Memori Kolektif dan Penyangkalan

Kasus Peristiwa Salumpaga 1919

  • Adi Setiawan
Keywords: memory, denial, Salumpaga, Tolitoli

Abstract

This article presents a retrospective experiment that aims to offer a new understanding of the contestation of memory among the people of Tolitoli regarding the Salumpaga resistance movement, which took place in 1919. In addition to discussing the processes of remembering and forgetting, this article goes further by highlighting the attempts to deny the memory. This article examines how and why the Tolitoli ruling elite suppressed the memory of the Salumpaga incident in this manner. To that end, this article specifically addresses the practices of the Tolitoli authorities in treating the memories of the local community embedded in several memory sites. This article argues that the memory of the 1919 Salumpaga incident is not only contested in the context of remembering and forgetting, but also involves denial practices.

References

Ahimsa-Putra, Heddy Shri. “Remembering, Misremembering and Forgetting: The Struggle over ‘Serangan Oemoem 1 Maret 1949’ in Yogyakarta, Indonesia.” Asian Journal of Social Science 29, no. 3 (2001): 471–94.

Atika. “Pemuda Dan Pewarisan Memori ‘Perlawanan Rakyat Salumpaga 1919.’” Manaqib: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Dan Humaniora 3, no. 1 (Juni 2024): 75–104. https://doi.org/10.24239/manaqib.v3i1.4800.

Banjir, Amat. “Bupati Tolitoli bersikeras ganti nama Lapangan Haji Hayun.” Antara News Palu, 6 Desember 2017. https://sulteng.antaranews.com/berita/38040/bupati-tolitoli-bersikeras-ganti-nama-lapangan-haji-hayun.

Bataviaasch nieuwsblad (Batavia). “Het Toli-Toli Drama.” 21 Juni 1920. Avond Edisi.

BBC Indonesia. “Penulisan ulang sejarah Indonesia – Rawan dijadikan alat legitimasi hingga meminggirkan peran perempuan dan sejarah Papua.” BBC News Indonesia, 14 Mei 2025. https://www.bbc.com/indonesia/articles/c1j5l41nlywo.

Budiawan. “Titik Simpang dan Titik Temu Antara Sejarah dan Memori: Sebuah Pengantar.” Dalam Sejarah dan Memori: Titik Simpang dan Titik Temu, disunting oleh Budiawan, vii–xxv. Yogyakarta: Ombak, 2013.

———. “When Memory Challenges History: Public Contestation of the Past in Post-Suharto Indonesia.” Southeast Asian Journal of Social Science 28, no. 2 (2000): 35–57.

Buitenzorg. “De Kat Angelino, Saloempagan, 1932.” Koloniale Monumenten, 13 Mei 2017. https://kolonialemonumenten.nl/2017/05/13/de-kat-angelino-saloempagan-1932/.

Connerton, Paul. How societies remember. Themes in the social sciences. Cambridge [England] ; New York: Cambridge University Press, 1989.

De Preanger-bode (Bandoeng). “Het gebeurde te Toli-Toli.” 12 Agustus 1919. Avond Edisi.

——— (Bandoeng). “Toli-Toli.” 23 Juni 1920. Ochtend Edisi.

Deli courant (Medan). “De ware schuldigen.” 18 September 1919. Dag Edisi.

Halbwachs, Maurice. The Collective Memory. 1st ed. Harper Colophon Books ; CN/800. New York: Harper & Row, 1980.

Hartono, Rudi. “Pemberontakan Rakyat Toli-Toli 1919.” Headlines. Berdikari Online, 1 Desember 2013. https://www.berdikarionline.com/pemberontakan-rakyat-toli-toli-1919/.

Kahin, George McTurnan. Nationalism and Revolution in Indonesia. Ithaca: Cornell University Press, 2007.

Klinken, Gerry van. Kewargaan Pascakolonial di Indonesia: Sebuah Sejarah Populer. Diterjemahkan oleh Fadjar I. Thufail dan Atka Savitri. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2023.

Latief, Juraid Abdul. “Pemberontakan Petani Toli-Toli 1919.” Tesis, Universitas Gadjah Mada, 1996.

Leidse Courant. “het aanzien van nederlands indie.” 2 September 1978.

Leksana, Grace. “Pendahuluan: Mengapa Mengingat Kekerasan?” Dalam Memori-memori Kekerasan: Ketegangan, Identitas, dan Nasionalisme, disunting oleh Grace Leksana, Arif Subekti, dan Nanda Meiji, 1–12. Tangerang Selatan: Marjin Kiri, 2025.

Lipstadt, Deborah E. Denying the Holocaust: The Growing Assault on Truth and Memory. 1. Plume print. A Plume Book. New York: Plume, 1994.

Lubis, M. Perjuangan Kami Dalam DPRD Kotamadya Manado: Pemberontakan Toli-Toli (3 Kaum S.I. Mati Digantung). Manado: Taman Pengajian “Ni’mah,” 1969.

Lumangino, Wilman Darsono. “Berebut Sejarah di Toli-Toli: Ingatan Atas Peristiwa Salumpaga 1919.” Perkembangan Mutakhir Historiografi Indonesia: Orientasi Tema dan Perspektif, Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, November 2015, 311–26.

