Melawan Jahiliyyah Digital: Pendidikan Anti-Konsumtif Perspektif Sayyid Qutb Di Era Media Sosial
Abstract
Fenomena Jahiliyyah digital merefleksikan krisis spiritual manusia modern yang terjebak dalam budaya konsumtif media sosial. Berbagai kajian tentang pendidikan Islam di era digital umumnya menekankan aspek literasi teknologi, namun masih terbatas dalam mengkaji dimensi ideologis dan spiritual yang melatarbelakangi perilaku konsumtif tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pendidikan anti-konsumtif dalam perspektif Sayyid Qutb sebagai respons terhadap hegemoni budaya digital yang menuhankan citra dan materi. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan analisis konseptual-kritis terhadap karya-karya utama Sayyid Qutb, khususnya Fi Zhilal al-Qur’an dan Ma‘alim fi al-Thariq, serta didukung oleh literatur ilmiah kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jahiliyyah digital merupakan bentuk modern dari keterputusan manusia terhadap nilai tauhid, di mana kebebasan semu digantikan oleh ketergantungan pada sistem kapitalistik digital. Dalam perspektif Qutb, pendidikan Islam harus berfungsi sebagai sarana pembebasan spiritual melalui internalisasi nilai ubudiyyah lillah, pembentukan karakter sederhana, serta kritik terhadap komodifikasi ilmu dan moralitas. Dengan demikian, pendidikan anti-konsumtif tidak hanya menjadi pendekatan etis, tetapi juga merupakan strategi ideologis dalam membangun kesadaran tauhid di tengah arus konsumtif media sosial.
Copyright (c) 2026 Amir Basari Zanki , Harits Azmi Zanki, Imad Eddin Zanki, Indriani Indriani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
