Kecerdasan Buatan sebagai Instrumen Pemberdayaan Umat: Tinjauan Interdisipliner dalam Konteks Islam
Abstract
Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa dampak luas dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam konteks sosial keagamaan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji potensi AI sebagai instrumen pemberdayaan umat Islam melalui pendekatan interdisipliner yang menggabungkan perspektif teknologi, etika Islam, dan sosiologi. Metode yang digunakan adalah studi pustaka kualitatif dengan analisis terhadap literatur relevan dari bidang ilmu komputer, pemikiran Islam kontemporer, dan etika teknologi. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI memiliki potensi signifikan dalam mendukung pemberdayaan umat, khususnya di bidang pendidikan, ekonomi keumatan, dan pelayanan sosial. Namun, pemanfaatannya memerlukan kerangka normatif berbasis nilai-nilai maqāṣid al-syarī‘ah untuk menjamin keselarasan antara kemajuan teknologi dan prinsip-prinsip keadilan, kemaslahatan, serta tanggung jawab moral dalam Islam. Dengan demikian, AI tidak hanya harus dipahami sebagai inovasi teknis, tetapi juga sebagai sarana transformasi sosial yang bermakna dalam kerangka nilai-nilai keislaman.
Copyright (c) 2026 Sugarto Nasarudin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
