graduates who are balanced between spiritual intelligence (Iman/Faith) and intellectual intelligence (Ilmu/Knowledge), and who possess an attitude of religious moderation (wasathiyyah).</em></p>Fahmi Surya Abdi
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-232025-12-232148150Pengembangan Evaluasi Pembelajaran PAI Interdisipliner Berbasis Sistem
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/4920
<p><em>Evaluasi dalam pendidikan Islam memainkan peran yang sangat penting dalam memastikan bahwa proses pendidikan berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Dalam konteks pendidikan Islam, evaluasi tidak hanya mencakup penilaian terhadap pengetahuan agama yang dimiliki siswa, tetapi juga melibatkan penilaian terhadap aspek moral, karakter, dan spiritual siswa yang sejalan dengan ajaran Islam. Evaluasi yang holistik bertujuan menghasilkan individu yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga baik dalam perilaku dan akhlaknya. Evaluasi dapat memberikan gambaran tingkat penguasaan siswa terhadap materi, menunjukkan kesulitan belajar yang dialami siswa, serta menggambarkan posisi siswa di antara teman-temannya. Artikel ini bertujuan mengembangkan model evaluasi pembelajaran PAI interdisipliner berbasis sistem yang mampu mengakomodasi keterpaduan nilai-nilai keislaman dengan berbagai bidang ilmu dan memanfaatkan teknologi dalam proses penilaian. Sistem evaluasi yang dikembangkan dirancang untuk menilai capaian kompetensi peserta didik secara menyeluruh, meliputi pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa model evaluasi ini valid dan praktis diterapkan dalam pembelajaran PAI. Dengan demikian, pengembangan evaluasi pembelajaran PAI interdisipliner berbasis sistem diharapkan menjadi solusi inovatif pendidikan Islam.</em></p>Irsa Maulidya Syafira Syafira
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-232025-12-232151155Studi Integratif Ekologi Islam dalam Perspektif PAI dan Sains Alam
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/4923
<p><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Krisis lingkungan global menunjukkan bahwa masalah ekologi tidak hanya terkait dengan aspek teknis dan ilmiah, tetapi berakar pada krisis nilai, etika, dan spiritualitas manusia. Islam menawarkan perspektif ekologis yang berlandaskan prinsip-prinsip tauhid </span></span></em><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">, </span></span></em><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">amanah, dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Nilai-nilai ini menempatkan alam sebagai ciptaan Tuhan yang harus dilestarikan dan dijaga keseimbangannya. Dalam konteks pendidikan, Pendidikan Agama Islam (PAI) memainkan peran strategis dalam menginternalisasi nilai-nilai ekologi Islam untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan dan perilaku bertanggung jawab terhadap lingkungan di kalangan siswa. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji ekologi Islam dari perspektif integratif Pendidikan Agama Islam dan ilmu pengetahuan alam. Studi ini menggunakan pendekatan riset pustaka dengan meninjau berbagai karya ilmiah yang membahas ekologi Islam, peran PAI dalam memperkuat kesadaran ekologis, dan integrasi ilmu pengetahuan dan agama dalam pendidikan. Temuan menunjukkan bahwa ekologi Islam memberikan landasan teologis dan etis yang kuat untuk kesadaran lingkungan, sementara PAI berfungsi sebagai media strategis untuk menginternalisasi nilai-nilai ini dalam proses pendidikan. Ilmu pengetahuan alam melengkapi pendekatan ini dengan menawarkan penjelasan empiris tentang fenomena lingkungan dan dampak degradasi lingkungan. Integrasi ekologi Islam dan ilmu pengetahuan alam melalui Pendidikan Agama Islam merupakan pendekatan komprehensif untuk mengembangkan kesadaran ekologis siswa yang tidak hanya berwawasan intelektual tetapi juga bertanggung jawab secara moral dan spiritual terhadap keberlanjutan lingkungan.</span></span></em></p>Adiba Mariyatul Qibtiyah
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-232025-12-232156163RELEVANSI INTEGRASI KEILMUAN AGAMA DAN SAINS DALAM PEMBELAJARAN PAI MODERN
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/4924
<p>Perkembangan teknologi informasi dan ilmu pengetahuan yang pesat menuntut dunia pendidikan untuk menerapkan pendekatan pembelajaran yang integratif antara nilai-nilai agama dan sains. Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual dan moral. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi integrasi keilmuan agama dan sains dalam pembelajaran PAI modern. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah konsep integrasi keilmuan dalam Islam, karakteristik pembelajaran PAI modern, serta landasan epistemologis integrasi agama dan sains. Hasil kajian menunjukkan bahwa dikotomi antara ilmu agama dan ilmu sains telah menyebabkan ketidakseimbangan dalam pendidikan dan melemahkan pemahaman holistik peserta didik. Integrasi agama dan sains mampu menghadirkan pembelajaran yang menyeluruh dengan menghubungkan aspek spiritual, intelektual, dan moral, sehingga peserta didik dapat memahami ajaran Islam secara kontekstual dan aplikatif. Namun demikian, implementasi integrasi ini masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan kompetensi guru, pengembangan kurikulum, dan ketersediaan sumber belajar. Oleh karena itu, penguatan paradigma integrasi agama dan sains dalam pembelajaran PAI menjadi kebutuhan mendesak dalam pendidikan Islam modern.</p>Reny Rahmawati
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-232025-12-232164170Analisis keefektifan pembelajaran terpadu dalam pembelajaran PAI
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/4928
