PENERAPAN PRINSIP KONEKTIVITAS ILMU DALAM PEMBELAJARAN PAI TERINTEGRASI
Abstract
Dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum masih menjadi persoalan mendasar dalam sistem pendidikan di Indonesia, khususnya dalam pendidikan Islam.
Pemisahan ini berdampak pada proses pembelajaran yang terfragmentasi dan kurang mampu menjawab tantangan sosial yang semakin kompleks. Artikel ini
bertujuan untuk mengkaji penerapan prinsip konektivitas ilmu dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) terintegrasi melalui paradigma integrasi-interkoneksi yang digagas oleh Muhammad Amin Abdullah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka untuk menganalisis konsep integrasi-interkoneksi serta relevansinya dalam pembelajaran PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengintegrasian ilmu keislaman dengan ilmu sosial, alam, dan humaniora mampu menghapus dikotomi keilmuan serta mendorong pembelajaran yang holistik, kontekstual, dan transformatif. Kerangka epistemologis bayani, irfani, dan burhani menjadi landasan penting dalam menghubungkan pemahaman tekstual, pengalaman spiritual, dan penalaran rasional dalam pendidikan Islam. Penerapan paradigma ini diharapkan dapat membentuk peserta didik yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan sosial dalam menghadapi tantangan era Society 5.0.