https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/issue/feedProsiding Kajian Islam dan Integrasi Ilmu di Era Society (KIIIES) 5.02026-07-30T07:46:17+00:00Admin KIIIES 5.0kiiies5.0@uindatokarama.ac.idOpen Journal Systems<div class="simple-article light"> <p>Seminar Nasional Program Pascasajana Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu berbasis Prosiding Online dan ber-ISSN</p> </div>https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5319Integrasi Generative Artificial Intelligence dalam Desain Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Personalised Learning2026-06-25T07:30:13+00:00Sandi Wiyantosandiwiyanto.official@gmail.comMohammad Djamil M. Nurdjamilnur@uindatokarama.ac.id<p>Perkembangan teknologi digital mendorong pemanfaatan Generative Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan, termasuk pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penggunaan AI dipandang mampu membantu guru menciptakan pembelajaran yang lebih inovatif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi Generative Artificial Intelligence dalam desain pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis personalised learning. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui pengumpulan data dari buku, jurnal ilmiah, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan topik penelitian. Data dianalisis secara deskriptif untuk memahami pemanfaatan AI dalam pembelajaran PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI dapat membantu guru menyediakan materi pembelajaran yang lebih variatif, kontekstual, dan sesuai dengan kemampuan siswa. Selain itu, penerapan personalised learning memungkinkan proses pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya belajar masing-masing peserta didik sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif. Namun demikian, penggunaan AI dalam pembelajaran PAI tetap memerlukan pengawasan guru agar materi yang digunakan sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam. Dengan demikian, integrasi AI dalam pembelajaran PAI dapat menjadi inovasi pendidikan yang relevan dengan perkembangan era digital.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Sandi Wiyanto, Mohammad Djamil M. Nurhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5322Integrasi Ilmu Sebagai Paradigma Pembelajaran PAI di Sekolah atau Madrasah: Model dan Implikasi2026-06-25T07:30:14+00:00Siti Aminasandimaaminah@gmail.comPutri Salsabilasandimaaminah@gmail.comBunga Zulfahsandimaaminah@gmail.comMelviana Melvianasandimaaminah@gmail.com<p>Permasalahan dunia pendidikan saat ini adalah pemisahan antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan sehingga membatasi cara pandang dalam memahami realitas. Cara pandang yang baik akan memberikan pemahaman yang utuh. Salah satunya dengan integrasi ilmu dalam pembelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan melalui analisis literatur, jurnal dan karya ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi ilmu dalam pembelajaran adalah upaya yang dilakukan untuk memadukan ilmu agama dan ilmu pengetahuan menjadi satu kesatuan yang saling mengisi dan harmonis. Beberapa model integrasi yang dapat diterapkan disekolah atau madrasah seperti islamisasi ilmu oleh Al-Faruqi, integrasi-interkoneksi yang dipelopori M. Amin Abdullah, Saintifikasi Islam oleh Kuntowijoyo serta Model kurikulum terpadu. Ke empat model ini memiliki landasan filosofis yang kuat dan saling melengkapi. Bukan hanya itu, model ini memiliki implikasi baik pada desain kurikulum, metode, strategi, materi, kompetensi guru dan evaluasi dalam pembelajaran PAI. Dengan itu, integrasi ilmu menjadi cara pandang yang dapat dilakukan untuk mengembangkan pemelajaran yang holistik dan menghilangkan permasalahan terkait pemisahan ilmu.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Siti Amina, Putri Salsabila, Bunga Zulfah, Melviana Melvianahttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5323Hubungan Kepribadian Muslim dalam Membentuk Keterampilan Sosial Keagamaan2026-06-25T07:30:14+00:00Sayuti Sayutisayuti@stitalkhiriyah.ac.idAhmad Munjisayuti@stitalkhiriyah.ac.id<p>Kepribadian Muslim yang kuat dan terintegrasi merupakan elemen fundamental dalam membentuk keterampilan sosial keagamaan yang fungsional dan berkelanjutan di tengah dinamika kehidupan masyarakat kontemporer yang semakin kompleks. Melemahnya nilai-nilai sosial keagamaan dalam komunitas Muslim menunjukkan urgensi kajian mengenai hubungan antara kepribadian Muslim dan keterampilan sosial keagamaan secara integratif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik kepribadian Muslim dalam konteks sosial keagamaan, menganalisis kontribusinya terhadap pembentukan keterampilan sosial keagamaan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memoderasi hubungan keduanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan (library research) melalui analisis isi secara sistematis terhadap delapan sumber literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepribadian Muslim terbentuk melalui keseimbangan struktural antara al-aql (akal), al-qalb (hati), dan al-nafs (nafsu), yang termanifestasi dalam integrasi dzikir, fikir, ilmu, dan amal saleh. Kepribadian tersebut berkontribusi terhadap keterampilan sosial keagamaan melalui internalisasi nilai-nilai akhlaqul karimah serta pembiasaan keagamaan yang terstruktur. Faktor-faktor moderasi yang memengaruhi hubungan tersebut meliputi motivasi internal, kualitas keteladanan tokoh agama, konsistensi program pembinaan, serta sinergi ekosistem pendidikan yang mencakup keluarga, lembaga formal, dan komunitas sosial keagamaan. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa kerangka konseptual integratif dalam kajian psikologi Islam dan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Sayuti Sayuti, Ahmad Munjihttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5324Pemenuhan Hak Perdata Perempuan Pasca-Perceraian: Studi Pemahaman dan Advokasi Hukum KUA Kecamatan Dolo2026-06-25T07:30:15+00:00Sri Wahyunisriwahyuniayub86@gmail.com<p>Perceraian kerap menempatkan perempuan pada posisi yang rentan secara finansial dan sosial akibat tidak terpenuhinya hak-hak perdata pasca-perceraian, seperti mut'ah, nafkah iddah, dan hadhanah. Meskipun Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan Undang-Undang Perkawinan secara normatif menjamin hak-hak tersebut, realitas das sein di masyarakat sering kali menunjukkan ketimpangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman masyarakat, khususnya perempuan di Kecamatan Dolo, terhadap hak-hak perdata pasca-perceraian, serta mengkaji peran dan strategi advokasi hukum yang dilakukan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Dolo dalam mengupayakan pemenuhan hak tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis-empiris. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam dengan Kepala KUA, penghulu, mediator BP4, dan masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi hukum perempuan di Kecamatan Dolo terkait hak pasca-cerai masih rendah, yang diperparah oleh konstruksi budaya lokal dan rasa enggan (ewuh pakewuh) untuk menuntut hak finansial di pengadilan. Merespons kondisi ini, KUA Kecamatan Dolo mengambil peran strategis melampaui tugas administratifnya melalui advokasi non-litigasi. Intervensi dilakukan secara preventif dengan mengintegrasikan edukasi keadilan gender dan hukum keluarga dalam Bimbingan Perkawinan (Suscatin), serta secara represif melalui mediasi proaktif oleh BP4 (Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan) saat pasangan meminta pengantar cerai. Kesimpulannya, KUA menjadi instrumen birokrasi yang vital dalam memberikan pencerahan hukum awal bagi perempuan, meskipun kewenangan eksekutorial pemenuhan hak tetap berada di wilayah yurisdiksi Pengadilan Agama.</p>2026-06-03T05:26:46+00:00Copyright (c) 2026 Sri Wahyunihttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5325Peran Keluarga sebagai Institusi Primer dalam Pengendalian Perilaku Devian: Studi tentang Judi Online di Masyarakat Modern2026-06-25T07:30:16+00:00Yahya Yahyacamatdoloselatan@gmail.com<p>Perkembangan teknologi digital telah mendorong munculnya berbagai bentuk perilaku devian, salah satunya praktik judi online yang berdampak signifikan tidak hanya pada individu, tetapi juga terhadap ketahanan keluarga dan keteraturan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keluarga sebagai institusi primer dalam mengendalikan perilaku devian, khususnya terkait judi online, dengan menggunakan perspektif teori peran. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif, melalui penelusuran dan analisis kritis terhadap berbagai sumber literatur berupa buku, jurnal ilmiah, dan publikasi daring yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa keluarga memiliki fungsi strategis sebagai agen sosialisasi, edukasi, dan kontrol sosial dalam membentuk perilaku individu. Namun demikian, dalam konteks era digital, fungsi tersebut menghadapi berbagai tantangan, antara lain lemahnya pengawasan, rendahnya literasi digital, serta kurang optimalnya komunikasi interpersonal dalam keluarga, yang secara simultan berkontribusi terhadap meningkatnya kecenderungan perilaku devian, termasuk judi online. Disfungsi peran keluarga juga teridentifikasi sebagai faktor determinan yang memperbesar peluang keterlibatan individu, khususnya remaja, dalam praktik tersebut. Oleh karena itu, diperlukan rekonstruksi peran keluarga yang adaptif melalui penguatan fungsi edukatif berbasis nilai, peningkatan mekanisme kontrol sosial yang kontekstual terhadap perkembangan teknologi, serta penguatan pola komunikasi yang efektif dan harmonis. Dengan demikian, optimalisasi peran keluarga menjadi elemen kunci dalam upaya preventif dan kuratif terhadap perilaku devian di era digital, guna menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan ketahanan sosial masyarakat.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Yahya Yahyahttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5326Kecerdasan Buatan sebagai Instrumen Pemberdayaan Umat: Tinjauan Interdisipliner dalam Konteks Islam2026-06-25T07:30:17+00:00Sugarto Nasarudinsugarttson@gmail.com<p>Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa dampak luas dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam konteks sosial keagamaan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji potensi AI sebagai instrumen pemberdayaan umat Islam melalui pendekatan interdisipliner yang menggabungkan perspektif teknologi, etika Islam, dan sosiologi. Metode yang digunakan adalah studi pustaka kualitatif dengan analisis terhadap literatur relevan dari bidang ilmu komputer, pemikiran Islam kontemporer, dan etika teknologi. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI memiliki potensi signifikan dalam mendukung pemberdayaan umat, khususnya di bidang pendidikan, ekonomi keumatan, dan pelayanan sosial. Namun, pemanfaatannya memerlukan kerangka normatif berbasis nilai-nilai maqāṣid al-syarī‘ah untuk menjamin keselarasan antara kemajuan teknologi dan prinsip-prinsip keadilan, kemaslahatan, serta tanggung jawab moral dalam Islam. Dengan demikian, AI tidak hanya harus dipahami sebagai inovasi teknis, tetapi juga sebagai sarana transformasi sosial yang bermakna dalam kerangka nilai-nilai keislaman.</p>2026-06-03T07:35:52+00:00Copyright (c) 2026 Sugarto Nasarudinhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5327Manajemen Kurikulum Integratif antara Pendidikan Umum dan Pendidikan Islam di Era Digital2026-06-25T07:30:18+00:00Syaiful Syaifulmhmmdsyafu1510l@gmail.comMuh Nurhidayatmhmmdsyafu1510l@gmail.com<p>Era digital telah mendorong lembaga pendidikan Islam untuk melakukan transformasi kurikulum agar mampu menjawab tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan kompetensi abad ke-21. Salah satu pendekatan yang relevan adalah kurikulum integratif yang menggabungkan pendidikan umum dan pendidikan Islam dalam satu sistem yang holistik. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep, proses manajemen, serta tantangan implementasi kurikulum integratif antara pendidikan umum dan pendidikan Islam di era digital. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari sembilan jurnal nasional yang membahas manajemen kurikulum, integrasi ilmu, pendidikan Islam, dan transformasi digital. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa manajemen kurikulum integratif dilakukan melalui empat fungsi utama, yaitu perencanaan kurikulum berbasis visi lembaga, pengorganisasian struktur mata pelajaran secara terpadu, pelaksanaan pembelajaran berbasis teknologi digital, serta evaluasi yang mencakup aspek kognitif, afektif, psikomotorik, dan spiritual. Implementasi kurikulum integratif memberikan peluang besar dalam menghasilkan lulusan yang religius, berwawasan luas, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan kompetensi guru, infrastruktur digital, dan sinkronisasi kebijakan. Oleh karena itu, diperlukan komitmen kelembagaan, pelatihan berkelanjutan, dan evaluasi berkala agar kurikulum integratif dapat diterapkan secara efektif dan berkelanjutan.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Syaiful Syaiful, Muh Nurhidayathttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5328Transformasi Paradigma Pendidikan Islam di Era Society 5.0: Integrasi Ilmu, Spiritualitas, Moderasi Beragama, dan Kearifan Lokal dalam Pendekatan Mutiara Ilmu2026-06-25T07:30:18+00:00Sutrisna Rambalinosutrisnarambalino412@gmail.com<p>Perkembangan era Society 5.0 menuntut pendidikan Islam untuk bertransformasi secara integratif agar tetap relevan dengan dinamika zaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi paradigma pendidikan Islam melalui integrasi ilmu pengetahuan, spiritualitas, moderasi beragama, dan kearifan lokal dalam pendekatan Mutiara Ilmu. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis kajian pustaka <em>(library research)</em>, dengan teknik pengumpulan data melalui studi dokumentasi dan analisis data menggunakan analisis isi <em>(content analysis)</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam perlu mengatasi dikotomi keilmuan melalui integrasi ilmu dan spiritualitas, serta memperkuat moderasi beragama untuk membentuk sikap toleran dan inklusif. Selain itu, kearifan lokal berperan penting dalam membangun karakter peserta didik yang kontekstual dengan lingkungan sosial. Pendekatan Mutiara Ilmu terbukti mampu mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan nilai dalam pembelajaran secara holistik. Dengan demikian, transformasi paradigma pendidikan Islam melalui pendekatan ini dapat menghasilkan peserta didik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, sikap moderat, dan identitas budaya yang kuat.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Sutrisna Rambalinohttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5329Integrasi Nilai-Nilai Profetik dalam Pembelajaran Sains di Madrasah Aliyah: Upaya Menghapus Dikotomi Keilmuan 2026-06-25T07:30:19+00:00Ulfiani Ulfianiulfiputrisamir@gmail.com<p>Dikotomi antara ilmu agama dan ilmu sains di lingkungan madrasah masih menjadi persoalan mendasar yang menghambat terbentuknya generasi Muslim yang utuh secara intelektual dan spiritual. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji integrasi nilai-nilai profetik dalam pembelajaran sains di Madrasah Aliyah sebagai upaya sistematis menghapus dikotomi keilmuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka (library research), mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai profetik yang mencakup dimensi humanisasi (amar ma'ruf), liberasi (nahi munkar), dan transendensi (tu'minu billah) dapat diintegrasikan ke dalam konten, metode, dan evaluasi pembelajaran sains secara operasional. Implementasi integrasi ini mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya cakap secara saintifik, tetapi juga memiliki kesadaran tauhid dan etika profetik. Temuan ini menegaskan bahwa madrasah memiliki potensi besar sebagai laboratorium integrasi ilmu, asalkan didukung oleh kompetensi guru, kurikulum yang adaptif, dan manajemen kelembagaan yang visioner. Artikel ini merekomendasikan reorientasi kurikulum sains madrasah berbasis nilai profetik sebagai solusi konkret menuju pendidikan Islam yang integratif dan transformatif.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ulfiani Ulfianihttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5549Rekonstruksi Kewajiban Nafkah Anak dalam Perspektif Pendidikan Islam di Era Society 5.02026-06-29T02:07:35+00:00Nawal Ramadhani Putrinawalramadhani27@gmail.com<p>Perkembangan era Society 5.0 yang ditandai dengan integrasi teknologi digital dalam kehidupan manusia membawa perubahan signifikan dalam pola pengasuhan dan pendidikan anak. Dalam Islam, kewajiban menafkahi anak merupakan tanggung jawab utama orang tua yang tidak hanya mencakup pemenuhan kebutuhan material, tetapi juga aspek spiritual, moral, dan intelektual. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi pemahaman kewajiban nafkah anak dalam perspektif pendidikan Islam agar tetap relevan dengan dinamika masyarakat modern. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan normatif, melalui analisis terhadap sumber-sumber primer berupa Al-Qur’an dan Hadis, serta literatur pendidikan Islam kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep nafkah dalam Islam perlu dipahami secara holistik, meliputi pemenuhan kebutuhan fisik, pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman, literasi digital, serta pembinaan karakter dan kesejahteraan psikologis anak. Selain itu, rekonstruksi konsep nafkah juga menempatkan orang tua tidak hanya sebagai pemberi nafkah, tetapi sebagai pendidik utama yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dengan demikian, pemaknaan nafkah dalam pendidikan Islam di era Society 5.0 menjadi lebih komprehensif dan kontekstual dalam membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nawal Ramadhani Putrihttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5330Kajian Islam Kontemporer: Mutiara Ilmu dalam Bingkai Integrasi Ilmu, Spiritualitas, Moderasi, dan Kearifan Lokal di Era Society 5.02026-07-30T07:46:17+00:00Tintia Alya Sanitintiaalyasani12@gmail.comIskandar Nasaruddiniskandar@uindatokarama.ac.id<p>Kajian Islam kontemporer merupakan upaya ilmiah untuk memahami dan mengaktualisasikan ajaran Islam dalam merespons tantangan peradaban modern, termasuk era Society 5.0 yang ditandai oleh integrasi teknologi kecerdasan buatan dengan kehidupan manusia. Artikel ini bertujuan menganalisis perkembangan kajian Islam kontemporer dalam perspektif integrasi ilmu pengetahuan, spiritualitas, moderasi beragama, dan kearifan lokal, sebagaimana ditematisasi dalam forum Seminar Nasional KIIIES 5.0 Ke-5. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan pendekatan historis-kritis dan analisis wacana Islam kontemporer. Hasil kajian menemukan bahwa para pemikir Islam kontemporer seperti Fazlur Rahman, Muhammad Arkoun, Nasr Hamid Abu Zayd, dan Yusuf al-Qaradawi telah mengembangkan kerangka metodologis yang memungkinkan Islam merespons isu-isu kontemporer mulai dari etika kecerdasan buatan, fikih minoritas, bioetika, hingga ekoteologi secara kritis dan relevan. Integrasi antara tradisi keilmuan Islam klasik dengan metodologi ilmu-ilmu modern menjadi keniscayaan epistemologis bagi keberlanjutan peradaban Islam. Artikel ini menyimpulkan bahwa kajian Islam kontemporer yang berakar pada spiritualitas, berwawasan moderat, dan peka terhadap kearifan lokal merupakan sumbangan intelektual paling signifikan yang dapat diberikan umat Islam bagi kemanusiaan di era Society 5.0.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Tintia Alya Sanihttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5331Peran Islam dalam Membangun Integrasi Ilmu dan Spiritual Berbasis Moderasi dan Kearifan Lokal di Masyarakat2026-06-25T07:30:21+00:00Sodikin Sodikinsodikinposo70@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran Islam dalam membangun integrasi ilmu dan spiritual yang berbasis pada moderasi beragama serta kearifan lokal di tengah kehidupan masyarakat. Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana nilai-nilai keislaman dapat menjadi landasan dalam menyatukan aspek rasional (ilmu pengetahuan) dengan dimensi spiritual, sehingga tercipta keseimbangan dalam kehidupan individu maupun sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (<em>library research</em>), yaitu dengan mengkaji dan menganalisis berbagai sumber literatur yang relevan seperti buku, jurnal ilmiah, dan dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi ilmu, spiritual, dan kearifan lokal telah terimplementasi dalam kehidupan masyarakat melalui berbagai praktik sosial, pendidikan, dan budaya. Nilai-nilai seperti gotong royong, musyawarah, toleransi, serta penghormatan terhadap perbedaan menjadi bentuk konkret dari integrasi tersebut. Selain itu, masyarakat tidak hanya memanfaatkan ilmu pengetahuan untuk memenuhi kebutuhan duniawi, tetapi juga mengaitkannya dengan nilai-nilai spiritual seperti keikhlasan, tanggung jawab, dan kesadaran akan hubungan dengan Tuhan. Integrasi ini juga diperkuat oleh prinsip moderasi beragama (<em>wasathiyah</em>) dalam Islam yang menekankan keseimbangan, keadilan, dan sikap inklusif dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, integrasi antara ilmu dan spiritual berbasis kearifan lokal mampu menciptakan harmoni sosial, memperkuat solidaritas, serta membentuk masyarakat yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial dalam menghadapi tantangan zaman.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Sodikin Sodikinhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5332Implementasi Mutiara Ilmu dalam Integrasi Spiritualitas, Moderasi Islam, dan Kearifan Lokal terhadap Perkembangan Teknologi di Era Modern2026-06-25T07:30:22+00:00Zulham Zulhamalmalafagizulham@gmail.com<p>Perkembangan teknologi di era modern memberikan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat, baik dalam bidang pendidikan, ekonomi, sosial, maupun budaya. Kemajuan teknologi digital menghadirkan berbagai kemudahan dalam akses informasi dan komunikasi, namun juga menimbulkan tantangan berupa menurunnya nilai spiritual, meningkatnya individualisme, penyebaran hoaks, cyber bullying, serta lunturnya budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi mutiara ilmu dalam integrasi spiritualitas, moderasi Islam, dan kearifan lokal terhadap perkembangan teknologi di era modern. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, dan dokumen akademik yang relevan dengan tema penelitian. Analisis data dilakukan secara deskriptif analitis melalui proses identifikasi, pemahaman, dan interpretasi terhadap konsep-konsep yang berkaitan dengan spiritualitas, moderasi Islam, kearifan lokal, dan teknologi modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas berfungsi sebagai landasan moral dalam penggunaan teknologi agar masyarakat mampu memanfaatkan teknologi secara bijaksana dan bertanggung jawab. Moderasi Islam berperan dalam menciptakan sikap toleran, adil, dan seimbang dalam penggunaan media digital sehingga dapat mencegah konflik sosial dan penyebaran paham ekstrem. Selain itu, kearifan lokal menjadi benteng budaya yang mampu menjaga identitas masyarakat di tengah arus globalisasi. Integrasi mutiara ilmu melalui pendidikan karakter, literasi digital, dakwah moderat, dan pelestarian budaya berbasis teknologi diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang religius, moderat, berbudaya, serta mampu memanfaatkan teknologi secara positif dan beretika di era modern.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Zulham Zulhamhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5333Implikasi Dakwah Berbasis Platform Digital terhadap Tingkat Religiusitas Generasi Z2026-06-25T07:30:22+00:00Tri Budi Haryaditribudihariadi21@gmail.comAhmad Syahidtribudihariadi21@gmail.comSofyan Bachmidtribudihariadi21@gmail.com<p>Di era globalisasi, internet dan media sosial memainkan peran penting untuk berbagai hal. Maraknya berbagai platform media sosial telah membuka jalan bagi para pendakwah untuk berdakwah secara virtual, dengan target audiens seperti remaja Generasi Z. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji peran dakwah digital dalam membentuk pemahaman dan kesadaran dalam beragama bagi remaja Generasi Z. Dakwah digital yang melibatkan platform seperti YouTube, Instagram, TikTok, dan Spotify, menjadi saluran utama dalam menyebarkan pesan agama kepada remaja Generasi Z. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan wawancara mendalam terhadap remaja Generasi Z yang aktif mengakses media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah digital berperan besar dalam meningkatkan pemahaman agama remaja, memberikan akses mudah terhadap materi keagamaan, dan membentuk perilaku positifsesuai dengan nilai-nilai Islam. Namun, tantangan seperti konten yang tidak sesuai dengan ajaran agama, serta pengaruh media sosial yang dapat mempengaruhi pola pikir remaja, juga perlu mendapat perhatian.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Tri Budi Haryadi, Ahmad Syahid, Sofyan Bachmidhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5334Penanaman Nilai Dasar Islam Kepada Para Muallaf untuk Kesempurnaan dalam Menjadi Seorang Muslim2026-06-25T07:30:23+00:00Widia Wwidyaamandasari3@gmail.com<p>Muallaf merupakan individu yang baru memeluk agama Islam dan membutuhkan bimbingan sistematis agar dapat menjadi Muslim yang sempurna. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara konseptual nilai-nilai dasar Islam yang perlu ditanamkan kepada para muallaf sebagai fondasi keislaman mereka. Metode yang digunakan adalah library research dengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa penanaman nilai dasar Islam kepada muallaf mencakup tiga dimensi utama: (1) akidah, yakni menanamkan keyakinan tauhid dan rukun iman sebagai fondasi spiritual; (2) ibadah, yakni membimbing pelaksanaan rukun Islam secara benar dan konsisten; dan (3) akhlak, yakni membentuk karakter Islami yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga dimensi ini harus ditanamkan secara terpadu, bertahap, dan berkesinambungan melalui program pembinaan yang terstruktur. Pembinaan komprehensif akan mengantarkan muallaf pada kesempurnaan sebagai Muslim sejati yang beriman, beramal, dan berakhlak mulia.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Widia Whttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5335Islam dan Masyarakat 2026-06-25T07:30:24+00:00Sudirman Sudirmansudirman.sditabolang@gmail.comAdawiyah Pettalongisudirman.sditabolang@mail.comUbadah Ubadahsudirman.sditabolang@mail.com<p>Penelitian ini menganalisis pengaruh nilai-nilai Islam terhadap struktur sosial masyarakat saat ini dan tantangan yang dihadapi dalam mempertahankan nilai-nilai tersebut di tengah modernitas. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi dampak nilai-nilai Islam terhadap keharmonisan sosial, peran keluarga, dan partisipasi sosial, serta strategi untuk mengintegrasikan nilai-nilai ini dengan dinamika perubahan sosial. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus di dua lokasi: Kota Mamuju Tengah dan Desa Topoyo. Hasil menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam berkontribusi signifikan terhadap keharmonisan sosial dan penguatan peran keluarga. Namun, tantangan dari globalisasi dan perubahan sosial cepat mengancam identitas Islam. Strategi yang diusulkan termasuk pendidikan berbasis nilai, pemanfaatan teknologi informasi, dan kegiatan komunitas yang inklusif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun ada tantangan, masyarakat Muslim dapat mempertahankan dan mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam konteks modern.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Sudirman Sudirman, Adawiyah Pettalongi, Ubadah Ubadahhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5336Pengorganisasian Kurikulum Pendidikan Islam dalam Perspektif Integrasi Ilmu di Era Society 5.02026-06-25T07:30:25+00:00Syifa Ummul BaninSyifahabsyi10@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengorganisasian kurikulum pendidikan Islam dalam perspektif integrasi ilmu di era Society 5.0. Kurikulum merupakan komponen utama dalam sistem pendidikan yang berperan dalam menentukan arah, isi, serta proses pembelajaran. Pengorganisasian kurikulum menjadi aspek penting dalam memastikan keterpaduan antara tujuan, materi, metode, dan evaluasi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui pengkajian berbagai literatur ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengorganisasian kurikulum pendidikan Islam harus didasarkan pada prinsip relevansi, kontinuitas, fleksibilitas, efisiensi, dan integrasi. Selain itu, kurikulum pendidikan Islam memiliki karakteristik khas, yaitu berbasis tauhid, bersifat integratif, dan berorientasi pada pembentukan akhlak. Dalam konteks Society 5.0, pengorganisasian kurikulum dituntut mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai spiritual agar menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter dan kepekaan sosial</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Syifa Ummul Baninhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5338Penggunaan Alat Peraga Digital Virtual Reality (VR) Untuk Visualisasi Konsep Metafisika dalam Pendidikan Agama Islam2026-06-25T07:30:26+00:00Yahya Yahyayahya@uindatokarama.ac.id<p>Transformasi digital pada era Revolusi Industri 4.0 dan <em>Society 5.0</em> menuntut pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk lebih inovatif, interaktif, dan kontekstual. Salah satu tantangan dalam pembelajaran PAI adalah penyampaian konsep metafisika yang bersifat abstrak dan transendental, seperti malaikat, ruh, hari akhir, surga, dan neraka, sehingga pembelajaran sering berlangsung secara verbalistik dan kurang memberikan pengalaman spiritual yang mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji desain alat peraga digital interaktif berbasis <em>Virtual Reality</em> (VR) untuk visualisasi konsep metafisika dalam Pendidikan Agama Islam, meliputi hakikat metafisika, urgensi teknologi digital interaktif dan VR, desain media pembelajaran berbasis VR, serta implikasi pedagogis dan tantangan penggunaannya. Penelitian ini menggunakan metode <em>library research</em> dengan sumber data berupa artikel jurnal, buku, prosiding, tesis, dan sumber ilmiah relevan lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi VR mampu menghadirkan pengalaman belajar imersif melalui visualisasi simbolik dan simulasi virtual yang dapat meningkatkan motivasi belajar, pemahaman konseptual, keterlibatan emosional, dan spiritualitas peserta didik. Desain media VR dalam pembelajaran metafisika PAI perlu memperhatikan prinsip tauhid, simbolik-edukatif, pedagogis, interaktivitas, dan pengalaman imersif dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Meskipun demikian, implementasi VR masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur, kompetensi digital guru, aspek teologis, dan risiko psikologis peserta didik. Dengan demikian, integrasi teknologi VR dalam pembelajaran PAI menjadi inovasi strategis dalam menciptakan pendidikan Islam yang adaptif, humanistik, dan relevan dengan perkembangan teknologi modern.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Yahya Yahyahttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5339Implementasi Masjid Ramah Anak dalam Menumbuhkan Karakter Religius Anak di Masjid Jami’ An-Ni’mah Kota Palu2026-06-25T07:30:26+00:00Rifaldi Rifaldirasulullah022@gmail.comSaude Sauderasulullah022@gmail.comA. Markarmarasulullah022@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Masjid Ramah Anak dalam menumbuhkan karakter religius anak di Kota Palu. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya masjid sebagai ruang publik keagamaan yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai sarana pembinaan karakter anak di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Lokasi penelitian dilaksanakan di Masjid Jami’ An-Ni’mah Kota Palu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pengurus masjid, orang tua, dan anak-anak yang aktif mengikuti kegiatan masjid. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Masjid Ramah Anak dilakukan melalui kegiatan pendidikan Al-Qur’an, pembiasaan ibadah berjamaah, kegiatan sosial keagamaan, serta penyediaan fasilitas yang aman dan nyaman bagi anak. Program tersebut memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter religius anak, seperti disiplin beribadah, sikap sopan santun, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Faktor pendukung implementasi program meliputi dukungan pengurus masjid dan partisipasi orang tua, sedangkan faktor penghambatnya adalah keterbatasan sarana dan rendahnya konsistensi kehadiran anak dalam kegiatan masjid.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Rifaldi Rifaldi, Saude Saude, A. Markarmahttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5340Audit Sistem Learning Management Sistem dalam Mendukung Pembelajaran PAI Berbasis Digital2026-06-25T07:30:27+00:00Try Alfitrah Salamtryalfitrahsalam@gmail.comMuhammad Djamil M. Nurdjamilnur@uindatokarama.ac.id<p>Dengan perkembangan teknologi digital, sistem pengelolaan pembelajaran (LMS) menjadi lebih populer dalam proses pembelajaran, termasuk Pendidikan Agama Islam (PAI). LMS berfungsi sebagai platform yang memungkinkan orang berinteraksi satu sama lain saat belajar, memberikan tugas, dan melakukan evaluasi secara daring. Fokus penelitian ini adalah untuk mempelajari pemanfaatan LMS untuk mendukung pembelajaran PAI berbasis digital. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa penggunaan LMS dapat meningkatkan efisiensi pembelajaran, memperluas akses ke bahan pembelajaran, dan mendorong peserta didik untuk belajar secara mandiri. Oleh karena itu, integrasi LMS dalam pembelajaran PAI dapat menjadi salah satu pendekatan yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Try Alfitrah Salam, Muhammad Djamil M. Nurhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5341Transformasi Pembelajaran PAI Berbasis Kecerdasan Buatan dalam Penguatan Moderasi Beragama: Inovasi Digital dan Tantangan Akidah di Era Society 5.02026-06-25T07:30:28+00:00Siti Rosdian Sinukunsitirosdiansinukun@gmail.com<p>Perkembangan era Society 5.0 membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan Islam, khususnya Pendidikan Agama Islam (PAI). PAI dituntut beradaptasi dengan kemajuan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sekaligus memperkuat moderasi beragama di tengah maraknya intoleransi dan radikalisme. Artikel ini bertujuan mengkaji transformasi pembelajaran PAI berbasis AI sebagai instrumen strategis penguatan moderasi beragama, mengidentifikasi peluang inovasi digital, serta memetakan tantangan akidah yang perlu diantisipasi. Penelitian menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis berbagai sumber literatur relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi AI dalam pembelajaran PAI membuka peluang besar menciptakan pengalaman belajar yang lebih adaptif, personal, dan interaktif yang mendukung internalisasi nilai-nilai moderasi beragama. Namun demikian, digitalisasi pembelajaran PAI menghadirkan tantangan serius terkait kemurnian akidah, penyebaran konten digital menyimpang, dan kesiapan guru PAI menghadapi era transformasi. Diperlukan pendekatan holistik dan berimbang antara pemanfaatan teknologi dan penguatan pondasi keislaman agar tujuan pembelajaran PAI tercapai secara optimal.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Siti Rosdian Sinukunhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5342Islam dan Teknologi2026-06-25T07:30:28+00:00Wahida Mursalimwahidamursalim123.ap@gmail.comAhmad Syahidwahidamursalim123.ap@gmail.comErniati Erniatiwahidamursalim123.ap@gmail.com<p>Dalam dekade terakhir, teknologi informasi dan komunikasi telah memberikan dampak signifikan terhadap praktik keagamaan umat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh positif dan negatif teknologi dalam konteks praktik ibadah umat Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi di kota Mamuju Tengah. Hasil menunjukkan bahwa teknologi meningkatkan aksesibilitas informasi dan fleksibilitas pelaksanaan ibadah. Namun, tantangan seperti kualitas informasi dan pengaruh negatif media sosial juga teridentifikasi. Penelitian ini menemukan bahwa teknologi dapat berfungsi sebagai alat untuk menyebarkan nilai-nilai Islam, mempromosikan pendidikan agama yang inklusif, dan meningkatkan kesadaran sosial. Meskipun terdapat risiko penyebaran informasi keliru, jika digunakan secara bijaksana, teknologi dapat memperkuat praktik keagamaan serta pemahaman ajaran Islam. Teknologi merupakan sarana yang potensial dalam reformasi sosial dan penguatan nilai-nilai agama, memerlukan upaya kolektif untuk memaksimalkan manfaatnya.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Wahida Mursalim, Ahmad Syahid, Erniati Erniatihttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5343Pelaksanaan Rego Mpae dalam Adat Vunja pada Masyarakat di Desa Pakuli Kabupaten Sigi (Suatu Tinjauan Pendidikan Islam)2026-06-25T07:30:29+00:00Wiwi Yuniartiwiwiyuniarti23@gmail.com<p>Penelitian ini mengkaji prosesi pelaksanaan <em>Rego Mpae</em> dalam adat<em> Vunja </em>dan meninjaunya dari perspektif pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa R<em>ego Mpae</em> merupakan tradisi syukur panen yang mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur, namun beberapa unsur ritual seperti sesajen dan pemanggilan roh leluhur memerlukan reinterpretasi agar selaras dengan prinsip tauhid. Tradisi ini tetap memiliki potensi sebagai media pendidikan karakter dan dakwah kultural.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Wiwi Yuniartihttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5344Penolakan Permohonan Hak Asuh Ayah terhadap Anak Kandung (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Palu Nomor: 920/Pdt.G/2021/PA.PAL.)2026-06-25T07:30:30+00:00Salman Salmansalmanammang099@gmail.comRiswandi Riswandi salmanammang099@gmail.comTaufan Taufansalmanammang099@gmail.comWahyuni Wahyunisalmanammang099@gmail.com<p>Penelitian ini membahas penolakan permohonan hak asuh ayah terhadap anak kandungnya di Pengadilan Agama Palu. Dalam hukum Islam dan hukum Indonesia, hak asuh anak diberikan berdasarkan kepentingan terbaik bagi anak, baik dari segi emosional, fisik, maupun spiritual. Namun, hakim menilai ayah belum mampu memberikan lingkungan dan kondisi yang baik bagi anak. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif, yaitu dengan menganalisis peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, dan putusan pengadilan terkait hak asuh anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa putusan hakim sudah sesuai dengan Pasal 109 Kompilasi Hukum Islam, yang menjelaskan bahwa hak asuh dapat dicabut jika orang tua lalai menjalankan tanggung jawabnya. Dalam kasus ini, ayah pernah menitipkan anak di panti asuhan dan tidak memberi nafkah selama 10 bulan berturut-turut. Kesimpulannya, ayah sebenarnya memiliki hak mengasuh anak berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Anak. Namun, hakim tetap menolak permohonan tersebut karena mempertimbangkan bukti dan keterangan saksi, sehingga hak asuh diberikan kepada keluarga pihak istri.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Salman Salman, Riswandi Riswandi , Taufan Taufan, Wahyuni Wahyunihttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5345Implementasi Pendekatan Individual Guru dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran PAI di SMP Negeri 7 Palu2026-06-25T07:30:31+00:00Tasyah Lestari Ameliatasyalestari67@gmail.com<p>Pendekatan individual kian penting di era digital karena teknologi mudah diakses. Ketersediaan teknologi ini menjadi pendorong bagi masyarakat yang menuntut model pendidikan lebih fleksibel dan relevan, yakni yang dapat disesuaikan (dikustomisasi) dengan gaya belajar serta kebutuhan unik setiap individu. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan individual dan untuk mengetahui efektivitas pendekatan individual tersebut terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan (desain) deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 7 Palu, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Teknik pengumpulan data utama yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data kualitatif bersifat induktif yaitu dengan reduksi data, penyajian data, verifikasi data. Pengecekan keabsahan data dilakukan menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan implementasi pendekatan individual Guru PAI di SMP Negeri 7 Palu menerapkan pendekatan individual dengan cara memotivasi peserta didik dalam pembentukan akhlak, menggunakan metode pendekatan individual untuk meningkatkan konsentrasi dan percaya diri, bertindak sebagai fasilitator dan pembimbing, serta memberikan tugas rumah untuk membiasakan kedisiplinan dan tanggung jawab.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Tasyah Lestari Ameliahttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5347Strategi Guru Dalam Menanamkan Akhlak Mulia melalui Pendidikan Umum dan Islam di SDIT Permata Islam 2 Poso2026-06-25T07:30:31+00:00Nur Dhiva Rezhinitanurdhivarezhinita@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi yang diterapkan guru dalam membentuk akhlak mulia peserta didik melalui pengintegrasian pendidikan umum dan pendidikan Islam di SDIT Permata Islam 2 Poso. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka yang diperkuat melalui observasi dan wawancara bersama para pendidik di sekolah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kurikulum terpadu mampu memadukan ilmu pengetahuan umum dengan nilai-nilai keislaman secara komprehensif. Dalam proses pembelajaran, guru tidak hanya berfokus pada penyampaian materi akademik, tetapi juga menanamkan nilai tauhid dan pembentukan karakter siswa. Selain itu, budaya sekolah yang religius seperti pelaksanaan shalat berjamaah, program tahfidz Al-Qur’an, serta pembiasaan budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan, dan santun) memberikan kontribusi besar dalam pembinaan akhlakul karimah peserta didik. Penerapan strategi pembiasaan dan keteladanan oleh guru terbukti mampu meningkatkan sikap disiplin, rasa tanggung jawab, kepedulian sosial, dan perilaku santun siswa. Oleh karena itu, integrasi pendidikan umum dan pendidikan Islam di SDIT Permata Islam 2 Poso dinilai efektif dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual dan moral yang baik.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nur Dhiva Rezhinitahttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5348Strategi Pendidikan Psiritual Berbasis Kearifan Lokal Dalam Pembentukkan Karakter Religius Siswa di MTs Al-Khairaat Tuwa Sigi 2026-06-25T07:30:32+00:00Nur Madinahmadinahnur828@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pendidikan spiritual berbasis kearifan lokal dalam pembentukan karakter religius siswa di MTs Al-Khairaat Tuwa. Fokus penelitian meliputi bentuk strategi pendidikan spiritual, proses implementasi, serta kontribusinya terhadap pembentukan karakter religius siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pendidikan spiritual berbasis kearifan lokal diimplementasikan melalui kegiatan ziarah ke makam ulama, kunjungan ke situs sejarah Islam, pembiasaan doa bersama, pembacaan maulid, serta keteladanan guru dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu kegiatan utama adalah ziarah ke makam Habib Sayyid Idrus bin Salim Aljufri sebagai bentuk penghormatan terhadap ulama dan penguatan nilai spiritual siswa. Implementasi strategi tersebut memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan karakter religius siswa, seperti meningkatnya kesadaran beribadah, sikap hormat kepada guru, perilaku sopan santun, serta sikap tawadhu. Keberhasilan strategi ini didukung oleh budaya religius sekolah, keterlibatan guru, dan dukungan masyarakat, meskipun masih terdapat hambatan berupa pengaruh modernisasi dan keterbatasan waktu pelaksanaan kegiatan.</p> <p>Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pendidikan spiritual berbasis kearifan lokal memiliki peran penting dalam membentuk karakter religius siswa melalui integrasi nilai agama dan budaya lokal secara kontekstual dan berkelanjutan.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nur Madinahhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5349Integrasi Teknologi dan Spiritualitas dalam Pembelajaran Pendidikan Islam di Era Society 5.02026-06-25T07:30:33+00:00Nurafni Difanurafnidifa98@gmail.com<p>Era Society 5.0 menghadirkan perubahan besar dalam dunia pendidikan melalui pemanfaatan teknologi digital yang semakin berkembang pesat. Kondisi tersebut menuntut lembaga pendidikan Islam untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa mengabaikan nilai-nilai spiritualitas sebagai fondasi utama pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis integrasi teknologi dan spiritualitas dalam pembelajaran pendidikan Islam di era Society 5.0. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan <em>(library research)</em> melalui pengkajian berbagai literatur berupa buku,artikel atau jurnal ilmiah, dan dokumen terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi teknologi dan spiritualitas dapat menciptakan proses pembelajaran yang inovatif, humanis, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik. Teknologi berperan dalam meningkatkan akses informasi, efektivitas pembelajaran, serta kreativitas peserta didik, sedangkan spiritualitas berfungsi sebagai pengendali moral dan pembentuk akhlak. Integrasi keduanya dapat diwujudkan melalui penggunaan media pembelajaran digital berbasis nilai-nilai Islam, penguatan pendidikan karakter, serta pembelajaran yang menanamkan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Berdasarkan hasil kajian tersebut dapat disimpulkan bahwa integrasi teknologi dan spiritualitas dalam pendidikan Islam di era Society 5.0 menjadi strategi penting dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif, efektif, dan berkarakter sehingga mampu menghasilkan peserta didik yang unggul secara akademik sekaligus memiliki akhlak mulia dan nilai religius yang kuat.</p>2026-06-04T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nurafni Difahttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5350Strategi Manajemen Pendidikan Islam Berbasis AI untuk Optimalisasi Kurikulum dan Pengawasan2026-06-25T07:30:34+00:00Nurhalizahizzazza3@gmail.com<p>Manajemen pendidikan Islam menghadapi tantangan di era digital, seperti optimalisasi kurikulum berbasis nilai-nilai Islam dan pengawasan yang efektif di madrasah. Penelitian ini mengusulkan strategi manajemen pendidikan Islam berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mengatasi isu tersebut. Pendekatan mixed-methods digunakan, melibatkan analisis data sekunder dari 10 madrasah serta survei terhadap 150 guru dan kepala madrasah selama 2024-2025. Alat AI, seperti machine learning untuk personalisasi kurikulum dan sistem pengawasan prediktif, diuji melalui prototipe aplikasi berbasis Android.</p> <p>Hasil menunjukkan bahwa strategi AI meningkatkan efisiensi kurikulum hingga 35% melalui adaptasi konten Al-Qur'an dan hadis secara individual, serta mengurangi pelanggaran pengawasan sebesar 28% melalui analisis real-time. Dari perspektif fikih, integrasi AI selaras dengan prinsip maqasid syariah, selama diawasi oleh ulama untuk menjaga akhlak. Implikasi praktis mencakup rekomendasi kebijakan bagi Kementerian Agama dalam mengadopsi AI untuk manajemen pendidikan Islam. Penelitian ini berkontribusi pada literatur manajemen pendidikan Islam kontemporer dengan menekankan keseimbangan antara teknologi dan nilai-nilai Islam. Saran masa depan mencakup skalabilitas di tingkat nasional.</p>2026-06-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nurhalizahhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5351Internalisasi Nilai Moderasi Beragama dalam Pembelajaran PAI sebagai Upaya Membangun Toleransi Generasi Muda2026-06-25T07:30:35+00:00Nur’hangnurhangnur@gmail.com<p>Moderasi beragama menjadi salah satu isu penting dalam dunia pendidikan di Indonesia, khususnya dalam menghadapi tantangan intoleransi, radikalisme, dan konflik sosial berbasis agama di kalangan generasi muda. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama seperti toleransi, keadilan, keseimbangan, dan penghargaan terhadap keberagaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis internalisasi nilai moderasi beragama dalam pembelajaran PAI sebagai upaya membangun sikap toleransi generasi muda. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis berbagai jurnal, buku, dan hasil penelitian terkait moderasi beragama dan pembelajaran PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai moderasi beragama dapat dilakukan melalui integrasi materi ajar, keteladanan guru, metode pembelajaran dialogis, kegiatan kolaboratif, dan budaya sekolah yang inklusif. Implementasi moderasi beragama dalam pembelajaran PAI mampu membentuk karakter peserta didik yang menghargai perbedaan, menolak kekerasan, dan memiliki sikap toleran dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, penguatan moderasi beragama melalui pendidikan perlu terus dikembangkan untuk menciptakan generasi muda yang damai, humanis, dan berwawasan kebangsaan.</p>2026-06-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nur’hanghttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5352Spiritualitas dan Moderasi sebagai Fondasi Etika Keilmuan di tengah Krisis Peradaban 2026-06-25T07:30:35+00:00Nurhayatiatihayatinur72@gmail.com<p>Krisis peradaban modern ditandai dengan degradasi moral, krisis identitas, serta dominasi rasionalitas instrumental yang mengabaikan nilai-nilai spiritual dan etika. Dalam konteks tersebut, penguatan spiritualitas dan moderasi menjadi sangat penting sebagai fondasi etika keilmuan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran spiritualitas dan moderasi dalam membangun etika keilmuan di tengah tantangan global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berdasarkan studi pustaka dengan menganalisis berbagai literatur terkait spiritualitas, moderasi beragama, dan etika keilmuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa spiritualitas berfungsi sebagai landasan moral yang mengarahkan aktivitas keilmuan pada nilai-nilai transendental, sedangkan moderasi berperan sebagai prinsip keseimbangan dalam menghadapi pluralitas dan kompleksitas peradaban modern. Integrasi keduanya mampu menghasilkan paradigma keilmuan yang tidak hanya rasional, tetapi juga etis dan humanis. Dengan demikian, spiritualitas dan moderasi menjadi elemen fundamental dalam membangun etika keilmuan yang relevan di era Society 5.0.</p>2026-06-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nurhayatihttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5353Internalisasi Nilai Moderasi Beragama dalam Sistem Pendidikan Nasional: Sebuah Pendekatan Integratif2026-06-25T07:30:36+00:00Nurul Farikhatus Sholikhahnurulfarikhatussholikhah@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam strategi internalisasi nilai-nilai moderasi beragama dalam sistem pendidikan nasional melalui pendekatan integratif. Fokus utama penelitian mencakup bagaimana dimensi moderasi beragama, komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan adaptasi terhadap budaya lokal diintegrasikan secara holistik ke dalam struktur kurikulum serta budaya sekolah. Hal ini dilakukan untuk membentuk karakter peserta didik yang inklusif dan moderat dalam menghadapi tantangan disrupsi informasi serta tuntutan inovasi pembelajaran di era Society 5.0.</p> <p>Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen kebijakan, observasi partisipatif terhadap praktik pembelajaran, serta wawancara mendalam dengan para pendidik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan integratif yang menggabungkan esensi nilai agama dengan materi umum berperan signifikan dalam menangkal infiltrasi paham radikalisme serta memperkuat kohesi sosial di lingkungan pendidikan. Temuan ini juga menyoroti bahwa peran kepemimpinan transformasional kepala sekolah menjadi kunci utama dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang toleran dan berwawasan.</p> <p>Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa moderasi beragama bukanlah sekadar materi tambahan, melainkan fondasi utama dalam transformasi sistem pendidikan nasional. Implementasi dimensi kepemimpinan ini terbukti mampu menciptakan generasi berkarakter wasathiyah yang inklusif dan memiliki daya saing global di masa depan.</p>2026-06-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nurul Farikhatus Sholikhahhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5354Etnopedagogi Islam dan Transformasi Teori Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal2026-06-25T07:30:37+00:00Nurzamsinarnurzamsinar@ddipolman.ac.id<p>Artikel ini mengkaji etnopedagogi Islam sebagai pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam kerangka teori pendidikan Islam. Pendidikan di era Society 5.0 menghadapi tantangan besar berupa krisis identitas budaya akibat arus globalisasi yang mengikis nilai-nilai lokal. Tujuan penelitian ini adalah: (1) menganalisis konsep etnopedagogi Islam dan relevansinya terhadap transformasi teori pendidikan; (2) mengidentifikasi bentuk-bentuk kearifan lokal yang dapat diintegrasikan ke dalam sistem pendidikan Islam; dan (3) merumuskan model etnopedagogi Islam berbasis kearifan lokal yang dapat diterapkan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kajian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-interpretatif melalui analisis teks terhadap sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa etnopedagogi Islam merupakan paradigma pendidikan yang menempatkan kearifan lokal sebagai sumber nilai sekaligus media transformasi pengetahuan dalam bingkai tauhid. Nilai-nilai seperti gotong royong, siri' na pacce, pela gandong, dan falsfah hidup masyarakat Muslim Nusantara dapat menjadi fondasi epistemologis yang memperkuat teori pendidikan Islam kontemporer. Transformasi teori pendidikan berbasis etnopedagogi Islam tidak hanya memperkaya khazanah keilmuan, tetapi juga menjawab kebutuhan akan pendidikan yang kontekstual, humanis, dan berkarakter. Artikel ini menyimpulkan bahwa integrasi etnopedagogi Islam dalam teori pendidikan merupakan keniscayaan historis dan epistemic yang mendesak dilakukan di tengah arus modernisasi.</p>2026-06-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nurzamsinarhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5355Pendekatan Interdisipliner dalam Desain Kurikulum Sinergi Ilmu Aqli dalam Perspektif Global 2026-06-25T07:30:38+00:00Putri Salsabila putrysalsabila22@gmail.com<p>Pendidikan merupakan proses sistematis untuk mengembangkan potensi individu secara komprehensif meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta pembentukan karakter. Dalam konteks global, pendidikan Islam dituntut adaptif melalui integrasi berbagai disiplin ilmu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pendekatan interdisipliner dan sinergi ilmu aqli dalam kurikulum pendidikan Islam. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan pendekatan kualitatif melalui analisis berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa pendekatan interdisipliner mampu mengintegrasikan ilmu agama dan sains secara holistik, sehingga menghasilkan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Integrasi ilmu aqli dan naqli dalam kurikulum memperkuat pemahaman keagamaan yang rasional dan aplikatif, serta mencegah dikotomi keilmuan. Implementasinya dilakukan melalui strategi integrasi konseptual, kontekstual, dan kolaborasi antarguru, yang didukung metode pembelajaran inovatif dan pemanfaatan teknologi. Pendekatan ini juga berkontribusi dalam meningkatkan daya saing global peserta didik tanpa mengabaikan nilai-nilai spiritual. Kesimpulannya, pendekatan interdisipliner berbasis integrasi ilmu aqli menjadi solusi strategis dalam pengembangan pendidikan Islam modern yang mampu menghasilkan insan kamil yang unggul secara intelektual, adaptif, serta berkarakter Islami.</p>2026-06-05T00:00:00+00:00Copyright (c) https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5356Pendidikan Karakter di Era Modern 5.0: Tantangan dan Strategi Implementasinya dalam Perspektif Islam2026-06-25T07:30:38+00:00Qurrata A’yunqurrata522@guru.paud.belajar.id<p>Era Society 5.0 yang ditandai dengan integrasi teknologi kecerdasan buatan, Internet of Things (IoT), dan big data ke dalam seluruh aspek kehidupan telah membawa perubahan fundamental dalam dunia pendidikan, khususnya pendidikan karakter. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji tantangan yang dihadapi dalam implementasi pendidikan karakter di era modern 5.0 serta merumuskan strategi implementasinya dalam perspektif Islam. Menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif, artikel ini menganalisis berbagai sumber primer dan sekunder. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi degradasi moral akibat disorientasi nilai, lemahnya keteladanan digital, dan terkikisnya identitas keislaman di tengah arus informasi global. Strategi implementasi dalam perspektif Islam mencakup penguatan konsep <em>tazkiyat al-nafs</em> (penyucian jiwa), internalisasi nilai-nilai <em>akhlak karimah</em> melalui pembelajaran berbasis proyek digital, optimalisasi peran keluarga sebagai madrasah pertama, serta revitalisasi metode <em>uswah hasanah</em> (keteladanan) di era digital. Integrasi nilai-nilai Islam seperti <em>tauhid</em>, <em>‘adl</em> (keadilan), <em>ihsan</em>, dan <em>ukhwah</em> ke dalam kurikulum pendidikan karakter modern menjadi keniscayaan untuk membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara teknologi tetapi juga kokoh secara spiritual dan moral.</p>2026-06-05T02:18:57+00:00Copyright (c) 2026 Qurrata A’yunhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5548Pendidikan Islam di Tengah Kepungan Algoritma Digital2026-06-29T02:43:36+00:00Moh Rixa Setiawanmohrixasetiawan@gmail.com<p>Adaptasi dapat dicapai melalui peningkatan literasi digital Islami serta etika bermedia. Studi ini menggunakan metodologi kualitatif dan studi pustaka. Data dikumpulkan dari jurnal ilmiah Indonesia yang telah diterbitkan dalam lima tahun terakhir dan berkaitan dengan tema algoritma digital, otoritas keagamaan, literasi digital, dan integrasi teknologi dalam pendidikan Islam. Data dianalisis secara deskriptif analitis untuk menemukan pola tantangan dan respons pendidikan Islam di ruang digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa dengan memasukkan akhlak digital ke dalam kurikulum dan meningkatkan peran guru, pendidikan Islam dapat bertahan. Oleh karena itu, pendidikan Islam tidak hanya perlu menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi, tetapi juga perlu mengembalikan nilai-nilai moral dan kekuatan keilmuan Islam di tengah dominasi algoritma digital.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Moh Rixa Setiawanhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5358Integrasi Pendidikan Umum dan Pendidikan Islam dalam Membentuk Karakter Generasi Muda2026-06-25T07:30:39+00:00Revatus Sofiah sofiahrevatus@gmail.com<p>Artikel ini mengkaji integrasi pendidikan umum dan pendidikan Islam dalam membentuk karakter generasi muda melalui pendekatan studi kepustakaan. Pendidikan umum berperan dalam mengembangkan kemampuan intelektual, sosial, dan keterampilan hidup secara rasional, ilmiah, dan terbuka, sementara pendidikan Islam menekankan internalisasi nilai akhlak, spiritualitas, dan keteladanan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemisahan kedua sistem pendidikan berdampak pada kurang optimalnya pembentukan karakter, terutama di tengah tantangan globalisasi dan era digital. Integrasi keduanya melalui kurikulum terpadu, metode pembelajaran kontekstual, serta pembiasaan nilai religius terbukti mampu membentuk karakter positif seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Dengan demikian, sinergi pendidikan umum dan Islam menjadi strategi penting dalam menghasilkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan adaptif terhadap perubahan zaman.</p>2026-06-05T00:00:00+00:00Copyright (c) https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5359Tiga Pilar Pembaruan Islam: Ijtihad, Rasionalisme, dan Reformasi Pendidikan 2026-06-25T07:30:40+00:00Rezkiyah Amanda rezkiyahlatopada@gmail.com<p>Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemikiran modernisme Islam Muhammad Abduh melalui tiga pilar utama: ijtihad, rasionalisme, dan reformasi pendidikan. Krisis eksistensial yang melanda peradaban Muslim pada abad ke-19, yang ditandai oleh stagnasi intelektual akibat praktik taklid serta dominasi peradaban Barat, menjadi latar belakang munculnya pemikiran transformatif ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka (<em>library research</em>) dengan mengumpulkan data dari berbagai artikel ilmiah dan jurnal terkait. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa ijtihad merupakan instrumen penting untuk membebaskan umat dari kejumudan berpikir dan memungkinkan penafsiran hukum Islam yang relevan dengan perkembangan zaman. Pilar rasionalisme menempatkan akal sebagai nikmat Allah yang harus diselaraskan dengan wahyu, guna menolak pemikiran fatalistik dan mendorong penguasaan ilmu pengetahuan modern. Sebagai langkah konkret, reformasi pendidikan dilakukan untuk menghapus dualisme antara ilmu agama dan sains, mengganti metode hafalan dengan berpikir kritis, serta mengintegrasikan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat modern. Kesimpulannya, pemikiran Muhammad Abduh menegaskan bahwa kebangkitan peradaban Islam bergantung pada keberanian untuk berijtihad, penggunaan nalar secara maksimal, dan rekonstruksi sistem pendidikan yang integratif. Sinergi ketiga pilar ini menjadi kunci utama bagi umat Islam untuk menjawab tantangan modernitas tanpa kehilangan identitas spiritualnya.</p>2026-06-05T02:59:50+00:00Copyright (c) 2026 Rezkiyah Amanda https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5360Manajemen Pendidikan Islam sebagai Instrumen Penguatan Moderasi Beragama di Era Society 5.02026-06-25T07:30:41+00:00Rifaldi SaputraIpangdi2002@gmail.com<p>Era Society 5.0 menghadirkan tantangan baru bagi dunia pendidikan Islam, terutama dalam membangun dan mempertahankan nilai-nilai moderasi beragama di tengah arus digitalisasi yang masif. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran manajemen pendidikan Islam sebagai instrumen strategis dalam penguatan moderasi beragama. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan teknik analisis isi (content analysis) terhadap berbagai sumber jurnal ilmiah, kebijakan pemerintah, dan literatur relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa manajemen pendidikan Islam melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi memiliki kapasitas untuk mengintegrasikan nilai-nilai moderasi secara sistematis. Penguatan moderasi dapat diwujudkan melalui pengembangan kurikulum inklusif, budaya organisasi toleran, kepemimpinan transformatif, literasi digital keagamaan, dan transformasi digital yang bertanggung jawab. Temuan ini menegaskan urgensi pengelolaan lembaga pendidikan Islam secara adaptif untuk mencetak generasi yang moderat dan responsif di era Society 5.0.</p>2026-06-05T04:38:55+00:00Copyright (c) https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5361Keabsahan Pernikahan Anak Luar Nikah dengan Wali Ayah Biologis dalam Perspektif Hukum Islam 2026-06-25T07:30:41+00:00Rina Mega Utari rinamegautari23@gmail.com<p>Pernikahan dalam hukum Islam mensyaratkan adanya wali sebagai salah satu rukun nikah, sehingga persoalan mengenai keabsahan wali menjadi penting, terutama dalam kasus pernikahan anak luar nikah. Anak luar nikah dalam hukum Islam pada umumnya hanya memiliki hubungan nasab dengan ibu dan keluarga ibunya, sehingga menimbulkan persoalan mengenai kedudukan ayah biologis sebagai wali nikah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan nasab anak luar nikah, status ayah biologis dalam perwalian nikah, serta keabsahan pernikahan anak luar nikah yang dinikahkan oleh ayah biologis dalam perspektif hukum Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (<em>library research</em>) dengan pendekatan normatif. Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap Al-Qur’an, hadis, kitab fikih, Kompilasi Hukum Islam, jurnal ilmiah, dan literatur yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ulama berpendapat anak luar nikah tidak memiliki hubungan nasab dengan ayah biologisnya, sehingga ayah biologis tidak memiliki hak sebagai wali nikah. Dalam hukum Islam di Indonesia, ketentuan tersebut diperkuat melalui Kompilasi Hukum Islam yang menetapkan bahwa anak luar nikah hanya memiliki hubungan nasab dengan ibu dan keluarga ibunya. Oleh karena itu, pernikahan anak luar nikah lebih tepat menggunakan wali hakim guna menjaga keabsahan akad nikah sesuai dengan ketentuan hukum Islam.