Margana, Sri. “Outsiders and Stigma: Reconstruction of Local Identity in Banyuwangi.” Dalam Sites, Bodies and Stories: Imagining Indonesian History, disunting oleh Susan Legêne, Bambang Purwanto, dan Henk Schulte Nordholt, 218–31. Singapore: NUS Press, 2015. https://www.academia.edu/43370616/Outsiders_and_Stigma_Reconstruction_of_Local_Identity_in_Banyuwangi.

Mari, Abdee. “Protes Pergantian Nama Lapangan H Hayun, AMS Geruduk DPRD Tolitoli.” KabarSelebes.id, 5 Desember 2017. https://www.kabarselebes.id/berita/2017/12/05/protes-pergantian-nama-lapangan-h-hayun-ams-geruduk-dprd-tolitoli/.

Masyhuda, Masyuddin, Nurhayati Nainggolan, Zohra Mahmud, dan Daeng Patiro Laintagoa. Sejarah Perlawanan Terhadap Kolonialisme dan Imperialisme di Daerah Sulawesi Tengah. Disunting oleh Richard Zakaria Leirissa dan M. Soenjata. Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, 1982.

McVey, Ruth Thomas. The rise of Indonesian communism. 1st Equinox ed. Jakarta: Equinox Pub, 2006.

Mohammad. “Mursidin Kritik Pergantian Nama Lapangan Di Toli- Toli.” Alkhairaat Online, 9 Desember 2017. https://alkhairaat.com/mursidin-kritik-pergantian-nama-lapangan-di-toli-toli/.

Nadjamuddin, Lukman. “Perlawanan Rakyat Salumpaga Terhadap Belanda.” Skripsi, Universitas Tadulako, 1991.

Nainggolan, Nurhayati. Sejarah Daerah Sulawesi Tengah. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1984.

Niel, Robert van. Munculnya Elit Modern Indonesia. Jakarta: Dunia Pustaka Jaya, 2009.

Nora, Pierre. “Between Memory and History: Les Lieux de Mémoire.” Representations, no. 26 (1989): 7–24. JSTOR. https://doi.org/10.2307/2928520.

Nordholt, Henk Schulte, Bambang Purwanto, dan Ratna Saptari. “Memikir ulang historiografi Indonesia.” Dalam Perspektif Baru Penulisan Sejarah Indonesia, disunting oleh Henk Schulte Nordholt, Bambang Purwanto, dan Ratna Saptari, 1–32. Jakarta; Denpasar: Yayasan Obor Indonesia, KITLV-Jakarta, Pustaka Larasan, 2008.

Orr, Zvika, dan Daphna Golan. “Human rights NGOs in Israel: collective memory and denial.” The International Journal of Human Rights 18, no. 1 (Januari 2014): 68–93. https://doi.org/10.1080/13642987.2013.871529.

Otgaar, Henry, Mark L. Howe, Ivan Mangiulli, dan Charlotte Bücken. “The impact of false denials on forgetting and false memory.” Cognition 202 (September 2020): 104322. https://doi.org/10.1016/j.cognition.2020.104322.

Otgaar, Henry, Tameka Romeo, Niki Ramakers, dan Mark L. Howe. “Forgetting having denied: The ‘amnesic’ consequences of denial.” Memory & Cognition 46, no. 4 (2018): 520–29. https://doi.org/10.3758/s13421-017-0781-5.

Pamungkas, M. Fazil. “Abdoel Moeis, Pembakar Semangat Rakyat Minang.” Historia.ID, 10 Agustus 2020. https://www.historia.id/article/abdoel-moeis-pembakar-semangat-rakyat-minang-p7ebq.

Purwanto, Bambang. Gagalnya Historiografi Indonesiasentris?! Disunting oleh M. Nursam. Yogyakarta: Ombak, 2006.

Rahmitasari, Hayu, Nurul Fitri Ramadhani, dan Robby Irfany Maqoma. “Fadli Zon menyangkal pemerkosaan massal 1998: Revisi sejarah picu kemarahan publik.” The Conversation, 18 Juni 2025. https://doi.org/10.64628/AAN.ngxfnhdf5.

Ricklefs, Merle Calvin. Sejarah Indonesia Modern 1200–2008. Jakarta: Penerbit Serambi, 2008.

Shiraishi, Takashi. Dunia Hantu Digul: Pemolisian sebagai Strategi Politik di Indonesia Masa Kolonial, 1926-1941. Cetakan pertama. Diterjemahkan oleh Jafar Suryomenggolo. Yogyakarta: INSISTPress, 2023.

———. Zaman Bergerak: Radikalisme Rakyat di Jawa 1912-1926. Diterjemahkan oleh Hilmar Farid. Tangerang Selatan: Marjin Kiri, 2023.

Stanley, Jason. Erasing History: How Fascists Rewrite the Past to Control the Future. Atria/One Signal Publishers, 2024.

Vickers, Adrian. A history of modern Indonesia. Second edition. Cambridge: Cambridge University Press, 2013.

Vilosa, Oriza. “Sarekat Islam Toli-Toli tahun 1916-1919.” Skripsi, Universitas Sebelas Maret, 2009.

Published
2025-12-23
How to Cite
Setiawan, A. (2025). Memori Kolektif dan Penyangkalan: Kasus Peristiwa Salumpaga 1919. Manaqib: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Dan Humaniora, 4(2), 139-156. https://doi.org/10.24239/manaqib.v4i2.4755
Section
Articles