<p>Pembelajaran terpadu merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai mata pelajaran melalui satu tema untuk menciptakan proses belajar yang bermakna, holistik, dan kontekstual. Salah satu bentuk pembelajaran terpadu adalah model webbed, yaitu model pembelajaran yang menekankan pengorganisasian materi berdasarkan tema sebagai pengikat keterkaitan antar mata pelajaran yang disesuaikan dengan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran. Pembelajaran terpadu tidak hanya berorientasi pada penguasaan tema, tetapi lebih menekankan pada pencapaian kompetensi dasar serta terjadinya transfer pembelajaran agar pengetahuan yang diperoleh dapat dipahami secara mendalam dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Karakteristik utama pembelajaran terpadu adalah integrasi pendidikan karakter dalam seluruh proses pembelajaran, yang meliputi pengenalan nilai-nilai, penumbuhan kesadaran akan pentingnya nilai, serta penginternalisasian nilai ke dalam sikap dan perilaku peserta didik, baik di dalam maupun di luar kelas. Kegiatan pembelajaran dirancang untuk mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang melalui pengalaman belajar yang aktif dan bermakna (learning by doing). Keberhasilan pembelajaran terpadu dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam merancang pembelajaran tematik, memilih pendekatan dan metode yang tepat, serta memperhatikan faktor internal dan eksternal yang memengaruhi hasil belajar peserta didik. Dengan demikian, pembelajaran terpadu tipe webbed menjadi pendekatan yang efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep, keterampilan sosial, sikap positif, dan pembentukan karakter peserta didik secara terintegrasi.</p>Nurmawati A.A. Usman
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-232025-12-232171179analisis ruang lingkup PAI interdisipliner untuk penguatan kompetensi mahasiswa
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/4931
<p>Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, moral, dan spiritual peserta didik di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks. Namun, praktik pembelajaran PAI selama ini masih cenderung bersifat monodisipliner dan dogmatis, sehingga belum sepenuhnya mampu menjawab tantangan global, perkembangan ilmu pengetahuan, dan kebutuhan dunia kerja. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep, ruang lingkup, serta implementasi Pendidikan Agama Islam berbasis pendekatan interdisipliner dalam kurikulum dan pembelajaran. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah berbagai literatur, regulasi pendidikan, dan kajian teoritis yang relevan dengan PAI interdisipliner. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan interdisipliner dalam PAI memungkinkan terjadinya integrasi antara ilmu agama dengan ilmu sosial, humaniora, sains, dan teknologi, sehingga pembelajaran menjadi lebih holistik, kontekstual, dan bermakna. Implementasi PAI interdisipliner dalam kurikulum berkontribusi pada penguatan kompetensi peserta didik secara komprehensif, meliputi kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, serta penguasaan soft skill dan hard skill. Selain itu, pendekatan ini juga berperan dalam menghilangkan dikotomi keilmuan dan mendorong lahirnya lulusan PAI yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing di era Society. Oleh karena itu, pengembangan PAI interdisipliner memerlukan dukungan kebijakan, peningkatan kompetensi pendidik, serta sinergi antardisiplin ilmu</p>Nur Wafiq Aziza Kelengi
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-232025-12-232180190Pendekatan Sosial Humaniora dalam Pengembangan PAI Interdisiplliner
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/4930
<p><em>Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, dan mampu hidup berdampingan dalam masyarakat yang majemuk. Namun, pembelajaran PAI sering kali masih bersifat normatif dan tekstual, sehingga kurang responsif terhadap realitas sosial peserta didik. Oleh karena itu, pendekatan sosial humaniora menjadi penting dalam pengembangan PAI interdisipliner. Pendekatan ini memadukan perspektif sosiologis, psikologis, antropologis, historis, dan humanistik dalam memahami ajaran Islam serta penerapannya dalam kehidupan sosial. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan menganalisis berbagai literatur berupa buku dan artikel jurnal yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan sosial humaniora mampu memperkaya pembelajaran PAI agar lebih kontekstual, humanis, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Dengan pendekatan interdisipliner ini, PAI tidak hanya berfungsi sebagai transfer pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai sarana pembentukan kesadaran sosial dan nilai-nilai kemanusiaan.keagamaan, tetapi juga sebagai sarana pembentukan kesadaran sosial dan nilai-nilai kemanusiaan.</em></p> <p><strong>Kata kunci:</strong> <em>Pendidikan agama Islam, Sosial Humaniora, Interdisipliner</em></p>Syarifah Fadilah
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-242025-12-242191198Sintesis Filosofis-Epistemologis-pedagogis dalam penggunaan pradigma PAI interdisipliner
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/4935
<p>Penelitian ini berfokus pada pentingnya landasan epistemologis dalam pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) pada mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti di Sekolah Dasar (SD). Sebagai dasar dalam membentuk pemahaman dan praktik agama Islam, landasan epistemologi memainkan peran penting dalam pengembangan kurikulum yang relevan dan bermakna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana landasan epistemologi mempengaruhi pengembangan kurikulum PAI dan implikasinya dalam konteks pendidikan agama Islam. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, data diperoleh dari berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa landasan epistemologi memberikan kontribusi signi?ikan dalam membentuk pendidikan agama yang lebih efektif, yang pada gilirannya berdampak pada pembentukan karakter dan komitmen keagamaan siswa Muslim. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa integrasi epistemologi dalam pengembangan kurikulum PAI tidak hanya memperkuat relevansi pendidikan agama tetapi juga berperan dalam mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan sosial dan teknologi modern. Adapun keterbatasan penelitian ini terletak pada ruang lingkup kajian yang terbatas pada literatur tertentu, dan disarankan adanya studi lebih lanjut dengan cakupan yang lebih luas untuk mengeksplorasi implementasi praktis dari temuan ini di lapangan.</p>Ahmat