</p>2026-06-05T04:46:36+00:00Copyright (c) https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5362Kepemimpinan Digital Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Efektivitas Pendidikan Islam di Era Society 5.02026-06-25T07:30:42+00:00Risnawati. Arisnawatiansar25@gmail.com<p>Era Society 5.0 menuntut kepala madrasah untuk memiliki kompetensi kepemimpinan digital yang mampu mengintegrasikan teknologi dengan nilai-nilai Islam secara sinergis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep kepemimpinan digital kepala madrasah dan perannya dalam meningkatkan efektivitas pendidikan Islam di era Society 5.0. Metode yang digunakan adalah studi literatur atau kajian pustaka dengan menganalisis berbagai sumber yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan digital kepala madrasah mencakup kompetensi dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, pengambilan keputusan berbasis data, pengembangan budaya digital di lingkungan madrasah, serta kemampuan membangun kolaborasi daring yang efektif. Kepemimpinan digital yang efektif terbukti mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat manajemen kelembagaan, mendorong inovasi pedagogis, dan meningkatkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan madrasah. Kesimpulannya, kepala madrasah yang memiliki kompetensi kepemimpinan digital yang kuat berperan strategis dalam membawa madrasah menuju transformasi pendidikan yang berkualitas dan berkarakter Islami di era Society 5.0. Diperlukan program pengembangan kompetensi digital yang sistematis dan berkelanjutan bagi kepala madrasah agar dapat menjawab tantangan era baru ini.</p>2026-06-05T04:57:10+00:00Copyright (c) https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5363Mutiara Ilmu dalam Integrasi Islam dan Teknologi: Internalisasi Spiritualitas, Moderasi Beragama, dan Kearifan Lokal dalam Pembelajaran Pendidikan Umum di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Palu pada Era Society 5.02026-06-25T07:30:44+00:00Rizky rizkyraay@gmail.com<p>Perkembangan teknologi pada era Society 5.0 membawa perubahan yang sangat signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, terutama dalam dunia pendidikan yang kini semakin terdigitalisasi dan berbasis sistem informasi. Perubahan ini juga berdampak langsung pada pendidikan Islam di madrasah yang dituntut untuk mampu beradaptasi tanpa kehilangan nilai-nilai spiritual dan karakter keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi nilai-nilai Islam dengan teknologi dalam proses pembelajaran di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Palu, khususnya dalam upaya membangun spiritualitas peserta didik, memperkuat moderasi beragama, serta menginternalisasikan nilai kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi antara Islam dan teknologi mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran, memperkuat karakter peserta didik, serta menjaga keberlanjutan nilai-nilai lokal di tengah derasnya arus digitalisasi global. Selain itu, guru memiliki peran strategis dalam mengarahkan pemanfaatan teknologi agar tetap selaras dengan nilai-nilai keislaman dan tujuan pendidikan. Kesimpulan dari artikel ini menegaskan bahwa sinergi antara Islam, teknologi, dan kearifan lokal merupakan fondasi penting dalam membangun sistem pendidikan yang adaptif, humanis, dan berkarakter kuat di era Society 5.0.</p>2026-06-05T05:32:55+00:00Copyright (c) https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5364Integrasi Pendidikan Umum dan Pendidikan Islam dalam Membentuk Karakter Generasi Modern2026-06-25T07:30:45+00:00Rusdiani Salikunnarusdianisalikunna@gmail.comNurdinrusdianisalikunna@gmail.comA. Markarmarusdianisalikunna@gmail.com<p>Pendidikan umum dan pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia. Pendidikan umum berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan berpikir kritis, sedangkan pendidikan Islam menanamkan nilai-nilai spiritual, moral, dan etika dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya integrasi pendidikan umum dan pendidikan Islam dalam menghadapi tantangan zaman modern. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah terkait pendidikan umum dan pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kedua sistem pendidikan dapat menghasilkan peserta didik yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dan tanggung jawab sosial. Dengan demikian, pendidikan umum dan pendidikan Islam perlu berjalan secara seimbang agar tercipta generasi yang berilmu, beriman, dan mampu bersaing di era globalisasi.</p>2026-06-05T05:45:01+00:00Copyright (c) https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5365Pendidikan Umum dan Islam 2026-06-25T07:30:45+00:00Sabriyah Aziz sabriyahaziz7@gmail.comZuhrazuhra@uindatokarama.ac.id<p>Pendidikan umum dan pendidikan Islam, khususnya dalam aspek tujuan pendidikan, kurikulum, metode pembelajaran, serta kontribusinya terhadap pembentukan karakter. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui kajian berbagai literatur yang relevan dan dianalisis secara komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan umum lebih menitikberatkan pada pengembangan akademik, sains, dan teknologi, sedangkan pendidikan Islam mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai spiritual dan moral. Meskipun memiliki perbedaan paradigma, kedua sistem pendidikan memiliki tujuan yang sama, yaitu menciptakan generasi yang unggul, berakhlak mulia, dan mampu berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat. Kesimpulannya, integrasi antara pendidikan umum dan pendidikan Islam menjadi solusi penting dalam mewujudkan sistem pendidikan yang holistik, seimbang antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan etika.</p> <p> </p>2026-06-05T06:00:23+00:00Copyright (c) https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5366Mutiara Ilmu dalam Manajemen Pendidikan Islam: Kajian Pustaka Terhadap Model Pembelajaran Inovatif Moderat di Mtsn 1 Pasangkayu2026-06-25T07:30:46+00:00Sadrisadriassad878@gmail.comA. Markarmaamarkarma@uindatokarama.ac.idMohammad Djamil M.Nur djamilnur@uindatokarama.ac.id<p>Pembelajaran dalam pendidikan Islam menuntut integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai karakter yang mencerminkan konsep <em>mutiara ilmu</em>. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran masih cenderung berorientasi pada aspek kognitif dan kurang mengintegrasikan nilai secara holistik dalam kehidupan peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep mutiara ilmu dalam manajemen pendidikan Islam melalui pendekatan kajian pustaka terhadap model pembelajaran inovatif MODERAT. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka dengan menganalisis berbagai literatur yang relevan terkait integrasi ilmu, manajemen pendidikan Islam, serta model pembelajaran inovatif. Pendekatan ini dilakukan untuk memperoleh pemahaman konseptual yang komprehensif mengenai keterkaitan antara konsep mutiara ilmu dan praktik pembelajaran yang efektif dalam konteks pendidikan Islam yang berorientasi pada pembentukan karakter dan nilai.</p> <p>Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep mutiara ilmu dapat menjadi landasan filosofis dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai karakter melalui manajemen pembelajaran yang sistematis dan terarah. Model pembelajaran MODERAT yang terdiri dari tahapan memotivasi, orientasi, diskusi, elaborasi, rangkaian presentasi, aksi implementasi, dan tindak lanjut terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan aktif siswa, serta internalisasi nilai dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan model ini di MTsN 1 Pasangkayu menunjukkan bahwa pembelajaran yang mengintegrasikan ilmu dan nilai mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif, bermakna, dan berkelanjutan. Dengan demikian, integrasi mutiara ilmu dalam manajemen pendidikan Islam melalui model MODERAT menjadi solusi inovatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik secara optimal.</p>2026-06-05T06:11:16+00:00Copyright (c) https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5367Dualisme Pembinaan, Fragmentasi Kebijakan, dan Harapan Profesionalisme: Guru PAI Donggala di Antara Kemenag dan Dinas Pendidikan2026-06-25T07:30:47+00:00Safrudinsafrudindolago@gmail.com<p>Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kabupaten Donggala menghadapi fenomena dualisme dalam pembinaan profesionalisme yang bersumber dari dua institusi berbeda: Kementerian Agama (Kemenag) dan Pemerintah Kabupaten Donggala melalui Dinas Pendidikan. Dualisme ini menciptakan fragmentasi kebijakan, ketidakselarasan program pelatihan, dan tumpang tindih kewenangan yang pada akhirnya berdampak pada optimalisasi peningkatan kompetensi guru PAI. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pola dan dinamika dualisme pembinaan guru PAI di Donggala, mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan fragmentasi kebijakan, serta merumuskan model koordinasi ideal untuk meningkatkan profesionalisme guru PAI secara sinergis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur dan kajian kebijakan. Pengumpulan data dilakukan melalui telaah dokumen regulasi, kajian pustaka, serta analisis kebijakan pendidikan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa dualisme pembinaan terjadi akibat lemahnya sinkronisasi antara regulasi pusat dan daerah, minimnya forum koordinasi lintas instansi, serta perbedaan orientasi program antara kedua lembaga tersebut. Kemenag lebih berfokus pada aspek keagamaan dan ideologi pendidikan Islam, sementara Dinas Pendidikan menekankan aspek pedagogis dan administrasi umum. Kondisi ini mengakibatkan guru PAI mengalami beban ganda dalam pembinaan yang tidak selalu saling melengkapi. Diperlukan model pembinaan terintegrasi melalui forum koordinasi resmi, penyusunan program bersama, serta penguatan kelembagaan Kelompok Kerja Guru PAI (KKG PAI) sebagai wadah pembinaan berbasis kebutuhan guru di lapangan.</p>2026-06-05T06:20:04+00:00Copyright (c) https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5368Integrasi Teknologi Informasi dalam Pembelajaran PAI Kajian Konseptual dan Implementatif2026-06-25T07:30:49+00:00Rahmat Hidayatrahmathidayatnapu151@gmail.comMohammad Djamil M. Nurdjamilnur@uindatokarama.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model desain pembelajaran berbasis Kecerdasan Buatan (AI) untuk Pendidikan Agama Islam. Kemajuan pesat teknologi AI memberikan peluang signifikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui personalisasi, analitik pembelajaran, dan sumber daya pembelajaran digital adaptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan pustaka. Berbagai sumber akademis terkait teknologi pendidikan, desain pembelajaran, dan implementasi AI dianalisis secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi AI ke dalam desain pembelajaran pendidikan Islam dapat diimplementasikan melalui beberapa tahapan termasuk analisis kebutuhan pembelajaran berbasis data, desain pembelajaran adaptif, sistem bimbingan cerdas, sumber daya pembelajaran berbasis AI, dan analitik pembelajaran untuk evaluasi. Model yang diusulkan menekankan bahwa teknologi AI harus mendukung, bukan menggantikan, guru. Implementasi model ini dapat meningkatkan keterlibatan siswa, memperluas akses ke sumber daya pembelajaran Islam, dan meningkatkan kualitas penilaian pembelajaran. Namun, beberapa tantangan masih ada, seperti kesiapan infrastruktur, literasi digital guru, dan masalah etika terkait penggunaan teknologi. Oleh karena itu, dukungan kebijakan pendidikan, program pelatihan guru, dan pengembangan kurikulum adaptif diperlukan untuk keberhasilan implementasi</p>2026-06-05T06:30:05+00:00Copyright (c) https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5369Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Integrasi Kearifan Lokal dalam Pembelajaran Pendidikan Agama islam di SMP Negeri 3 Tarakan2026-06-25T07:30:49+00:00Nurainiaini170891@gmail.comA. Markarmaamarkarma@uindatokarama.ac.idJihanaini170891@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi penguatan pendidikan karakter melalui integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran Pendidikan Agama di SMP Negeri 3 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, wali kelas, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal dilakukan melalui perencanaan pembelajaran, proses pembelajaran, dan budaya sekolah. Nilai-nilai lokal masyarakat Tarakan, seperti gotong royong, toleransi, sopan santun, dan religiusitas, diintegrasikan ke dalam materi akhlak, kegiatan pembiasaan, dan aktivitas sosial di sekolah. Implementasi tersebut memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan karakter religius, disiplin, tanggung jawab, toleransi, dan kepedulian sosial pada peserta didik. Faktor pendukung implementasi meliputi dukungan kepala sekolah, lingkungan masyarakat yang religius dan multikultural, serta budaya sekolah yang kondusif. Adapun faktor penghambat meliputi pengaruh budaya digital, keterbatasan bahan ajar berbasis lokal, dan rendahnya pemahaman sebagian peserta didik terhadap nilai budaya lokal. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran Pendidikan Agama menjadi strategi efektif dalam memperkuat pendidikan karakter di sekolah.</p>2026-06-05T06:39:00+00:00Copyright (c) https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5370Pendidikan Umum Dan Islam Di Pesantren Baabul Khair Poso: Integrasi Kurikulum Dan Implikasinya Terhadap Pembentukan Karakter Santri2026-06-25T07:30:50+00:00Nur Anisanuranisapawelangi93@gmail.comNurdinnuranisapawelangi93@gmail.comAdawiyah Pettalonginuranisapawelangi93@gmail.comAndi Anirahnuranisapawelangi93@gmail.com<p>Penelitian ini mengkaji integrasi pendidikan umum dan pendidikan Islam di Pesantren Baabul Khair Poso, Sulawesi Tengah. Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia menghadapi tantangan dalam memadukan dua sistem pendidikan yang berbeda, yakni pendidikan umum berbasis kurikulum nasional dan pendidikan Islam berbasis hafalan Al-Qur’an. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan pola integrasi kurikulum, menganalisis implementasinya dalam proses pembelajaran, serta mengevaluasi implikasinya terhadap pembentukan karakter santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Informan penelitian terdiri atas pimpinan pesantren, ustaz/ustazah, guru mata pelajaran umum, dan santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pesantren Baabul Khair Poso menerapkan model integrasi dikotomis-integratif dengan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai fondasi seluruh mata pelajaran umum. Kurikulum pesantren memadukan Kurikulum Merdeka ,Kurikulum Kemenag, serta kurikulum kepesantrenan yang mencakup Pelajaran Umum, tahfidz Al-Qur'an, dan bahasa Arab. Implikasi integrasi ini terbukti berkontribusi positif terhadap pembentukan karakter santri yang berakhlak mulia, berprestasi akademik, dan siap menghadapi tantangan global.</p>2026-06-05T06:48:08+00:00Copyright (c) https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5371Dari Transfer Pengetahuan ke Transformasi Makna: Integrasi Ilmu melalui Pendekatan Deep Learning Pedagogis dalam ekosistem Pembelajaran di Pondok Modern Al Istiqamah Ngatabaru2026-06-25T07:30:51+00:00Sa'adtabasaad0@gmail.com<p>Pendekatan deep learning dalam konteks pendidikan merupakan model pembelajaran yang menekankan terciptanya pemahaman yang mendalam, serta pembelajaran yang membentuk karakter peserta didik secara utuh. Pencapaian ini tidak hanya berfokus pada akademik semata tetapi juga pada pengembangan kapasitas intelektual, emosional, sosial, dan spiritual siswa sebagai bagian dari proses pendidikan yang holistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur dan analisis konseptual. Data diperoleh melalui kajian berbagai sumber ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis secara mendalam untuk memahami implementasi budaya belajar di pondok sebagai sistem pendidikan yang inovatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya belajar di Pondok Modern Al-Istiqamah Ngatabaru menunjukkan bahwa budaya Pondok Modern Al-Istiqamah Ngatabaru berperan sebagai ekosistem pembelajaran inovatif yang secara substantif menerapkan prinsip-prinsip deep learning melalui integrasi kurikulum formal dan non-formal, pembentukan lingkungan belajar yang menyeluruh (total learning environment), pembiasaan nilai-nilai displin, serta pembinaan karakter yang berkesinambungan. Model inovasi kurikulum tersebut terbukti memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas prestasi siswa, baik dalam bidang akademik, pengembangan keterampilan kepemimpinan, kemampuan sosial, maupun pembentukan karakter religius. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pngembangan kajian sains pendidikan terapan dengan menawarkan model inovasi kurikulum yang berbasis budaya lokal dan relevan untuk diterapkan dalam menghadapi tantangan pendidikan di era Society 5.0. Dengan demikian, integrasi antara pendekatan deep learning pedagogis dan budaya pendidikan pondok modern dapat menjadi alternatif strategis dalam menciptakan sistem pendidikan yang adaptif, humanis, dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik secara komprehensif.</p>2026-06-05T06:56:54+00:00Copyright (c) https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5373Kepemimpinan Visioner Kepala Madrasah dalam Membangun Budaya Religius di Sekolah2026-06-25T07:30:52+00:00Sabrinasabrinabaji77@gmail.com<p>Kepemimpinan visioner kepala madrasah merupakan salah satu faktor determinan dalam pembentukan dan penguatan budaya religius di lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi karakteristik kepemimpinan visioner kepala madrasah; (2) menganalisis strategi kepemimpinan visioner dalam membangun budaya religius; dan (3) mengkaji faktor pendukung dan penghambat dalam pembangunan budaya religius di madrasah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka (library research). Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi terhadap buku, jurnal ilmiah, tesis, disertasi, prosiding, dan sumber daring yang terbit pada 2021-2026. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitik dengan triangulasi sumber. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepala madrasah yang visioner dicirikan oleh kemampuan merumuskan visi Islami yang inspiratif, menjadi teladan (uswah hasanah), memberdayakan guru sebagai agen budaya religius, mengelola lingkungan fisik bernuansa Islami, serta merancang program keagamaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Budaya religius yang terbentuk berdampak positif terhadap karakter, akhlak, dan prestasi akademik peserta didik. Simpulan menegaskan bahwa kepemimpinan visioner kepala madrasah merupakan motor penggerak utama dalam membangun budaya religius yang autentik dan berkelanjutan, dan memerlukan dukungan sinergis dari seluruh pemangku kepentingan madrasah.</p>2026-06-05T07:08:29+00:00Copyright (c) https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5377Perspektif Hukum Islam: Sebab dan Solusi2026-06-25T07:30:53+00:00Kasmira KasmiraKasmiraaj@icloud.com<p>Perceraian merupakan salah satu persoalan rumah tangga yang terus mengalami peningkatan dalam kehidupan masyarakat modern. Dalam perspektif hukum Islam, perceraian diperbolehkan sebagai jalan terakhir apabila hubungan suami istri sudah tidak dapat dipertahankan dan menimbulkan kemudaratan bagi kedua belah pihak. Namun demikian, Islam sangat menekankan pentingnya menjaga keutuhan rumah tangga melalui berbagai upaya perdamaian dan penyelesaian konflik secara baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab perceraian serta solusi penyelesaiannya dalam perspektif hukum Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan normatif-filosofis. Sumber data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, artikel dan berbagai literatur yang berkaitan dengan perceraian dan hukum Islam. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan mengkaji konsep perceraian, faktor penyebab terjadinya perceraian, serta solusi penyelesaiannya berdasarkan prinsip-prinsip hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama penyebab perceraian meliputi masalah ekonomi, kurangnya komunikasi, perselingkuhan, kekerasan dalam rumah tangga, serta pengaruh media sosial dalam kehidupan keluarga. Perspektif hukum Islam memandang bahwa perceraian harus dihindari apabila masih terdapat kemungkinan perdamaian dan perbaikan hubungan antara suami dan istri. Oleh karena itu, Islam menawarkan berbagai solusi seperti musyawarah, mediasi keluarga, peningkatan pemahaman agama, serta penguatan komunikasi dalam rumah tangga sebagai upaya menjaga keharmonisan keluarga. Dengan demikian, penyelesaian konflik rumah tangga dalam perspektif hukum Islam tidak hanya berorientasi pada pemutusan hubungan pernikahan, tetapi juga pada terciptanya kemaslahatan, keadilan, dan kesejahteraan keluarga.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Kasmira Kasmirahttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5378(Antara Ilmu Dan Nilai :Tantangan Integrasi Spiritualitas Dan Moderasi Dalam Kehidupan Mahasiswa Moderen)2026-06-25T07:30:54+00:00Dirsan I. Totou dirsanitotou0@gmail.com<p>Kajian ini mengeksplorasi problematika penyelarasan antara sains, nilai religius, dan sikap moderat di kalangan mahasiswa era kontemporer. Akselerasi teknologi yang masih telah mendisrupsikan pola pikir mahasiswa, namun sering kali mengesampingkan fondasi spiritualitas dan karakter yang inklusif. Dampaknya, muncul fenomena krisis etika dan radikalisme pemikiran yang mengancam jati diri bangsa. Menggunakan metode deskriptif-analitis melalui penelaahan literatur, penelitian ini menyimpulkan bahwa penggabungan aspek intelektualitas dengan moralitas merupakan urgensi pendidikan tinggi. Mahasiswa diharapkan tidak hanya unggul secara kognitif, tetapi juga memiliki kedalaman iman dan kearifan dalam menyikapi perbedaan demi terciptanya tatanan sosial yang harmonis.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Dirsan I. Totou https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5379Konsep Pendidikan Akhlak Imam Al-Ghazali dan Relevansinya pada Generasi Digital2026-06-25T07:30:55+00:00Fatur Rahmanfr0835913@gmail.comNurdin NurdinNurdin@gmail.comAdawiyah Adawiyahadawiyah69@gmail.com<p>Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar terhadap pola kehidupan generasi muda, termasuk dalam aspek moral dan perilaku sosial. Kemajuan media digital tidak hanya memberikan dampak positif berupa kemudahan akses informasi, tetapi juga menghadirkan tantangan serius seperti degradasi moral, cyberbullying, individualisme, hingga krisis etika bermedia sosial. Dalam kondisi tersebut, konsep pendidikan akhlak yang dikembangkan oleh Imam Al-Ghazali menjadi relevan untuk dikaji kembali sebagai landasan pembentukan karakter generasi digital. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep pendidikan akhlak Imam Al-Ghazali serta relevansinya terhadap kehidupan generasi digital melalui pendekatan studi kepustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan akhlak menurut Imam Al-Ghazali menekankan pada penyucian jiwa (tazkiyatun nafs), pembiasaan perilaku baik, pengendalian hawa nafsu, serta keteladanan guru. Nilai-nilai tersebut sangat relevan dalam menghadapi tantangan moral di era digital karena mampu membentuk generasi yang bijak dalam menggunakan teknologi, memiliki etika digital, serta menjaga keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Fatur Rahmanhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5388PERAN PESANTREN SEBAGAI PUSAT PENDIDIKAN HUMANITARIAN DALAM SITUASI KONFLIK DAN BENCANA2026-06-25T07:30:55+00:00Fauzia Fauziaismyfauzia@gmail.com<p>Pesantren memiliki peran penting sebagai pusat pendidikan humanitarian yang tidak hanya membentuk karakter religius santri, tetapi juga menanamkan nilai empati, solidaritas, toleransi, dan tanggung jawab sosial. Artikel ini membahas kontribusi pesantren dalam menghadapi dua persoalan penting, yaitu situasi konflik dan bencana. Dalam konteks konflik, pesantren berperan menanamkan moderasi beragama, membangun sikap wasathiyyah, serta mengelola perbedaan melalui musyawarah dan penguatan ukhuwah untuk mencegah radikalisme dan intoleransi. Sementara itu, dalam konteks bencana, pesantren berfungsi sebagai pusat edukasi mitigasi bencana, pemberdayaan masyarakat, relawan kemanusiaan, serta pendampingan spiritual bagi korban. Melalui integrasi nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan, pesantren terbukti mampu menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya menghasilkan santri berilmu, tetapi juga individu yang siap berkontribusi dalam menjaga ketahanan sosial masyarakat.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Fauzia Fauziahttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5389Rekonstruksi Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Era Digitalisasi Pendidikan Tinggi2026-06-25T07:30:56+00:00Indriani Indrianiindrianii2913@gmail.comAmir Basari ZankiAmirBasariZanki@gmail.comMohammad Djamil M. NurMohammadDjamil@gmail.com<p>Perkembangan teknologi digital telah mengubah paradigma pendidikan tinggi sehingga menuntut kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan generasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model rekonstruksi kurikulum PAI yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, literasi digital, serta strategi pembelajaran dan evaluasi berbasis teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan <em>library research</em> dengan menganalisis berbagai literatur akademik berupa artikel jurnal ilmiah yang relevan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum PAI masih didominasi pendekatan normatif-tradisional dan belum responsif terhadap tuntutan literasi digital. Oleh karena itu, diperlukan rekonstruksi kurikulum yang komprehensif. Penelitian ini menghasilkan model kurikulum PAI yang memadukan tiga pilar utama, yaitu integrasi literasi digital dan nilai keislaman, strategi pembelajaran digital interaktif, serta evaluasi berbasis digital. Model ini mampu mendorong pemahaman keislaman yang aplikatif sekaligus mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kompetensi digital mahasiswa. Kesimpulannya, rekonstruksi kurikulum PAI berbasis integrasi nilai keislaman dan literasi digital merupakan langkah strategis untuk meningkatkan relevansi pendidikan agama Islam di perguruan tinggi serta membentuk mahasiswa yang religius, adaptif, dan kompeten di era digital.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Indriani Indrianihttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5414Disorientasi Pemahaman Keagamaan Siswa di Era Digital: Analisis Fenomena Information Overload dan Relevansinya terhadap Pembelajaran PAI2026-06-25T07:30:58+00:00Ferdiansyah Ferdiansyahferdyansyahkansas99@gmail.com<p>Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam akses informasi, termasuk informasi keagamaan yang dapat diperoleh secara cepat dan tanpa batas. Kondisi ini memunculkan fenomena <em>information overload</em>, yaitu kelebihan informasi yang melampaui kapasitas kognitif individu dalam memprosesnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena <em>information overload</em> dan dampaknya terhadap disorientasi pemahaman keagamaan siswa serta relevansinya terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (<em>library research</em>) melalui analisis terhadap literatur yang relevan seperti jurnal ilmiah, buku, dan hasil penelitian sebelumnya. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (<em>content analysis</em>). Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>information overload</em> pada siswa dipicu oleh tingginya paparan media digital dan beragamnya sumber informasi keagamaan yang tidak selalu valid. Kondisi ini berdampak pada munculnya disorientasi pemahaman keagamaan, yang ditandai dengan kebingungan dalam menentukan kebenaran informasi, pemahaman yang parsial, serta kecenderungan menerima informasi tanpa proses verifikasi. Selain itu, pembelajaran PAI menghadapi tantangan dalam menjaga relevansi di tengah derasnya arus informasi digital, sehingga diperlukan penguatan literasi digital keagamaan dan kemampuan berpikir kritis siswa. Dengan demikian, PAI perlu direkonstruksi tidak hanya sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai filter informasi keagamaan di era digital.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ferdiansyah Ferdiansyahhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5415Pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis Eco-Islam untuk Meningkatkan Kesadaran Lingkungan dan Kesehatan Mental Siswa di SMPN 1 Palu2026-06-25T07:30:58+00:00Dwi Pratiwi Lestaridwipratiwilestari@gmail.com<p>Penelitian ini membahas tentang implementasi Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis <em>Eco-Islam</em> untuk Meningkatkan Kesadaran Lingkungan dan Kesehatan Mental Siswa di SMPN 1 Palu. Melalui pendekatan <em>Eco-Islam</em>, pembelajaran PAI diarahkan untuk membentuk kesadaran ekologi siswa, perilaku ekologis dan spiritual serta tanggung jawab sosial dan moral. Penelitain ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang dimaksudkan untuk memahami fenomena dalam menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertutlis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Sumber data primer adalah guru PAI Kelas VII. Sedangkan sumber data sekunder merupakan data yang yang diperoleh dari dokumen-dokumen tertulis dalam mendukung penelitian ini. Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi, yang selanjutnya dianalisis melalui Langkah-langkah yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil temuan dari penelitian ini, yaitu: model pembelajaran yang diterapkan mencakup penguatan materi PAI dengan nilai-nilai ekologis, penggunaan metode kontekstual seperti pembelajaran berbasis proyek, serta aksi bersama dalam kegiatan praktis yang berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dalam program sekolah berbudaya lingkungan (Adiwiyata). Pendekatan ini diperkuat melalui aktivitas keagamaan rutin seperti dzikir dan refleksi, serta program mindfulness Islami yang mendukung kesehatan mental dan spiritual siswa. Implementasi pembelajaran ini juga selaras dengan nilai-nilai multikultural melalui kegiatan THRIVE yang membina toleransi dan harmoni sosial. Hasilnya menunjukkan bahwa integrasi nilai spiritual, ekologis, dan sosial dalam pembelajaran PAI berkontribusi terhadap terbentuknya karakter siswa yang religius, peduli lingkungan, dan berjiwa sosial.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Dwi Pratiwi Lestarihttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5416Epistemologi Pendidikan Integratif di Pondok Pesantren Manhalul Ulum Praya: Relasi antara Tradisi Keislaman dan Pendidikan Umum Kontemporer2026-06-25T07:30:59+00:00Hamdan HamdanHamdankaysa86@gmail.com<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya paradigma pendidikan integratif di pondok pesantren sebagai respons terhadap dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum dalam pendidikan Islam kontemporer. Pondok Pesantren Manhalul Ulum Praya menjadi salah satu lembaga yang mengembangkan integrasi antara tradisi keislaman dan pendidikan umum modern dalam sistem pendidikannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis epistemologi pendidikan integratif serta menjelaskan relasi antara tradisi keislaman dan pendidikan umum kontemporer di Pondok Pesantren Manhalul Ulum Praya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi pendidikan integratif di pesantren dibangun melalui penggabungan sumber pengetahuan berupa wahyu, akal, dan pengalaman empiris dalam proses pendidikan. Integrasi tersebut diwujudkan melalui perpaduan kurikulum keislaman tradisional dengan pendidikan formal modern, sehingga membentuk sistem pendidikan yang holistik. Relasi antara tradisi keislaman dan pendidikan umum bersifat dialogis dan saling melengkapi dalam membentuk karakter religius, intelektual, dan adaptif pada santri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan integratif di Pondok Pesantren Manhalul Ulum Praya menjadi model pendidikan Islam yang relevan dalam menjawab tantangan modernitas tanpa menghilangkan identitas dan nilai-nilai keislaman.