Etika Penggunaan Artificial Intelligence dalam Perspektif Pendidikan Islam di Era Society 5.0

  • Muh. Aril Widi Saputra Universitas Islam Negeri Datokarama Palu
Keywords: Kecerdasan Buatan; Etika Islam; Pendidikan Islam; Society 5.0; Integritas Akademik; Tabayyun; Teknologi Pendidikan

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang pesat membawa peluang sekaligus tantangan bagi dunia pendidikan, termasuk pendidikan Islam. Era Society 5.0 yang menempatkan manusia sebagai pusat kemajuan teknologi menuntut adanya kerangka etis yang kokoh dalam pemanfaatan AI, khususnya di lembaga-lembaga pendidikan Islam. Artikel ini bertujuan mengkaji secara kritis etika penggunaan AI dalam perspektif pendidikan Islam di era Society 5.0, mencakup peluang, tantangan, serta prinsip-prinsip etis yang dapat dijadikan landasan pemanfaatan AI secara bertanggung jawab. Pendekatan yang digunakan adalah kajian pustaka integratif dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah, dokumen kebijakan, dan teori pendidikan Islam yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam sesungguhnya memiliki kerangka etis yang sangat relevan untuk mengatur penggunaan AI, yang bersumber dari prinsip-prinsip seperti tabayyun, amanah, mashlahah, dan keadilan. AI berpotensi besar meningkatkan kualitas dan aksesibilitas pendidikan Islam, namun risikonya terhadap integritas akademik, pembentukan karakter, dan kualitas spiritualitas peserta didik tidak dapat diabaikan. Artikel ini merekomendasikan strategi terpadu yang menggabungkan literasi AI berbasis nilai Islam, penguatan peran guru sebagai pembimbing etis, dan pengembangan kebijakan kelembagaan yang menjamin pemanfaatan AI yang humanis dan bermartabat. Dengan demikian, pendidikan Islam tidak hanya mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, tetapi juga menjadi pioner dalam penggunaan AI yang beretika dan berkeadaban.

Published
2026-06-03