Cinta Diam-Diam di Era Society 5.0: Dia Aktif Menyukai Status, Tapi Pasif Menyatakan - Perspektif Etika dan Perasaan dalam Islam

  • Dandi Dandi Universitas Islam Negeri Datokarama Palu
  • Andi Anirah Universitas Islam Negeri Datokarama Palu
  • Erniati Erniati Universitas Islam Negeri Datokarama Palu
Keywords: cinta diam-diam, media sosial, Society 5.0, etika Islam, perasaan, etika digital.

Abstract

Perkembangan teknologi di era Society 5.0 telah mengubah pola interaksi sosial manusia, termasuk dalam mengekspresikan perasaan melalui media sosial. Fenomena cinta diam-diam yang ditunjukkan melalui aktivitas seperti menyukai unggahan, melihat story secara terus-menerus, dan memberi perhatian tanpa menyatakan perasaan secara langsung menjadi salah satu bentuk interaksi yang banyak terjadi di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena cinta diam-diam di era Society 5.0 serta mengkaji perspektif etika dan perasaan dalam Islam terhadap interaksi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara terhadap mahasiswa Universitas Islam Negeri Datokarama Palu pengguna media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial menjadi sarana utama dalam mengekspresikan ketertarikan secara tidak langsung karena dianggap lebih aman dan mengurangi risiko penolakan. Namun, interaksi tersebut sering menimbulkan hubungan yang ambigu, harapan sepihak, overthinking, dan ketidakstabilan emosional. Dalam perspektif Islam, perasaan cinta merupakan fitrah manusia yang harus dikelola dengan baik melalui menjaga hati (hifdzul qalb), menjaga interaksi, serta memiliki kejelasan niat dalam hubungan. Selain itu, etika digital menjadi hal penting agar penggunaan media sosial tidak menimbulkan fitnah, permainan perasaan, maupun harapan palsu. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran moral dan tanggung jawab dalam mengekspresikan perasaan di era digital agar interaksi yang terjalin tetap sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Published
2026-06-03