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-242025-12-242199208Model Penyusunan Materi PAI Integratif Dalam Pembelajaran Tingkat Perguruan Tinggi
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/4938
<p>Bahan ajar Pendidikan Agama Islam (PAI) integratif di perguruan tinggi umum saat ini digunakan sebagai materi yang diajarkan dalam mata kuliah umum di PTU. Bahan ajar PAI integratif merupakan bahan ajar PAI yang mengkaji suatu bidang keilmuan dengan memanfaatkan bidang keilmuan lain serta menunjukkan keterkaitan antarberbagai disiplin ilmu, sehingga mahasiswa dapat memahami alasan agama membolehkan atau melarang suatu perbuatan ditinjau dari berbagai aspek keilmuan yang berkaitan dengan materi ajar. Dengan demikian, mahasiswa dapat melihat hubungan dan keterpaduan antarilmu tersebut. Oleh karena itu, bahan ajar PAI sangat penting untuk diimplementasikan di perguruan tinggi umum. Mata kuliah Pendidikan Agama Islam ini mengkaji materi tentang manusia dan agama, ajaran Islam dan pengamalannya dalam kehidupan, Islam dan wacana keislaman serta implementasinya dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, dan berbangsa, serta dalam dunia kerja. Mata kuliah ini bertujuan untuk mendorong mahasiswa dalam memperkuat iman dan takwa, mengembangkan akhlak mulia, serta menjadikan ajaran Islam sebagai landasan berpikir dan berperilaku dalam bekerja dan mengembangkan profesinya, dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan dasar konstruksi keilmuan.</p> <p> </p>Albi Malkaram Alyamani
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-242025-12-242209215LANDASAN PEDAGOGIS PEMBELAJARAN INTERDISIPLINER: RELEVANSI DAN PENERAPANNYA PADA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/4939
<p><em>Pembelajaran interdisipliner merupakan pendekatan pedagogis yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu untuk memberikan pemahaman yang holistik dan kontekstual kepada peserta didik. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), pendekatan ini menjadi relevan seiring dengan tuntutan pendidikan abad ke-21 yang menekankan pengembangan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan keterkaitan antara nilai-nilai keislaman dengan realitas kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji landasan pedagogis pembelajaran interdisipliner serta menganalisis relevansi dan penerapannya dalam pembelajaran PAI. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai sumber berupa buku, jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan pendidikan yang berkaitan dengan pembelajaran interdisipliner dan PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran interdisipliner memiliki landasan pedagogis yang kuat, antara lain konstruktivisme, humanisme, dan pembelajaran kontekstual, yang sejalan dengan tujuan PAI dalam membentuk peserta didik yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Penerapan pembelajaran interdisipliner dalam PAI dapat dilakukan melalui pengintegrasian materi keislaman dengan ilmu sosial, sains, dan budaya, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan aplikatif. Dengan demikian, pembelajaran interdisipliner berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran PAI baik dari aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik peserta didik.</em></p>ADI KURNIA TSANI
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-242025-12-242216222SINTESIS NILAI-NILAI KEISLAMAN DALAM PEMBELAJARAN PAI INTERDISIPLINER
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/4942
<p>Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi keagamaan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keislaman yang relevan dengan kehidupan peserta didik. Pendekatan interdisipliner dalam pembelajaran PAI menjadi strategi penting untuk mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan berbagai disiplin ilmu, seperti sains, sosial, dan humaniora. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sintesis nilai-nilai keislaman dalam pembelajaran PAI interdisipliner serta implikasinya terhadap pengembangan sikap religius, moral, dan sosial peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah berbagai literatur ilmiah, jurnal, dan dokumen kurikulum yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sintesis nilai-nilai keislaman dalam pembelajaran PAI interdisipliner mampu memperkuat pemahaman holistik peserta didik, menumbuhkan kesadaran spiritual, serta meningkatkan keterkaitan antara ajaran Islam dan realitas kehidupan modern. Dengan demikian, pembelajaran PAI interdisipliner berperan strategis dalam membentuk peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki kemampuan berpikir kritis serta kontekstual.</p>Syilla Marsa
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-242025-12-242223228Analisis Model Integrasi-Interkoneksi Pada Pengembangan Kurikulum PAI
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/4943
