Rekonstruksi Nilai Tauhid sebagai Paradigma Sustainability Unity of Mankind dalam Menghadapi Problematika Kemiskinan Struktural

  • Fadhel Fikri Parebba Universitas Islam Negeri Datokarama Palu
Keywords: Tauhid, Unity of Mankind, Kemiskinan Struktural, Mustadh’afin, Teologi Pembebasan

Abstract

Ketimpangan ekonomi global yang dipicu oleh sistem kapitalistik saat ini telah menciptakan jurang kemiskinan struktural yang secara sistematis memarginalkan kaum mustadh’afin. Fenomena ini bukan sekadar takdir ilahi, melainkan hasil dari konstruksi kebijakan eksploitatif yang memprioritaskan akumulasi modal bagi segelintir elit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implementasi nilai Tauhid sebagai paradigma Unity of Mankind dalam menghadapi problematika kemiskinan struktural serta memberikan kritik terhadap sistem ekonomi kapitalistik melalui kacamata teologi pembebasan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data bersumber dari karya primer tokoh teologi pembebasan seperti Asghar Ali Engineer dan Musdah Mulia, yang dianalisis secara deskriptif-analitis menggunakan pendekatan sosiologi-teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi Tauhid mentransformasi makna metafisik menjadi paradigma sosiologis yang menekankan kesatuan umat manusia. Prinsip ini menuntut penghapusan sekat kelas sosial (classless society) dan segala bentuk subordinasi manusia yang dianggap sebagai pengingkaran terhadap esensi ketauhidan. Tauhid berfungsi sebagai energi transformasi untuk melakukan "jihad sosiologis" melawan struktur kapitalisme melalui redistribusi kekayaan seperti zakat dan wakaf sebagai alat koreksi ketimpangan. Kesimpulannya, pengintegrasian nilai Tauhid sebagai paradigma Unity of Mankind mampu menjadi pisau analisis untuk mendekonstruksi struktur ekonomi yang zalim guna mewujudkan tatanan masyarakat yang egaliter dan memberdayakan martabat kelompok marjinal secara konkret.

Published
2026-06-03