Pesantren: Lembaga Intelektual Santri
Abstract
Pesantren, dulu dan kini, keberadaannya masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat bahkan negara sekalipun telah mengakui hal tersebut. Banyak ulama, kiai, ustadz, pendakwah terbentuk dari lingkungan pesantren, sehingga pesantren secara tidak langsung, tanpa kita sadari adalah sebuah tempat dimana para cendekia dan kaum intelektual Islam terlahir. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pesantren, sebuah lembaga yang menaungi santri sebagai generasi yang berintelektual tinggi, khususnya dibidang pendidikan agama Islam, baik Islam klasik maupun modern. Metode pada penelitian ini ialah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur (library research). Data utama diperoleh dari buku dan artikel, sedangkan data pendukung diperoleh dari maqalah para ulama dan cendekia. Hasil menunjukkan bahwa pesantren terbagi atas beberapa tipe, pertama, klasik, yaitu pondok pesantren yang pembelajarannya murni mengikuti tradisi ulama terdahulu, seperti adanya pembelajaran kitab kuning, nahwu sharaf dan al-qur’an hadits. Kedua, hibrida, pondok pesantren yang juga memiliki sekolah formal, seperti MI, MTs dan MA. Ketiga, modern, pondok pesantren pada tipe ini benar-benar telah mengalami banyak perubahan, seperti bangunannya yang tinggi bertingkat, megah, hingga perguruan tinggi yang juga menyediakan fasilitas asrama. Intinya, pesantren baik tipe A, B dan C, semuanya merupakan majelis keilmuan yang bertujuan untuk mencetak manusia yang berintelektual dan berjiwa sufistik.
Copyright (c) 2026 Moch. Irsyad Ariefin, Erniati Erniati, Sagir Muhammad Amin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
