Dampak Psikis dan Sosiologis Perceraian
Abstract
Perceraian merupakan fenomena sosial yang tidak hanya berdampak pada hubungan suami istri, tetapi juga memengaruhi kondisi psikologis dan kehidupan sosial anggota keluarga, terutama anak. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dampak psikis dan sosiologis perceraian serta upaya penanganannya dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka (library research) dengan mengumpulkan berbagai sumber seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, dan dokumen lain yang relevan dengan tema penelitian. Data dianalisis secara deskriptif dan sistematis untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai dampak perceraian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara psikis perceraian dapat menimbulkan trauma, kecemasan, rasa tidak aman, depresi, rendah diri, serta perubahan perilaku pada anak maupun orang tua. Anak korban perceraian cenderung mengalami gangguan emosional, menarik diri dari lingkungan sosial, hingga menunjukkan perilaku agresif. Sementara itu, secara sosiologis perceraian berdampak pada terganggunya fungsi keluarga sebagai lembaga sosial primer, meningkatnya kenakalan remaja, anak putus sekolah, munculnya fenomena anti- pernikahan, isolasi sosial, serta menurunnya solidaritas sosial dalam masyarakat. Artikel ini juga menemukan bahwa penanganan dampak perceraian dapat dilakukan melalui psikoterapi, terapi keluarga, dukungan psikososial, reintegrasi sosial, rehabilitasi sosial, dan pemulihan citra diri korban perceraian. Dengan demikian, perceraian tidak hanya menjadi persoalan pribadi, tetapi juga persoalan sosial yang membutuhkan perhatian bersama dari keluarga, masyarakat, dan lembaga terkait.
Copyright (c) 2026 Moh. Jihad Alfuady

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
