LANDASAN FILOSOFIS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS INTERDISIPLINER

  • Fitrianur Nur Universitas Islam Datokarama Palu
Keywords: Filosifis, Pendidikan Agama Islam, Interdisipliner

Abstract

Pendekatan interdisipliner dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan dinamika kehidupan modern. Pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada penguasaan aspek kognitif semata, tetapi juga harus mampu mengembangkan dimensi moral, sosial, dan spiritual peserta didik secara seimbang. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji landasan filosofis Pendidikan Agama Islam berbasis interdisipliner serta relevansinya dalam membangun pembelajaran PAI yang holistik dan kontekstual. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dengan menganalisis berbagai literatur yang berkaitan dengan filsafat pendidikan Islam dan konsep interdisipliner dalam perspektif Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara filosofis pendidikan Islam memandang manusia sebagai makhluk ciptaan Allah yang memiliki potensi jasmani dan rohani yang harus dikembangkan secara terpadu untuk mewujudkan insan kamil. Tujuan utama pendidikan Islam adalah pembentukan akhlak mulia, ketaatan beribadah, serta kesalehan individu dan sosial sebagai perwujudan tanggung jawab manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi. Pendekatan interdisipliner memungkinkan integrasi antara ilmu keislaman dan ilmu pengetahuan umum tanpa menghilangkan identitas masing-masing disiplin. Integrasi ini memberikan dasar epistemologis, ontologis, dan aksiologis yang kuat dalam pengembangan pembelajaran PAI. Dengan demikian, Pendidikan Agama Islam berbasis interdisipliner diharapkan mampu melahirkan peserta didik yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta adaptif terhadap tuntutan zaman.

Published
2025-12-23