Hiperrealitas Pernikahan Di Media Sosial: Konstruksi Wedding Goals Pada Generasi Muda
Abstract
Penelitian ini membahas konstruksi hiperrealitas pernikahan di media sosial melalui fenomena wedding goals pada generasi muda. Perkembangan platform digital seperti Instagram dan TikTok telah mengubah cara masyarakat memaknai relasi romantis dan institusi pernikahan. Pernikahan yang sebelumnya dipahami sebagai institusi privat dan sakral kini bergeser menjadi performa sosial yang dipertontonkan di ruang digital melalui konten visual yang estetis, romantis, dan simbolik.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) yang bersumber dari jurnal ilmiah, buku akademik, dan literatur relevan mengenai budaya digital, hiperrealitas, dramaturgi media sosial, serta perbandingan sosial. Analisis dilakukan menggunakan teori hiperrealitas Jean Baudrillard, dramaturgi Erving Goffman, dan Social Comparison Theory Leon Festinger.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial membentuk standar hubungan ideal melalui budaya representasi visual dan validasi sosial. Fenomena seperti wedding goals, couple goals, dan romantisasi hubungan menciptakan simulasi hubungan yang sering kali tidak merepresentasikan realitas kehidupan rumah tangga secara utuh. Selain itu, media sosial mendorong praktik perbandingan sosial yang memengaruhi ekspektasi generasi muda terhadap cinta, komitmen, dan kehidupan pernikahan. Pernikahan dalam budaya digital tidak lagi hanya dipahami sebagai relasi emosional dan spiritual, tetapi juga sebagai simbol status sosial, identitas digital, dan komoditas visual yang dikonsumsi publik. Penelitian ini menegaskan bahwa media sosial berperan penting dalam membentuk realitas sosial baru mengenai pernikahan dalam masyarakat digital kontemporer.
Copyright (c) 2026 M. Yuslan Ramdlany Mursalin, Adam Saleh, Fariz Rifandi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
