Islam dalam Pusaran Politik Digital: Tantangan dan Peluang Moderasi Beragama yang Berlanjutan di Era Society 5.0
Abstract
Transformasi digital telah mengubah secara fundamental pola komunikasi sosial, politik, dan keagamaan masyarakat Indonesia. Media sosial tidak hanya menjadi ruang demokrasi baru, tetapi juga arena kontestasi narasi agama dan politik yang sarat kepentingan. Fenomena politik identitas, disinformasi, dan polarisasi berbasis agama semakin menguat dalam ruang digital Indonesia, khususnya sejak kontestasi Pilkada DKI Jakarta 2017 hingga Pemilihan Presiden 2019 dan 2024. Era Society 5.0 menghadirkan integrasi antara teknologi dan kehidupan manusia yang berdampak pada perubahan otoritas keagamaan dan perilaku politik masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan serta peluang moderasi beragama dalam dinamika politik digital di Indonesia. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) dan analisis kritis, hasil penelitian menunjukkan bahwa politik digital menciptakan ruang partisipasi baru bagi umat Islam, namun juga memperbesar potensi fragmentasi sosial akibat algoritma media, echo chamber, dan instrumentalisasi agama oleh elit politik. Moderasi beragama menjadi pendekatan strategis dalam membangun ruang publik digital yang inklusif, kritis, dan berorientasi pada nilai kebangsaan.
Copyright (c) 2026 Moh Fahrul

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
