Konsep Pendidikan Akhlak Imam Al-Ghazali dan Relevansinya pada Generasi Digital
Abstract
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar terhadap pola kehidupan generasi muda, termasuk dalam aspek moral dan perilaku sosial. Kemajuan media digital tidak hanya memberikan dampak positif berupa kemudahan akses informasi, tetapi juga menghadirkan tantangan serius seperti degradasi moral, cyberbullying, individualisme, hingga krisis etika bermedia sosial. Dalam kondisi tersebut, konsep pendidikan akhlak yang dikembangkan oleh Imam Al-Ghazali menjadi relevan untuk dikaji kembali sebagai landasan pembentukan karakter generasi digital. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep pendidikan akhlak Imam Al-Ghazali serta relevansinya terhadap kehidupan generasi digital melalui pendekatan studi kepustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan akhlak menurut Imam Al-Ghazali menekankan pada penyucian jiwa (tazkiyatun nafs), pembiasaan perilaku baik, pengendalian hawa nafsu, serta keteladanan guru. Nilai-nilai tersebut sangat relevan dalam menghadapi tantangan moral di era digital karena mampu membentuk generasi yang bijak dalam menggunakan teknologi, memiliki etika digital, serta menjaga keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual.
Copyright (c) 2026 Fatur Rahman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