<p>Artikel ini menganalisis model-model integrasi dan interkoneksi yang diterapkan pada pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI). Tulisan dimulai dengan memetakan perbedaan konseptual antara integrasi (penggabungan isi secara koheren) dan interkoneksi (pemetaaan hubungan lintas-mata pelajaran dan konteks kehidupan). Menggunakan metode sintesis literatur, artikel menelaah model teoretis (termasuk kurikulum terintegrasi, interdisipliner, dan paradigma integrasi-interkoneksi) serta contoh implementasi praktis dalam konteks pendidikan Islam di Indonesia dan internasional. Lensa analitis mencakup koherensi kurikulum, kesesuaian capaian pembelajaran, keterlaksanaan pedagogis, dan kesetiaan sosio-kultural terhadap nilai nilai Islam. Hasil kajian menunjukkan kelebihan pendekatan terintegrasi — relevansi pembelajaran meningkat, pembentukan karakter yang lebih holistik, dan fasilitasi kompetensi lintas disiplin — serta tantangan berulang seperti kesiapan guru,penjajaran asesmen, dan potensi pengaburan kekhasan keagamaan. Berdasarkan analisis komparatif, diajukan model pragmatis untuk pengembangan kurikulum PAI yang menggabungkan integrasi tematik dengan pemetaan interkoneksi eksplisit,didukung pengembangan profesional guru, materi pembelajaran modular, dan rubrik asesmen berbasis kompetensi. Kesimpulan menekankan implikasi kebijakan dan merekomendasikan validasi empiris melalui penelitian tindakan kelas dan studi longitudinal. </p>Amira
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-242025-12-242229235DESAIN PEMBELAJARAN TERPADU PADA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS INTERDISIPLINER
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/4961
<p>Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, sikap religius, dan kepribadian peserta didik sejak jenjang pendidikan dasar. Namun, pembelajaran PAI masih sering menghadapi tantangan berupa pendekatan yang bersifat parsial, kurang kontekstual, dan terpisah dari disiplin ilmu lain. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan desain pembelajaran terpadu pada Pendidikan Agama Islam berbasis interdisipliner sebagai upaya meningkatkan kualitas dan relevansi pembelajaran PAI. Kajian ini menggunakan pendekatan studi pustaka (library research) dengan menganalisis berbagai literatur yang relevan, meliputi buku, jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan pendidikan yang berkaitan dengan pembelajaran terpadu, pendidikan agama Islam, serta pendekatan interdisipliner. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran terpadu berbasis interdisipliner mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan berbagai disiplin ilmu seperti sosial, budaya, ekonomi, dan sains, sehingga pembelajaran PAI menjadi lebih holistik, bermakna, dan kontekstual. Pendekatan ini tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga mengembangkan aspek afektif dan psikomotorik peserta didik melalui proses ta’lim, tarbiyah, dan ta’dib secara seimbang. Selain itu, pembelajaran PAI interdisipliner dinilai efektif dalam mengatasi dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum serta mendorong peserta didik untuk memahami dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, desain pembelajaran PAI berbasis interdisipliner dapat dijadikan alternatif strategis dalam pengembangan pembelajaran PAI yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan peserta didik.</p>Marwatun Fadila
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-242025-12-242236244Integrasi–Interkoneksi Ilmu dalam Pendidikan Agama Islam: Model Teoretik dan Praktik
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/4974
<p>Integrasi–interkoneksi ilmu merupakan pendekatan penting dalam pengembangan Pendidikan Agama Islam (PAI) di tengah kompleksitas tantangan pendidikan pada era modern dan Society 5.0. Dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum yang masih kuat dalam praktik pendidikan berpotensi menghambat lahirnya peserta didik yang memiliki pemahaman keislaman yang holistik, kritis, dan kontekstual. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji model teoretik integrasi–interkoneksi ilmu dalam Pendidikan Agama Islam serta menganalisis implementasinya dalam praktik pembelajaran. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah berbagai literatur, buku, dan hasil penelitian yang relevan dengan paradigma integrasi keilmuan dan pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi–interkoneksi ilmu menempatkan PAI tidak hanya sebagai transfer nilai-nilai normatif keagamaan, tetapi juga sebagai ruang dialog antara ajaran Islam dengan ilmu pengetahuan, sains, teknologi, dan realitas sosial. Dalam praktiknya, pendekatan ini dapat diterapkan melalui pengembangan kurikulum terpadu, strategi pembelajaran kontekstual, serta penguatan kompetensi pendidik dalam mengaitkan materi PAI dengan disiplin ilmu lain. Dengan demikian, integrasi–interkoneksi ilmu dalam Pendidikan Agama Islam berkontribusi dalam membentuk peserta didik yang beriman, berilmu, dan mampu merespons dinamika kehidupan secara bijaksana dan bertanggung jawab.</p>Rifky Eka Pratama
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-242025-12-242245250Pengembangan materi pai interdisipliner untuk penguatan kompetensi mahasiswa
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/4985
