Madika: Jurnal Politik dan Governance https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/madika <p>Madika: Journal of Politics and Governance is published by the Islamic Political Thought Study Program, Faculty of Ushuluddin, Adab, and Da'wah, State Islamic Institute (IAIN) Palu. <a href="https://peraturan.bpk.go.id/Details/172515/perpres-no-61-tahun-2021">In 2021, IAIN Palu changed its name to UIN Datokarama Palu</a>. Published twice a year, Madika's editors invite lecturers, researchers, and political and government observers to participate by publishing their research in this journal.</p> <p>&nbsp;</p> Program Studi Pemikiran Politik Islam, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah IAIN Palu en-US Madika: Jurnal Politik dan Governance 2775-8079 EFFECTIVENESS OF VILLAGE FUNDS USE IN STUNTING HANDLING IN GUNUNG LENGKUAS VILLAGE EAST BINTAN DISTRICT, BINTAN REGENCY 2024 https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/madika/article/view/4268 <p><em>Penelitian ini mengangkat persoalan stunting sebagai tantangan kesehatan masyarakat </em></p> <p><em>yang berdampak pada pertumbuhan anak dan kualitas sumber daya manusia di masa </em></p> <p><em>depan. Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya peran pemerintah kelurahan </em></p> <p><em>dalam mengelola dana kelurahan secara efektif untuk mendukung percepatan </em></p> <p><em>penurunan angka stunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas </em></p> <p><em>penggunaan dana kelurahan dalam program penanganan stunting di Kelurahan </em></p> <p><em>Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan tahun 2024. </em></p> <p><em>Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik </em></p> <p><em>wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Teori yang digunakan </em></p> <p><em>adalah teori efektivitas organisasi dari Gibson, Ivancevich, dan Donnelly, yang </em></p> <p><em>mencakup indikator goal achievement, integration, dan adaptation. Hasil penelitian </em></p> <p><em>menunjukkan bahwa program Rembuk Stunting dan Pemberian Makanan Tambahan </em></p> <p><em>(PMT) selama 90 hari telah terlaksana tepat waktu, dengan hasil yang sesuai tujuan. </em></p> <p><em>Koordinasi antar pemangku kepentingan berjalan harmonis dan respons terhadap </em></p> <p><em>tantangan lapangan cukup adaptif. Kesimpulannya, efektivitas penggunaan dana </em></p> <p><em>kelurahan dalam penanganan stunting ditentukan oleh sinergi lintas sektor, partisipasi </em></p> <p><em>masyarakat, dan ketanggapan organisasi lokal terhadap kebutuhan riil di lapangan. </em></p> <p><em>Kata kunci: adaptation, dana kelurahan, effectiveness, integration, stunting</em></p> Try kurnia Erlianto Ardi Putra Khairi Rahmi Copyright (c) 2026 Madika: Jurnal Politik dan Governance 2026-07-14 2026-07-14 6 1 1 10 10.24239/madika.v6i1.4268 GAME THEORY ANALYSIS OF IDENTITY POLITICAL CONFLICT IN WEST KALIMANTAN https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/madika/article/view/2941 <p>Politik Identitas merupakan konsep baru dalam ilmu politik, politik identas di Indonesia sudah banyak terjadi di setiap daerah, Hal ini berkaitan dengan salah satu kasus yang terjadi di Indonesia khususnya di Kalimantan barat. Politik lokal di Kalimantan Barat menunjukkan beragam etnis yang sangat mencolok sejak berakhirnya pemerintahan orde baru. Dalam menjelaskan dan menganalisis kasus tersebut penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tenik literature study, dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semenjak keruntuhan pemerintahan Soeharto prioritas telah berbalik secara efektif, seperti didirikannya Majelis Adat Dayak atau yang biasa dikenal dengan sebutan (MAD) sebagai upaya untuk penguatan identitas etnik mereka, salah satu bentuk kemajuan dalam pembelaan&nbsp; yang dilakukan untuk mempertahankan budayanya adalah masyarakat suku Dayak mulai menganut kepercayaan Kristen, kasus ini dapat dianalisis dengan game theory yaitu zero sum game yang menjelaskan kekalahan dan kebangkitan kembali masyakat suku dayak semenjak masuknya reformasi dan orde baru akibat keruntuhan pemerintahan Soeharto.