https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/ist/issue/feed Istiqra: jurnal hasil penelitian2026-08-22T15:11:53+00:00Admin Istiqra: Jurnal Hasil Penelitianjurnalistiqra@uindatokarama.ac.idOpen Journal Systems<p style="text-align: justify;"><strong>ISTIQRA: Jurnal Hasil Penelitian </strong>The research term referred to here is the search for hidden facts to be disclosed in depth. it is using Islamic studies as its main focus<strong>.</strong></p> <p style="text-align: justify;"><strong>ISTIQRA: Jurnal Hasil Penelitian</strong> is a journal that actively publishes articles twice a year in January-June and July-December. </p> <p style="text-align: justify;"><strong>ISTIQRA: Jurnal Hasil Penelitian </strong>was officially registered at LIPI with the printed version of the ISSN: 2338-025X. in 2013. Then in 2015, the Istiqra Journal was officially registered as an online version of the journal with Number ISSN 2477-1759.</p>https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/ist/article/view/5409The Internal Quality Assurance System in the Robotics Extracurricular Program at SD Islam Al Ishlah Bukittinggi2026-08-22T15:10:39+00:00Fakhrur Razyfakhrur.razy87@gmail.com<p>Implementation of the Internal Quality Assurance System (SPMI)</p> <p>in the robotics extracurricular program at SD Islam Al Ishlah Bukittinggi and identifying differences in service quality based on the PPEPP cycle. The study employed a case study approach using descriptive qualitative methods. Data were collected through interviews, document analysis, and activity documentation. The research results indicate that the standard-setting stage has been implemented effectively throughthe availability of a vision, mission, work plan, activity schedule, and robotics curriculum. In the standard-compliance stage, limitations were still identified regarding facilities, robotics equipment, and service access for students. Program evaluations have been conducted routinely, but documentation of follow-up actions based on evaluation results has not yet been systematically organized. Furthermore, robotics activities have a positive impact on students’ creativity, problem-solving skills, and the development of religious character through the integration of Islamic values into the learning process.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Fakhrur Razyhttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/ist/article/view/5591Perbandingan Implementasi Pendidikan Agama Islam di Madrasah Aliyah dan Sekolah Menengah Atas dalam Penguatan Karakter Siswa 2026-08-22T15:10:03+00:00Ferdina Harbiyah Ferdinaferdinaharbiyah@gmail.comKhairunnisakhairunnisa061209@gmail.comMuhammad Andreanmuhammadandreann2019@gmail.comSyarof Nursyah Ismailsyarofnursyah24@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan implementasi Pendidikan Agama Islam (PAI) di Madrasah Aliyah (MA) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam penguatan karakter siswa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter peserta didik di tengah berbagai tantangan moral dan sosial pada era modern, serta adanya perbedaan karakteristik antara lembaga pendidikan berbasis keagamaan dan sekolah umum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui berbagai sumber, seperti buku, jurnal ilmiah, peraturan perundang-undangan, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif-komparatif untuk membandingkan implementasi PAI pada kedua lembaga pendidikan tersebut.<br>Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PAI di Madrasah Aliyah cenderung lebih integratif dan komprehensif karena didukung oleh lingkungan yang religius, budaya sekolah yang kondusif, serta porsi pembelajaran agama yang lebih besar. Kondisi tersebut menjadikan proses internalisasi nilai-nilai karakter, seperti religiusitas, tanggung jawab, disiplin, dan akhlak mulia, dapat berjalan secara lebih optimal. Sementara itu, implementasi PAI di SMA lebih bersifat fleksibel dan kontekstual, namun penguatan karakter siswa sangat bergantung pada kreativitas guru, budaya sekolah, dan dukungan program-program pendidikan karakter. Oleh karena itu, diperlukan inovasi strategi pembelajaran PAI yang mampu mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara seimbang. Dengan demikian, baik Madrasah Aliyah maupun Sekolah Menengah Atas memiliki peran strategis dalam penguatan karakter siswa, meskipun masing-masing memiliki keunggulan dan tantangan yang berbeda dalam implementasinya.