SAWERIGADING MENGEMBARA KE LEMBAH PALU:ANALISA “LEGENDA TERJADINYA LEMBAH PALU” DENGAN MENGGUNAKAN PARADIGMA STRUKTURALISME LÉVI-STRAUSS

  • Mohammad Sairin
Keywords: Cerita Rakyat, Strukturalisme Lévi-Strauss, Kaili, dan Bugis.

Abstract

Tulisan ini bertujuan menganalisa dan menemukan realitas yang terselubung di balik cerita rakyat. Cerita rakyat acapkali dipandang sebagai cerita yang tidak masuk akal, mengandung mitos dan tidak dapat diandalkan sebagai salah satu sumber ilmu pengetahuan. Pandangan ini keliru. Berbekal dengan perangkat analisa yang mumpuni, cerita rakyat dapat menjelaskan fenomena dan realitas yang terjadi di masyarakat. Cerita rakyat yang dikaji dalam tulisan ini yaitu “Legenda Terjadinya Lembah Palu”. Metode yang digunakan untuk menganalisis cerita rakyat ini adalah Paradigma Strukturalisme Lévi-Strauss. Tulisan ini menemukan bahwa “Legenda Terjadinya Lembah Palu” menjelaskan realitas sosial-ekonomi, realitas gender, realitas ekologis, realitas sosial budaya dan realitas historis masyarakat Kaili dan perantau Bugis di Sulawesi Tengah. Lebih jauh lagi ditemukan adanya hubungan erat antara kebudayaan Kaili dan kebudayaan Bugis terjadi setelah melalui tiga fase, yaitu kontestasi, hegemoni dan saling pengaruh. Lewat cerita rakyat ini, hal tersebut dapat dilihat dengan jelas.

Published
2020-11-29
Section
Articles
Abstract - 91