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Hamdan Hamdanhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5417Ekonomi Umum dan Ekonomi Islam: Analisis Distribusi Kekayaan dan Peran Zakat, infak, sedekah dan wakaf sebagai Kontrol terhadap Ketimpangan Ekonomi Modern2026-06-25T07:31:00+00:00Ediyatno Lompong Ediyatnolompong2609@gmail.com<p>Ekonomi sebagai disiplin ilmu terus berkembang seiring dinamika kehidupan manusia, baik dalam kajian teori maupun praktik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan paradigma antara ekonomi umum dan ekonomi Islam, khususnya dalam aspek distribusi kekayaan dan peran zakat sebagai instrumen kontrol terhadap ketimpangan ekonomi modern. dengan merangkum berbagai hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Pembahasan difokuskan pada aspek filosofis, prinsip dasar, mekanisme sistem, serta dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekonomi modern yang berorientasi pada pertumbuhan dan akumulasi modal cenderung melahirkan ketimpangan sosial, konsentrasi kekayaan, dan krisis moral ekonomi. Sementara itu, ekonomi Islam menawarkan sistem distribusi kekayaan yang lebih berkeadilan melalui instrumen zakat, infak, sedekah, dan wakaf yang tidak hanya berfungsi sebagai ibadah spiritual, tetapi juga sebagai mekanisme redistribusi ekonomi dan penguatan solidaritas sosial.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ediyatno Lompong https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5418Mutiara Keilmuan dalam Perspektif Pedagogik Berbasis Kurikulum Cinta (KBC)2026-06-25T07:31:01+00:00Gusnarib Wahabgusnarib@iainpalu.ac.idFatimah Sagunifatimah@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan mengkaji secara konseptual mutiara keilmuan dalam perspektif pedagogik berbasis Kurikulum Cinta (KBC) sebagai paradigma baru pendidikan Islam di Indonesia. Kurikulum ini hadir sebagai respons terhadap krisis moral, degradasi nilai kemanusiaan, dan dominasi pendekatan kognitif dalam pendidikan. Pendekatan yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis jurnal dan buku karya penulis Indonesia lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa KBC menekankan integrasi dimensi spiritual, afektif, dan sosial melalui nilai cinta kepada Tuhan, manusia, lingkungan, dan bangsa. Dalam perspektif pedagogik, mutiara keilmuan tidak hanya dipahami sebagai transfer pengetahuan, tetapi sebagai proses transformasi nilai yang menumbuhkan empati, karakter, dan kesadaran spiritual peserta didik. Implementasi KBC menuntut perubahan paradigma guru sebagai teladan nilai serta penguatan budaya sekolah berbasis kasih sayang. Dengan demikian, KBC berpotensi menjadi solusi dalam membangun pendidikan yang humanis, inklusif, dan berkarakter di Indonesia.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Gusnarib Wahab, Fatimah Sagunihttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5419Model Integrasi Ilmu Berbasis Kearifan Lokal dalam Manajemen Pendidikan Islam: Strategi Penguatan Moderasi Beragama di Era Society 5.02026-06-25T07:31:02+00:00Edy Wawan Santosoedybuana86@gmail.com<p>Era Society 5.0 menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi manajemen pendidikan Islam untuk merumuskan model integrasi ilmu yang berpijak pada kearifan lokal sebagai strategi penguatan moderasi beragama. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis konsep integrasi ilmu berbasis kearifan lokal dalam perspektif manajemen pendidikan Islam; (2) mengidentifikasi relevansi kearifan lokal sebagai basis penguatan moderasi beragama; (3) merumuskan model integrasi ilmu yang aplikatif di era Society 5.0; dan (4) menganalisis strategi implementasinya dalam lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa model integrasi ilmu berbasis kearifan lokal menawarkan pendekatan holistik yang memadukan nilai-nilai universal Islam dengan kearifan budaya setempat, seperti sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge dalam tradisi Bugis-Makassar, serta tradisi lokal lainnya yang sejalan dengan prinsip wasathiyyah (moderasi Islam). Model ini terbukti efektif dalam membangun karakter peserta didik yang toleran, inklusif, dan berjiwa kebangsaan tanpa mengorbankan identitas keislaman. Penelitian menyimpulkan bahwa manajemen pendidikan Islam yang mengintegrasikan kearifan lokal secara sistematis mampu menjadi instrumen strategis dalam penguatan moderasi beragama di tengah tantangan polarisasi sosial dan disinformasi di era digital.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Edy Wawan Santosohttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5421TRANSFORMASI DIGITAL: BUDAYA BARU E-DAKWAH ATAU LATAH BERMEDIA SOSIAL2026-06-25T07:31:03+00:00Fahrullah Fahrullaharul0797@gmail.com<p>Perkembangan teknologi dalam era Society 5.0 telah mendorong perubahan signifikan di berbagai bidang kehidupan, termasuk dalam aktivitas dakwah Islam. Globalisasi dan era disrupsi yang ditandai dengan kemajuan komunikasi digital menuntut adanya transformasi metode dakwah yang lebih adaptif, efektif, dan inovatif. Media sosial menjadi salah satu sarana strategis dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada masyarakat luas secara cepat dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan media sosial sebagai media dakwah Islam, meliputi definisi, karakteristik, serta bentuk-bentuk e-dakwah, serta menelaah pandangan Al-Qur’an terhadap praktik dakwah di era digital. Selain itu, penelitian ini juga merumuskan strategi optimal dalam memaksimalkan penggunaan media sosial sebagai sarana penyebaran nilai-nilai keislaman yang relevan dan inspiratif. Hasil kajian diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam pengembangan dakwah digital yang efektif di tengah masyarakat modern.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Fahrullah Fahrullahhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5424Peran Teknologi dalam Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam2026-06-25T07:31:03+00:00Fakhirah Fakhirahfakhirahrdm02@gmail.com<p>Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di era Society 5.0 membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran teknologi dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran PAI di lembaga pendidikan formal. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui analisis terhadap berbagai sumber literatur relevan yang diterbitkan antara tahun 2021 hingga 2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi teknologi seperti platform e-learning, media video interaktif, aplikasi berbasis gamifikasi, dan kecerdasan buatan (AI) mampu meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman peserta didik dalam pembelajaran PAI. Selain itu, pemanfaatan teknologi memungkinkan personalisasi pembelajaran, akses materi yang lebih luas, dan evaluasi yang lebih efisien. Namun demikian, tantangan seperti kesenjangan digital, kesiapan guru, dan kekhawatiran akan degradasi nilai spiritual tetap perlu mendapat perhatian serius. Penelitian ini menyimpulkan bahwa teknologi, bila diintegrasikan secara bijak dan tetap berlandaskan nilai-nilai Islami, dapat menjadi instrumen yang sangat efektif dalam transformasi pembelajaran PAI menuju pendidikan yang lebih berkualitas dan relevan di era modern.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Fakhirah Fakhirahhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5425Peran Islamic Parenting dalam Menghadapi Tantangan Artificial Intelligence terhadap Perkembangan Anak dalam Perspektif Pendidikan Islam di Era Society 5.02026-06-25T07:31:04+00:00Fani Fatihafanyfatihakarim@gmail.com<p>Perkembangan Artificial Intelligence (AI) di era Society 5.0 memberikan dampak besar terhadap pola belajar, perilaku, dan perkembangan karakter anak. Penggunaan teknologi digital yang tidak terkontrol berpotensi menimbulkan ketergantungan digital, menurunnya interaksi sosial, serta lemahnya kemampuan berpikir kritis dan moral anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Islamic parenting dalam menghadapi tantangan Artificial Intelligence terhadap perkembangan anak dalam perspektif pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (<em>library research</em>) melalui analisis jurnal ilmiah, buku, dokumen resmi, serta sumber primer berupa Al-Qur’an dan hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islamic parenting memiliki peran penting sebagai pendekatan preventif dan edukatif dalam menghadapi dampak perkembangan AI pada anak. Implementasi Islamic parenting dilakukan melalui pengawasan digital (<em>digital supervision</em>), penanaman adab digital, penguatan spiritual dan karakter, serta pembiasaan berpikir kritis Islami. Pendekatan tersebut membantu anak menggunakan teknologi secara bijak, bertanggung jawab, dan tetap berlandaskan nilai moral serta spiritual. Kesimpulannya, Islamic parenting menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa kehilangan identitas moral, spiritual, dan kemanusiaan di era Society 5.0.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Fani Fatihahttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5426Analisis Supervisi Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Disiplin Guru Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam2026-06-25T07:31:05+00:00Hasniar Hasniarhasniar.73@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan supervisi kepala madrasah dalam meningkatkan disiplin guru pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi kepala madrasah telah dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Namun, pelaksanaannya belum sepenuhnya optimal, terutama pada aspek tindak lanjut. Tingkat disiplin guru tergolong cukup baik, tetapi masih belum konsisten, terutama dalam kesiapan pembelajaran dan ketepatan waktu. Upaya kepala madrasah dalam meningkatkan disiplin guru dilakukan melalui supervisi akademik, pembinaan berkelanjutan, serta pendekatan humanis dan motivasional. Supervisi yang efektif terbukti mampu meningkatkan kesadaran profesional guru. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kualitas supervisi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan agar disiplin guru dapat berkembang secara optimal.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Hasniar Hasniarhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5427Implementasi Kebijakan Integrasi Ilmu Dan Moderasi Beragama Dalam Tata Kelola Perguruan Tinggi Islam Di Era Society 5.0 Pada Uin Datokarama Palu2026-06-25T07:31:05+00:00Sjakir LobudSjakirLobud@gmail.com<p>Transformasi perguruan tinggi Islam di era Society 5.0 menuntut integrasi antara ilmu pengetahuan, nilai spiritualitas, dan moderasi beragama dalam sistem tata kelola kelembagaan. Artikel ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan integrasi ilmu dan moderasi beragama dalam tata kelola perguruan tinggi Islam, dengan studi pada UIN Datokarama Palu. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis kebijakan dan perspektif administrasi publik. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan integrasi ilmu dan moderasi beragama tidak hanya bergantung pada regulasi formal, tetapi juga pada kepemimpinan, budaya organisasi, serta mekanisme koordinasi lintas unit. Tantangan utama meliputi fragmentasi kebijakan, resistensi kultural, dan keterbatasan kapasitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, diperlukan model tata kelola integratif berbasis nilai (value-based governance) yang mengintegrasikan aspek akademik, spiritual, dan sosial secara sistemik.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Sjakir Lobudhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5428Mutiara Ilmu: Integrasi Spiritualitas, Moderasi Beragama, Dan Kearifan Lokal Dalam Kehidupan Masyarakat2026-06-25T07:31:06+00:00Dewi Noviantidewinovianti1981@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi spiritualitas, moderasi beragama, dan kearifan lokal dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, toleran, dan berkeadaban. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui studi dokumentasi dari berbagai sumber ilmiah berupa buku, jurnal, artikel, dan dokumen akademik yang relevan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menelaah konsep-konsep spiritualitas, moderasi beragama, dan kearifan lokal dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas memiliki peran penting sebagai landasan moral dalam membentuk karakter masyarakat yang jujur, peduli, bertanggung jawab, dan memiliki kesadaran sosial. Moderasi beragama berfungsi sebagai pendekatan yang menanamkan sikap tengah, toleransi, dan penghormatan terhadap keberagaman sehingga mampu mencegah konflik sosial, radikalisme, dan sikap ekstrem dalam kehidupan beragama. Sementara itu, kearifan lokal menjadi perekat sosial yang memperkuat solidaritas, gotong royong, musyawarah, dan keharmonisan masyarakat di tengah keberagaman budaya dan agama. Integrasi ketiga nilai tersebut terbukti mampu menciptakan kehidupan sosial yang damai dan berkelanjutan. Selain itu, perpaduan antara nilai spiritual, moderasi beragama, dan budaya lokal juga menjadi solusi dalam menghadapi tantangan globalisasi yang dapat menyebabkan pergeseran nilai moral dan budaya masyarakat. Oleh karena itu, penguatan spiritualitas, moderasi beragama, dan pelestarian kearifan lokal perlu terus dikembangkan sebagai “mutiara ilmu” dalam membangun masyarakat Indonesia yang harmonis, toleran, dan beradab.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Dewi Noviantihttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5429Perencanaan Kurikulum Pendidikan Islam2026-06-25T07:31:07+00:00Fachri Fachrifhrityb16@gmail.com<p>Perencanaan kurikulum merupakan aspek fundamental dalam penyelenggaraan pendidikan Islam. Kurikulum tidak hanya berfungsi sebagai alat transfer ilmu 3, tetapi juga sebagai sarana pembentukan akhlak dan karakter peserta didik sesuai dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep perencanaan kurikulum pendidikan Islam, karakteristik, serta prinsip dan fungsinya. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka (library research) dengan menganalisis berbagai sumber referensi yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum pendidikan Islam mencakup empat komponen inti yaitu tujuan, isi, metode, dan evaluasi, yang kesemuanya harus berlandaskan pada Al-Qur’an dan Hadis. Karakteristik kurikulum pendidikan Islam meliputi kesesuaian dengan fitrah manusia, universalitas, keseimbangan, dan realisme. Prinsip-prinsip kurikulum pendidikan Islam menekankan keterkaitan dengan ajaran agama, kemenyeluruhan, serta penyesuaian dengan kebutuhan individu dan masyarakat. Fungsi kurikulum tidak hanya sebagai pedoman pembelajaran, tetapi juga sebagai alat untuk mengembangkan potensi peserta didik secara holistik.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Fachri Fachrihttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5430Spiritualiasi Digital dan Krisis Makna Ilmu pada Generasi Scrool Culture2026-06-25T07:31:08+00:00Hariya Hariyahariyaiyya@gmail.com<p>Perkembangan teknologi digital telah melahirkan budaya baru dalam kehidupan generasi muda yang dikenal dengan istilah <em>scroll culture</em>. Budaya ini ditandai dengan kebiasaan mengakses informasi secara cepat, singkat, dan berulang melalui media sosial seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts. Fenomena tersebut tidak hanya mengubah pola komunikasi, tetapi juga memengaruhi cara generasi muda memahami ilmu pengetahuan. Artikel ini bertujuan menganalisis krisis makna ilmu pada generasi digital serta menawarkan spiritualitas digital sebagai pendekatan integratif dalam menghadapi degradasi budaya akademik. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis berbagai jurnal pendidikan, literasi digital, pendidikan Islam, dan media pembelajaran kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya <em>scroll culture</em> menyebabkan terjadinya pergeseran orientasi belajar dari proses reflektif menuju konsumsi informasi instan. Akibatnya, muncul gejala menurunnya daya kritis, melemahnya adab keilmuan, serta meningkatnya ketergantungan terhadap validasi media sosial. Dalam konteks tersebut, spiritualitas digital menjadi penting sebagai upaya menghadirkan kembali dimensi etika, refleksi, dan kesadaran moral dalam penggunaan teknologi. Integrasi ilmu, spiritualitas, moderasi, dan kearifan lokal dapat menjadi fondasi dalam membangun budaya keilmuan yang lebih humanis di era Society 5.0</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Hariya Hariyahttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5431Rancang Bangun Levitasi Magnetik pada Pesawat Kertas Berbasis Prinsip Medan Magnet2026-06-25T07:31:09+00:00Mohammad Djamil M. Nurdjamilnur@uindatokarama.ac.idHartati Hartatidjamilnur@uindatokarama.ac.idM. Jen IsmailJenismail@gmail.com<p>Pembelajaran fisika, khususnya pada materi medan magnet, sering menghadapi kendala karena sifatnya yang abstrak dan sulit divisualisasikan secara langsung. Permasalahan ini menyebabkan rendahnya pemahaman konseptual peserta didik terhadap hubungan antara gaya magnet, medan magnet, dan keseimbangan gaya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat levitasi magnetik sederhana pada pesawat kertas berbasis prinsip medan magnet sebagai media pembelajaran yang kontekstual. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan pendekatan rancang bangun (<em>engineering design</em>), menggunakan magnet permanen, pesawat kertas, serta sistem penyangga. Data dikumpulkan melalui observasi dan pengukuran jarak levitasi dengan variasi massa pesawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesawat kertas dapat melayang pada kondisi tertentu ketika gaya magnet mampu mengimbangi gaya gravitasi. Analisis menunjukkan adanya hubungan negatif antara massa dan jarak levitasi, yang sejalan dengan teori bahwa gaya magnet menurun secara signifikan terhadap jarak. Pembahasan menunjukkan kesesuaian antara hasil eksperimen dan teori medan magnet, meskipun terdapat deviasi akibat faktor teknis. Kesimpulan penelitian ini adalah alat levitasi magnetik efektif sebagai media pembelajaran untuk memvisualisasikan konsep medan magnet secara konkret. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan alat sederhana berbasis eksperimen dapat meningkatkan kualitas pembelajaran fisika dan pemahaman konsep peserta didik secara lebih mendalam.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Mohammad Djamil M. Nur, Hartati Hartati, M. Jen Ismailhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5433Moderasi Beragama dalam Ekosistem Digital : Analisis Algoritma Pembelajaran di Ruang Siber2026-06-25T07:31:09+00:00Faradita Nurul Abdillahditafara63@gmail.comMohammad Djamil M. Nur Mohammadjamil@gmail.com<p>Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep moderasi beragama dalam ekosistem digital serta bagaimana algoritma pembelajaran mempengaruhi pembentukan pemahaman keagamaan di ruang siber. Perkembangan teknologi informasi dan media digital telah menciptakan ruang baru bagi penyebaran pengetahuan keagamaan, namun juga menghadirkan tantangan berupa polarisasi pemahaman, disinformasi, serta penguatan bias melalui algoritma platform digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur yang menganalisis berbagai sumber ilmiah terkait moderasi beragama, ekosistem digital, dan algoritma pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma pada media digital berperan dalam membentuk pola konsumsi informasi keagamaan pengguna melalui mekanisme personalisasi konten. Kondisi ini dapat memperkuat pandangan moderat maupun ekstrem tergantung pada jenis informasi yang dikonsumsi. Oleh karena itu, diperlukan strategi penguatan literasi digital, pengembangan kurikulum pendidikan agama yang adaptif terhadap teknologi, serta peran aktif institusi pendidikan dalam mempromosikan nilai-nilai moderasi beragama di ruang digital</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Faradita Nurul Abdillahhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5434Islam dan Spiritualitas dalam Kehidupan Masyarakat Pedesaan: Studi Integrasi Nilai Keislaman dan Kearifan Lokal2026-06-25T07:31:10+00:00Indah Rahma Sintia. AMindahrahma120900@gmail.comUbay HarunUbayHarun@gmail.comUbadah UbadahUbadah@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran spiritualitas Islam dalam kehidupan masyarakat pedesaan serta bagaimana nilai-nilai keislaman berintegrasi dengan kearifan lokal sebagai landasan moderasi beragama. Kehidupan spiritual masyarakat pedesaan di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari nilai-nilai Islam yang telah mengakar secara historis dan berpadu dengan tradisi-tradisi lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur (library research), yakni mengkaji berbagai sumber primer dan sekunder berupa jurnal ilmiah, buku, dan dokumen akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa spiritualitas Islam pada masyarakat pedesaan termanifestasi dalam praktik ritual keagamaan, sistem nilai gotong royong, dan tradisi adat yang mengandung dimensi transendental. Integrasi antara nilai-nilai Islam dan kearifan lokal terbukti menjadi modal sosial yang kuat dalam membangun harmoni, ketahanan komunitas, dan moderasi beragama di tingkat akar rumput. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan integratif antara Islam dan kearifan lokal tidak hanya relevan secara sosiologis, tetapi juga strategis dalam membangun masyarakat yang damai, moderat, dan berkarakter.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Indah Rahma Sintia. AMhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5435Integrasi Nilai-nilai Islam dalam Perkembangan Teknologi di era Digital 2026-06-25T07:31:11+00:00Elis Sofiyatielis.sofiyati@gmail.comNurdin NurdinNurdin69@gmail.comA MarkarmaMarkarma@gmail.com<p>Teknologi merupakan hasil kebudayaan manusia yang berkembang pesat seiring waktu. Dalam perspektif Islam, teknologi tidak bersifat bebas nilai, melainkan harus berlandaskan pada etika dan tauhid. Artikel ini membahas bagaimana integrasi nilai-nilai Islam dapat menjadi pedoman dalam pengembangan dan penggunaan teknologi. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi dalam Islam harus bertujuan untuk kemaslahatan umat (maslahah) dan menjauhi kerusakan (mufsadat). Integrasi ini mencakup aspek etika penggunaan media sosial, keamanan data, dan pemanfaatan teknologi untuk dakwah dan penyebaran ilmu yang bermanfaat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyatuan antara kemajuan teknologi dan nilai spiritual Islam sangat krusial untuk mencegah penyalahgunaan teknologi yang dapat merusak moral, sekaligus menjadikan teknologi sebagai sarana mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Elis Sofiyati, Nurdin Nurdin, A Markarmahttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5436Peran Spiritualitas Dan Moderasi Beragama Dalam Membangun Karakter Pendidikan Di Era Society 5.02026-06-25T07:31:12+00:00Hajrah Hajrahhajrahasikin89@gmail.com<p>Era Society 5.0 menghadirkan transformasi besar dalam dunia pendidikan melalui integrasi teknologi digital dan kecerdasan buatan dalam kehidupan manusia. Perkembangan tersebut membawa dampak positif berupa kemudahan akses informasi, namun juga menimbulkan tantangan terhadap pembentukan karakter peserta didik seperti menurunnya etika, intoleransi, individualisme, dan degradasi moral. Oleh karena itu, spiritualitas dan moderasi beragama menjadi aspek penting dalam membangun karakter pendidikan yang humanis, toleran, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan mengkaji berbagai jurnal ilmiah dan literatur lima tahun terakhir yang relevan dengan tema spiritualitas, moderasi beragama, dan pendidikan era Society 5.0.Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas mampu membentuk kesadaran moral, pengendalian diri, dan integritas peserta didik, sedangkan moderasi beragama berperan dalam menanamkan sikap toleransi, menghargai perbedaan, serta mencegah radikalisme di lingkungan pendidikan. Integrasi nilai spiritualitas dan moderasi beragama dalam proses pendidikan dapat menjadi solusi strategis dalam membangun karakter generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi namun tetap berlandaskan nilai moral dan kemanusiaan.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Hajrah Hajrahhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5437Peran Nilai-Nilai Islam Dalam Kehidupan Sosial Masyarakat Di Kecamatan Tomini2026-06-25T07:31:13+00:00Fatun Nisyafathunnisya@gmail.comAdawiyah PettalongiAdawiyahPettalongi@gmail.comErniati ErniatiErniati@gmail.com<p>Penelitian ini di tulis dengan Judul Peranan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sosial masyarakat di kecamatan Tomini, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat dalam mempertahankan nilai-nilai Islam di tengah perkembangan zaman dan pengaruh modernisasi. Kajian ini juga diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga dan menerapkan nilai-nilai Islam sebagai pedioman dalam kehidupan sosial masyarakat, sehingga nilai persaudaraan, kerukunan, dan akhlak mulia tetap dipelihara dalam kehidupan masyarakat di Kecamatan Tomini. Adapun metodologi dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam fenomena sosial yang terjadi dalam masyarakat, khusunya mengenai peran nilai-nilai Islam dalam kehidupan sosial masyarakat Kecamatan Tomini, Lokasi penelitian dilaksanakan di Kecamatan Tomini, Kabupaten Parigi Motong, Sulawesi Tengah. Sumber data dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan data sekunder, Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. hasil penelitian bahwa nilai-nilai Islam masih memiliki peranan penting dalam kehidupan sosial masyarakat di Kecamatan Tomini. Nilai-nilai seperti persaudaraan, gotong royong, tolong-menolong, toleransi, dan musyawarah masih diterapkan dalam kehidupan masyarakat sehingga tercipta hubungan sosial yang harmonis dan penuh rasa kebersamaan. Kehadiran masjid dan tokoh agama dan kegiatan keagamaan menjadi faktor penting dalam menjaga dan memperkuat nilai-nilai Islam di tengah masyarakat. Namun dengan adanya perkembangan zaman dan pengaruh modernisasi membawa tantangan tersendiri, terutama dalam perubahan pola hidup masyarakat dan menurunnya interaksi sosial secara langsung. Pengaruh teknologi dan media sosial dapat mempengaruhi perilaku generasi muda serta mengurangi kepedulian terhadap kehidupan sosial masyarakat apabila tidak diimbangi dengan pendidikan agama dan pembinaan moral yang baik.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Fatun Nisya, Adawiyah Pettalongi, Erniati Erniatihttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5438Paradigma Mutiara Ilmu Dalam Pendidikan Islam Moderat Di Sulawesi Tengah2026-06-25T07:31:14+00:00Hikmawati Hikmawatihikmaawaty229@gmail.com<p>Penelitian ini membahas paradigma “Mutiara Ilmu” dalam penguatan pendidikan Islam moderat di Sulawesi Tengah. Latar belakang kajian ini berangkat dari kebutuhan mendesak untuk memperkuat praktik pendidikan Islam yang inklusif, toleran, dan responsif terhadap keragaman sosial-keagamaan di wilayah yang memiliki sejarah dinamika relasi antarumat beragama. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis konsep Mutiara Ilmu dan relevansinya terhadap model pendidikan Islam moderat di Sulawesi Tengah. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui penelusuran literatur, dokumen, dan sumber-sumber relevan mengenai moderasi beragama, pendidikan Islam, dan konteks Sulawesi Tengah. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa paradigma Mutiara Ilmu dapat dimaknai sebagai kerangka pendidikan yang menempatkan ilmu, akhlak, dan kebijaksanaan sebagai inti pembentukan peserta didik, sehingga selaras dengan prinsip tawassuth, tawazun, i‘tidal, dan tasamuh. Dalam konteks Sulawesi Tengah, paradigma ini relevan untuk memperkuat ketahanan sosial, mendorong dialog, serta mencegah intoleransi dan radikalisme yang masih menjadi perhatian dalam ruang pendidikan dan masyarakat. Kesimpulannya, paradigma Mutiara Ilmu berpotensi menjadi landasan konseptual pendidikan Islam moderat yang kontekstual, humanis, dan berorientasi pada perdamaian sosial.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Hikmawati Hikmawatihttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5439Diagnosa Pedagogis Dan Neuro-Sains Pembelajaran Agama Islam Di Era Disrupsi Digital2026-06-25T07:31:14+00:00Abd. Wahid S Kadang abdulwahidjuli@gmail.comErniati Erniatierniati@gmail.com<p>Era disrupsi digital telah mentransformasi paradigma pendidikan global, menuntut Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk mereorientasi esensi pedagogisnya agar tetap relevan dengan karakteristik generasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif diagnosa pedagogis dan perspektif neurosains dalam pembelajaran PAI di tengah dinamika teknologi. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, kajian ini mengidentifikasi problematika multidimensional yang mencakup rendahnya inovasi metodologis, keterbatasan literasi digital pendidik, serta fenomena <em>information overload</em> yang mereduksi kedalaman pemahaman spiritual peserta didik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa hambatan pembelajaran tidak hanya bersifat teknis-pedagogis, tetapi juga berkaitan erat dengan fungsi neurologis, seperti tingkat atensi, regulasi emosi di sistem limbik, dan kapasitas memori jangka panjang dalam memproses informasi keagamaan. Integrasi neurosains dalam diagnosa pedagogis menawarkan instrumen analisis yang lebih saintifik melalui konsep neuroplastisitas, di mana internalisasi nilai akhlak dilakukan melalui pembiasaan yang membentuk jalur saraf secara konsisten. Strategi integratif yang ditawarkan meliputi penerapan <em>Brain-Based Learning</em>, optimalisasi media digital interaktif, serta model pembelajaran aktif seperti <em>Problem Based Learning</em> (PBL) dan <em>Project Based Learning</em> (PjBL). Strategi ini dirancang untuk mengaktifkan korteks prefrontal guna menstimulasi berpikir kritis sekaligus menjaga keseimbangan afektif-spiritual. Penelitian menyimpulkan bahwa sinergi antara teknologi, pedagogi modern, dan pemahaman mekanisme kerja otak merupakan prasyarat mutlak untuk menciptakan pembelajaran PAI yang adaptif dan holistik. Rekomendasi penelitian diarahkan pada peningkatan kompetensi neuro-pedagogik guru dan reorientasi kurikulum yang mengintegrasikan literasi digital dengan penguatan nilai spiritual sebagai benteng moral di era disrupsi.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Abd. Wahid S Kadang https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5440Pengaruh Algoritma Media Sosial terhadap Konstruksi Pemahaman Keagamaan Mahasiswa2026-06-25T07:31:16+00:00Agung Pramulyaagungpramulya7@gmail.comMohammad Djamil M Nurdjamil@gmail.com<p>Artikel ini mengkaji pengaruh algoritma media sosial terhadap konstruksi pemahaman keagamaan mahasiswa, khususnya mahasiswa program studi Pendidikan Agama Islam (PAI). Pesatnya penyebaran konten digital yang dikurasi secara algoritmik telah mengubah cara generasi muda Muslim mengakses, menafsirkan, dan menginternalisasi pengetahuan agama. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui kajian literatur sistematis, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana mekanisme filter bubble, mesin personalisasi, dan sistem rekomendasi membentuk wacana keagamaan yang dijumpai mahasiswa di ruang digital. Temuan menunjukkan bahwa algoritma media sosial dapat sekaligus memperdalam dan mendistorsi pemahaman keagamaan dengan mengamplifikasi interpretasi tertentu sembari meminggirkan interpretasi lainnya. Tiga efek utama diidentifikasi: penguatan keyakinan melalui echo chamber, paparan konten keagamaan yang bersifat polarisasi, dan fragmentasi pengetahuan keagamaan. Artikel ini merekomendasikan integrasi kompetensi literasi media ke dalam kurikulum PAI agar mahasiswa dapat menavigasi konten keagamaan digital secara kritis</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Agung Pramulya, Mohammad Djamil M Nurhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5441Fase-Fase Pendidikan Manusia dalam Islam: Rekonstruksi Model Pendidikan Keluarga Berbasis Sunnah Nabawiyah 2026-06-25T07:31:16+00:00Aisyah Zahratunnisaaisyahzahra21121@gmail.comSiti Mugni Mohisiti@uindatokarama.ac.idZainal Abidinzainal@gmail.com<p>Pendidikan Islam menekankan pengembangan manusia secara holistik dari fase pranatal hingga sepanjang hayat. Namun, keluarga Muslim kontemporer sering kekurangan panduan sistematis berbasis Sunnah Nabawiyah untuk praktik pendidikan sesuai tahap perkembangan. