Internalisasi Nilai-Nilai Spiritual Qur’ani Dalam Membangun Karakter Santri Penghafal Al-Qur’an di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Babul Khair Poso, Sulawesi Tengah
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses internalisasi nilai-nilai spiritual dari Al-Qur'an dalam proses pembentukan karakter santri penghafal Al-Qur'an di Pondok Pesantren Babul Khair di Poso, Sulawesi Tengah. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi yang melibatkan pengurus pesantren, ustadz dan ustadzah, serta santri penghafal Al- Qur'an. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses internalisasi nilai-nilai spiritual Al-Qur'an dilakukan dalam tiga tahap: transformasi nilai (mengajarkan santri tentang nilai-nilai Al-Qur’an), transaksi nilai (interaksi dua arah antara ustadz dan santri), dan transinternalisasi (penghayatan dan pengalaman nilai secara holistik). Nilai-nilai yang diutamakan mencakup tauhid, istiqamah, tawadu, ukhuwah, serta amanah dan tanggung jawab. Proses penginternalisasian diperkuat oleh program tahfidz yang terintegrasi dengan ta'dib Islami, pembiasaan praktek ibadah, dan contoh yang ditunjukkan oleh ustadz. Hasil dari ini adalah lahirnya karakter santri yang memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi, integritas moral yang baik, dan komitmen sosial yang kokoh. Dalam konteks Poso yang memiliki sejarah konflik sosial, pesantren ini berperan secara strategis dalam upaya rekonsiliasi dan perdamaian melalui penanaman nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur'an.
Copyright (c) 2026 Mustofa Kamal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