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ferdina Harbiyah Ferdinahttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/ist/article/view/5269Implementasi Tata Rias Tradisional Solo Putri Dalam Program Magang Mua Bagi Mahasiswa Tata Kecantikan2026-08-22T15:11:34+00:00Savia Fitrianing Tyassaviatyas@gmail.comA’ida Maulinaaidamaulina05.am@gmail.comAnisa Shinta Dewisashanyssa46@gmail.com<p style="text-align: justify; margin: 6.0pt 0cm 6.0pt 0cm;"><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Franklin Gothic Book','sans-serif';">Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi tata rias tradisional Solo Putri dalam program magang Makeup Artist (MUA) bagi mahasiswa tata kecantikan serta mengetahui kontribusinya terhadap peningkatan kompetensi dan pelestarian budaya tradisional. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap mahasiswa tata kecantikan, pembimbing magang, serta praktisi MUA yang menerapkan tata rias Solo Putri dalam kegiatan praktik kerja lapangan. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program magang memberikan pengalaman praktik secara langsung kepada mahasiswa dalam menerapkan tata rias tradisional Solo Putri, mulai dari teknik tata rias wajah, pembentukan paes, penataan sanggul, hingga pemasangan aksesori tradisional. Kegiatan magang juga meningkatkan keterampilan teknis, profesionalisme kerja, serta kemampuan komunikasi mahasiswa dalam pelayanan jasa kecantikan. Selain itu, implementasi tata rias Solo Putri dalam program magang berkontribusi terhadap pelestarian budaya lokal melalui pengenalan nilai filosofis dan estetika tata rias tradisional kepada generasi muda. Namun, pelaksanaan program magang masih menghadapi beberapa kendala, seperti terbatasnya kesempatan praktik tata rias tradisional dan kurangnya pemahaman mahasiswa terhadap filosofi budaya dalam tata rias Solo Putri. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa implementasi tata rias tradisional Solo Putri dalam program magang MUA memiliki peranan penting dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa tata kecantikan sekaligus menjadi sarana pelestarian budaya tradisional di tengah perkembangan tren tata rias modern.</span></p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Savia Fitrianing Tyas, A’ida Maulina, Anisa Shinta Dewihttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/ist/article/view/5570Fenomena No Viral, No Justice: Tinjauan Sosiologi Hukum Terhadap Viralitas Media Sosial Dalam Penegakan Hukum2026-08-22T15:10:21+00:00Rabiza Gulbargulba09@gmail.com<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Fenomena No Viral, No Justice semakin sering dibicarakan di ruang publik seiring dengan meningkatnya penggunaan media sosial sebagai arena untuk menyebarkan informasi dan mengawasi kinerja aparat penegak hukum. Berbagai kasus yang mendapat sorotan luas setelah viral menunjukkan bahwa media sosial memiliki dampak besar dalam membentuk persepsi masyarakat dan memicu respons dari lembaga penegak hukum. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana viralitas di media sosial penerapan kebijakan hukum di Indonesia. Penelitian ini fokus analisis pada fenomena No Viral, No Justice dari sudut pandang hukum sosiologis. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan sosiologi hukum dan kajian pustaka yang bersumber dari undang-undang, buku, artikel ilmiah, dan sumber-sumber lainnya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa viralitas di media sosial berfungsi sebagai salah satu bentuk pengawasan sosial yang dapat meningkatkan transparansi serta akuntabilitas dalam penegakan hukum. Namun fenomena ini juga mencerminkan menurunnya legitimasi hukum di mata masyarakat serta adanya perbedaan antara hukum yang tertulis dan praktik hukum yang sebenarnya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media sosial mempengaruhi penegakan hukum, tetapi pelaksanaan keadilan harus tetap menekankan prinsip kesetaraan di hadapan hukum tanpa tergantung pada seberapa viralnya suatu kasus.