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi model pendidikan keluarga komprehensif berbasis fase-fase perkembangan manusia dalam Islam. Menggunakan metode <em>library research</em> kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, penelitian ini mensintesis sumber primer (Al-Qur'an dan Hadits) dan sumber sekunder (jurnal pendidikan Islam tahun 2019-2024, kitab klasik, dan buku akademik). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan analisis konten terhadap referensi. Temuan mengungkapkan enam fase kritis dengan karakteristik dan metode pendidikan spesifik: (1) fase pemilihan pasangan yang menekankan kriteria agama, (2) fase pernikahan sebagai pondasi keluarga sakinah, (3) fase pranatal dengan pendidikan tidak langsung melalui ibu, (4) masa kanak-kanak awal (0-7 tahun) yang menekankan pembentukan fitrah, (5) masa kanak-kanak tengah (7-14 tahun) dengan pembiasaan ibadah, dan (6) masa remaja hingga dewasa yang fokus pada pembentukan karakter mandiri. Model yang direkonstruksi mengintegrasikan khazanah klasik Islam dengan psikologi perkembangan modern, menawarkan panduan praktis bagi orang tua Muslim dalam menghadapi tantangan pengasuhan kontemporer. Penelitian ini berkontribusi pada teori pendidikan Islam dengan menyediakan kerangka sistematis yang menjembatani nilai-nilai tradisional dengan realitas zaman. </p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Aisyah Zahratunnisa, Siti Mugni Mohi, Zainal Abidinhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5443Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Spiritualitas dan Kearifan Lokal Sebagai Implementasi Mutiara Ilmu2026-06-25T07:31:18+00:00Aminah Zenaminahzen12@gmail.com<p>Pembelajaran bahasa Arab pada era modern tidak cukup hanya berorientasi pada penguasaan aspek linguistik semata, tetapi juga perlu diarahkan pada pembentukan karakter, spiritualitas, dan penguatan identitas budaya peserta didik. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep pembelajaran bahasa Arab berbasis spiritualitas dan kearifan lokal sebagai implementasi “Mutiara Ilmu” dalam dunia pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian pustaka dengan menelaah berbagai literatur yang relevan mengenai pembelajaran bahasa Arab, spiritualitas pendidikan, dan kearifan lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi spiritualitas dan kearifan lokal dalam pembelajaran bahasa Arab mampu meningkatkan motivasi belajar, memperkuat karakter religius, serta menciptakan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Implementasi dilakukan melalui integrasi nilai-nilai spiritual, penggunaan budaya lokal sebagai konteks pembelajaran, pembiasaan adab berbahasa, dan penguatan nilai moderasi dalam interaksi kelas. Dengan demikian, pembelajaran bahasa Arab berbasis spiritualitas dan kearifan lokal dapat menjadi model pendidikan humanis yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Aminah Zenhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5444Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Dalam Menanamkan Nilai Karakter Pada Peserta Didik Di Madrasah Aliyah Darul Ulum Toili 2026-06-25T07:31:20+00:00Andrianto Andriantomasandri2103@gmail.com<p>Pendidikan karakter yang tidak hanya bersifat normative dan kognitif tetapi juga menyentuh dimensi afektif dan spiritual harus diperkuat karena kemerosotan moral siswa di era digital. Untuk mengembangkan kualitas karakter pada siswa di Madrasah Aliyah Darul Ulum Toili, penelitian ini bertujuan untuk merinci penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dengan penekanan pada dimensi pertama Panca Cinta, yaitu Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dan metodologi kualitatif. Observasi partisipan terhadap kegiatan keagamaan madrasah, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan siswa, serta dokumentasi (jadwal pembiasaan, sumber belajar, dan catatan bimbingan) digunakan untuk mengumpulkan data. Model interaktif (reduksi, tampilan, verifikasi) yang dikombinasikan dengan triangulasi sumber dan metode digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bagaimana ekosistem praktik keagamaan salat Dhuha berjamaah, tadarus dan tahsin Al-Qur'an, studi Islam/sirah oleh guru, dan budaya pasca-tadarus yang diisi oleh siswa mengoperasionalkan dimensi Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Teknik pendidikan berbasis cinta, seperti disiplin restoratif, afirmasi positif, wacana welas asih, dan teladan, mendukung keempat program tersebut. Penguatan spiritualitas, pengendalian diri, disiplin, kejujuran, dan keberanian untuk menyebarkan pesan kebaikan adalah beberapa efek yang telah diidentifikasi. Studi ini menunjukkan bahwa, berbeda dengan strategi hukuman, pengabdian kepada Allah dan Rasul-Nya dapat berfungsi sebagai stimulus untuk penyerapan prinsip-prinsip moral secara lebih berkelanjutan.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Andrianto Andriantohttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5446Membangun Literasi Keagamaan Lintas Budaya yang Responsif Anti Kekerasan 2026-06-25T07:31:21+00:00Annisa Rahmanisarahmaica77@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pentingnya membangun literasi keagamaan lintas budaya yang responsif terhadap nilai-nilai anti kekerasan dalam kehidupan masyarakat yang majemuk. Literasi keagamaan tidak hanya dipahami sebagai kemampuan memahami ajaran agama, tetapi juga sebagai kemampuan bersikap terbuka, toleran, dan menghargai keberagaman budaya serta keyakinan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber ilmiah, seperti buku, jurnal, artikel, dan dokumen yang berkaitan dengan literasi keagamaan, pendidikan multikultural, toleransi, dan anti kekerasan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penguatan literasi keagamaan lintas budaya dapat menjadi sarana efektif dalam mencegah intoleransi, radikalisme, diskriminasi, dan berbagai bentuk kekerasan berbasis agama maupun budaya. Pemahaman yang inklusif terhadap perbedaan mampu membentuk sikap saling menghormati, dialogis, serta menciptakan hubungan sosial yang harmonis di tengah masyarakat plural. Selain itu, pendidikan memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai moderasi, perdamaian, dan kemanusiaan sejak dini melalui proses pembelajaran yang kontekstual dan humanis. Dengan demikian, pembangunan literasi keagamaan lintas budaya yang responsif anti kekerasan menjadi salah satu langkah strategis dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang damai, dan toleran.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Annisa Rahmahttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5447Membangun Literasi Informasi Siswa Melalui Sumber Belajar Al-Qur’an Hadis Digital2026-06-25T07:31:21+00:00Arianto Ariantoiariantokilat@gmail.com<p>Perkembangan teknologi digital memberikan pengaruh besar terhadap dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis di madrasah. Peserta didik pada era digital dituntut memiliki kemampuan literasi informasi agar mampu memahami, memilih, dan menggunakan informasi secara tepat dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep literasi informasi, pemanfaatan sumber belajar Al-Qur’an Hadis digital, serta upaya membangun literasi informasi siswa melalui penggunaan media digital dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian kepustakaan (<em>library research</em>). Data diperoleh dari berbagai jurnal ilmiah, buku, dan sumber literatur yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sumber belajar digital mampu meningkatkan minat belajar, kemandirian belajar, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Selain itu, guru memiliki peran penting dalam membimbing peserta didik memilih sumber informasi yang benar dan sesuai dengan nilai-nilai keislaman. Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis juga perlu didukung oleh pengawasan dari sekolah dan orang tua agar penggunaan media digital tetap memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran. Dengan demikian, sumber belajar Al-Qur’an Hadis digital dapat menjadi sarana efektif dalam membangun literasi informasi siswa apabila digunakan secara tepat dan bertanggung jawab</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Arianto Ariantohttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5449Moderasi Beragama: Jalan Tengah Menuju Kerukunan di Tengah Keragaman Indonesia2026-06-25T07:31:22+00:00Abdul Khalikabdulkhalik78454@gmail.com<p>Indonesia merupakan negara dengan tingkat pluralitas yang tinggi, baik dari segi agama, suku, maupun budaya. Keberagaman ini di satu sisi merupakan kekayaan bangsa, namun di sisi lain menyimpan potensi konflik berbasis identitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami konsep moderasi beragama sebagai jalan tengah (wasathiyah) dalam mewujudkan kerukunan nasional. Moderasi beragama diposisikan bukan sebagai upaya memoderasi ajaran agama, melainkan memoderasi cara pandang dan perilaku umat dalam beragama. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (<em>library research</em>). Data dikumpulkan melalui penelaahan literatur, regulasi pemerintah, serta dokumen terkait kebijakan moderasi beragama di Indonesia. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis untuk memetakan urgensi dan implementasi moderasi beragama dalam kehidupan sosial-kemasyarakatan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama merupakan instrumen krusial dalam meredam radikalisme dan ekstremisme. Melalui empat indikator utamakomitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan penerimaan terhadap tradisimo derasi beragama mampu menciptakan ruang dialog yang sehat di tengah perbedaan. Pembahasan menekankan bahwa sinergi antara lembaga pendidikan, tokoh agama, dan pemerintah menjadi kunci keberhasilan internalisasi nilai-nilai moderasi. Kesimpulannya, moderasi beragama adalah solusi strategis untuk menjaga integrasi nasional di tengah keberagaman Indonesia. Jalan tengah ini memastikan bahwa ketaatan terhadap ajaran agama tetap berjalan selaras dengan semangat kebangsaan, sehingga kerukunan yang berkelanjutan dapat tercapai.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Abdul Khalikhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5450Strategi Menyelesaikan Sengketa Hukum Keluarga Islam2026-06-25T07:31:23+00:00Abdul Muinabdulmuin101@gmail.comSitti Nurkhaerahsitti@gmail.comMuhammad Akbarmuhammadakbar@uindatokarama.ac.id<p>Sengketa hukum keluarga Islam, yang meliputi perkara perkawinan, perceraian, nafkah, hak asuh anak, hingga kewarisan, merupakan fenomena kompleks yang tidak hanya bersinggungan dengan aspek yuridis, tetapi juga memiliki dimensi moral, sosial, dan spiritual yang mendalam. Dinamika sosial, faktor ekonomi, dan perkembangan teknologi di era modern turut meningkatkan kerumitan konflik keluarga, sehingga menuntut adanya strategi penyelesaian yang lebih komprehensif dan bijaksana. Dalam kerangka hukum Islam, penyelesaian sengketa menitikberatkan pada prinsip kemaslahatan dan upaya menjaga keutuhan keluarga melalui mekanisme ṣulḥ (perdamaian), ḥakam (arbitrase), serta qaḍā’ (peradilan). Di Indonesia, strategi penyelesaian sengketa dikategorikan ke dalam dua pendekatan utama, yakni non-litigasi dan litigasi. Pendekatan non-litigasi yang mencakup mediasi, arbitrase (taḥkīm), negosiasi, serta konsiliasi, mengedepankan nilai kekeluargaan dan keadilan restoratif. Secara yuridis, mediasi bahkan telah diintegrasikan sebagai prosedur wajib di Pengadilan Agama melalui Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2016. Di sisi lain, jalur litigasi melalui institusi Peradilan Agama diposisikan sebagai pintu terakhir untuk memberikan kepastian hukum apabila kesepakatan damai tidak dapat dicapai. Kajian ini menegaskan pentingnya strategi penyelesaian yang adaptif, humanis, dan tetap berpijak pada nilai-nilai keadilan guna mewujudkan kemaslahatan dalam institusi keluarga.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Abdul Muin, Sitti Nurkhaerah, Muhammad Akbarhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5451Melawan Jahiliyyah Digital: Pendidikan Anti-Konsumtif Perspektif Sayyid Qutb Di Era Media Sosial2026-06-25T07:31:24+00:00Amir Basari Zanki amirbasarizanki14@gmail.comHarits Azmi Zankiharist@uindatokarama.ac.idImad Eddin Zankiimad@gmail.comIndriani Indrianiindrianii2913@gmail.com<p>Fenomena <em>Jahiliyyah</em> digital merefleksikan krisis spiritual manusia modern yang terjebak dalam budaya konsumtif media sosial. Berbagai kajian tentang pendidikan Islam di era digital umumnya menekankan aspek literasi teknologi, namun masih terbatas dalam mengkaji dimensi ideologis dan spiritual yang melatarbelakangi perilaku konsumtif tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pendidikan anti-konsumtif dalam perspektif Sayyid Qutb sebagai respons terhadap hegemoni budaya digital yang menuhankan citra dan materi. Penelitian ini menggunakan metode <em>library research</em> dengan pendekatan analisis konseptual-kritis terhadap karya-karya utama Sayyid Qutb, khususnya <em>Fi Zhilal al-Qur’an</em> dan <em>Ma‘alim fi al-Thariq</em>, serta didukung oleh literatur ilmiah kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>Jahiliyyah</em><em> digital</em> merupakan bentuk modern dari keterputusan manusia terhadap nilai tauhid, di mana kebebasan semu digantikan oleh ketergantungan pada sistem kapitalistik digital. Dalam perspektif Qutb, pendidikan Islam harus berfungsi sebagai sarana pembebasan spiritual melalui internalisasi nilai <em>ubudiyyah lillah</em>, pembentukan karakter sederhana, serta kritik terhadap komodifikasi ilmu dan moralitas. Dengan demikian, pendidikan anti-konsumtif tidak hanya menjadi pendekatan etis, tetapi juga merupakan strategi ideologis dalam membangun kesadaran tauhid di tengah arus konsumtif media sosial.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Amir Basari Zanki , Harits Azmi Zanki, Imad Eddin Zanki, Indriani Indrianihttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5452Islam sebagai Pedoman Kehidupan Sosial dalam Masyarakat Modern2026-06-25T07:31:25+00:00Asnidar Asnidarasnidarasri13@gmail.comA. Markarmaamarkarma@uindatokarama.ac.id<p>Islam adalah agama yang mengatur interaksi manusia dengan Allah SWT dan juga hubungan sosial antarindividu dalam komunitas. Di zaman globalisasi dan kemajuan teknologi digital, masyarakat dihadapkan pada berbagai tantangan sosial seperti meningkatnya sikap individualis, penurunan nilai-nilai moral, penyebaran informasi palsu, serta munculnya intoleransi di platform media sosial. Tujuan artikel ini adalah untuk meneliti penerapan nilai-nilai Islam dalam konteks masyarakat modern dan menjelaskan kontribusi Islam dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis dan beradab. Penelitian ini menerapkan metode studi pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif, mengumpulkan informasi dari buku, jurnal ilmiah, dan berbagai sumber literatur relevan dalam lima tahun terakhir. Temuan kajian mengindikasikan bahwa Islam mengandung nilai-nilai sosial krusial seperti ukhuwah Islamiyah, toleransi, keadilan sosial, dan saling membantu yang dapat menjadi landasan untuk membangun masyarakat yang damai, adil, dan peduli. Selain itu, pendidikan Islam dan moderasi beragama berperan vital dalam membentuk karakter masyarakat yang berakhlak, toleran, serta siap menghadapi tantangan sosial di era digital. Peningkatan literasi digital juga penting agar masyarakat dapat memanfaatkan media sosial dengan bijak dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, penerapan nilai-nilai Islam yang moderat dapat memperkuat persatuan, menjaga keharmonisan sosial, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang rukun dan bermartabat di tengah kemajuan zaman modern.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Asnidar Asnidar, A. Markarmahttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5453Konseptualisasi Mutiara Ilmu sebagai Model Integrasi Keilmuan, Spiritualitas, dan Moderasi dalam Konteks Kearifan Lokal2026-06-25T07:31:26+00:00Asri Kusmiantiasrikusmianti23@gmail.comA. Markarmaamarkarma@uindatokarama.ac.id<p>Perkembangan ilmu pengetahuan modern memunculkan dikotomi antara keilmuan, spiritualitas, dan nilai sosial sehingga diperlukan model integratif yang mampu menghubungkan ketiga aspek tersebut dalam kehidupan masyarakat multikultural. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konseptualisasi “Mutiara Ilmu” sebagai model integrasi keilmuan, spiritualitas, dan moderasi beragama dalam konteks kearifan lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (<em>library research</em>) yang bersifat konseptual-kritis. Data diperoleh dari buku, artikel jurnal, dan prosiding ilmiah lima tahun terakhir yang relevan dengan topik penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis isi (<em>content analysis</em>) melalui reduksi, kategorisasi, dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep “Mutiara Ilmu” merepresentasikan integrasi antara dimensi epistemologis, spiritual, dan sosial dalam satu paradigma holistik. Spiritualitas berfungsi sebagai landasan etis dalam penggunaan ilmu pengetahuan, sedangkan moderasi beragama diwujudkan melalui nilai-nilai kearifan lokal seperti toleransi, gotong royong, dan penghormatan terhadap keberagaman. Integrasi tersebut menghasilkan model keilmuan yang humanis, kontekstual, dan berorientasi pada harmoni sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa “Mutiara Ilmu” memiliki relevansi sebagai paradigma integratif dalam pengembangan pendidikan dan kehidupan masyarakat yang moderat serta berkeadaban di era kontemporer.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Asri Kusmianti, A. Markarmahttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5454Cinta Diam-Diam di Era Society 5.0: Dia Aktif Menyukai Status, Tapi Pasif Menyatakan - Perspektif Etika dan Perasaan dalam Islam2026-06-25T07:31:27+00:00Dandi Dandidandidandipai2@gmail.comAndi Anirahanirah@uindatokarama.ac.idErniati Erniatierniati@gmail.com<p>Perkembangan teknologi di era Society 5.0 telah mengubah pola interaksi sosial manusia, termasuk dalam mengekspresikan perasaan melalui media sosial. Fenomena cinta diam-diam yang ditunjukkan melalui aktivitas seperti menyukai unggahan, melihat story secara terus-menerus, dan memberi perhatian tanpa menyatakan perasaan secara langsung menjadi salah satu bentuk interaksi yang banyak terjadi di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena cinta diam-diam di era Society 5.0 serta mengkaji perspektif etika dan perasaan dalam Islam terhadap interaksi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara terhadap mahasiswa Universitas Islam Negeri Datokarama Palu pengguna media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial menjadi sarana utama dalam mengekspresikan ketertarikan secara tidak langsung karena dianggap lebih aman dan mengurangi risiko penolakan. Namun, interaksi tersebut sering menimbulkan hubungan yang ambigu, harapan sepihak, overthinking, dan ketidakstabilan emosional. Dalam perspektif Islam, perasaan cinta merupakan fitrah manusia yang harus dikelola dengan baik melalui menjaga hati (hifdzul qalb), menjaga interaksi, serta memiliki kejelasan niat dalam hubungan. Selain itu, etika digital menjadi hal penting agar penggunaan media sosial tidak menimbulkan fitnah, permainan perasaan, maupun harapan palsu. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran moral dan tanggung jawab dalam mengekspresikan perasaan di era digital agar interaksi yang terjalin tetap sesuai dengan nilai-nilai Islam.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Dandi Dandi, Andi Anirah, Erniati Erniatihttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5455Pendekatan Integrasi Materi Multikultural Dalam Kurikulum Mata Pelajaran IPS Di Smp Negeri 10 Palu2026-06-25T07:31:28+00:00Ahmad Zam Zamahmadzamzam1046@gmail.comMalkan Malkanmalkan@gmail.comJabir Jabirjabir@uindatokarama.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pengintegrasian materi multikultural dalam mata pelajaran IPS melalui model pembelajaran kooperatif terhadap peningkatan nilai toleransi siswa SMP. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan kelompok kontrol non-ekuivalen. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIII di SMP Negeri 10 Palu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pengintegrasian materi multikultural dan model pembelajaran kooperatif memiliki nilai toleransi yang lebih tinggi dibandingkan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang melibatkan keragaman budaya dan kerja sama antar siswa dapat efektif dalam meningkatkan sikap toleransi. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya pengintegrasian materi multikultural dalam kurikulum dan penerapan model pembelajaran yang lebih aktif dan partisipatif.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ahmad Zam Zam, Malkan Malkan, Jabir Jabirhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5456Perbandingan Mazhab Imam Syafi’i Dan Imam Hanbali Terhadap Praktik Pinjaman Online (Fintech Lending) Dalam Perspektif Muqaranah Mazahib Fil Muamalah 2026-06-25T07:31:29+00:00Ahmad Zikra Tengkeranahmadzikra01@gmail.comSitti Nurkhaerahsitti@uindatokarama.ac.idMuhammad Akbarmuhammadakbar@uindatokarama.ac.id<p>Perkembangan teknologi finansial (fintech) telah mengubah lanskap praktik pinjam-meminjam dalam masyarakat modern, termasuk melalui layanan pinjaman fintech. Fenomena ini memunculkan persoalan hukum baru dari perspektif fikih muamalah, khususnya terkait konsep qardh serta potensi adanya unsur riba, gharar, dan ketidakadilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan pandangan mazhab Syafi'i dan mazhab Hanbali terhadap praktik pinjaman daring dalam kerangka perbandingan mazhab (fiqh muqaranah). Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan normatif-komparatif melalui studi pustaka dari sumber-sumber klasik maupun kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua mazhab menekankan prinsip keadilan dan melarang ketentuan tambahan dalam akad qardh yang mengarah pada riba. Namun, terdapat perbedaan dalam tingkat fleksibilitas interpretasi mengenai praktik modern. Mazhab Syafi'i cenderung lebih ketat dalam menolak manfaat tambahan dalam qardh, sementara mazhab Hanbali memberikan ruang yang lebih luas pada kondisi tertentu selama tidak melanggar prinsip dasar syariah. Analisis komparatif menunjukkan bahwa praktik pinjaman fintech modern berpotensi bertentangan dengan prinsip kedua mazhab jika melibatkan bunga atau biaya tersembunyi. Oleh karena itu, diperlukan rekonstruksi model fintech syariah yang patuh pada prinsip-prinsip fikih klasik namun tetap adaptif terhadap perkembangan teknologi.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ahmad Zikra Tengkeran, Sitti Nurkhaerah, Muhammad Akbarhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5457Teori Konstruktivisme dalam Psikologi Pendidikan: Pemikiran Jean Piaget, Lev Vygotsky, dan Jerome Bruner2026-06-25T07:31:30+00:00Bunga Zulfahbungazulva90@gmail.comMelviana Melvianamelviana@gmail.comPutri Salsabilaputrisalsabila@gmail.comSiti Aminasitiamina@gmail.com<p>Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut dunia pendidikan untuk menerapkan pembelajaran yang lebih aktif dan bermakna. Salah satu pendekatan yang relevan adalah teori konstruktivisme yang menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji teori konstruktivisme dalam psikologi pendidikan berdasarkan pemikiran Jean Piaget, Lev Vygotsky, dan Jerome Bruner serta implementasinya dalam proses pembelajaran. Penelitian menggunakan metode studi pustaka (<em>library research</em>) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan artikel yang berkaitan dengan teori konstruktivisme, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (<em>content analysis</em>). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruktivisme memandang pengetahuan sebagai hasil konstruksi aktif peserta didik melalui pengalaman, interaksi sosial, dan proses berpikir. Piaget menekankan proses asimilasi, akomodasi, dan ekuilibrasi dalam perkembangan kognitif. Vygotsky menekankan pentingnya interaksi sosial melalui konsep <em>Zone of Proximal Development</em> dan <em>scaffolding</em>, sedangkan Bruner menekankan pembelajaran penemuan (<em>discovery learning</em>) dan tahapan representasi belajar. Implementasi konstruktivisme dapat dilakukan melalui berbagai strategi pembelajaran aktif seperti <em>Problem Based Learning</em>, <em>Project Based Learning</em>, <em>Discovery Learning</em>, <em>Inquiry Learning</em>, dan <em>Collaborative Learning</em>. Dengan demikian, teori konstruktivisme mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, bermakna, dan berpusat pada peserta didik.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Bunga Zulfah, Melviana Melviana, Putri Salsabila, Siti Aminahttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5458Mutiara Ilmu dalam Pendidikan Islam: Internalisasi Moderasi Beragama 2026-06-25T07:31:30+00:00Darmansyah Darmansyahdarmansyahahmad03@gmail.comKhairunnisa Khairunnisanisa@gmail.com<p>Pendidikan Islam menempati posisi penting dalam upaya membentuk karakter peserta didik yang tidak hanya berlandaskan religiusitas, tetapi juga mencerminkan sikap keberagamaan yang moderat. Dalam konteks meningkatnya gejala intoleransi dan radikalisme, penguatan serta internalisasi nilai-nilai moderasi beragama menjadi urgensi yang tidak dapat diabaikan dalam penyelenggaraan pendidikan. Penelitian ini diarahkan untuk menelaah konsep “mutiara ilmu” dalam perspektif pendidikan Islam sekaligus mengidentifikasi relevansinya terhadap proses internalisasi moderasi beragama. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kualitatif melalui studi kepustakaan (library research), dengan menelaah berbagai sumber literatur yang relevan. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa konsep mutiara ilmu dalam pendidikan Islam tidak semata-mata berfokus pada aspek transfer pengetahuan, melainkan juga mencakup pembentukan dimensi spiritual, etika, dan sosial yang berorientasi pada nilai-nilai moderasi. Lebih lanjut, proses internalisasi moderasi beragama dapat diimplementasikan secara sistematis melalui pengembangan kurikulum, penerapan metode pembelajaran yang kontekstual, serta keteladanan yang ditunjukkan oleh pendidik. Nilai-nilai utama seperti tawassuth (moderasi), tasamuh (toleransi), dan tawazun (keseimbangan) menjadi landasan fundamental dalam membentuk karakter peserta didik yang inklusif, terbuka, serta mampu beradaptasi secara konstruktif terhadap keberagaman sosial dan budaya.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Darmansyah Darmansyah, Khairunnisa Khairunnisahttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5459Etika Komunikasi di Era Post-Truth: Perspektif Islam dalam Menghadapi Hoaks dan Polarisasi Digital2026-06-25T07:31:31+00:00Asmawan Asmawanasmawaan1973@gmail.comA. Markarmaamarkarma@uindatokarama.ac.idAzma Azmaazma@uindatokarama.ac.id<p>Era <em>post-truth</em> telah menggeser paradigma kebenaran objektif menjadi subjektivitas emosional, yang memicu masifnya penyebaran hoaks dan polarisasi digital. Fenomena ini tidak hanya merusak kohesi sosial tetapi juga mencederai nilai-nilai kemanusiaan. <strong>Tujuan</strong> penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi prinsip-prinsip etika komunikasi Islam sebagai solusi atas krisis kebenaran di ruang siber. <strong>Metode</strong> yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (<em>library research</em>), mengkaji sumber primer Al-Qur'an dan Hadis yang relevan dengan komunikasi. menunjukkan bahwa Islam menawarkan kerangka etis komprehensif melalui konsep <em>Qaulan Sadidan</em> (perkataan yang benar), prinsip <em>Tabayyun</em> (verifikasi informasi), dan menjaga <em>Ukhuwah</em> (persaudaraan). Etika komunikasi Islam menuntut integritas moral komunikator untuk tidak hanya menyampaikan data yang akurat, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial dari pesan tersebut. Implementasi <em>Tabayyun</em> menjadi filter utama dalam memutus rantai disinformasi, sementara prinsip kesantunan berperan meredam polarisasi yang tajam akibat perbedaan pilihan politik atau pandangan sosial. penelitian ini menegaskan bahwa etika komunikasi Islam sangat relevan dalam menghadapi tantangan era <em>post-truth</em>. Transformasi digital harus dibarengi dengan transformasi moral pengguna media sosial. Penegasan kembali nilai-nilai profetik dalam berinteraksi di ruang digital dapat menjadi benteng pertahanan masyarakat dari paparan hoaks serta menjadi perekat sosial di tengah ancaman perpecahan digital</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Asmawan Asmawan, A. Markarma, Azma Azmahttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5460Kolonialisme, modernitas, globalisasi sebagai faktor munculnya pemikiran Islam Kontemporer2026-06-25T07:31:32+00:00Ainur Fadillah Salamainurfadillahsalam@gmail.com<p>Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif bagaimana kolonialisme, modernitas, dan globalisasi menjadi faktor utama dalam munculnya pemikiran Islam kontemporer. Kolonialisme Barat tidak hanya berdampak pada dominasi politik dan ekonomi, tetapi juga menciptakan hegemoni epistemologis yang menggeser otoritas keilmuan Islam. Modernitas menghadirkan paradigma baru berupa rasionalitas, sekularisasi, dan perkembangan ilmu pengetahuan yang menantang tradisi klasik Islam. Sementara itu, globalisasi mempercepat arus pertukaran ide, informasi, dan budaya yang semakin memperkaya sekaligus memperumit dinamika pemikiran Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka terhadap berbagai jurnal ilmiah yang terindeks di Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga faktor tersebut saling berinteraksi dalam melahirkan berbagai corak pemikiran Islam kontemporer, seperti modernisme, revivalisme, neo-modernisme, dan pemikiran progresif. Ketiganya juga membentuk karakter pemikiran Islam yang lebih adaptif, kritis, dan kontekstual dalam menghadapi tantangan global.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ainur Fadillah Salamhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5461Harmonisasi Sains Dan Agama : Implementasi Konsep Islamization Of Knowledge Dalam Kurikulum Pendidikan Modern2026-06-25T07:31:33+00:00Asrida Asridaasridasarman189@gmail.com<p>Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pada era modern telah memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan sistem pendidikan. Modernisasi pendidikan mendorong lahirnya berbagai inovasi pembelajaran, pemanfaatan teknologi digital, serta pengembangan ilmu pengetahuan yang semakin pesat. Akan tetapi, di balik kemajuan tersebut muncul persoalan berupa dikotomi antara sains dan agama. Ilmu pengetahuan modern sering dipahami secara sekuler dan terpisah dari nilai-nilai spiritual, sehingga pendidikan lebih menitikberatkan pada aspek rasional dan material dibandingkan pembentukan moral serta spiritualitas peserta didik. Kondisi ini menimbulkan kebutuhan akan konsep pendidikan yang mampu mengintegrasikan antara sains dan agama secara harmonis. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep <em>Islamization of Knowledge</em> sebagai salah satu upaya dalam menyatukan nilai-nilai Islam dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern di dalam kurikulum pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui pengkajian berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep <em>Islamization of Knowledge</em> berupaya memasukkan nilai-nilai Islam ke dalam pengembangan ilmu pengetahuan tanpa menolak kemajuan sains dan teknologi modern. Implementasinya dalam kurikulum pendidikan dapat dilakukan melalui integrasi nilai-nilai keislaman dalam materi pembelajaran, penggunaan pendekatan pembelajaran yang holistik, penguatan nilai tauhid, serta pembentukan karakter peserta didik. Dengan demikian, harmonisasi antara sains dan agama diharapkan mampu melahirkan sistem pendidikan yang tidak hanya menghasilkan kecerdasan intelektual, tetapi juga membentuk moral, etika, dan spiritualitas peserta didik secara seimbang.