Kajian Islam Kontemporer: Mutiara Ilmu dalam Bingkai Integrasi Ilmu, Spiritualitas, Moderasi, dan Kearifan Lokal di Era Society 5.0
Abstract
Kajian Islam kontemporer merupakan upaya ilmiah untuk memahami dan mengaktualisasikan ajaran Islam dalam merespons tantangan peradaban modern, termasuk era Society 5.0 yang ditandai oleh integrasi teknologi kecerdasan buatan dengan kehidupan manusia. Artikel ini bertujuan menganalisis perkembangan kajian Islam kontemporer dalam perspektif integrasi ilmu pengetahuan, spiritualitas, moderasi beragama, dan kearifan lokal, sebagaimana ditematisasi dalam forum Seminar Nasional KIIIES 5.0 Ke-5. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan pendekatan historis-kritis dan analisis wacana Islam kontemporer. Hasil kajian menemukan bahwa para pemikir Islam kontemporer seperti Fazlur Rahman, Muhammad Arkoun, Nasr Hamid Abu Zayd, dan Yusuf al-Qaradawi telah mengembangkan kerangka metodologis yang memungkinkan Islam merespons isu-isu kontemporer mulai dari etika kecerdasan buatan, fikih minoritas, bioetika, hingga ekoteologi secara kritis dan relevan. Integrasi antara tradisi keilmuan Islam klasik dengan metodologi ilmu-ilmu modern menjadi keniscayaan epistemologis bagi keberlanjutan peradaban Islam. Artikel ini menyimpulkan bahwa kajian Islam kontemporer yang berakar pada spiritualitas, berwawasan moderat, dan peka terhadap kearifan lokal merupakan sumbangan intelektual paling signifikan yang dapat diberikan umat Islam bagi kemanusiaan di era Society 5.0.
Copyright (c) 2026 Tintia Alya Sani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
