Hubungan Kepribadian Muslim dalam Membentuk Keterampilan Sosial Keagamaan
Abstract
Kepribadian Muslim yang kuat dan terintegrasi merupakan elemen fundamental dalam membentuk keterampilan sosial keagamaan yang fungsional dan berkelanjutan di tengah dinamika kehidupan masyarakat kontemporer yang semakin kompleks. Melemahnya nilai-nilai sosial keagamaan dalam komunitas Muslim menunjukkan urgensi kajian mengenai hubungan antara kepribadian Muslim dan keterampilan sosial keagamaan secara integratif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik kepribadian Muslim dalam konteks sosial keagamaan, menganalisis kontribusinya terhadap pembentukan keterampilan sosial keagamaan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memoderasi hubungan keduanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan (library research) melalui analisis isi secara sistematis terhadap delapan sumber literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepribadian Muslim terbentuk melalui keseimbangan struktural antara al-aql (akal), al-qalb (hati), dan al-nafs (nafsu), yang termanifestasi dalam integrasi dzikir, fikir, ilmu, dan amal saleh. Kepribadian tersebut berkontribusi terhadap keterampilan sosial keagamaan melalui internalisasi nilai-nilai akhlaqul karimah serta pembiasaan keagamaan yang terstruktur. Faktor-faktor moderasi yang memengaruhi hubungan tersebut meliputi motivasi internal, kualitas keteladanan tokoh agama, konsistensi program pembinaan, serta sinergi ekosistem pendidikan yang mencakup keluarga, lembaga formal, dan komunitas sosial keagamaan. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa kerangka konseptual integratif dalam kajian psikologi Islam dan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam.
Copyright (c) 2026 Sayuti Sayuti, Ahmad Munji

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
