Paradigma Mutiara Ilmu Dalam Pendidikan Islam Moderat Di Sulawesi Tengah
Abstract
Penelitian ini membahas paradigma “Mutiara Ilmu” dalam penguatan pendidikan Islam moderat di Sulawesi Tengah. Latar belakang kajian ini berangkat dari kebutuhan mendesak untuk memperkuat praktik pendidikan Islam yang inklusif, toleran, dan responsif terhadap keragaman sosial-keagamaan di wilayah yang memiliki sejarah dinamika relasi antarumat beragama. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis konsep Mutiara Ilmu dan relevansinya terhadap model pendidikan Islam moderat di Sulawesi Tengah. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui penelusuran literatur, dokumen, dan sumber-sumber relevan mengenai moderasi beragama, pendidikan Islam, dan konteks Sulawesi Tengah. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa paradigma Mutiara Ilmu dapat dimaknai sebagai kerangka pendidikan yang menempatkan ilmu, akhlak, dan kebijaksanaan sebagai inti pembentukan peserta didik, sehingga selaras dengan prinsip tawassuth, tawazun, i‘tidal, dan tasamuh. Dalam konteks Sulawesi Tengah, paradigma ini relevan untuk memperkuat ketahanan sosial, mendorong dialog, serta mencegah intoleransi dan radikalisme yang masih menjadi perhatian dalam ruang pendidikan dan masyarakat. Kesimpulannya, paradigma Mutiara Ilmu berpotensi menjadi landasan konseptual pendidikan Islam moderat yang kontekstual, humanis, dan berorientasi pada perdamaian sosial.
Copyright (c) 2026 Hikmawati Hikmawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