</span></span></p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Rabiza Gulbahttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/ist/article/view/5283ANALISIS LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN DIRI PESERTA DIDIK2026-08-22T15:11:16+00:00Naila Cahaya Putrinailacahayap348@gmail.comBunga Citra Novi Amanda Putri amandaamandanovi48@gmail.com<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena rendahnya kedisiplinan diri peserta didik di MI Muhammadiyah Bae, yang terindikasi dari perilaku kurang tertib saat pembelajaran serta keterlambatan dalam penyelesaian tugas akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi layanan bimbingan klasikal dalam meningkatkan kedisiplinan diri peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan layanan bimbingan klasikal secara sistematis dan komunikatif mampu meningkatkan pemahaman serta kesadaran siswa terhadap pentingnya perilaku disiplin. Penggunaan teknik diskusi dan ceramah interaktif terbukti efektif meningkatkan keterlibatan emosional dan partisipasi aktif siswa dibandingkan metode konvensional. Selain itu, integrasi kegiatan refleksi diri membantu siswa menginternalisasi nilai-nilai kedisiplinan tanpa adanya unsur paksaan. Simpulan penelitian menegaskan bahwa layanan bimbingan klasikal yang dilaksanakan secara berkesinambungan dan kolaboratif bersama guru kelas merupakan instrumen yang efektif dalam membentuk karakter disiplin peserta didik di tingkat madrasah ibtidaiyah.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Bunga Citra Novi Amanda Putri amandahttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/ist/article/view/5224REFLEKSI NILAI ADAT DAN IDENTITAS TRADISI MAPPASIKARAWA PADA PERNIKAHAN MASYARAKAT SULAWESI SELATAN2026-08-22T15:11:53+00:00Ahmadahmad@iainpare.ac.idAhmad Yaniahmadyani01@iainpare.ac.id<div> <p dir="auto">This study offers a novel contribution to cultural studies and communication by integrating cultural semiotics analysis with an ethnopedagogical perspective to examine the Mappasikarawa tradition holistically—not merely as a ceremonial ritual, but as a symbolic communication system that embodies the construction of collective identity in South Sulawesi society. Unlike previous research, which generally approached Bugis-Makassar marriage traditions from the standpoint of customary law or purely ethnographic description, this study specifically investigates how customary values embedded in gestures, ritual sequences, and the meaning of the first touch (Mappasikarawa) function as a medium for transmitting cultural identity across generations amid modernization and social change. Social facts reveal that in the era of digitalization, an anomaly has emerged where communal traditions are frequently reduced to visual commodities, thereby risking the disconnection of the younger generation from their philosophical roots. Employing a qualitative approach that combines communication ethnography, cultural semiotics (Peirce and Lotman), and symbolic interactionism (Mead), this research finds that Mappasikarawa gestures contain informal cultural pedagogy transmitting the doctrines of siri’ na pacce, lempu’, and getteng. The nonverbal signs within this ritual operate within a semiosphere uniting the sacred and profane realms, while integrating Islamic law (‘urf shahih and maqashid al-syariah) with local wisdom. The study’s conclusions yield understanding of cultural resilience among indigenous communities of South Sulawesi in preserving identity, while positioning Mappasikarawa as essential multicultural education instrument for globalization challenges.</p> </div>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ahmad, Ahmad Yanihttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/ist/article/view/5310Pengaruh digital literacy terhadap financial inclusion pada penggunaan bank digital2026-08-22T15:10:57+00:00Mia Nur Cahyanimiacahyani@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digital literacy terhadap financial inclusion pada penggunaan bank digital. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner kepada responden pengguna bank digital. Analisis data dilakukan menggunakan SmartPLS 4 untuk menguji validitas, reliabilitas, dan hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital literacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial inclusion. Semakin tinggi tingkat pemahaman digital seseorang, maka semakin tinggi pula kemampuan dalam memanfaatkan layanan keuangan digital. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan literasi digital dan inklusi keuangan di Indonesia.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Mia Nur Cahyani