<p>Rapid developments in the modern era require university students to possess comprehensive competencies, not only in specific fields of knowledge but also in the ability to integrate academic knowledge with religious values. However, Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam/PAI) in higher education is often delivered separately from other courses, resulting in a limited impact on the development of students’ holistic competencies. Therefore, this study aims to develop interdisciplinary PAI learning materials that strengthen students’ competencies, particularly in the cognitive, affective, and psychomotor domains. This study employs a Research and Development (R&D) method with the following stages: needs analysis, planning, draft material development, limited trials, revision, and wider trials. The research subjects were students from the Computer Science and Management study programs at a private higher education institution. Data were collected using questionnaires, interviews, and competency tests. The results indicate that the developed interdisciplinary PAI materials demonstrate good quality in terms of validity, practicality, and effectiveness. The implementation of these materials significantly improved students’ competencies, especially in problem-solving abilities through the integration of religious values and scientific knowledge, as well as in understanding religious values within the context of daily life and future professional careers. In conclusion, interdisciplinary PAI materials have strong potential to serve as an alternative approach to PAI learning in higher education to produce knowledgeable, ethical, and competent graduates.</p>Iyana A Usman
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-242025-12-242251254Implementasi Pembelajaran Terpadu Untuk Meningkatkan Literasi Keagamaan Mahasiswa
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/4992
<p>Implementasi pembelajaran terpadu merupakan pendekatan strategis dalam meningkatkan literasi keagamaan mahasiswa di perguruan tinggi. Literasi keagamaan dipahami sebagai kemampuan mahasiswa dalam memahami, menafsirkan, serta menginternalisasi nilai-nilai keagamaan secara kritis, kontekstual, dan moderat dalam kehidupan akademik maupun sosial. Pembelajaran terpadu mengintegrasikan berbagai aspek pembelajaran secara holistik, mencakup dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta mengaitkan materi keagamaan dengan realitas kehidupan mahasiswa. Pendekatan ini memungkinkan proses pembelajaran agama berlangsung secara bermakna, dialogis, dan relevan dengan tantangan zaman. Implementasi pembelajaran terpadu berpotensi memperkuat pemahaman keagamaan mahasiswa secara komprehensif, menumbuhkan sikap kritis terhadap sumber-sumber keagamaan, serta membangun kesadaran moderasi dan toleransi beragama. Oleh karena itu, pembelajaran terpadu memiliki peran penting dalam penguatan literasi keagamaan mahasiswa di lingkungan pendidikan tinggi.</p>Vebri Trivalda
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-242025-12-242255260TUJUAN DAN MANFAAT PAI INTERDISIPLINER SEBAGAI JAWABAN PENDIDIKAN ABAD 21
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/4994
<p>Pendidikan Agama Islam (PAI) di abad ke-21 dihadapkan pada Permasalahan yang dihadapi pendidikan Islam adalah penyesuaian pendidikan Islam era digitalisasi dan pembelajaran abad 21 dengan tujuan mempersiapkan generasi Islam yang siap hidup sesuai dengan zamannya. Pendekatan interdisipliner dalam PAI menjadi salah satu solusi strategis untuk menjawab tantangan tersebut dengan mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan berbagai disiplin ilmu, seperti sains, sosial, teknologi, dan humaniora. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tujuan dan manfaat penerapan PAI interdisipliner sebagai jawaban terhadap kebutuhan pendidikan abad ke-21. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai sumber literatur relevan, termasuk buku,dan jurnal ilmiah, . Hasil kajian menunjukkan bahwa PAI interdisipliner bertujuan untuk membentuk peserta didik yang memiliki pemahaman keagamaan yang holistik, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan abad ke-21 seperti kolaborasi, komunikasi, kreativitas, dan literasi digital. Selain itu, pendekatan ini memberikan manfaat dalam meningkatkan relevansi pembelajaran PAI dengan realitas kehidupan, memperkuat karakter religius dan sosial peserta didik, serta mendorong integrasi antara iman, ilmu, dan amal. Dengan demikian, PAI interdisipliner menjadi pendekatan yang penting dalam mewujudkan pendidikan Islam yang responsif terhadap perkembangan zaman.</p>ZUL IKRAM SUASA
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-242025-12-242261267Penguatan Kompetensi Holistik Mahasiswa Melalui Pembelajaran PAI Interdisipliner
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/4995
<p>Pendidikan Agama Islam memiliki peran integral dalam membentuk karakter dan moralitas mahasiswa, malalui mata kuliah PAI mahasiswa tidak hanya belajar teori tetapi juga diajarkan untuk menginternalisasikan nilai nilai moral dalam kehidupan sehari hari.Dengan pendekatan yang tepat dalam pengajaran dan dukungan dari lembaga pendidikan, diharapkan mahasiswa dapat menjadi individu yang berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendidikan karakter melalui pendidikan agama Islam bagi mahasiswa di perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan jenis motede penelitian studi pustaka atau library research. Peneliti menganalisis literatur tertulis sebagai sumber utama berupa buku, serta jurnal penelitian.Berdasarkan kajian literatur ini, bahwa pendidikan karakter melalui pendidikan agama Islam bersumber pada nilai agama, budaya dan tujuan pendidikan nasional. Impementasi karakter dalam Pendidikan Agama Islam melalui pengajaran, keteladanan, pembiasaan untuk membina karakter Mahasiswa.</p>Hafid
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-242025-12-242268272ANALISIS PERAN PAI INTERDISIPLINER DALAM PENEGEMBANGAN CRITICAL THINGKING MAHASISWA
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/4996
