Kolonialisme, modernitas, globalisasi sebagai faktor munculnya pemikiran Islam Kontemporer
Abstract
Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif bagaimana kolonialisme, modernitas, dan globalisasi menjadi faktor utama dalam munculnya pemikiran Islam kontemporer. Kolonialisme Barat tidak hanya berdampak pada dominasi politik dan ekonomi, tetapi juga menciptakan hegemoni epistemologis yang menggeser otoritas keilmuan Islam. Modernitas menghadirkan paradigma baru berupa rasionalitas, sekularisasi, dan perkembangan ilmu pengetahuan yang menantang tradisi klasik Islam. Sementara itu, globalisasi mempercepat arus pertukaran ide, informasi, dan budaya yang semakin memperkaya sekaligus memperumit dinamika pemikiran Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka terhadap berbagai jurnal ilmiah yang terindeks di Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga faktor tersebut saling berinteraksi dalam melahirkan berbagai corak pemikiran Islam kontemporer, seperti modernisme, revivalisme, neo-modernisme, dan pemikiran progresif. Ketiganya juga membentuk karakter pemikiran Islam yang lebih adaptif, kritis, dan kontekstual dalam menghadapi tantangan global.
Copyright (c) 2026 Ainur Fadillah Salam

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
