Tiga Pilar Pembaruan Islam: Ijtihad, Rasionalisme, dan Reformasi Pendidikan

  • Rezkiyah Amanda Universitas Islam Negeri Datokarama Palu
Keywords: Ijtihad, Rasionalisme, Reformasi Pendidikan, Muhammad Abduh.

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemikiran modernisme Islam Muhammad Abduh melalui tiga pilar utama: ijtihad, rasionalisme, dan reformasi pendidikan. Krisis eksistensial yang melanda peradaban Muslim pada abad ke-19, yang ditandai oleh stagnasi intelektual akibat praktik taklid serta dominasi peradaban Barat, menjadi latar belakang munculnya pemikiran transformatif ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka (library research) dengan mengumpulkan data dari berbagai artikel ilmiah dan jurnal terkait. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa ijtihad merupakan instrumen penting untuk membebaskan umat dari kejumudan berpikir dan memungkinkan penafsiran hukum Islam yang relevan dengan perkembangan zaman. Pilar rasionalisme menempatkan akal sebagai nikmat Allah yang harus diselaraskan dengan wahyu, guna menolak pemikiran fatalistik dan mendorong penguasaan ilmu pengetahuan modern. Sebagai langkah konkret, reformasi pendidikan dilakukan untuk menghapus dualisme antara ilmu agama dan sains, mengganti metode hafalan dengan berpikir kritis, serta mengintegrasikan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat modern. Kesimpulannya, pemikiran Muhammad Abduh menegaskan bahwa kebangkitan peradaban Islam bergantung pada keberanian untuk berijtihad, penggunaan nalar secara maksimal, dan rekonstruksi sistem pendidikan yang integratif. Sinergi ketiga pilar ini menjadi kunci utama bagi umat Islam untuk menjawab tantangan modernitas tanpa kehilangan identitas spiritualnya.

Published
2026-06-05