<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis </em></p> <p><em>interdisipliner dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. PAI memiliki </em></p> <p><em>peran strategis di perguruan tinggi tidak hanya sebagai sarana penanaman nilai-nilai </em></p> <p><em>keislaman, tetapi juga sebagai media pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi </em></p> <p><em>yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan akademik, sosial, dan profesional di era </em></p> <p><em>Society 5.0. Namun, praktik pembelajaran PAI masih cenderung bersifat monodisipliner dan </em></p> <p><em>normatif sehingga belum optimal dalam mendorong kemampuan berpikir kritis mahasiswa. </em></p> <p><em>Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui kajian literatur, </em></p> <p><em>observasi pembelajaran, dan analisis dokumen untuk mengkaji implementasi pendekatan</em></p> <p><em>interdisipliner dalam pembelajaran PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi PAI </em></p> <p><em>dengan disiplin ilmu lain seperti ilmu sosial, humaniora, dan sains mampu memperkaya </em></p> <p><em>pembelajaran dan mendorong mahasiswa berpikir lebih analitis, reflektif, dan kritis. </em></p> <p><em>Penerapan strategi pembelajaran seperti problem based learning, diskusi lintas disiplin, </em></p> <p><em>studi kasus, dan refleksi nilai terbukti berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan </em></p> <p><em>berpikir kritis mahasiswa. Dengan demikian, PAI interdisipliner berperan penting dalam </em></p> <p><em>membentuk mahasiswa yang religius, kritis, dan adaptif terhadap kompleksitas </em></p> <p><em>permasalahan kehidupan modern.</em></p>NURAINI
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-242025-12-242273279Strategi sintesis materi pai untuk pembelajaran berorientasi integratif
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/4997
<p>Integrative learning is an instructional approach grounded in constructivist learning theory that emphasizes respect for learners’ diversity, potential, and creativity in the learning process. As proposed by Masykuri Bakri, effective learning should acknowledge individual differences and students’ creative ideas as essential elements in knowledge construction. Integrative learning places students at the center of the learning process through active conceptual and practical engagement in real-life contexts. This approach integrates multiple disciplines through content connections, engaging learning experiences, problem-solving activities, collaboration, and reflective practices, making learning more meaningful and contextual. Furthermore, integrative learning contributes to the development of 21st-century skills, including critical thinking, creativity, collaboration, and communication, while enhancing students’ learning motivation. In the context of Islamic education, integrative learning connects scientific knowledge with Islamic values derived from the Qur’an and Hadith through the paradigms of bayani, burhani, and irfani. With its student-centered, holistic, and process-oriented characteristics, integrative learning is directed toward constructing students’ knowledge, attitudes, and experiences to enable them to respond comprehensively and applicatively to contemporary issues, events, and social realities.</p>Naning Safitri
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-242025-12-242302306Perbandingan Multidisipliner,Interdisipliner, dan Transdisipliner dalam Pendidikan Agama Islam
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/4999
<p>Pendidikan Agama Islam (PAI) di era modern dituntut untuk mampu merespons kompleksitas persoalan kehidupan yang semakin dinamis. peran strategis dalam pendidikan agama islam dapat membentuk kepribadian peserta didik yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Dalam menghadapi kompleksitas tantangan sosial, budaya, dan perkembangan ilmu pengetahuan, Pendidikan Agama Islam memerlukan pendekatan pembelajaran yang kontekstual. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan pendekatan pembelajaran yang melampaui batas satu disiplin ilmu. Sehingga dibutuhkan Pendekatan multidisipliner, interdisipliner, dan transdisipliner merupakan tiga pendekatan yang sering digunakan dalam pengembangan keilmuan. Pembahasan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai perbedaan dan keunggulan masing-masing pendekatan dalam mendukung tujuan Pendidikan Agama Islam secara holistik.</p>Siti Maghfirah
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-242025-12-242280286Model Pembelajaran Kolaboratif untuk Pengembangan PAI Interdisipliner
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/5005
<p><strong>This study aims to develop a collaborative learning model to strengthen interdisciplinary Islamic Religious Education (PAI). The approach is designed to meet modern learning demands, which require students to collaborate, think critically, and integrate Islamic values with various scientific and social disciplines. The research employs a Research and Development (R&D) method, including needs analysis, model design, expert validation, and limited trials. Findings indicate that the collaborative learning model enhances students’ interdisciplinary understanding, group work skills, and reflective attitudes toward applying Islamic values in real-life contexts. Furthermore, the model increases students’ active participation and learning motivation. The study concludes that collaborative learning is an effective alternative for supporting the development of interdisciplinary PAI within educational settings.</strong></p>Nur Maina
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2287293Analisis Prinsip Keterpaduan Ilmu Pada Pembelajaran Pai Kontemporer
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/5006
