Membangun Literasi Keagamaan Lintas Budaya yang Responsif Anti Kekerasan

  • Annisa Rahma Universitas Islam Negeri Datokarama Palu
Keywords: Literasi Keagamaan, Lintas Budaya, Anti Kekerasan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pentingnya membangun literasi keagamaan lintas budaya yang responsif terhadap nilai-nilai anti kekerasan dalam kehidupan masyarakat yang majemuk. Literasi keagamaan tidak hanya dipahami sebagai kemampuan memahami ajaran agama, tetapi juga sebagai kemampuan bersikap terbuka, toleran, dan menghargai keberagaman budaya serta keyakinan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber ilmiah, seperti buku, jurnal, artikel, dan dokumen yang berkaitan dengan literasi keagamaan, pendidikan multikultural, toleransi, dan anti kekerasan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penguatan literasi keagamaan lintas budaya dapat menjadi sarana efektif dalam mencegah intoleransi, radikalisme, diskriminasi, dan berbagai bentuk kekerasan berbasis agama maupun budaya. Pemahaman yang inklusif terhadap perbedaan mampu membentuk sikap saling menghormati, dialogis, serta menciptakan hubungan sosial yang harmonis di tengah masyarakat plural. Selain itu, pendidikan memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai moderasi, perdamaian, dan kemanusiaan sejak dini melalui proses pembelajaran yang kontekstual dan humanis. Dengan demikian, pembangunan literasi keagamaan lintas budaya yang responsif anti kekerasan menjadi salah satu langkah strategis dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang damai, dan toleran.

Published
2026-06-03