Spiritualiasi Digital dan Krisis Makna Ilmu pada Generasi Scrool Culture

  • Hariya Hariya Universitas Islam Negeri Datokarama Palu
Keywords: spiritualitas digital, scroll culture, krisis ilmu, generasi digital, literasi digital, pendidikan Islam.

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah melahirkan budaya baru dalam kehidupan generasi muda yang dikenal dengan istilah scroll culture. Budaya ini ditandai dengan kebiasaan mengakses informasi secara cepat, singkat, dan berulang melalui media sosial seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts. Fenomena tersebut tidak hanya mengubah pola komunikasi, tetapi juga memengaruhi cara generasi muda memahami ilmu pengetahuan. Artikel ini bertujuan menganalisis krisis makna ilmu pada generasi digital serta menawarkan spiritualitas digital sebagai pendekatan integratif dalam menghadapi degradasi budaya akademik. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis berbagai jurnal pendidikan, literasi digital, pendidikan Islam, dan media pembelajaran kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya scroll culture menyebabkan terjadinya pergeseran orientasi belajar dari proses reflektif menuju konsumsi informasi instan. Akibatnya, muncul gejala menurunnya daya kritis, melemahnya adab keilmuan, serta meningkatnya ketergantungan terhadap validasi media sosial. Dalam konteks tersebut, spiritualitas digital menjadi penting sebagai upaya menghadirkan kembali dimensi etika, refleksi, dan kesadaran moral dalam penggunaan teknologi. Integrasi ilmu, spiritualitas, moderasi, dan kearifan lokal dapat menjadi fondasi dalam membangun budaya keilmuan yang lebih humanis di era Society 5.0

Published
2026-06-03