</p> Salwa Abelia Faajar Panggabean Tamrin Tamrin Irawati Irawati Copyright (c) 2026 Madika: Jurnal Politik dan Governance 2026-07-14 2026-07-14 6 1 11 21 10.24239/madika.v6i1.2941 The DYNAMICS OF POLITICAL ACTORS IN FORMING POLICY-MAKING SYSTEMS https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/madika/article/view/2948 <p><em>This research discusses the role of political actors in shaping the policy-making system. Political actors, including elected officials and interest groups, have significant impact in setting the agenda, proposing, supporting, or rejecting policies, and using resources to influence policy outcomes. The impact of the role of political actors can be positive, such as policies that are responsive, inclusive, and democratic, or negative, such as policies that are opportunistic, ambiguous, or corruptive. The research method used is a qualitative approach with literature study, and the discussion includes complex dynamics in the political arena and its impact on the community policy system. A thorough evaluation of the integrity and long-term impact of policies is necessary to maintain the quality of the policy-making system.</em></p> Difa Ghassani Roni Eka Putra Aidinil Zetra Copyright (c) 2026 Madika: Jurnal Politik dan Governance 2026-07-14 2026-07-14 6 1 22 32 10.24239/madika.v6i1.2948 GAME THEORY ANALYSIS OF LOCAL POLITICAL CONFLICT IN SOUTH SULAWESI PROVINCE https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/madika/article/view/2950 <p><strong>Abstrak </strong></p> <p>Proses desentralisasi sudah lama di lakukan di Indonesia. Otonomi daerah dalam perkembangannya proses otonomi daerah &nbsp;ini banyak menimbulkan konflik-konflik berbagai daerah di Indonesia, salah satunya Provinsi Sulawesi Selatan, ini berdampak pada gejolak politik lokal di setiap daerah tersebut. Usaha dilakukan &nbsp;untuk melakukan pemekaran di Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini akan menjelaskan dan menganalisis kasus tersebut penulis menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan teknik <em>Literature study</em>. Hasil penelitian ini menunjukkan kasus lokal di Provinsi Sulawesi Selatan dipengaruhi oleh masyarakat dan beberapa elit lokal untuk mengajukan pemekaran ke pemerintah pusat. Kasus di Sulawesi Selatan di analisis dengan <em>game theory</em> yaitu <em>zero sum game</em> yang menjelaskan kekalahan masyarakat dan elit lokal Provinsi Sulawesi Selatan untuk melakukan pemekaran.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Desentralisasi, Otonomi daerah, Elit lokal</p> riski martin Tamrin Tamrin Irawati Irawati Copyright (c) 2026 Madika: Jurnal Politik dan Governance 2026-07-14 2026-07-14 6 1 33 40 10.24239/madika.v6i1.2950 LEGAL TRAPS DUE TO THE POLITICIZED SOCIAL ASSISTANCE BY INCUMBENTS IN REGIONAL ELECTIONS https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/madika/article/view/3016 <p>Bantuan sosial dalam tahapan Pilkada, sering dipolitisasi untuk kepentingan elektoral oleh kepala daerah (petahana) atau bukan petahana. Menjadi masalah hukum saat bantuan sosial dikemas dan disalurkan dengan menyertakan visi misi, gambar dan/atau citra diri petahana.</p> <p>Tujuan penelitian untuk mengetahui aspek hukum penyaluran bantuan sosial yang dilakukan oleh kepala daerah (petahana) dalam tahapan Pilkada. Metode penelitian yang digunakan: Penelitian Hukum Normatif, dengan pendekatan perundang-undangan<em>, </em>konsep<em>, </em>dan perbandingan<em>. </em>Adapun bahan hukum yang digunakan yakni bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Untuk selanjutnya dilakukan pengolahan dengan editing, sistematisasi, dan uraian deskripsi.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan, aspek hukum politisasi bantuan sosial yang dilakukan oleh kepala daerah (petahana atau bukan petahana) dalam tahapan Pilkada, sesuai ketentuan Pasal 71 ayat (1) dan ayat (3) <em>juncto</em> Pasal 73 ayat (1) dan ayat (2) serta Pasal 188 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 (UU Pemilihan), dapat berakibat pelanggaran hukum hingga penjatuhan sanksi pidana pemilihan pada pelaku, sanksi administrasi pembatalan pasangan calon kepala daerah (diskualifikasi) oleh KPUD berdasarkan Putusan Bawaslu Provinsi, atau sanksi pelanggaran hukum lainnya yang diatur di luar UU Pemilihan.</p> Ruslan Husen Fatmawati Copyright (c) 2026 Madika: Jurnal Politik dan Governance 2026-07-14 2026-07-14 6 1 41 54 10.24239/madika.v6i1.3016