Transformasi Pendidikan Islam Berbasis Moderasi Beragama dan Kearifan Lokal di Era Society 5.0: Studi Kasus Implementasi Nilai Sintuvu pada Peserta Didik di Sulawesi Tengah
Abstract
Era Society 5.0 membawa perubahan besar terhadap sistem pendidikan, termasuk pendidikan Islam. Perubahan tersebut menuntut lembaga pendidikan untuk tidak hanya mengembangkan kemampuan teknologi peserta didik, tetapi juga memperkuat nilai spiritualitas, moderasi beragama, dan kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi pendidikan Islam berbasis moderasi beragama dan kearifan lokal melalui implementasi nilai Sintuvu pada peserta didik di Sulawesi Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Sintuvu yang mengandung prinsip persatuan, gotong royong, toleransi, musyawarah, dan solidaritas sosial mampu menjadi dasar penguatan moderasi beragama dalam pendidikan Islam. Implementasi nilai Sintuvu dilakukan melalui pembelajaran kolaboratif, pembiasaan sosial keagamaan, kegiatan budaya sekolah, dan integrasi nilai lokal dalam materi Pendidikan Agama Islam. Penerapan nilai tersebut memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter peserta didik yang lebih toleran, inklusif, bertanggung jawab, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi di era Society 5.0. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi moderasi beragama dan nilai Sintuvu menjadi strategi penting dalam membangun pendidikan Islam yang kontekstual, humanis, dan berorientasi pada penguatan karakter peserta didik di Sulawesi Tengah serta mendukung terciptanya kehidupan sosial yang harmonis, aman, dan berkelanjutan di lingkungan pendidikan dan masyarakat. Selain itu, implementasi pendidikan berbasis kearifan lokal juga meningkatkan kesadaran peserta didik terhadap pentingnya menjaga kerukunan, menghargai perbedaan, dan membangun hubungan sosial yang sehat di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Temuan penelitian ini diharapkan menjadi rujukan dalam pengembangan kebijakan pendidikan Islam berbasis budaya lokal.
Copyright (c) 2026 Artha Darwis

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