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Asrida Asridahttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5462Integrasi Ilmu Kependidikan dengan Nilai Kearifan Lokal 2026-06-25T07:31:34+00:00Andi Darma Yunitaandidarmayunita@gmail.com<p>Kearifan lokal merupakan sumber nilai yang berkembang dalam masyarakat dan memiliki peran penting dalam membentuk karakter serta identitas budaya. Namun, dalam praktik pendidikan formal, nilai-nilai kearifan lokal seringkali belum terintegrasi secara optimal dalam proses pembelajaran, sehingga pembelajaran menjadi kurang kontekstual dan relevan dengan kehidupan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi ilmu kependidikan dengan nilai kearifan lokal serta dampaknya terhadap pembentukan karakter peserta didik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur, melalui analisis berbagai sumber ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran dapat dilakukan melalui pengembangan kurikulum berbasis budaya, penggunaan metode pembelajaran kontekstual, serta pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar. Pendekatan ini mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik, memperkuat pemahaman konsep, serta menanamkan nilai-nilai karakter seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Selain itu, integrasi kearifan lokal juga berperan dalam memperkuat identitas budaya peserta didik di tengah arus globalisasi. Dengan demikian, integrasi ilmu kependidikan dengan kearifan lokal menjadi strategi penting dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan berorientasi pada pembentukan karakter.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Andi Darma Yunitahttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5463Islam dan Society 5.0: Membangun Peradaban Digital yang Humanis dan Spiritual2026-06-25T07:31:35+00:00Ainun Rahmaainunrahma176@gmail.com<p>Perkembangan teknologi digital pada era Society 5.0 membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia melalui pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), big data, dan otomatisasi di berbagai bidang kehidupan. Namun, kemajuan teknologi juga menimbulkan tantangan sosial dan moral, seperti menurunnya interaksi sosial, penyebaran hoaks, cyberbullying, serta lunturnya nilai spiritual masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Islam dalam menghadapi era Society 5.0 serta menganalisis integrasi nilai-nilai Islam dalam membangun peradaban digital yang humanis dan spiritual. Metode penelitian yang digunakan adalah library research dengan pendekatan literature review melalui pengumpulan data dari buku, jurnal, artikel ilmiah, dan sumber internet yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam memiliki peran penting sebagai pedoman moral dalam penggunaan teknologi modern. Nilai-nilai Islam seperti kejujuran, amanah, tanggung jawab, toleransi, dan kepedulian sosial dapat menjadi dasar dalam menciptakan kehidupan digital yang sehat dan beretika. Selain itu, integrasi teknologi dan pendidikan Islam dapat dilakukan melalui pembelajaran digital berbasis akhlak, etika bermedia sosial, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana dakwah. Dengan demikian, integrasi antara Islam dan Society 5.0 mampu menciptakan peradaban digital yang tidak hanya maju secara teknologi, tetapi juga tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, moral, dan spiritualitas sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang harmonis dan seimbangTop of Form.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ainun Rahmahttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5464Hukum Islam : Tradisi Mengalirkan Darah ke Tanah (Molei Tanah) 2026-06-25T07:31:36+00:00Annisa Annisaannisarais17@gmail.com<p>Penelitian ini membahas tentang Tradisi Adat Mengalirkan Darah ke Tanah <em>(Molei Tanah)</em> dalam Tinjaian Hukum Islam di Desa Powelua Kecamatan Banawa Tengah Kabupaten Donggala. Inti permasalahan yang dibahas dalam hal ini adalah: 1. Bagaiaman proses pelaksanaan Tradisi Adat Mengalirkan Darah ke Tanah <em>(Molei Tanah)</em> dalam Tinjaian Hukum Islam di Desa Powelua Kecamatan Banawa Tengah Kabupaten Donggala. 2. Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap Tradisi Adat Mengalirkan Darah ke Tanah <em>(Molei Tanah)</em> di Desa Powelua Kecamatan Banawa Tengah Kabupaten Donggala.</p> <p>Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan yang bersifat deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan metode kualitatif secara induktif. Penelitian ini mengungkapkan bahwa prosesi adat Molei Tanah dilakukan ketika panen gagal, dilaksanakan di sebuah bantaya (rumah adat), dan terdiri dari beberapa tahapan: diawali dengan niat, pemanggilan roh nenek moyang, menombak babi, diakhiri dengan pembacaan doa untuk memohon keselamatan dan perlindungan dari bencana, serta diskusi mengenai larangan yang harus dipatuhi selama 15 hingga 30 hari. Berdasarkan tinjauan hukum Islam, prosesi ini tidak sesuai dengan ajaran Islam karena penggunaan babi sebagai medianya. Seperti di dalam Al-Qur’an ada beberapa ayat tentang pengharaman babi, salah satunya ada didalam surah Al-Maidah ayat 3. Namun, dalam pelaksanaan adat <em>Molei Tanah</em> ini babi yang mereka gunakan tadi tidak dimakan melakinkan hanya darahnya saja yang diambil. Darahnya pun hanya sebatas dialirkan ke tanah. Adat <em>Molei Tanah</em> dalam hal ini hukumnya boleh. Sebab, babi dan darahnya tidak dikonsumsi, hanya digunakan sebagai media. Maka hukum yang tadinya haram menjadi diperbolehkan melalui pertimbangan kemaslahatannya.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Annisa Annisahttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5466Transformasi Pendidikan Islam Berbasis Moderasi Beragama dan Kearifan Lokal di Era Society 5.0: Studi Kasus Implementasi Nilai Sintuvu pada Peserta Didik di Sulawesi Tengah2026-06-25T07:31:37+00:00Artha Darwisarthadarwis92@gmail.com<p>Era Society 5.0 membawa perubahan besar terhadap sistem pendidikan, termasuk pendidikan Islam. Perubahan tersebut menuntut lembaga pendidikan untuk tidak hanya mengembangkan kemampuan teknologi peserta didik, tetapi juga memperkuat nilai spiritualitas, moderasi beragama, dan kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi pendidikan Islam berbasis moderasi beragama dan kearifan lokal melalui implementasi nilai Sintuvu pada peserta didik di Sulawesi Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Sintuvu yang mengandung prinsip persatuan, gotong royong, toleransi, musyawarah, dan solidaritas sosial mampu menjadi dasar penguatan moderasi beragama dalam pendidikan Islam. Implementasi nilai Sintuvu dilakukan melalui pembelajaran kolaboratif, pembiasaan sosial keagamaan, kegiatan budaya sekolah, dan integrasi nilai lokal dalam materi Pendidikan Agama Islam. Penerapan nilai tersebut memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter peserta didik yang lebih toleran, inklusif, bertanggung jawab, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi di era Society 5.0. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi moderasi beragama dan nilai Sintuvu menjadi strategi penting dalam membangun pendidikan Islam yang kontekstual, humanis, dan berorientasi pada penguatan karakter peserta didik di Sulawesi Tengah serta mendukung terciptanya kehidupan sosial yang harmonis, aman, dan berkelanjutan di lingkungan pendidikan dan masyarakat. Selain itu, implementasi pendidikan berbasis kearifan lokal juga meningkatkan kesadaran peserta didik terhadap pentingnya menjaga kerukunan, menghargai perbedaan, dan membangun hubungan sosial yang sehat di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Temuan penelitian ini diharapkan menjadi rujukan dalam pengembangan kebijakan pendidikan Islam berbasis budaya lokal.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Artha Darwishttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5467Integrasi Internet of Things (IoT) dalam Pembelajaran PAI: Inovasi Media Pembelajaran Digital2026-06-25T07:31:38+00:00Ahmad Maulanaahmadmaulana17031999@gmail.comMohammad Djamil M.Nurdjamil@uindatokarama.ac.id<p>Perkembangan teknologi digital mendorong inovasi dalam pembelajaran, termasuk pada Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui integrasi Internet of Things (IoT). Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep dan implementasi IoT sebagai media pembelajaran digital dalam PAI. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan studi kepustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa IoT mampu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, adaptif, dan berbasis data, serta mendukung pembentukan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, kompetensi digital pendidik, serta keamanan data. Dengan demikian, integrasi IoT berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran PAI apabila diterapkan secara tepat dan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ahmad Maulana, Mohammad Djamil M.Nurhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5468Pengembangan Model Desain Intruksional Pendidikan Agama Islam Berbasis Kecerdasan Buatan2026-06-25T07:31:38+00:00Ahmad Yasinahmadyasinmtaha@gmail.comMuhammad Djamil M.Nurdjamil@uindatokarama.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model desain pembelajaran berbasis Kecerdasan Buatan (AI) untuk Pendidikan Agama Islam. Kemajuan pesat teknologi AI memberikan peluang signifikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui personalisasi, analitik pembelajaran, dan sumber daya pembelajaran digital adaptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan pustaka. Berbagai sumber akademis terkait teknologi pendidikan, desain pembelajaran, dan implementasi AI dianalisis secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi AI ke dalam desain pembelajaran pendidikan Islam dapat diimplementasikan melalui beberapa tahapan termasuk analisis kebutuhan pembelajaran berbasis data, desain pembelajaran adaptif, sistem bimbingan cerdas, sumber daya pembelajaran berbasis AI, dan analitik pembelajaran untuk evaluasi. Model yang diusulkan menekankan bahwa teknologi AI harus mendukung, bukan menggantikan, guru. Implementasi model ini dapat meningkatkan keterlibatan siswa, memperluas akses ke sumber daya pembelajaran Islam, dan meningkatkan kualitas penilaian pembelajaran. Namun, beberapa tantangan masih ada, seperti kesiapan infrastruktur, literasi digital guru, dan masalah etika terkait penggunaan teknologi. Oleh karena itu, dukungan kebijakan pendidikan, program pelatihan guru, dan pengembangan kurikulum adaptif diperlukan untuk keberhasilan implementasi.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ahmad Yasin, Muhammad Djamil M.Nurhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5469Relevansi Uang Panaik Pada Kalangan Gen Z (Analisis Maqashid Syariah Jasser Auda)2026-06-25T07:31:39+00:00Mira Mira snmira9@gmail.comSitti Nurkhaerahsitti23nurkhaerah@gmail.com<p>Tradisi uang panaik merupakan salah satu budaya pernikahan masyarakat Bugis yang masih dipertahankan hingga saat ini. Dalam perkembangan masyarakat modern, khususnya pada kalangan Gen Z, praktik uang panaik mengalami berbagai perubahan baik dari segi makna maupun pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi uang panaik pada kalangan Gen Z dengan menggunakan perspektif <em>maqashid syariah</em> Jasser Auda. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (<em>library research</em>) dengan menggunakan pendekatan normatif-filosofis. Sumber data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, artikel dan berbagai literatur yang berkaitan dengan uang panaik, Gen Z dan <em>maqashid syariah</em> Jasser Auda. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan mengkaji konsep uang panaik dalam perspektif <em>maqashid syariah</em> Jasser Auda yang menekankan aspek keterbukaan, multidimensional dan kemaslahatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi uang panaik pada dasarnya memiliki nilai penghormatan terhadap perempuan dan keluarga, namun dalam praktiknya pada kalangan Gen Z sering mengalami pergeseran makna menjadi simbol gengsi sosial dan standar ekonomi yang tinggi. Perspektif <em>maqashid syariah</em> Jasser Auda memandang bahwa tradisi uang panaik dapat dipertahankan selama tidak bertentangan dengan prinsip kemaslahatan, keadilan dan kemudahan dalam pernikahan. Oleh karena itu, diperlukan reinterpretasi budaya uang panaik agar tetap relevan dengan kondisi sosial Gen Z tanpa menghilangkan nilai budaya dan tujuan syariat Islam.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Mira Mira , Sitti Nurkhaerahhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5470Tinjauan Hukum Keluarga Islam Terhadap Sema Nomor 1 Tahun 2022 Tentang Syarat Masa Pisah Dalam Pengajuan Permohonan Perceraian Di Pengadilan Agama Palu2026-06-25T07:31:40+00:00Marjan Zuhair Athallahmarjanzuhair@gmail.comSiti Musyahidahmusyahidah33siti@gmail.comBesse Tenriabeng Mursyidbessetenri_mursyid@gmail.com<p>Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) No. 1 Tahun 2022 menetapkan syarat bagi pasangan suami istri untuk hidup terpisah selama minimal enam bulan sebelum mengajukan perceraian di Pengadilan Agama. Penelitian ini berfokus pada rumusan Pleno Kamar Agama poin 1 huruf b angka 2, dengan mengkaji perspektif hukum keluarga Islam serta respons para pihak yang terlibat dalam perkara perceraian terhadap regulasi tersebut. Di Pengadilan Agama Palu, ketentuan ini telah diterapkan, sebagaimana terlihat dalam perkara No. 260/Pdt.G/2025/PA.Pal yang dinyatakan Niet Ontvankelijke Verklaard (NO) atau tidak dapat diterima karena tidak memenuhi syarat masa pisah enam bulan. Sebagian besar pihak mendukung aturan ini karena bertujuan mencegah perceraian, meskipun ada juga yang menilai durasi tersebut memberatkan. Dari perspektif hukum keluarga Islam, regulasi ini sejalan dengan prinsip maṣlaḥah mursalah dan maqāṣid al-syarī‘ah. Temuan penelitian ini menunjukkan perlunya peninjauan kembali terhadap ketentuan masa pisah agar lebih mencerminkan kondisi nyata para pihak. Penelitian ini juga mendorong kajian lanjutan mengenai harmonisasi hukum keluarga Islam dengan regulasi peradilan serta menekankan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat terkait SEMA No. 1 Tahun 2022.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Marjan Zuhair Athallah, Siti Musyahidah, Besse Tenriabeng Mursyidhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5471Hiperrealitas Pernikahan Di Media Sosial: Konstruksi Wedding Goals Pada Generasi Muda2026-06-25T07:31:41+00:00M. Yuslan Ramdlany Mursalinmyuslanramdlany26@gmail.comAdam Salehadamsaleh110@gmail.comFariz Rifandirifandifandi@gmail.com<p>Penelitian ini membahas konstruksi hiperrealitas pernikahan di media sosial melalui fenomena <em>wedding goals</em> pada generasi muda. Perkembangan platform digital seperti Instagram dan TikTok telah mengubah cara masyarakat memaknai relasi romantis dan institusi pernikahan. Pernikahan yang sebelumnya dipahami sebagai institusi privat dan sakral kini bergeser menjadi performa sosial yang dipertontonkan di ruang digital melalui konten visual yang estetis, romantis, dan simbolik.</p> <p>Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (<em>library research</em>) yang bersumber dari jurnal ilmiah, buku akademik, dan literatur relevan mengenai budaya digital, hiperrealitas, dramaturgi media sosial, serta perbandingan sosial. Analisis dilakukan menggunakan teori hiperrealitas Jean Baudrillard, dramaturgi Erving Goffman, dan Social Comparison Theory Leon Festinger.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial membentuk standar hubungan ideal melalui budaya representasi visual dan validasi sosial. Fenomena seperti wedding goals, couple goals, dan romantisasi hubungan menciptakan simulasi hubungan yang sering kali tidak merepresentasikan realitas kehidupan rumah tangga secara utuh. Selain itu, media sosial mendorong praktik perbandingan sosial yang memengaruhi ekspektasi generasi muda terhadap cinta, komitmen, dan kehidupan pernikahan. Pernikahan dalam budaya digital tidak lagi hanya dipahami sebagai relasi emosional dan spiritual, tetapi juga sebagai simbol status sosial, identitas digital, dan komoditas visual yang dikonsumsi publik. Penelitian ini menegaskan bahwa media sosial berperan penting dalam membentuk realitas sosial baru mengenai pernikahan dalam masyarakat digital kontemporer.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 M. Yuslan Ramdlany Mursalin, Adam Saleh, Fariz Rifandihttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5472Dekadensi Moral Remaja Di Era Digital Dan Relevansinya Dengan Pendidikan Agama Islam2026-06-25T07:31:42+00:00Mizan Sul Amalia Latjubamizamzulamaliya@gmail.comAndi Anirahandianirah100@gmail.com<p>Fenomena globalisasi dan digitalisasi membawa dampak signifikan terhadap moralitas generasi muda. Arus budaya populer melalui media sosial, musik, film, dan tren gaya hidup telah memengaruhi pola pikir serta perilaku remaja, sehingga menimbulkan gejala dekadensi moral berupa menurunnya tanggung jawab, melemahnya kepedulian sosial, serta meningkatnya perilaku menyimpang. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan dekadensi moral, menganalisis pengaruh budaya populer terhadap generasi muda, serta menjelaskan peran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan pendidikan karakter dalam mengatasi persoalan tersebut. Kajian ini menunjukkan bahwa faktor penyebab dekadensi moral antara lain krisis spiritual, kurangnya pengawasan keluarga, derasnya arus globalisasi, tekanan teman sebaya, dan lemahnya pendidikan karakter di sekolah. Di sisi lain, budaya populer memiliki potensi ganda: dapat menjadi sarana ekspresi positif, tetapi juga berisiko melahirkan perilaku permisif dan konsumtif jika tanpa bimbingan nilai. PAI berperan strategis melalui pengembangan kurikulum adaptif, keteladanan guru, sinergi sekolah–keluarga–masyarakat, serta pemanfaatan media populer sebagai sarana edukasi. Dengan strategi terpadu, PAI diharapkan mampu memperkuat ketahanan moral generasi muda di era globalisasi dan budaya populer.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Mizan Sul Amalia Latjuba, Andi Anirahhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5473Mutiara Ilmu Dalam Dinamika Ekonomi Kontemporer: Rekonstruksi Hukum Islam Dan Etika Ekonomi Umum Dalam Bingkai Moderasi Dan Kearifan Lokal2026-06-25T07:31:43+00:00Khairun Nisaaknisaa0612@gmail.comSitti Nurkhaerahsittinurkhaerah33@gmail.com<p>Artikel ini bertujuan untuk melakukan rekonstruksi terhadap pemikiran hukum Islam dan etika ekonomi umum guna menjawab tantangan dinamika ekonomi kontemporer yang semakin kompleks. Di tengah arus kapitalisme global dan disrupsi digital, seringkali terjadi benturan antara profitabilitas, nilai moral, dan keberlanjutan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-filosofis dan analisis hermeneutika. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana prinsip moderasi (<em>wasathiyah</em>) dan kearifan lokal (<em>local wisdom</em>) dapat diintegrasikan sebagai instrumen pengimbang dalam regulasi ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi hukum Islam tidak boleh berhenti pada aspek formal-legalistik, melainkan harus bertransformasi ke arah substantif-etik yang mampu berdialektika dengan kearifan lokal. Integrasi ini menghasilkan sebuah model ekonomi yang inklusif, di mana keadilan distributif dan efisiensi pasar berjalan seiring dalam bingkai nilai-nilai luhur nusantara.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Khairun Nisaa, Sitti Nurkhaerahhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5474Transformasi Tata Kelola Program Studi Pendidikan Agama Islam Melalui Strategi Total Quality Management: Tinjauan Terhadap Inovasi Mutu Di Perguruan Tinggi Islam2026-06-25T07:31:43+00:00Jupriadi J. Pahudejupriadijpahude@gmail.comAndi Anirahandianirah100@gmail.com<p>Penulisan artikel ini bertujuan untuk meninjau karya ilmiah yang dipublikasikan oleh Deni Zam Jami dan Asep Muharam yang berjudul "Strategy for Improving the Quality of Islamic Religious Education Study Programs with Total Quality Management". Artikel tersebut diterbitkan dalam jurnal <em>Nidhomul Haq: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam</em>, sebuah terbitan berkala yang telah terakreditasi nasional Sinta 2, yang dikelola oleh Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto. Intisari dari artikel yang direview mengeksplorasi bagaimana implementasi filosofi <em>Total Quality Management</em> (TQM) atau Manajemen Mutu Terpadu dapat menjadi pendorong bagi peningkatan kualitas pendidikan agama Islam. Deni Zam Jami dan Asep Muharam menggarisbawahi bahwa strategi yang efektif dimulai dari pembenahan program pembelajaran, penyediaan fasilitas laboratorium pendidikan yang mutakhir, hingga integrasi audit mutu internal yang ketat. Temuan penelitian tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah institusi pendidikan Islam dalam meraih akreditasi unggul di tingkat nasional maupun internasional sangat bergantung pada kepemimpinan yang berorientasi pada kualitas, kolaborasi dengan pemangku kepentingan, serta komitmen terhadap perbaikan berkelanjutan yang didasarkan pada data umpan balik mahasiswa. Penulis dalam artikel ini memberikan analisis atas temuan tersebut dengan mengaitkannya pada konteks Manajemen Mutu PAI yang lebih luas, serta menawarkan wawasan mengenai integrasi nilai-nilai keislaman dalam manajemen modern untuk menjawab tantangan globalisasi.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jupriadi J. Pahude, Andi Anirahhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5475Transformasi Pendidikan Islam Dalam Menghadapi Era Society 5.0: Kajian Literatur Tentang Integrasi Teknologi Dan Spiritualitas2026-06-25T07:31:44+00:00Irma Susanti S. Rasyidirmarasyid190@gmail.comMuthia Muthiamuthia909@gmail.comRani Feranikaferanikaranii@gmail.com<p>Era Society 5.0 menghadirkan perubahan besar dalam dunia pendidikan melalui perkembangan teknologi digital yang menuntut pendidikan Islam untuk mampu beradaptasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pendidikan Islam dalam menghadapi era Society 5.0 serta mengkaji integrasi teknologi dan spiritualitas dalam proses pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi pendidikan Islam dilakukan melalui pengembangan kurikulum adaptif, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan peran guru.Selain itu, integrasi teknologi dan spiritualitas diterapkan melalui literasi digital Islami, pembelajaran reflektif, penggunaan media interaktif, serta penguatan nilai tauhid, akhlak, dan etika digital. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pendidikan Islam perlu membangun sistem pembelajaran yang seimbang antara penguasaan teknologi dan penguatan spiritualitas agar mampu menghasilkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Irma Susanti S. Rasyid, Muthia Muthia, Rani Feranikahttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5477Integrasi Nilai Spiritualitas Dan Kearifan Lokal Dalam Pendidikan Islam Pada Era Society 5.0 Sebagai Penguatan Moderasi Beragama2026-06-25T07:31:45+00:00Magfirah Magfirahmagfirahfullah@gmail.comAndi Anirahandianirah100@gmail.com<p>Era Society 5.0 menghadirkan tantangan baru bagi pendidikan Islam, terutama dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi, nilai spiritualitas, dan kehidupan sosial masyarakat multikultural. Perkembangan digital yang cepat berpotensi memunculkan krisis moral, individualisme, serta melemahnya sikap moderasi beragama apabila tidak diimbangi dengan penguatan nilai-nilai spiritual dan kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi nilai spiritualitas dan kearifan lokal dalam pendidikan Islam sebagai upaya penguatan moderasi beragama pada era Society 5.0. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (<em>library research</em>). Data diperoleh dari buku, artikel jurnal, dan berbagai sumber ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai spiritualitas dalam pendidikan Islam dapat membentuk karakter religius, sikap toleran, serta kesadaran moral peserta didik dalam menghadapi perkembangan teknologi digital. Sementara itu, kearifan lokal berfungsi sebagai media penguatan identitas budaya, penghormatan terhadap keberagaman, dan pembentukan sikap inklusif dalam kehidupan bermasyarakat. Integrasi kedua aspek tersebut dapat diwujudkan melalui kurikulum, pembelajaran kontekstual, pembiasaan sikap moderat, dan pemanfaatan teknologi berbasis nilai kemanusiaan. Dengan demikian, pendidikan Islam pada era Society 5.0 tidak hanya berorientasi pada penguasaan teknologi, tetapi juga pada penguatan moderasi beragama yang humanis, adaptif, dan berlandaskan nilai spiritual serta budaya lokal.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Magfirah Magfirah, Andi Anirahhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5478Mutiara Ilmu Dalam Pendidikan Islam: Integrasi Pengetahuan, Spiritualitas, Dan Kearifan Lokal Untuk Moderasi Beragama2026-06-25T07:31:46+00:00Irma A.irmaanthie531@gmail.comNurdin Nurdinnurdin_nurdin@gmail.comUbadah Ubadahubadahubadah80@gmail.com<p>Penelitian ini mengkaji konsep “Mutiara Ilmu” dalam pendidikan Islam sebagai upaya integratif antara pengetahuan, spiritualitas, dan kearifan lokal dalam membangun moderasi beragama. Latar belakang penelitian ini berangkat dari tantangan globalisasi, radikalisme, serta krisis identitas budaya yang memengaruhi generasi muda Muslim. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan analisis konseptual terhadap berbagai sumber pendidikan Islam klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai spiritual mampu membentuk karakter peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman moral dan kesadaran religius. Selain itu, kearifan lokal berperan penting sebagai media kontekstualisasi ajaran Islam agar lebih adaptif terhadap realitas sosial masyarakat. Konsep ini mendorong lahirnya sikap toleransi, inklusivitas, dan keseimbangan dalam beragama, yang merupakan esensi dari moderasi beragama. Dengan demikian, “Mutiara Ilmu” menjadi paradigma pendidikan Islam yang relevan dalam menghadapi dinamika zaman, sekaligus sebagai solusi strategis dalam menciptakan harmoni sosial dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kurikulum berbasis integrasi nilai untuk mendukung implementasi pendidikan Islam yang moderat dan berkelanjutan.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Irma A., Nurdin Nurdin, Ubadah Ubadahhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5479Model Blended Learning Pada Madrasah Pasca-Pandemi: Evaluasi Mutu Pembelajaran PAI2026-06-25T07:31:47+00:00Ismail Anwarismailanwar818@gmail.com<p>Perubahan pola pembelajaran setelah pandemi mendorong lembaga pendidikan, termasuk madrasah, mengadopsi model yang lebih lentur. Salah satu yang menonjol adalah blended learning, yaitu penggabungan pertemuan tatap muka dengan aktivitas belajar berbasis teknologi. Artikel ini bertujuan menguraikan konsep blended learning, menjelaskan penerapannya di madrasah, serta menilai mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang dihasilkan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan menelaah publikasi ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggabungan dua mode pembelajaran tersebut berkontribusi pada peningkatan pemahaman, dorongan belajar, dan kemandirian peserta didik. Di sisi lain, pembelajaran PAI menuntut keberlanjutan interaksi langsung untuk pembinaan sikap dan nilai. Karena itu, implementasi blended learning perlu dirancang seimbang agar pemanfaatan teknologi tidak mengurangi proses internalisasi nilai keislaman.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ismail Anwarhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5487Manajemen Pendidikan Islam yang Cerdas: Integrasi Kecerdasan Buatan, Spiritualitas, dan Nilai Moderasi dalam Pendidikan Agama Islam di Era Society 5.02026-06-25T07:31:48+00:00Isnain Patilimaisnapatilima@gmail.com<p>Perkembangan era Society 5.0 membawa perubahan yang cukup besar dalam pengelolaan pendidikan, terutama dengan hadirnya kecerdasan buatan <em>(Artificial Intelligence)</em> yang mulai digunakan dalam berbagai aspek manajemen. Dalam Pendidikan Agama Islam, kondisi ini tidak bisa disikapi hanya dari sisi teknologi saja, tetapi juga harus tetap memperhatikan nilai-nilai spiritual dan moderasi beragama sebagai tujuan utama pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana integrasi kecerdasan buatan, spiritualitas, dan moderasi beragama dalam manajemen Pendidikan Agama Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur, melalui penelaahan berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan dapat membantu meningkatkan efisiensi pengelolaan pembelajaran, mendukung pengambilan keputusan, serta menghadirkan layanan pendidikan yang lebih adaptif. Namun demikian, jika penggunaan teknologi tidak diimbangi dengan penguatan nilai spiritual dan moderasi beragama, maka ada kemungkinan tujuan pembentukan karakter peserta didik menjadi kurang optimal. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada efektivitas sistem, tetapi juga mampu menjaga dan menanamkan nilai-nilai keagamaan secara seimbang. Dalam hal ini, kecerdasan buatan seharusnya dipahami sebagai alat bantu, bukan pengganti peran pendidik. Dengan demikian, integrasi antara kecerdasan buatan, spiritualitas, dan moderasi beragama menjadi langkah penting dalam membangun manajemen Pendidikan Agama Islam yang tetap relevan, humanis, dan sesuai dengan tuntutan era Society 5.0.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Isnain Patilimahttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5488Krisis Atensi Generasi Alpha Dalam Pembelajaran Pai Di Era Society 5.0 : Analisis Pendidikan Islam Terhadap Dampak Short-Forms Content2026-06-25T07:31:49+00:00Jumiati Nurahmajumiatinurahma@gmail.com<p>Era society 5.0 menghadirkan integrasi teknologi digitak dalam berbagai aspek kehidupan termasuk pendidikan. Generasi alpha sebagai generasi yang lahir dan tumbuh bersama teknologi digital memiliki ketergantungan tinggi terhadap media sosial berbasis short-froms content pendek seperti TikTok dan Instagram reels dan youtube shorts. Konten video pendek yang disajikan dengan cepat dan menarik ini memunculkan krisis atensi yang berdampak pada menurunnya kemampuan fokus, konsentrasi, dan daya tahan belajar peserta didik, khususnya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak short-form content terhadap pembelajaran PAI di era Society 5.0 serta mengkaji solusi pendidikan Islam dalam menghadapi krisis atensi Generasi Alpha. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka (library research). Data diperoleh melalui buku, jurnal ilmiah, artikel akademik, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan Generasi Alpha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi short-form content secara berlebihan menyebabkan peserta didik cenderung sulit berkonsentrasi dalam pembelajaran yang bersifat mendalam, mudah terdistraksi, serta lebih menyukai informasi instan dibanding proses pembelajaran reflektif. Dalam konteks Society 5.0, pembelajaran PAI dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi melalui inovasi pembelajaran digital yang tetap berorientasi pada nilai spiritual dan pembentukan karakter. Pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membangun keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan penguatan moral peserta didik melalui literasi digital islami, pembelajaran humanis, serta penguatan spiritualitas. Penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran PAI di era Society 5.0 harus mampu menjadi solusi terhadap krisis atensi dengan mengintegrasikan teknologi dan nilai-nilai keislaman secara seimbang.