<h2 style="margin-left: 0cm;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Times New Roman',serif; font-weight: normal;">Pendidikan Agama Islam (PAI) di era kontemporer menghadapi tantangan serius dalam mewujudkan pembelajaran yang holistik, yaitu pembelajaran yang mampu mengintegrasikan aspek intelektual, spiritual, dan moral peserta didik. Praktik pembelajaran PAI selama ini cenderung menitikberatkan pada aspek kognitif dan hafalan, sehingga internalisasi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari belum optimal. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis prinsip keterpaduan ilmu dalam pembelajaran PAI kontemporer dengan meninjau landasan filosofis pendidikan Islam yang meliputi aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan menelaah berbagai literatur, pemikiran tokoh Islam, serta relevansi penerapannya dalam konteks pendidikan modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip keterpaduan ilmu sangat relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran PAI sebagai upaya menyeimbangkan penguasaan ilmu pengetahuan dengan pembentukan akhlak dan spiritualitas peserta didik. Integrasi nilai tauhid, akhlak, dan ilmu pengetahuan dalam pembelajaran PAI diharapkan mampu melahirkan peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter dan berakhlak mulia.</span></h2>ADRIANSYAH
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-242025-12-242294298Epistemologi Integratif Dalam Pendidikan Agama Islam:Kerangka Kajian Interdisipliner
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/5008
<p>Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam konteks pendidikan tinggi dan kontemporer dihadapkan pada tantangan pemisahan antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum yang berdampak pada cara pandang keilmuan yang parsial. Dikotomi ini melahirkan pendekatan pendidikan yang cenderung sekuler dan kurang mencerminkan pandangan dunia Islam yang holistik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji epistemologi integratif dalam Pendidikan Agama Islam dengan menggunakan kerangka kajian interdisipliner. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah pemikiran tokoh-tokoh Islam mengenai integrasi dan Islamisasi ilmu pengetahuan, seperti Ismail Raji al-Faruqi, Ziauddin Sardar, dan Fazlur Rahman, serta relevansinya dalam konteks pendidikan Islam kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa epistemologi integratif menekankan pentingnya dialog antara Islam normatif dan Islam historis, serta keterbukaan terhadap pendekatan lintas disiplin ilmu. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun paradigma keilmuan yang utuh, kritis, dan relevan, sehingga Pendidikan Agama Islam tidak hanya bersifat normatif-dogmatis, tetapi juga kontekstual dan transformatif.</p>Fathir Reyfan
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-242025-12-242299301Integrasi Pendidikan Agama Islam dengan Ilmu Sosial dalam Pengembangan Literasi Sosial
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/5069
<p><em>Penelitian ini mengkaji integrasi Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan ilmu sosial dalam pengembangan literasi sosial peserta didik. Literasi sosial merupakan kompetensi penting di era Society 5.0 karena peserta didik tidak hanya dituntut memahami ajaran agama, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, kemampuan berpikir kritis, serta tanggung jawab etis dalam kehidupan bermasyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) melalui analisis buku, artikel jurnal, dan prosiding yang relevan dengan integrasi PAI dan literasi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi PAI dan ilmu sosial mampu memperkuat literasi sosial peserta didik melalui internalisasi nilai, pembelajaran kontekstual, dan pendekatan interdisipliner. Nilai-nilai Islam seperti keadilan, toleransi, empati, dan tanggung jawab sosial dapat dikontekstualisasikan melalui perspektif ilmu sosial sehingga peserta didik mampu memahami realitas sosial secara kritis dan etis. Dengan demikian, integrasi PAI dan ilmu sosial menjadi pendekatan strategis dalam membentuk peserta didik yang literat secara sosial dan berakhlak mulia</em><em>.</em></p>Siddik Guwing
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-242025-12-242307311Analisis Komprehensif Model Pembelajaran Interdisipliner dalam Pendidikan Agama Islam
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/5070
<p>Model pembelajaran interdisipliner dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan pendekatan pedagogis yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu untuk memperkaya pemahaman peserta didik terhadap ajaran Islam secara holistik dan kontekstual. Pendekatan ini bertujuan mengatasi dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum yang selama ini masih menjadi tantangan dalam praktik pendidikan Islam. Abstrak ini membahas secara komprehensif konsep, landasan filosofis, serta implementasi model pembelajaran interdisipliner dalam PAI. Melalui kajian literatur dan analisis konseptual, ditemukan bahwa pembelajaran interdisipliner mampu meningkatkan relevansi materi PAI dengan realitas sosial, sains, budaya, dan teknologi, sehingga mendorong pengembangan kemampuan berpikir kritis, integratif, dan reflektif peserta didik. Selain itu, model ini berkontribusi dalam pembentukan karakter religius yang moderat, inklusif, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Namun demikian, penerapannya masih menghadapi kendala, antara lain keterbatasan kompetensi guru, kurikulum yang belum sepenuhnya mendukung integrasi lintas disiplin, serta minimnya sumber belajar yang kontekstual. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan pendidikan, peningkatan profesionalisme pendidik, serta pengembangan desain pembelajaran yang sistematis agar model pembelajaran interdisipliner dalam PAI dapat diimplementasikan secara efektif dan berkelanjutan.</p>Matlail Fajar
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-242025-12-242312316INTEGRASI KOMPETENSI AKADEMIK DAN SPIRITUAL DALAM PEMBELAJARAAN PAI BERWAWASAN INTERDISIPLINER
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/5078
