Integrasi Nilai-Nilai Profetik dalam Pembelajaran Sains di Madrasah Aliyah: Upaya Menghapus Dikotomi Keilmuan
Abstract
Dikotomi antara ilmu agama dan ilmu sains di lingkungan madrasah masih menjadi persoalan mendasar yang menghambat terbentuknya generasi Muslim yang utuh secara intelektual dan spiritual. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji integrasi nilai-nilai profetik dalam pembelajaran sains di Madrasah Aliyah sebagai upaya sistematis menghapus dikotomi keilmuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka (library research), mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai profetik yang mencakup dimensi humanisasi (amar ma'ruf), liberasi (nahi munkar), dan transendensi (tu'minu billah) dapat diintegrasikan ke dalam konten, metode, dan evaluasi pembelajaran sains secara operasional. Implementasi integrasi ini mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya cakap secara saintifik, tetapi juga memiliki kesadaran tauhid dan etika profetik. Temuan ini menegaskan bahwa madrasah memiliki potensi besar sebagai laboratorium integrasi ilmu, asalkan didukung oleh kompetensi guru, kurikulum yang adaptif, dan manajemen kelembagaan yang visioner. Artikel ini merekomendasikan reorientasi kurikulum sains madrasah berbasis nilai profetik sebagai solusi konkret menuju pendidikan Islam yang integratif dan transformatif.
Copyright (c) 2026 Ulfiani Ulfiani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
