Model Integrasi Tradisi Lokal dalam Penguatan Nilai Keislaman di Pembelajaran PAI
Abstract
Integrasi kearifan lokal dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan upaya strategis untuk memperkuat relevansi pembelajaran agama dengan kehidupan peserta didik. Pembelajaran PAI tidak hanya berfokus pada aspek ritual dan doktrinal, tetapi juga berfungsi sebagai media pembentukan karakter, moral, serta identitas sosial budaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kearifan lokal dalam pembelajaran PAI, manfaatnya dalam penguatan karakter, serta tantangan implementasinya dalam konteks Kurikulum Merdeka. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berbasis kajian pustaka dengan menelaah literatur akademik terbaru tahun 2018–2025. Analisis data dilakukan melalui teknik reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan mengadopsi model analisis Miles dan Huberman. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal mampu meningkatkan kebermaknaan, kontekstualitas, dan efektivitas pembelajaran PAI. Nilai budaya seperti gotong royong, sopan santun, musyawarah, serta tradisi keagamaan lokal sejalan dengan prinsip akhlak Islam sehingga dapat memperkuat pembentukan karakter. Namun, implementasinya masih menghadapi sejumlah kendala seperti keterbatasan literasi budaya guru, minimnya sumber belajar berbasis budaya daerah, dan kurangnya dukungan sekolah. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi kearifan lokal sangat relevan dengan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran kontekstual dan berbasis projek. Dengan demikian, integrasi kearifan lokal dalam PAI menjadi pendekatan penting dalam mewujudkan pendidikan yang humanis, berakar budaya, dan adaptif terhadap perubahan zaman