<p>Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak hanya bertujuan membentuk kompetensi akademik peserta didik, tetapi juga mengembangkan kompetensi spiritual yang terinternalisasi dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Tantangan pendidikan modern menuntut adanya pendekatan pembelajaran yang mampu mengintegrasikan kedua kompetensi tersebut secara seimbang dan kontekstual. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep dan implementasi integrasi kompetensi akademik dan spiritual dalam pembelajaran PAI berwawasan interdisipliner. Pendekatan interdisipliner dipandang sebagai strategi efektif untuk menghubungkan materi PAI dengan disiplin ilmu lain, seperti sains, sosial, dan humaniora, sehingga pembelajaran menjadi lebih holistik dan bermakna. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai literatur terkait pembelajaran PAI, pengembangan kompetensi akademik dan spiritual, serta pendekatan interdisipliner. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi kompetensi akademik dan spiritual dalam pembelajaran PAI dapat meningkatkan pemahaman konseptual peserta didik sekaligus membentuk karakter religius, kritis, dan moderat. Dengan demikian, pembelajaran PAI berwawasan interdisipliner menjadi salah satu alternatif strategis dalam mewujudkan tujuan pendidikan Islam yang komprehensif dan relevan dengan perkembangan zaman.</p>MUHAMAD REZKY
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-252025-12-252317323INTEGRASI NILAI-NILAI ISLAM DAN KEARIFAN LOKAL SEBAGAI BERBASIS PEMBELAJARAN KARAKTER
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/5093
<p>integrasi nilai-nilai Islam dan kearifan lokal dalam pengembangan kurikulum pendidikan berbasis karakter merupakan strategi penting dalam membentuk generasi yang unggul secara akademik, berakhlak mulia, dan berakar pada budaya lokal.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi nilai-nilai Islam dan kearifan lokal dalam pengembangan kurikulum pendidikan berbasis karakter. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research), yang melibatkan penelaahan mendalam terhadap literatur relevan, termasuk dokumen kebijakan pendidikan, buku, dan artikel jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam seperti kejujuran, tanggung jawab, dan gotong royong dapat selaras dengan kearifan lokal seperti tradisi musyawarah dan adat istiadat. Pengintegrasian keduanya dalam kurikulum berkontribusi pada pembentukan karakter siswa yang tidak hanya berakhlak mulia tetapi juga berakar pada</p> <p>budaya lokal. Penelitian ini merekomendasikan sinergi antara pemerintah, pendidik, dan masyarakat dalam menyusun kurikulum yang kontekstual dan aplikatif.</p>Ilma Azizah
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-262025-12-262324331MODEL INTEGRATIF PAI DAN HUMANIORA UNTUK PENGUATAN KARAKTER MODERAT
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/5096
<p>Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik yang religius sekaligus moderat. Namun, pembelajaran PAI sering kali masih bersifat normatif dan kurang terintegrasi dengan realitas sosial yang majemuk. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan model integratif PAI dan humaniora sebagai upaya penguatan karakter moderat pada peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), melalui analisis terhadap literatur yang relevan, meliputi buku, artikel jurnal, dan dokumen kebijakan pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi PAI dengan ilmu humaniora—seperti sosiologi, sejarah, dan filsafat—dapat memperkaya pemahaman keagamaan peserta didik secara kontekstual, humanis, dan inklusif. Model integratif ini diwujudkan melalui pengintegrasian materi, metode, dan nilai pembelajaran yang menekankan prinsip moderasi beragama, seperti toleransi, keseimbangan, keadilan, dan penghargaan terhadap keberagaman. Implementasi model ini berkontribusi pada pembentukan karakter moderat serta mencegah sikap eksklusivisme dan radikalisme di lingkungan pendidikan. Dengan demikian, model integratif PAI dan humaniora dapat menjadi alternatif strategis dalam pengembangan pembelajaran PAI yang relevan dengan tantangan kehidupan sosial dan kebangsaan.</p> <p> </p>Suparmin A Batalipu
Copyright (c) 2025 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2025-12-262025-12-262332337Analisis Instruksional Pembelajaran Integratif dalam Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/5125
<p>Pembelajaran integratif merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan keterpaduan berbagai disiplin ilmu guna membantu mahasiswa mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara holistik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran pembelajaran integratif dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa di pendidikan tinggi, khususnya dalam pengembangan pemahaman mendalam dan kemampuan berpikir kritis. Tinjauan pustaka menunjukkan bahwa pembelajaran integratif, melalui pendekatan interdisipliner dan integrasi-interkonektif antara ilmu pengetahuan dan agama, mampu mendorong mahasiswa memahami permasalahan secara komprehensif dan kontekstual. Pendekatan ini juga berkontribusi dalam membentuk paradigma keilmuan yang utuh dan bernilai, sehingga mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan moral. Dengan demikian, pembelajaran integratif relevan untuk diterapkan sebagai strategi instruksional dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi lulusan pendidikan tinggi.</p>Safri
Copyright (c) 2026 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2026-01-052026-01-052338341Model Evaluasi Interdisipliner pada Sistem Instruksional PAI
https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/p2bmes50/article/view/5127
<p>No abstrak </p>Fachri Fauzan
Copyright (c) 2026 Prosiding Pendidikan dan Pembelajaran Berbasis Multidisciplinary di Era Society 5.0
2026-01-122026-01-122342344