Etnopedagogi Islam dan Transformasi Teori Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal
Abstract
Artikel ini mengkaji etnopedagogi Islam sebagai pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam kerangka teori pendidikan Islam. Pendidikan di era Society 5.0 menghadapi tantangan besar berupa krisis identitas budaya akibat arus globalisasi yang mengikis nilai-nilai lokal. Tujuan penelitian ini adalah: (1) menganalisis konsep etnopedagogi Islam dan relevansinya terhadap transformasi teori pendidikan; (2) mengidentifikasi bentuk-bentuk kearifan lokal yang dapat diintegrasikan ke dalam sistem pendidikan Islam; dan (3) merumuskan model etnopedagogi Islam berbasis kearifan lokal yang dapat diterapkan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kajian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-interpretatif melalui analisis teks terhadap sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa etnopedagogi Islam merupakan paradigma pendidikan yang menempatkan kearifan lokal sebagai sumber nilai sekaligus media transformasi pengetahuan dalam bingkai tauhid. Nilai-nilai seperti gotong royong, siri' na pacce, pela gandong, dan falsfah hidup masyarakat Muslim Nusantara dapat menjadi fondasi epistemologis yang memperkuat teori pendidikan Islam kontemporer. Transformasi teori pendidikan berbasis etnopedagogi Islam tidak hanya memperkaya khazanah keilmuan, tetapi juga menjawab kebutuhan akan pendidikan yang kontekstual, humanis, dan berkarakter. Artikel ini menyimpulkan bahwa integrasi etnopedagogi Islam dalam teori pendidikan merupakan keniscayaan historis dan epistemic yang mendesak dilakukan di tengah arus modernisasi.
Copyright (c) 2026 Nurzamsinar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