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jumiati Nurahmahttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5492Mutiara Moderasi Wasathiyah: Integrasi Kearifan Lokal Sulawesi Tengah Pada Pendidikan Islam Di Era Society 5.02026-06-25T07:31:50+00:00Mira Yuliana Ekasarieksarimiraa@gmail.com<p>Pendidikan Islam di era Society 5.0 menghadapi tantangan kompleks berupa disrupsi digital dan ancaman radikalisme yang memerlukan penguatan nilai moderasi beragama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi nilai-nilai moderasi berbasis kearifan lokal Sulawesi Tengah dalam Pendidikan Islam guna membentuk karakter siswa yang moderat. Metode yang digunakan adalah kualitatif melalui kajian pustaka (<em>library research</em>) dengan menganalisis literatur relevan mengenai moderasi <em>wasathiyah</em>, etnososiologi kearifan lokal Sulawesi Tengah, dan transformasi pendidikan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal Sulawesi Tengah, khususnya filosofi <em>Nosarara Nosabatutu</em> dan <em>Sipakatau</em>, memiliki koherensi substansial dengan prinsip wasathiyah dalam Islam. Integrasi nilai-nilai tersebut ke dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dilakukan melalui strategi pembelajaran humanistik dan kontekstual, sekaligus mengoptimalkan teknologi digital sebagai sarana dakwah yang inklusif dan edukatif. Simpulan penelitian menyatakan bahwa internalisasi nilai moderasi berbasis kearifan lokal merupakan “mutiara ilmu” yang efektif bagi Pendidikan Islam di Sulawesi Tengah sebagai instrumen pencegahan ekstrimisme serta penanaman perdamaian jangka panjang bagi peserta didik.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Mira Yuliana Ekasarihttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5493Islam Dan Masyarakat: Mutiara Ilmu Dalam Perspektif Integrasi Ilmu, Spiritualitas, Moderasi, Dan Kearifan Lokal2026-06-25T07:31:50+00:00Khairunnisa Khairunnisaanisakhairunnisaahmad@gmail.com<p>Penelitian ini mengkaji relasi antara Islam dan masyarakat dalam konteks integrasi ilmu, spiritualitas, moderasi beragama, dan kearifan lokal sebagaimana ditematisasi dalam Seminar Nasional KIIIES 5.0 Ke-5. Tujuan artikel ini adalah menganalisis bagaimana nilai-nilai Islam berkontribusi terhadap pembentukan masyarakat yang harmonis, berilmu, dan berkarakter di era Society 5.0. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan pendekatan integratif-interkonektif, mengacu pada paradigma keilmuan Islam yang tidak memisahkan antara ilmu agama dan ilmu umum. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam memiliki visi sosial yang komprehensif: mendorong keadilan, persaudaraan, dan kesejahteraan kolektif sebagai manifestasi ajaran rahmatan lil 'alamin. Integrasi nilai-nilai spiritualitas Islam dengan kearifan lokal terbukti memperkuat kohesi sosial dan mencegah konflik. Moderasi beragama menjadi kunci dalam membangun masyarakat yang inklusif dan toleran di tengah keberagaman budaya Indonesia. Artikel ini menyimpulkan bahwa Islam bukan sekadar sistem ritual, melainkan panduan peradaban yang relevan dalam membangun masyarakat modern yang bermartabat.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Khairunnisa Khairunnisahttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5494Transformasi Peran Guru Pendidikan Agama Islam Di Era Generative Ai : Analisis Desain Instruksional Digital2026-06-25T07:31:51+00:00Jumadil Palagunaadijumadil718@gmail.comMohammad Djamil M. Nur djamilmnur23@gmail.com<p>Artikel ini bertujuan untuk menganalisis transformasi peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di era Generative Artificial Intelligence (AI) berdasarkan metode pendekatan desain instruksional digital. Penelitian ini termasuk dalam jenis deskriptif kualitatif dengan pendekatan literatur studi kajian pustaka, yaitu mengkaji dan menelusuri berbagai sumber ilmiah yang berkaitan dengan transformasi peran guru PAI dalam pemanfaatan teknologi Generative AI. Secara umum, hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan status sosial guru atau transformasi peran guru yang dipengaruhi oleh berkembang teknologi seperti AI. Seiring dengan berkembangnya zaman, guru tidak lagi hanya berfokus pada penyempaian ilmu di kelas atau yang dulu dikenal guru sebegai sumber ilmu dan pengajaran. Akan tetapi, dengan adanya teknologi AI, kini guru dituntut untuk menjadi fasilitator sekaligus motivator serta pembimbing bagi peserta didik. Melalaui pemanfaatan teknologi AI, guru dapat menciptakan jenis pembelajaran yang mendukung proses pembelajaran interaktif, adaptif, dan inovatif melalui penggunaan berbagai media dan platform digital. Namun demikian, masih terdapat beberapa tantangan yang terjadi, seperti kurangnya pengetahuan dan pengalaman digital guru, serta ketersediaan infrastruktur teknologi. Oleh karena itu, transformasi peran guru PAI di era Generative AI perlu didukung oleh pengembangan kompetensi digital serta perencanaan desain instruksional yang mendukung inovatif pembelajaran berbasis teknologi.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jumadil Palaguna, Mohammad Djamil M. Nur https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5495Etika Dan Integritas Intelektual Dalam Produksi Konten Digital Pai Di Man 1 Kota Palu: Peluang Dan Tantangan Di Era Society 5.02026-06-25T07:31:52+00:00Kamaria Kamariariaramli70@gmail.comMardia Mardiamardiadia@gmail.com<p>Perkembangan teknologi digital yang pesat di era Society 5.0 membawa peluang sekaligus tantangan dalam produksi konten pendidikan agama Islam (PAI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan etika dan integritas intelektual dalam produksi konten digital PAI di MAN 1 Kota Palu, serta mengidentifikasi peluang dan tantangan yang dihadapi guru dan siswa di era Society 5.0. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kesadaran etika digital guru PAI di MAN 1 Palu masih dalam tahap berkembang dan memerlukan penguatan sistematis; (2) praktik plagiarisme digital dalam tugas berbasis konten digital masih menjadi tantangan utama; (3) penggunaan kecerdasan buatan dalam produksi konten memberikan peluang besar namun rentan terhadap pelanggaran integritas akademik; (4) kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat digital diperlukan untuk membangun ekosistem literasi digital yang beretika. Penelitian ini merekomendasikan integrasi modul etika digital dalam kurikulum PAI serta pembentukan kebijakan sekolah yang komprehensif terkait penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Kamaria Kamaria, Mardia Mardiahttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5496Kearifan Lokal Dan Spiritualitas Dalam Membangun Peradaban Islam Moderat2026-06-25T07:31:53+00:00M. Ja’far Shodiqmjafarshodiq78@gmail.comMohammad Djamil M. Nur djamilmnur23@gmail.com<p>Artikel ini mengkaji kontribusi kearifan lokal dan spiritualitas dalam pembentukan peradaban Islam moderat pada era Society 5.0. Kemajuan teknologi serta arus globalisasi memunculkan beragam tantangan baru, seperti penurunan moral, meningkatnya intoleransi, dan memudarnya nilai-nilai budaya lokal. Dalam situasi tersebut, moderasi beragama menjadi strategi yang penting untuk mewujudkan kehidupan sosial yang rukun dan toleran. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui penelaahan sejumlah literatur ilmiah yang berkaitan dengan moderasi beragama, spiritualitas Islam, dan kearifan lokal. Hasil kajian memperlihatkan bahwa kearifan lokal mengandung nilai-nilai sosial yang selaras dengan prinsip Islam moderat, antara lain toleransi, keseimbangan, dan penghargaan terhadap keberagaman. Di sisi lain, spiritualitas Islam turut berperan dalam membentuk kesadaran moral serta perilaku sosial yang humanis. Dengan demikian, perpaduan antara spiritualitas dan kearifan lokal dapat menjadi landasan penting dalam membangun peradaban Islam yang damai, inklusif, dan beradab.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 M. Ja’far Shodiq, Mohammad Djamil M. Nur https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5497Pesantren: Lembaga Intelektual Santri2026-06-25T07:31:53+00:00Moch. Irsyad Ariefinirsyad.el.hasanain@gmail.comErniati Erniatierniati123@gmail.comSagir Muhammad Aminmsagiramin@gmail.com<p>Pesantren, dulu dan kini, keberadaannya masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat bahkan negara sekalipun telah mengakui hal tersebut. Banyak ulama, kiai, ustadz, pendakwah terbentuk dari lingkungan pesantren, sehingga pesantren secara tidak langsung, tanpa kita sadari adalah sebuah tempat dimana para cendekia dan kaum intelektual Islam terlahir. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pesantren, sebuah lembaga yang menaungi santri sebagai generasi yang berintelektual tinggi, khususnya dibidang pendidikan agama Islam, baik Islam klasik maupun modern. Metode pada penelitian ini ialah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur (<em>library research</em>). Data utama diperoleh dari buku dan artikel, sedangkan data pendukung diperoleh dari maqalah para ulama dan cendekia. Hasil menunjukkan bahwa pesantren terbagi atas beberapa tipe, <em>pertama</em>, klasik, yaitu pondok pesantren yang pembelajarannya murni mengikuti tradisi ulama terdahulu, seperti adanya pembelajaran kitab kuning, nahwu sharaf dan al-qur’an hadits. <em>Kedua</em>, hibrida, pondok pesantren yang juga memiliki sekolah formal, seperti MI, MTs dan MA. <em>Ketiga</em>, modern, pondok pesantren pada tipe ini benar-benar telah mengalami banyak perubahan, seperti bangunannya yang tinggi bertingkat, megah, hingga perguruan tinggi yang juga menyediakan fasilitas asrama. Intinya, pesantren baik tipe A, B dan C, semuanya merupakan majelis keilmuan yang bertujuan untuk mencetak manusia yang berintelektual dan berjiwa sufistik.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Moch. Irsyad Ariefin, Erniati Erniati, Sagir Muhammad Aminhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5498Transformasi Pendidikan Islam Di Era Artificial Intelligence: Tantangan, Etika, Dan Literasi Digital2026-06-25T07:31:54+00:00Melviana Melvianamelvianamel3@gmail.comBunga Zulfahbungazulfah30@gmail.comSiti Aminasitiamina25@gmail.comPutri Salsabilaputrisalsabila@gmail.com<p>Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk bidang pendidikan Islam. Artikel ini membahas transformasi pendidikan Islam di era AI dengan menyoroti peluang, tantangan, aspek etika, serta pentingnya literasi digital dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana AI memengaruhi sistem pendidikan Islam serta bagaimana pendidikan Islam dapat beradaptasi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dari berbagai jurnal dan artikel ilmiah yang relevan dengan tema Artificial Intelligence, pendidikan Islam, etika digital, dan literasi digital. Data dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai transformasi pendidikan Islam di era digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan personalisasi pembelajaran, termasuk dalam pendidikan Islam. Namun, di sisi lain, penggunaan AI juga menghadirkan tantangan seperti ketergantungan peserta didik terhadap teknologi, potensi rendahnya kemampuan berpikir kritis, serta risiko penyebaran informasi keagamaan yang tidak valid. Selain itu, muncul juga persoalan etika seperti plagiarisme dan penurunan integritas akademik. Oleh karena itu, penguatan literasi digital menjadi aspek penting yang harus dimiliki oleh pendidik dan peserta didik agar mampu menggunakan teknologi secara kritis dan bertanggung jawab.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Melviana Melviana, Bunga Zulfah, Siti Amina, Putri Salsabilahttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5499Pendidikan Umum Dan Islam: Upaya Mengatasi Tantangan Pendidikan Islam Abad XXI2026-06-25T07:31:55+00:00Ismail IsmailIsmailsyukurw@gmail.com<p>Artikel ini mengulas tentang upaya dalam mengatasi tantangan pendidikan islam pada abad XXI. Tujuan dari upaya mengatasi tantangan pendidikan islam di abad xxi untuk memecahkan masalah-masalah dalam dunia pendidikan islam. Persoalan yang muncul di abad XXI saat ini yang juga semakin menjamur di masyarakat luas yaitu tentang informasi yang memiliki ciri bersifat rasional, berorientasi ke masa depan, terbuka, menghargai waktu, kreatif, mandiri dan inovatif. Salah satu Visi dan orientasi Pendidikan Islam abad XXI dalam bidang metode, tenaga pengajar dan peran seluruh civitas academika di satuan pendidikan islam agar tidak ketinggalan zaman. Penelitian ini menggunakan metodolgi literatur research (kajian Pustaka). Hasil kajian menunjukkan bahwa era globalisasi di abad XXI ternyata telah memeberikan pengaruh yang sangat besar terhadap dunia pendidikan islam.Berbagai aspek yang berkaitan dengan pendidikan, mulai dari materi pelajaran, guru, metode, sarana, dan prasarana dan pola hubungan anatara murid dan guru perlu ditata kembali di sesesuaikan dengan perkembangan zaman.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ismail Ismailhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5500Kontestasi Feminisme Barat Dan Hakikat Kesetaraan Gender Dalam Perspektif Islam2026-06-25T07:31:56+00:00Farha Alhasnialhasnifarha2@gmail.com<p>Penelitian ini mengkaji konsep feminisme dalam perspektif Islam berdasarkan Al-Qur’an, hadis, dan berbagai literatur Islam. Kajian ini bertujuan menganalisis kedudukan perempuan dalam ajaran Islam serta membandingkannya dengan konsep feminisme yang berkembang di Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam pada dasarnya tidak mengenal istilah feminisme, karena jauh sebelum konsep tersebut muncul, Al-Qur’an telah menjelaskan kesetaraan laki-laki dan perempuan tanpa diskriminasi. Perbedaan manusia di hadapan Allah SWT bukan ditentukan oleh jenis kelamin, melainkan oleh tingkat ketakwaannya. Islam juga telah mengangkat derajat perempuan dengan memberikan hak-hak dalam pendidikan, ekonomi, keluarga, dan kehidupan sosial. Feminisme lahir di Barat sebagai respon terhadap ketidakadilan dan diskriminasi terhadap perempuan, kemudian berkembang hingga melahirkan feminisme Islam yang berusaha mereinterpretasi teks-teks agama. Penelitian ini menemukan bahwa feminisme Barat, khususnya gelombang kedua dan ketiga, cenderung membawa dampak dekonstruktif terhadap nilai agama dan institusi keluarga karena menekankan kesetaraan mutlak dan mengaburkan perbedaan biologis laki-laki dan perempuan. Sementara itu, Islam memandang relasi gender sebagai hubungan saling melengkapi yang dilandasi kasih sayang, tanggung jawab, dan keadilan.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Farha Alhasnihttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5501Peran Pendidikan Islam Dalam Melengkapi Pendidikan Umum Di Era Globalisasi2026-06-25T07:31:57+00:00Kadir Kadirkadiir1003@gmail.com<p>Era globalisasi membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Pendidikan umum memang telah berhasil melahirkan generasi yang cakap secara intelektual dan teknologi, namun seringkali mengabaikan dimensi spiritual, moral, dan karakter. Di sinilah pendidikan Islam hadir sebagai pelengkap yang strategis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pendidikan Islam dalam melengkapi pendidikan umum di era globalisasi, dengan fokus pada aspek pembentukan karakter, penguatan nilai moral, dan integrasi ilmu pengetahuan. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, menganalisis berbagai sumber literatur ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan Islam memiliki kontribusi signifikan dalam tiga aspek utama: (1) membentuk karakter dan akhlak mulia yang menjadi fondasi perilaku peserta didik; (2) memberikan landasan spiritual yang memperkuat ketahanan mental di tengah arus perubahan global; dan (3) mendorong integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum sehingga menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga berintegritas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara pendidikan Islam dan pendidikan umum merupakan keniscayaan dalam menyiapkan generasi yang unggul, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan global.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Kadir Kadirhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5502Membangun Relevansi Pendidikan Islam Masa Lalu Dengan Masa Kini Dan Masa Depan2026-06-25T07:31:58+00:00Irzal Setiawan STmaulanairzal@gmail.comNurafni Idrisnurafniidris@gmail.com<p>Artikel ini membahas tentang membangun relevansi pendidikan Islam mas lalu dengan masa kini dan masa depan. Pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk peradaban manusia. Tulisan ini membahas relevansi pendidikan Islam di masa lalu, masa kini dan masa depan. Pada masa lalu pendidikan Islam berperan signifikan, dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di masa kini, pendidikan Islam menghadapi tantangan modernisasi dan globalisasi, namun tetap relevan dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Kajian ini menganalisis bagaimanan pendidikan Islam dapat tetap relevan di masa depan dengan beradaptasi tentang perubahan zaman, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai fundamental ajaran Islam. Kesimpulannya, pendidikan Islam yang relevan adalah yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu menjawab tantangan zaman dengan tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip ajaran Islam</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Irzal Setiawan ST, Nurafni Idrishttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5503Implementasi Perilaku Toleransi Beragama Sebagai Wujud Jiwa Nasionalisme Dalam Perspektif Pendidikan Agama Islam Di Sma Negeri 2 Tolitoli2026-06-25T07:31:59+00:00Lutfi Lutfilutfitolitoli@gmail.comAskar Askaraskaruinpalu@gmail.comRusli Takunasruslitakunas@gmail.comAndi Anirahandianirah100@gmail.com<p>Penelitian ini mengkaji implementasi perilaku toleransi beragama sebagai wujud jiwa nasionalisme dalam perspektif Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 2 Tolitoli. Latar belakang penelitian ini adalah keberagaman agama di Indonesia yang berpotensi menimbulkan konflik apabila tidak diimbangi dengan sikap toleransi, sehingga diperlukan peran pendidikan dalam menanamkan nilai tersebut sejak dini. Penelitian bertujuan untuk mengetahui implementasi, hasil, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pembentukan jiwa nasionalisme peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode field research melalui pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, dan peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman serta diuji keabsahannya melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi toleransi beragama telah berjalan secara terencana dan terintegrasi dalam pembelajaran, budaya sekolah, dan kegiatan bernuansa nasionalisme. Proses ini meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pembudayaan nilai. Nilai toleransi seperti saling menghargai, tidak memaksakan keyakinan, dan hidup rukun telah terinternalisasi dalam perilaku peserta didik, yang tercermin dalam sikap saling menghormati, kerja sama lintas agama, serta penyelesaian konflik secara damai. Keberhasilan implementasi didukung oleh kepemimpinan sekolah, keteladanan guru, dan budaya sekolah yang inklusif, meskipun terdapat kendala seperti pengaruh media sosial, perbedaan latar belakang keluarga, dan keterbatasan waktu pembelajaran. Secara keseluruhan, implementasi ini efektif dalam membentuk sikap toleran dan memperkuat jiwa nasionalisme peserta didik</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Lutfi Lutfi, Askar Askar, Rusli Takunas, Andi Anirahhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5504Model Kepemimpinan Transformasional Kepala Madrasahdalam Meningkatkan Prestasi Akademik Siswa Di Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama Kota Tarakan2026-06-25T07:32:00+00:00Irmawati Irmawatiirmawati.kayyong16@gmai.comMohammad Djamil M. Nurdjamilmnur23@gmail.comAndi Markarmaamarkarmauinpalu@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model kepemimpinan transformasional kepala madrasah dalam meningkatkan prestasi akademik siswa di Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Kota Tarakan. Kepemimpinan transformasional merupakan pendekatan strategis yang mampu mendorong perubahan budaya organisasi madrasah secara menyeluruh melalui empat dimensi utama: idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala madrasah, wakil kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala MINU Kota Tarakan menerapkan model kepemimpinan transformasional secara efektif yang tercermin dalam peningkatan prestasi akademik siswa secara signifikan selama tiga tahun terakhir. Kepemimpinan transformasional yang dijalankan kepala madrasah mencakup pembangunan visi bersama, pemberdayaan guru secara profesional, penciptaan iklim madrasah yang kondusif, dan penguatan motivasi intrinsik seluruh warga madrasah. Temuan ini mengindikasikan bahwa kepemimpinan transformasional berperan strategis dalam transformasi kualitas pendidikan di madrasah ibtidaiyah.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Irmawati Irmawati, Mohammad Djamil M. Nur, Andi Markarmahttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5505Transformasi Pendidikan Agama Islam Di Era Disrupsi Digital Berbasis Nilai-Nilai Moderasi Beragama2026-06-25T07:32:00+00:00Ma’ruf Ma’rufmarufmarwan64@gmail.com<p>Transformasi pendidikan di era disrupsi digital menghadirkan tantangan global berupa percepatan arus informasi, perubahan pola pembelajaran, serta meningkatnya potensi penyebaran paham keagamaan ekstrem melalui ruang digital. Dalam konteks nasional Indonesia, kondisi tersebut menuntut penguatan peran Pendidikan Agama Islam sebagai instrumen strategis dalam membentuk karakter keagamaan yang moderat, toleran, dan berorientasi pada nilai-nilai kebangsaan. Oleh karena itu, kajian mengenai transformasi Pendidikan Agama Islam berbasis nilai moderasi beragama menjadi penting untuk memastikan proses pendidikan tetap relevan dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan keseimbangan pemahaman keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan strategi transformasi Pendidikan Agama Islam dalam menghadapi disrupsi digital dengan menekankan integrasi nilai moderasi beragama dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka melalui analisis berbagai buku, artikel ilmiah, dan dokumen kebijakan pendidikan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan studi kepustakaan, sedangkan analisis data menggunakan reduksi data, kategorisasi tematik, dan interpretasi konseptual dengan pengujian validitas melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi Pendidikan Agama Islam memerlukan integrasi literasi digital, penguatan nilai moderasi beragama, serta pengembangan model pembelajaran yang reflektif dan kontekstual. Temuan ini berimplikasi pada penguatan kerangka teoritis pengembangan kurikulum dan praktik pembelajaran yang adaptif dan moderat.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ma’ruf Ma’rufhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5506Integrasi Kearifan Lokal Kaili dan Pendidikan Islam dalam Penguatan Resiliensi Anak terhadap Ancaman Judi Online dan Narkoba2026-06-25T07:32:02+00:00Nadya Humairah Ramadhanynadyahumairah999@gmail.comNurdin Nurdinpascasarjana@iainpalu.ac.idAdawiyah Pettalongipascasarjana@iainpalu.ac.id<p>Penelitian ini membahas integrasi kearifan lokal Kaili dan pendidikan Islam dalam penguatan resiliensi anak terhadap ancaman judi online dan narkoba yang semakin meningkat di era digital. Kajian ini dilatarbelakangi oleh perubahan sosial yang dipengaruhi teknologi digital yang tidak hanya membawa dampak positif, tetapi juga membuka ruang bagi perilaku menyimpang yang mengancam perkembangan moral dan psikologis anak. Melalui pendekatan library research, penelitian ini menganalisis berbagai literatur ilmiah yang relevan untuk menggali konsep kearifan lokal Kaili, nilai-nilai pendidikan Islam, serta konsep resiliensi anak dalam menghadapi tekanan sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai budaya Kaili yang menekankan solidaritas sosial, pengendalian diri, dan kepatuhan terhadap norma lokal dengan nilai pendidikan Islam yang berfokus pada penguatan akhlak dan spiritualitas mampu membentuk ketahanan diri anak secara lebih komprehensif. Sinergi kedua nilai tersebut tidak hanya memperkuat aspek moral dan spiritual, tetapi juga membangun kontrol sosial dan internal yang efektif dalam mencegah keterlibatan anak pada judi online dan narkoba. Dengan demikian, integrasi nilai lokal dan religius ini menjadi pendekatan strategis dalam pengembangan pendidikan karakter yang adaptif terhadap tantangan era digital.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nadya Humairah Ramadhany, Nurdin Nurdin, Adawiyah Pettalongihttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5507Akulturasi Dakwah di Era Digital: Mengintegrasikan Kearifan Lokal dan Estetika Anime dan Konten Edukasi Islam Untuk Remaja2026-06-25T07:32:03+00:00Mohammad Zen Skiaramohzen99@gmail.com<p>Perkembangan teknologi digital telah mengubah metode penyampaian dakwah Islam kepada generasi muda melalui media sosial dan budaya visual modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akulturasi kearifan lokal dan estetika anime dalam konten edukasi Islam sebagai strategi dakwah digital bagi remaja. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur melalui pengumpulan data dari buku, jurnal, artikel ilmiah, dan sumber digital yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anime dapat dimanfaatkan sebagai media dakwah kreatif karena mampu meningkatkan daya tarik, pemahaman, dan keterlibatan remaja terhadap pesan keagamaan. Integrasi kearifan lokal seperti bahasa daerah, nilai budaya, dan simbol tradisi lokal juga memperkuat identitas Islam Nusantara dalam media digital. Namun, penggunaan anime dalam dakwah tetap menghadapi tantangan berupa pengaruh budaya asing dan batasan etika visual dalam Islam. Diperlukan model dakwah kreatif yang tetap berlandaskan nilai moral Islami dan budaya lokal.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Mohammad Zen Skiarahttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5508Integrasi Nilai Keteladanan (Uswah Hasanah) dalam Pendidikan Era Society 5.0: Meneladani Peran Guru Inspiratif2026-06-25T07:32:04+00:00MZ Muttaqien H. Lagalamzmuttaqienmz@gmail.comSafrudin Safrudinadministrator@gmail.com<p>Penelitian ini mengkaji integrasi nilai keteladanan (uswah hasanah) dalam praktik pendidikan di era Society 5.0 dengan fokus pada peran guru inspiratif di SDN 25 Banawa. Era Society 5.0 menuntut transformasi mendasar dalam pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teknologi, tetapi juga pada pembentukan karakter manusia yang utuh. Uswah hasanah sebagai prinsip keteladanan dalam Islam menawarkan landasan moral yang relevan untuk menghadapi tantangan era ini. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi di SDN 25 Banawa, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru-guru termasuk Guru PAI di SDN 25 Banawa telah mengimplementasikan nilai keteladanan melalui tiga dimensi utama: keteladanan spiritual-moral, keteladanan intelektual-profesional, dan keteladanan sosial- emosional. Integrasi uswah hasanah terbukti efektif dalam membentuk karakter peserta didik, meningkatkan motivasi belajar, dan membangun budaya sekolah yang positif. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan program pelatihan guru berbasis keteladanan yang sistematis sebagai respons terhadap tantangan Society 5.0.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 MZ Muttaqien H. Lagala, Safrudin Safrudinhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5509Dampak Psikis dan Sosiologis Perceraian2026-06-25T07:32:05+00:00Moh. Jihad Alfuadyjihadmuhammad686@gmail.com<p>Perceraian merupakan fenomena sosial yang tidak hanya berdampak pada hubungan suami istri, tetapi juga memengaruhi kondisi psikologis dan kehidupan sosial anggota keluarga, terutama anak. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dampak psikis dan sosiologis perceraian serta upaya penanganannya dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka (library research) dengan mengumpulkan berbagai sumber seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, dan dokumen lain yang relevan dengan tema penelitian. Data dianalisis secara deskriptif dan sistematis untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai dampak perceraian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara psikis perceraian dapat menimbulkan trauma, kecemasan, rasa tidak aman, depresi, rendah diri, serta perubahan perilaku pada anak maupun orang tua. Anak korban perceraian cenderung mengalami gangguan emosional, menarik diri dari lingkungan sosial, hingga menunjukkan perilaku agresif. Sementara itu, secara sosiologis perceraian berdampak pada terganggunya fungsi keluarga sebagai lembaga sosial primer, meningkatnya kenakalan remaja, anak putus sekolah, munculnya fenomena anti- pernikahan, isolasi sosial, serta menurunnya solidaritas sosial dalam masyarakat. Artikel ini juga menemukan bahwa penanganan dampak perceraian dapat dilakukan melalui psikoterapi, terapi keluarga, dukungan psikososial, reintegrasi sosial, rehabilitasi sosial, dan pemulihan citra diri korban perceraian. Dengan demikian, perceraian tidak hanya menjadi persoalan pribadi, tetapi juga persoalan sosial yang membutuhkan perhatian bersama dari keluarga, masyarakat, dan lembaga terkait.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Moh. Jihad Alfuadyhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5510Etika Penggunaan Smartphone dalam Perspektif Islam pada Kalangan Siswa2026-06-25T07:32:06+00:00Moh Fikrimeizer235@gmail.com<p>Perkembangan teknologi digital, khususnya smartphone, telah memberikan pengaruh besar terhadap kehidupan siswa dalam aspek komunikasi, pembelajaran, dan interaksi sosial. Smartphone tidak hanya digunakan sebagai sarana memperoleh informasi, tetapi juga memengaruhi perilaku, pola pikir, dan karakter siswa dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis etika penggunaan smartphone dalam perspektif Islam pada kalangan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka (library research). Data diperoleh melalui buku, jurnal ilmiah, porsiding, dokumen resmi, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan etika penggunaan smartphone dalam perspektif islam pada kalangan siswa.<br>Hasil penelitian menunjukkan bahwa smartphone dapat memberikan dampak positif apabila dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dan dakwah digital. Penggunaan smartphone membantu siswa mengakses materi pelajaran, memperoleh informasi pendidikan, serta memperluas wawasan keislaman melalui media digital. Namun, penggunaan smartphone secara berlebihan menyebabkan menurunnya konsentrasi belajar, meningkatnya kecanduan media sosial, menurunnya interaksi sosial, serta memengaruhi perilaku moral siswa. Selain itu, kurangnya etika komunikasi digital menyebabkan munculnya perilaku seperti penyebaran hoaks, penggunaan bahasa yang tidak sopan, dan cyberbullying di kalangan pelajar. Dalam perspektif Islam, etika penggunaan smartphone meliputi penggunaan teknologi secara bijaksana, menjaga adab komunikasi, menghindari konten negatif, membatasi penggunaan yang berlebihan, serta memanfaatkan smartphone untuk kegiatan yang bermanfaat.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Moh Fikrihttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5511Integrasi Ilmu dalam Hukum Ekonomi Syariah: Analisis Epistemologi "Jawahir al- ’Ulum" terhadap Dinamika Ekonomi Kontemporer2026-06-25T07:32:06+00:00Murniati Murniatimurniati@iainpalu.ac.idFatimawali Fatimawalipascasarjana@iainpalu.ac.id<p>Perkembangan ekonomi kontemporer ditandai oleh perubahan yang sangat cepat, seperti digitalisasi keuangan, kemunculan fintech syariah, transaksi berbasis platform, industri halal, investasi berkelanjutan, serta meningkatnya kompleksitas produk keuangan modern. Artikel ini mengkaji urgensi integrasi ilmu antara hukum Islam (fikih muamalah) dengan sains ekonomi modern. Problem dikotomi keilmuan menyebabkan Hukum Ekonomi Syariah (HES) gagap dalam merespons fenomena ekonomi digital. Dengan menggunakan metode kualitatif-deskriptif dan pendekatan filosofis Jawahir al-’Ulum (Mutiara Keilmuan), kajian ini merumuskan bahwa integrasi ilmu bukan sekadar penggabungan label syariah, melainkan sinkronisasi antara nalar wahyu dan nalar empiris. Hasil kajian menunjukkan bahwa reaktualisasi Maqashid al-Syariah yang didukung oleh data sains dapat mewujudkan sistem ekonomi yang lebih inklusif dan adaptif.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Murniati Murniati, Fatimawali Fatimawalihttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5512Optimalisasi dan Audit Sistem Manajemen Pembelajaran (LMS) Untuk Pemerataan Kualitas Pendidikan Islam Nasional2026-06-25T07:32:07+00:00Moh. Rifkimohrifki120919@gmail.com<p>Transformasi digital dalam pendidikan telah mendorong pemanfaatan Learning Management System (LMS) sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, termasuk dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi dan audit sistem LMS sebagai upaya pemerataan kualitas pendidikan Islam secara nasional. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber terkait konsep, implementasi, serta evaluasi LMS dalam pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa LMS berperan penting dalam menciptakan pembelajaran yang fleksibel, interaktif, dan berbasis data, serta mampu menjangkau peserta didik di berbagai wilayah tanpa batasan ruang dan waktu. <br>Implementasi LMS masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan infrastruktur digital, rendahnya literasi teknologi, serta kesenjangan akses di daerah terpencil. Oleh karena itu, optimalisasi LMS perlu dilakukan melalui pengembangan konten pembelajaran yang inovatif, peningkatan kompetensi digital pendidik, serta penerapan strategi pembelajaran kolaboratif. Di sisi lain, audit LMS menjadi komponen penting dalam memastikan efektivitas, efisiensi, dan kualitas sistem pembelajaran digital melalui evaluasi yang sistematis menggunakan framework seperti CIPP dan COBIT. Integrasi antara optimalisasi dan audit LMS menghasilkan siklus perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) yang berbasis data dan kebutuhan pengguna. Dengan demikian, sinergi antara optimalisasi dan audit LMS dapat menjadi solusi strategis dalam mewujudkan sistem pembelajaran digital yang adaptif, berkualitas, dan berkontribusi terhadap pemerataan pendidikan Islam di Indonesia.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Moh. Rifkihttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5513Mengekspos Konflik Rumah Tangga di Media Sosial dalam Perspektif Hukum Keluarga Islam2026-06-25T07:32:08+00:00Muhammad Amin Yalinawaaminyalinawa@gmail.com<p>Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola interaksi sosial, termasuk praktik pengungkapan persoalan rumah tangga di media sosial. Penelitian ini menganalisis pengaruh media sosial terhadap terbukanya konflik perkawinan serta mengkaji fenomena tersebut dari perspektif Hukum Keluarga Islam. Penelitian menggunakan pendekatan yuridis-normatif yang dipadukan dengan analisis sosiologis melalui kajian literatur, fatwa, dan pandangan para ulama kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa publikasi konflik keluarga di media sosial dapat bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Hukum Keluarga Islam, khususnya perlindungan kehormatan (ḥifẓ al-ʿird) dan perintah untuk menutupi aib (sitr). Praktik tersebut berpotensi merusak martabat keluarga, memicu fitnah, serta menghilangkan tujuan perkawinan sebagai sumber ketenteraman (sakinah). Oleh karena itu, diperlukan kesadaran hukum dan etika digital yang berlandaskan nilai- nilai syariat agar penyelesaian konflik tetap menjaga kehormatan dan keharmonisan keluarga di era media sosial.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Muhammad Amin Yalinawahttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5514Internalisasi Nilai-Nilai Spiritual Qur’ani Dalam Membangun Karakter Santri Penghafal Al-Qur’an di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Babul Khair Poso, Sulawesi Tengah2026-06-25T07:32:09+00:00Mustofa Kamalmustofakamalabdulrahman@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses internalisasi nilai-nilai spiritual dari Al-Qur'an dalam proses pembentukan karakter santri penghafal Al-Qur'an di Pondok Pesantren Babul Khair di Poso, Sulawesi Tengah. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi yang melibatkan pengurus pesantren, ustadz dan ustadzah, serta santri penghafal Al- Qur'an. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses internalisasi nilai-nilai spiritual Al-Qur'an dilakukan dalam tiga tahap: transformasi nilai (mengajarkan santri tentang nilai-nilai Al-Qur’an), transaksi nilai (interaksi dua arah antara ustadz dan santri), dan transinternalisasi (penghayatan dan pengalaman nilai secara holistik). Nilai-nilai yang diutamakan mencakup tauhid, istiqamah, tawadu, ukhuwah, serta amanah dan tanggung jawab. Proses penginternalisasian diperkuat oleh program tahfidz yang terintegrasi dengan ta'dib Islami, pembiasaan praktek ibadah, dan contoh yang ditunjukkan oleh ustadz. Hasil dari ini adalah lahirnya karakter santri yang memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi, integritas moral yang baik, dan komitmen sosial yang kokoh. Dalam konteks Poso yang memiliki sejarah konflik sosial, pesantren ini berperan secara strategis dalam upaya rekonsiliasi dan perdamaian melalui penanaman nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur'an.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Mustofa Kamalhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5515Analisis Perbandingan Akhlak Peserta Didik di Sekolah Umum dan Pesantren2026-06-25T07:32:10+00:00Muspaida Rahimmuspaidarahim@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan akhlak peserta didik di sekolah umum dan pesantren melalui studi pustaka. Akhlak merupakan aspek penting dalam pendidikan karena mencerminkan karakter dan perilaku peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dari buku dan jurnal ilmiah, khususnya yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir dan relevan dengan topik. Hasil kajian menunjukkan bahwa peserta didik di pesantren umumnya memiliki akhlak religius yang lebih kuat, seperti kedisiplinan dalam ibadah, sikap tawadhu’, dan penghormatan kepada guru, yang dipengaruhi oleh sistem pendidikan berbasis asrama, pembiasaan nilai agama, serta teladan dari kiai dan ustaz. Sebaliknya, peserta didik di sekolah umum unggul dalam aspek berpikir kritis, keterbukaan, dan keaktifan dalam pembelajaran, meskipun internalisasi nilai akhlak religius tidak selalu mendalam. Perbedaan ini dipengaruhi oleh kurikulum, lingkungan pendidikan, metode pembelajaran, dan intensitas pembinaan karakter. Kesimpulannya, integrasi antara sistem pendidikan sekolah umum dan pesantren sangat penting untuk membentuk peserta didik yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan akhlak mulia.</p>2026-06-22T17:47:57+00:00Copyright (c) 2026 Muspaida Rahimhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5516Etika Penggunaan Artificial Intelligence dalam Perspektif Pendidikan Islam di Era Society 5.02026-06-25T07:32:11+00:00Muh. Aril Widi Saputraarilwidi468@gmail.com<p>Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang pesat membawa peluang sekaligus tantangan bagi dunia pendidikan, termasuk pendidikan Islam. Era Society 5.0 yang menempatkan manusia sebagai pusat kemajuan teknologi menuntut adanya kerangka etis yang kokoh dalam pemanfaatan AI, khususnya di lembaga-lembaga pendidikan Islam. Artikel ini bertujuan mengkaji secara kritis etika penggunaan AI dalam perspektif pendidikan Islam di era Society 5.0, mencakup peluang, tantangan, serta prinsip-prinsip etis yang dapat dijadikan landasan pemanfaatan AI secara bertanggung jawab. Pendekatan yang digunakan adalah kajian pustaka integratif dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah, dokumen kebijakan, dan teori pendidikan Islam yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam sesungguhnya memiliki kerangka etis yang sangat relevan untuk mengatur penggunaan AI, yang bersumber dari prinsip-prinsip seperti tabayyun, amanah, mashlahah, dan keadilan. AI berpotensi besar meningkatkan kualitas dan aksesibilitas pendidikan Islam, namun risikonya terhadap integritas akademik, pembentukan karakter, dan kualitas spiritualitas peserta didik tidak dapat diabaikan. Artikel ini merekomendasikan strategi terpadu yang menggabungkan literasi AI berbasis nilai Islam, penguatan peran guru sebagai pembimbing etis, dan pengembangan kebijakan kelembagaan yang menjamin pemanfaatan AI yang humanis dan bermartabat. Dengan demikian, pendidikan Islam tidak hanya mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, tetapi juga menjadi pioner dalam penggunaan AI yang beretika dan berkeadaban.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Muh. Aril Widi Saputrahttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5526Implementasi Metode Iqra’-Imla’ dalam Peningkatan Kemampuan Membaca dan Menulis Al-Qur’an yang berkelanjutan di Madrasah Tsanawiyah Al-Khairaat Tompe2026-06-25T07:32:12+00:00Moh. Afif Algifarrievanfrans435@gmail.comFatimah Sagunipascasarjana.uindkpalu@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode Iqra’-Imla’ dalam meningkatkan kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an pada siswa Madrasah Tsanawiyah. Penelitian menggunakan metode mixed-method dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian adalah 30 siswa kelas VII MTs. Al-Khairaat Tompe. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, serta uji statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Iqra’-Imla’ mampu meningkatkan keterampilan membaca Al-Qur’an sebesar 78% dan keterampilan menulis huruf Arab sebesar 72%. Implementasi metode ini tidak hanya berpengaruh pada aspek kognitif, tetapi juga menumbuhkan sikap religius siswa. Penelitian ini menyarankan agar guru PAI terus mengintegrasikan metode Iqra’-Imla’ dengan pendekatan pembelajaran aktif untuk meningkatkan mutu pendidikan Al-Qur’an-Hadits di madrasah.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Moh. Afif Algifarri, Fatimah Sagunihttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5527Rekonstruksi Nilai Tauhid sebagai Paradigma Sustainability Unity of Mankind dalam Menghadapi Problematika Kemiskinan Struktural2026-06-25T07:32:12+00:00Fadhel Fikri Parebbafadhel98fikri@gmail.com<p>Ketimpangan ekonomi global yang dipicu oleh sistem kapitalistik saat ini telah menciptakan jurang kemiskinan struktural yang secara sistematis memarginalkan kaum mustadh’afin. Fenomena ini bukan sekadar takdir ilahi, melainkan hasil dari konstruksi kebijakan eksploitatif yang memprioritaskan akumulasi modal bagi segelintir elit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implementasi nilai Tauhid sebagai paradigma Unity of Mankind dalam menghadapi problematika kemiskinan struktural serta memberikan kritik terhadap sistem ekonomi kapitalistik melalui kacamata teologi pembebasan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data bersumber dari karya primer tokoh teologi pembebasan seperti Asghar Ali Engineer dan Musdah Mulia, yang dianalisis secara deskriptif-analitis menggunakan pendekatan sosiologi-teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi Tauhid mentransformasi makna metafisik menjadi paradigma sosiologis yang menekankan kesatuan umat manusia. Prinsip ini menuntut penghapusan sekat kelas sosial (classless society) dan segala bentuk subordinasi manusia yang dianggap sebagai pengingkaran terhadap esensi ketauhidan. Tauhid berfungsi sebagai energi transformasi untuk melakukan "jihad sosiologis" melawan struktur kapitalisme melalui redistribusi kekayaan seperti zakat dan wakaf sebagai alat koreksi ketimpangan. Kesimpulannya, pengintegrasian nilai Tauhid sebagai paradigma Unity of Mankind mampu menjadi pisau analisis untuk mendekonstruksi struktur ekonomi yang zalim guna mewujudkan tatanan masyarakat yang egaliter dan memberdayakan martabat kelompok marjinal secara konkret.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Fadhel Fikri Parebbahttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5528Islam dalam Pusaran Politik Digital: Tantangan dan Peluang Moderasi Beragama yang Berlanjutan di Era Society 5.02026-06-25T07:32:13+00:00Moh Fahrulfahrulmoh455@gmail.com<p>Transformasi digital telah mengubah secara fundamental pola komunikasi sosial, politik, dan keagamaan masyarakat Indonesia. Media sosial tidak hanya menjadi ruang demokrasi baru, tetapi juga arena kontestasi narasi agama dan politik yang sarat kepentingan. Fenomena politik identitas, disinformasi, dan polarisasi berbasis agama semakin menguat dalam ruang digital Indonesia, khususnya sejak kontestasi Pilkada DKI Jakarta 2017 hingga Pemilihan Presiden 2019 dan 2024. Era Society 5.0 menghadirkan integrasi antara teknologi dan kehidupan manusia yang berdampak pada perubahan otoritas keagamaan dan perilaku politik masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan serta peluang moderasi beragama dalam dinamika politik digital di Indonesia. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) dan analisis kritis, hasil penelitian menunjukkan bahwa politik digital menciptakan ruang partisipasi baru bagi umat Islam, namun juga memperbesar potensi fragmentasi sosial akibat algoritma media, echo chamber, dan instrumentalisasi agama oleh elit politik. Moderasi beragama menjadi pendekatan strategis dalam membangun ruang publik digital yang inklusif, kritis, dan berorientasi pada nilai kebangsaan.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Moh Fahrulhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5529Runtuhnya Tembok Dikotomi: Evaluasi Kritis Terhadap Paradigma Model Islamisasi dan Integrasi Ilmu Pengetahuan yang Berkelanjutan2026-06-25T07:32:14+00:00Moh. Rofikmfik0641@gmail.com<p>Penelitian ini mengeksplorasi urgensi integrasi-interkoneksi dan islamisasi ilmu pengetahuan sebagai solusi atas problema dikotomi keilmuan dalam dunia Islam. Al-Qur'an dan Hadits secara eksplisit memerintahkan pengembangan ilmu melalui observasi alam semesta (ayat kauniyah), namun realitas menunjukkan adanya pemisahan tajam antara ilmu agama yang dogmatis-statis dan ilmu umum yang sekuler-empiris. Dikotomi ini berimplikasi pada pelemahan eksistensi institusi pendidikan Islam dan ketidakmampuan umat dalam menjawab tantangan modernitas. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dan analisis isi (content analysis), penelitian ini mengkaji berbagai model integrasi keilmuan, mencakup model purifikasi, modernisasi, dan neo-modernisasi.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi ilmu pengetahuan merupakan upaya mengembalikan hakikat ilmu pada sumber asalnya, yaitu Tuhan, dengan menempatkan tauhid sebagai landasan epistemologis. Islamisasi ilmu pengetahuan dalam konteks ini tidak hanya menyasar pada objek ilmu, tetapi lebih pada penghayatan pencari ilmu (thalib al-ilmi) terhadap nilai-nilai Islam. Melalui pendekatan integrasi-interkoneksi, terjadi dialog antar-disiplin ilmu yang menghasilkan sinergi holistik, seperti munculnya sistem perbankan syariah dan teknologi ramah lingkungan yang selaras dengan maqasid syariah. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa penghapusan dikotomi ilmu melalui rekonstruksi paradigma keilmuan di perguruan tinggi Islam adalah prasyarat mutlak untuk mencetak generasi yang kompetitif secara intelektual dan luhur secara akhlak. Dengan memposisikan manusia sebagai khalifah fil ardh, integrasi ilmu memastikan kemajuan peradaban yang berkeadilan dan membawa kemaslahatan di dunia maupun akhirat.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Moh. Rofikhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5530Hukum Islam dan Penyelesaian Sengketa Keluarga: Kasus Perceraian yang Berkelanjutan2026-06-25T07:32:15+00:00Mohamad Arifmoh.arif0271@gmail.com<p>Makalah ini mengkaji hukum Islam dalam konteks penyelesaian sengketa keluarga, dengan fokus pada kasus perceraian. Perceraian merupakan fenomena yang kian meningkat dalam masyarakat modern, termasuk di Indonesia. Dalam kajian ini, penulis akan membahas latar belakang hukum Islam terkait perceraian, rumusan masalah yang dihadapi, serta tujuan dan metodologi penelitian yang diterapkan. Dengan memanfaatkan data dan statistik terkini, makalah ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang bagaimana hukum Islam mengatur perceraian dan bagaimana proses penyelesaiannya dapat dilaksanakan dengan adil sesuai prinsip-prinsip syariah.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Mohamad Arifhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5540Mutiara Ilmu dalam Resolusi Konflik Keluarga: Integrasi Hukum Islam, Spiritualitas, dan Tradisi Libu Masyarakat Kaili yang Berkelanjutan2026-06-25T07:32:15+00:00Mohammad Syukriukhie.mohammad@gmail.comMuhammad Akbarpascasarjana.uindkpalu@gmail.comHilal Malaranganpascasarjana.uindkpalu@gmail.com<p>Konflik keluarga merupakan dinamika sosial yang kerap terjadi namun memerlukan penanganan yang tepat agar tidak berujung pada perceraian. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi integrasi antara Hukum Islam, nilai spiritualitas, dan tradisi lokal Libu pada masyarakat Kaili di Sulawesi Tengah sebagai instrumen resolusi konflik keluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan integratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Libu (musyawarah adat) mengandung nilai-nilai syariat yang menekankan pada ishlah (perdamaian). Integrasi spiritualitas dalam Libu memperkuat komitmen pasangan untuk mempertahankan ikatan perkawinan melalui pendekatan hati dan nilai-nilai ketuhanan. Kesimpulannya, sinergi antara hukum formal Islam dan kearifan lokal Libu efektif dalam meredam eskalasi konflik keluarga di masyarakat Kaili.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Mohammad Syukri, Muhammad Akbar, Hilal Malaranganhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5541Peran Manajemen Kepemimpinan Transformasional Kepala Madrasah dalam Peningkatan Akreditasi Madrasah yang Berkelanjutan di Aliyah Negeri Kota Tarakan2026-06-25T07:32:16+00:00Muh Farhanfarhan73yes@gmail.comNurdin Nurdinpascasarjana.uindkpalu@gmail.comA. Markarmapascasarjana.uindkpalu@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen kepemimpinan transformasional kepala madrasah dalam meningkatkan akreditasi Madrasah Aliyah Negeri di Kota Tarakan. Fokus utama penelitian mencakup bagaimana dimensi kepemimpinan transformasional, seperti pengaruh ideal (idealized influence), motivasi inspirasional (inspirational motivation), stimulasi intelektual (intellectual stimulation), dan perhatian individual (individualized consideration), diimplementasikan dalam pengelolaan madrasah guna mencapai standar akreditasi yang optimal.</p> <p>Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi yang melibatkan kepala madrasah, guru, serta pengawas madrasah. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis tematik melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran komprehensif terkait praktik kepemimpinan transformasional.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala madrasah berperan signifikan dalam meningkatkan kualitas manajemen dan kinerja lembaga, khususnya dalam pemenuhan delapan standar nasional pendidikan yang menjadi indikator akreditasi. Kepala madrasah mampu membangun visi bersama, meningkatkan motivasi kerja guru, mendorong inovasi pembelajaran, serta menciptakan budaya mutu yang berkelanjutan. Selain itu, keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor pendukung utama dalam pencapaian akreditasi unggul.</p> <p>Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa manajemen kepemimpinan transformasional memiliki kontribusi strategis dalam peningkatan akreditasi madrasah. Oleh karena itu, penguatan kapasitas kepemimpinan kepala madrasah perlu terus dilakukan sebagai upaya berkelanjutan dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah di Kota Tarakan.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Muh Farhan, Nurdin Nurdin, A. Markarmahttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5542Integrasi Ilmu dan Kearifan Lokal: Peran Kepemimpinan Transformasional dalam Mutu Pendidikan Madrasah yang Berkelanjutan2026-06-25T07:32:18+00:00Muhammad Tauhidtauhidreza.tauhid@gmail.comA. Markarmapascasarjana.uindkpalu@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran kepemimpinan transformasional kepala madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui akreditasi Madrasah Aliyah Negeri di Kota Tarakan. Akreditasi madrasah merupakan instrumen penting yang tidak hanya berfungsi sebagai evaluasi eksternal, tetapi juga sebagai pendorong internal untuk membangun budaya mutu berkelanjutan. Dalam konteks ini, kepemimpinan kepala madrasah menjadi faktor kunci yang menentukan arah kebijakan, strategi pengelolaan, serta pencapaian standar nasional pendidikan.</p> <p>Fokus kajian penelitian ini meliputi implementasi empat dimensi kepemimpinan transformasional, yaitu idealized influence (pengaruh ideal), inspirational motivation (motivasi inspirasional), intellectual stimulation (stimulasi intelektual), dan individualized consideration (perhatian individual). Keempat dimensi tersebut tidak hanya diterapkan dalam kerangka manajerial, tetapi juga diintegrasikan dengan nilai nilai spiritualitas, moderasi beragama, dan kearifan lokal yang menjadi ciri khas pendidikan Islam di Indonesia. Integrasi ini menjadikan kepemimpinan kepala madrasah bukan sekadar instrumen administratif, melainkan agen perubahan yang mampu membangun visi bersama, menumbuhkan motivasi kolektif, serta memperkuat identitas lokal dalam pengelolaan madrasah.</p> <p>Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis dilakukan melalui teknik tematik dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala madrasah berkontribusi signifikan terhadap pemenuhan delapan standar nasional pendidikan (SNP), membangun budaya mutu berkelanjutan, serta memperkuat identitas lokal dalam pengelolaan madrasah. Kesimpulan menegaskan bahwa penguatan kapasitas kepemimpinan transformasional menjadi strategi penting dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam di era Society 5.0.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Muhammad Tauhid, A. Markarmahttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5543Pendekatan Neurosains dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada General Digital yang Berkelanjutan2026-06-25T07:32:19+00:00Muhammad Zhahirmuhammadzhahir180623@gmail.comMohammad Djamil M. Nurpascasarjana.uindkpalu@gmail.com<p>Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mendorong lahirnya berbagai inovasi dalam dunia pendidikan, termasuk penerapan pendekatan neurosains dalam proses pembelajaran. Pendekatan neurosains memberikan pemahaman mengenai cara kerja otak dalam menerima, mengolah, dan menyimpan informasi sehingga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji optimalisasi pendekatan neurosains dalam pembelajaran PAI berbasis platform digital sebagai upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) yang mengkaji berbagai sumber literatur seperti jurnal ilmiah, buku, dan dokumen yang relevan dengan neurosains dan pembelajaran PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan neurosains dalam pembelajaran PAI dapat dilakukan melalui berbagai strategi, seperti penggunaan musik instrumental, brain gym, pembelajaran multi-sensori, strategi chunking dan brain break, diskusi, role play, serta pemanfaatan media dan platform digital. Pendekatan tersebut terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar, pemahaman materi, keterlibatan peserta didik, serta mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis. Selain itu, integrasi teknologi digital dalam pembelajaran PAI juga memberikan peluang untuk menciptakan proses belajar yang lebih interaktif, fleksibel, dan kontekstual sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era digital. Oleh karena itu, penerapan pendekatan neurosains yang dipadukan dengan pemanfaatan platform digital dapat menjadi strategi inovatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Muhammad Zhahir, Mohammad Djamil M. Nurhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5544Evaluasi Integrasi Teknologi Informasi dalam Kurikulum PAI Berbasis Sustainabie Outcome-Based Education2026-06-25T07:32:20+00:00Muradah Koimakiemuradahradah@gmail.comMohammad Djamil M. Nurpascasarjana.uindkpalu@gmail.com<p>Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas dan tantangan integrasi teknologi informasi dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) yang menggunakan pendekatan Outcome-Based Education (OBE). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui tinjauan pustaka sistematis, menganalisis berbagai sumber terkait penerapan kurikulum OBE dan teknologi pendidikan antara tahun 2021 hingga 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi informasi seperti penggunaan Learning Management System (LMS), aplikasi portofolio digital, dan analitik data sangat krusial dalam memfasilitasi pemantauan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) secara real-time. Teknologi memungkinkan pengukuran indikator kompetensi siswa PAI yang lebih presisi, transparan, dan terstruktur. Namun, terdapat sejumlah tantangan signifikan: kesenjangan infrastruktur digital di berbagai institusi, literasi teknologi pendidik yang belum merata, serta kesulitan dalam merumuskan asesmen teknologi untuk ranah afektif dan spiritual. Oleh karena itu, evaluasi ini merekomendasikan perlunya penguatan kapasitas dosen/guru, penyediaan infrastruktur yang inklusif, serta perumusan rubrik penilaian digital yang mampu merekam perkembangan karakter Islami secara holistik.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Muradah Koimakie, Mohammad Djamil M. Nurhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5545Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah yang Berkelanjutan dalam Perspektif Mutiara Ilmu: Integrasi Nilai Keilmuan, Spiritualitas, Moderasi, dan Kearifan Lokal2026-06-25T07:32:21+00:00Noprianto Nopriantonoprianto48@gmail.comAzma Azmapascasarjana.uindkpalu@gmail.comSofyan Bachmidpascasarjana.uindkpalu@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam perspektif “mutiara ilmu” yang mengintegrasikan nilai keilmuan, spiritualitas, moderasi, dan kearifan lokal. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan menelaah berbagai literatur ilmiah, buku, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah tidak hanya berorientasi pada perubahan organisasi, tetapi juga pada pembentukan karakter berbasis nilai-nilai spiritual dan budaya lokal. Integrasi ilmu dan spiritualitas memperkuat dimensi moral kepemimpinan, sedangkan moderasi dan kearifan lokal menjadi landasan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan harmonis. Dengan demikian, kepemimpinan transformasional berbasis mutiara ilmu mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara holistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam perspektif “mutiara ilmu” yang mengintegrasikan nilai keilmuan, spiritualitas, moderasi, dan kearifan lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah tidak hanya berorientasi pada perubahan organisasi, tetapi juga pada pembentukan karakter berbasis nilai-nilai spiritual dan budaya lokal. Integrasi ilmu dan spiritualitas memperkuat dimensi moral kepemimpinan, sedangkan moderasi dan kearifan lokal menjadi landasan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan harmonis. Nilai-nilai spiritual memberikan arah dan makna dalam setiap kebijakan dan tindakan, sehingga keputusan yang diambil tidak semata-mata bersifat rasional, tetapi juga etis dan bermakna. Hal ini mendorong terciptanya budaya sekolah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman moral dan spiritual. Dengan demikian, sekolah dapat menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi semua pihak untuk berkembang secara optimal.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Noprianto Noprianto, Azma Azma, Sofyan Bachmidhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5546Model Tata Kelola Keamanan Data Peserta Didik Berbasis Prinsip Syariah dalam Pembelajaran Digital yang Berkelanjutan2026-06-25T07:32:22+00:00Nur Adillahdelanur2003@gmail.comMohammad Djamil M. Nurpascasarjana.uindkpalu@gmail.com<p>Perkembangan teknologi informasi dalam pembelajaran digital, khususnya pada Pendidikan Agama Islam, memberikan kemudahan akses dan fleksibilitas belajar, namun juga menimbulkan permasalahan terkait keamanan data peserta didik. Data pribadi seperti identitas, rekam jejak pembelajaran, dan aktivitas digital rentan terhadap penyalahgunaan jika tidak dikelola secara tepat. Penelitian ini bertujuan merumuskan model tata kelola keamanan data peserta didik berbasis prinsip syariah dalam pembelajaran digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan melalui analisis berbagai literatur terkait pembelajaran digital, keamanan data, dan etika Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip syariah seperti amanah, tanggung jawab, perlindungan kehormatan, dan kemaslahatan dapat menjadi landasan normatif dalam pengelolaan data. Model yang dirumuskan mencakup transparansi pengelolaan data, perlindungan privasi peserta didik, penguatan etika digital pendidik, serta kebijakan institusional yang menjamin keamanan informasi. Dengan demikian, penerapan prinsip syariah dalam tata kelola data diharapkan mampu menciptakan sistem pembelajaran digital yang aman, etis, dan berorientasi pada kemaslahatan.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nur Adillah, Mohammad Djamil M. Nurhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5547Pengaruh Mitos Terhadap Ibu Hamil dalam Masyarakat Suku Tobungku di Desa Bente Kecamatan Bungku Tengah Kabupaten Morowali (Analisis Pendekatan Teologi Islam)2026-06-25T07:32:23+00:00Moh Jamiljamil42443@gmail.com<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap mitos yang berkaitan dengan ibu hamil, khususnya pada masyarakat Suku Tobungku di Desa Bente. Mitos-mitos tersebut tidak hanya berpengaruh pada perilaku, tetapi juga pada pola pikir dan praktik kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk mitos yang berkembang, pengaruhnya terhadap ibu hamil, serta menganalisisnya dalam perspektif teologi Islam.</p> <p>Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap tokoh masyarakat, tokoh agama, tenaga kesehatan, serta ibu hamil. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa mitos masih dipercaya dan dijalankan oleh sebagian masyarakat, seperti larangan tertentu bagi ibu hamil yang diyakini berdampak pada kondisi janin. Mitos tersebut memberikan pengaruh psikologis dan perilaku, baik positif maupun negatif. Dalam perspektif teologi Islam, sebagian mitos tidak memiliki dasar yang kuat dalam ajaran agama dan berpotensi bertentangan dengan prinsip tauhid apabila diyakini secara mutlak.</p> <p>Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa mitos masih berperan dalam kehidupan masyarakat, namun perlu adanya pemahaman yang lebih rasional dan sesuai dengan ajaran Islam agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dalam praktik keagamaan dan kesehatan ibu hamil.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Moh Jamilhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/5590Peran Program Asistensi Mengajar dalam MBKM terhadap Peningkatan Kompetensi Pedagogik Calon Guru Pendidikan Agama Islam2026-07-08T05:29:05+00:00Najla Abdul Ilah Badjebernajlabadjeber95@gmail.comJihan Jihanadmin@gmail.comAmelia Amarsyah Amudiadmin@gmail.com<p>Program Asistensi Mengajar dalam kerangka Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) merupakan salah satu upaya strategis perguruan tinggi Islam dalam mempersiapkan calon guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang kompeten secara pedagogik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran program asistensi mengajar MBKM terhadap peningkatan kompetensi pedagogik calon guru PAI di Program Studi PAI FTIK UIN Datokarama Palu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam terhadap 8 mahasiswa peserta program, 2 kepala sekolah, dan 3 guru pamong di SMPN 3 Palu dan MTs Nidaul Khairaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program asistensi mengajar berkontribusi signifikan dalam meningkatkan empat indikator kompetensi pedagogik: (1) kemampuan merancang pembelajaran PAI yang lebih kontekstual dan terarah, (2) kemampuan melaksanakan pembelajaran dengan metode aktif dan inovatif berbasis nilai keislaman, (3) kemampuan mengelola kelas yang heterogen secara efektif, dan (4) kemampuan melakukan evaluasi holistik mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Faktor pendukung keberhasilan meliputi bimbingan intensif guru pamong, dukungan fasilitas sekolah mitra, dan keterlibatan aktif mahasiswa. Penelitian merekomendasikan peningkatan koordinasi antara kampus dan sekolah mitra serta penguatan pembekalan teknis sebelum program dimulai.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Najla Abdul Ilah Badjeber, Jihan Jihan, Amelia Amarsyah Amudi